I Copy Your Job

I Copy Your Job
28. Meninggalkan Akademi



"Apa kamu akan menjadi suster ketika mendapatkan job healer." Tanya Arthur.


"Tentu saja tidak, jika aku menjadi suster. Aku tidak akan bisa bersamamu." Kata Eva dengan malu.


Arthur tersenyum saat mendengar kata Eva. "Baiklah, ayo kita masuk ke dalam hutan." Kata Arthur melihat Eva.


"Baik." Eva mengangguk.


Beberapa jam kemudian. Arthur dan Eva sedang berdiri di atas mayat goblin. "Aku tidak menyangka akan level up 5 kali dalam satu hari." Kata Eva melihat statusnya.


"Exp yang di dapatkan dari membunuh goblin 5x lebih banyak dari pada Exp yang di dapatkan dari membunuh slime. Jadi wajar jika kamu level up 5 kali dalam satu hari." Kata Arthur melihat Eva.


"Matahari sudah mulai terbenam. Ayo kita kembali ke akademi." Kata Arthur melihat Eva.


"Baik." Eva mengangguk. Arthur dan Eva kemudian berjalan pergi.


Beberapa jam kemudian Arthur dan Eva telah kembali ke akademi. "Arthur sekarang kamu sudah memiliki job Mage. Apa kamu akan meninggalkan akademi." Eva melihat Arthur.


"Aku akan meninggalkan akademi." Arthur mengangguk.


Eva tersenyum kecut saat mendengar jawaban Arthur. "Kamu tidak perlu bersedih. Meski aku akan meninggalkan akademi. Kita masih bisa bertemu." Arthur tersenyum dan memegang tangan Eva.


Eva tersenyum saat mendengar kata Arthur. "Baiklah, ayo kita kembali ke asrama." Arthur melihat Eva.


"Baik." Eva mengangguk.


Tidak lama kemudian Arthur berada di kamarnya dan berbaring di kasur. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 35 Next Level Membutuhkan 26 Exp


Job : Hero


Ras : Manusia


Strength : 30


Agility : 30


Vitality : 30


Stamina : 30


Magic : 35


Poin : 50


Poin Skill : 3


Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C) Tehnik Pedang (C)


"Tidak buruk. Dalam satu hari aku level up 10x." kata Arthur melihat statusnya. "Jika aku tetap berburu slime. Aku tidak akan level up sebanyak ini." Kata Arthur.


"Baiklah, aku akan menambahkan 10 poin Pada Magic, 10 poin pada Strength, 10 poin pada Agilty, 10 poin pada Vitality, dan 10 poin pada stamina." Kata Arthur meningkatkan statusnya.


"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.


Keesokan harinya Arthur sedang berada di ruangan bersama Abraham. "Setelah meningkatkan magicmu. Kamu mendapatkan job mage." Abraham melihat Arthur.


"Benar kepala sekolah. Setelah meningkatkan magicku. Aku mendapatkan job mage." Balas Arthur.


"Tunjukan sihirmu padaku." Abraham melihat Arthur. "Wind arrow." Kata Arthur kemudian panah angin sepanjang 1 meter muncul di depan Arthur.


"Arthur level berapa sihir anginmu sekarang." Tanya Abraham.


"Sihir anginku sekarang level C kepala sekolah." Balas Arthur.


"Bagus, kamu mempunyai sihir angin yang setara dengan teman-temanmu yang berasal dari dunia lain." Abraham tersenyum mendengar jawaban Arthur.


"Apa kamu serius ingin meninggalkan akademi." Tanya Abraham.


"Aku serius kepala sekolah. Jika aku tetap berada di akademi. Sementara semua teman-temanku berburu monster. Levelku akan ketinggalan jauh dengan yang lain." Balas Arthur.


"Baiklah, aku akan mengatakan kepada yang mulia bahwa kamu mendapatkan job." Kata Abraham.


"Terimakasih kepala sekolah." Arthur tersenyum.


Beberapa jam kemudian Arthur berada di sebuah ruangan. "Arthur aku dengar dari Abraham kamu telah mendapatkan job mage." kata pria paruh baya yang memakai mahkota.


"Benar yang mulia. Saya mendapatkan job mage setelah meningkatkan magicku." Balas Arthur.


"Karena kamu sudah memiliki job. Kamu bisa ikut berburu monster dengan teman-temanmu yang lain." Kata pria paruh baya melihat Arthur.


"Rapunsel. Antar aku ke kamarnya." Pria paruh baya melihat perempuan berambut pirang.


"Baik." Rapunsel mengangguk.


"Ikuti aku." Rapunsel melihat Arthur.


"Arthur apa kamu hanya menguasai sihir angin." Rapunsel melihat Arthur.


"Saya hanya menguasai sihir angin tuan putri." Arthur berbohong.


"Ini kamarmu." Kata Rapunsel berhenti di depan sebuah kamar.


"Terimakasih tuan putri. Anda sudah bersedia menunjukan kamarku." Arthur tersenyum. Rapunsel mengangguk kemudian berjalan pergi.


Arthur masuk ke dalam kamar dan berkata. "Ini adalah kamar pertama saat aku di panggil di dunia ini." Saat hendak berbaring di kasur Arthur mendengar suara ketukan pintu.


"Tok." "Tok." Arthur membuka pintu dan melihat Erika berdiri di depan kamarnya.


"Arthur apa kamu mendapatkan job mage." Erika melihat Arthur.


"Benar, aku mendapatkan job mage." Balas Arthur.


"Bagus. Aku senang saat mendengar kabar kamu mendapatkan job mage." Erika tersenyum. Arthur tersenyum saat mendengar kata Erika.


"Arthur, jika kamu tidak sibuk. Maukah kamu menemani ibu berbelanja." Erika melihat Arthur.


"Ini sama seperti dulu." Arthur tersenyum saat mendengar Erika mengajaknya berbelanja.


"Baiklah, aku akan menemani ibu berbelanja." Balas Arthur.


"Bagus." Erika tersenyum saat Arthur bersedia menemaninya berbelanja.


Arthur dan Erika kemudian keluar dari istana. "Arthur apa yang mulia memberimu uang." Tanya Erika.


"Saat berada di akademi kehidupanku terjamin. Jadi yang mulia tidak memberiku uang sama sekali." Balas Arthur. Erika terdiam saat mendengar kata Arthur.


Tidak lama kemudian Arthur dan Erika masuk ke dalam toko pakaian. "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu." Kata penjaga toko pakaian melihat Arthur dan Erika.


"Kita berdua ingin melihat-lihat pakaian." Balas Erika.


"Bu Erika, aku tidak mempunyai uang." Kata Arthur melihat Erika.


"Kamu tidak perlu khawatir Arthur. Ibu yang akan membelikanmu pakaian." Erika tersenyum.


Arthur terdiam saat mendengar kata Erika. Arthur tahu bahwa Erika hanya mempunyai 1 coin emas. Karena raja Edward memberikan 1 coin emas kepada semua teman-temannya setiap 7 hari sekali.


"Arthur apa pakaian ini cocok denganku." Erika menunjukan sebuah pakaian kepada Arthur.


"Pakaian itu cocok untuk bu Erika." Arthur tersenyum.


"Berapa harga pakaian ini." Tanya Erika kepada pelayan toko.


"Harga pakaian itu adalah 2 coin emas." Balas penjaga toko.


"Ahhh. Aku hanya memiliki 1 coin emas." Kata Erika.


"Mengapa tidak membeli pakaian lainnya saja bu." Kata Arthur.


"Baiklah, aku akan membeli pakaian lainnya." Kata Erika kemudian melihat-lihat pakaian.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Erika keluar dari toko pakaian. "Arthur, Bu Erika." Arthur melihat Deni berjalan ke arahnya.


"Arthur aku dengar kamu mendapatkan job mage." Kata Deni melihat Arthur.


"Benar, aku mendapatkan job Mage." Arthur mengangguk.


"Aku sudah menduga cepat atau lambat kamu akan mendapatkan job." Kata Deni. "Arthur mengapa kamu bersama bu Erika." Deni melihat Erika.


"Bu Erika memintaku untuk menemaninya berbelanja." Kata Arthur. Erika tersipu malu saat mendengar kata Arthur.


"Arthur, terimakasih sudah mau menemani ibu berbelanja. Ibu akan kembali ke istana terlebih dulu." Kata Erika berjalan pergi.


"Arthur sepertinya bu Erika menyukaimu." Kata Deni melihat Arthur.


"Bagaimana kamu bisa tahu kalua bu Erika menyukaiku." Balas Arthur.


"Karena cuma kamu seorang yang di ajak bu Erika berbelanja bersama." Deni tersenyum.


"Kruukk." Arthur mendengar sebuah suara. "Arthur aku ingin makan di restoran. Apa kamu ingin ikut." Tanya Deni.


"Aku tidak mempunyai uang." Balas Arthur.


"Tidak perlu khawatir. Aku akan mentraktirmu." Deni tersenyum.


"Jika begitu aku tidak akan menolak tawaranmu." Arthur tersenyum.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berdiri di luar akademi. "Arthur." Arthur melihat Eva keluar dari akademi dan berjalan ke arahnya.


"Apa kamu sudah lama menungguku." Tanya Eva.


"Tidak, aku baru saja tiba disini." Arthur tersenyum.


"Arthur ayo temani aku membeli pakaian." Kata Eva melihat Arthur. "Baiklah, karena kemarin kamu sudah menemaniku berburu goblin. Aku akan menemanimu membeli pakaian." Balas Arthur.