
"Manusia aku akan membunuhmu." Arthur melihat manusia kerbau berlari ke arahnya.
"Fire ball." Kata Arthur kemudian bola api muncul di tangannya. "Mati." Arthur menembakan bola api ke arah manusia kerbau. "Wuusshh." "Ahhh." Tubuh manusia kebau terbakar.
"Tooottt." "Toootttt." Arthur mendengar suara terompet. Arthur melihat semua beast human mundur.
"Jangan berpikir untuk mundur." Kata Arthur kemudian mengangkat tangannya.
"Fire ball." Bola api raksasa muncul di tangan Arthur dan mulai membesar.
"Mati." Arthur menembakan bola api raksasa ke arah beast human yang melarikan diri.
"Booomm!!" Ledakan terjadi. "Exp +400." "Exp +500." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Ratusan Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Tuan, berkat bantuan anda. Kita bisa memukul mundur pasukan negara Kaunas." Leo berbicara kepada Arthur.
"Slyvia ayo pergi." Arthur mengabaikan Leo dan melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Tuan, anda ingin pergi kemana." Tanya Leo.
"Ke kota. Aku ingin istirahat." Balas Arthur berjalan ke arah kota.
"Tuan, jika anda ingin beristirahat. Anda bisa beristirahat di rumah saya." Kata Leo.
"Tidak, aku lebih suka beristirahat di penginapan." Balas Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia masuk ke dalam penginapan. "Aku pesan 2 kamar untuk 2 hari." Kata Arthur memberikan 2 coin emas kepada pelayan penginapan.
"Silakan ikuti saya. Saya akan menunjukan kamar anda." Kata pelayan penginapan. Arthur dan Slyvia kemudian mengikuti pelayan penginapan.
Tidak lama kemudian Arthur masuk ke dalam kamar. Arthur duduk di kursi dan berkata. "Buka status." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 800 Next Level 811 Exp
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 715
Agility : 715
Vitality : 715
Stamina : 715
Magic : 720
Poin : 450
Poin Skill : 66
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Tehnik Pedang (S) Memanah (S)
"Tidak buruk. Aku level up 90 kali." Kata Arthur melihat statusnya.
"Aku akan menambahkan 90 poin pada Strength, 90 poin pada Agilty, 90 poin pada Vitality, 90 poin pada stamina dan 90 poin pada Magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu. Arthur membuka pintu dan melihat Luis berdiri di depan pintu. "Yang mulia mengundang anda ke istana." Kata Luis melihat Arthur.
"Saat ini aku ingin istirahat. Katakan pada ratumu. Aku akan datang menemuinya besok." Kata Arthur menutup pintu. Luis terkejut mendengar jawaban Arthur.
Beberapa menit kemudian Luis kembali ke istana. "Luis mengapa kamu kembali seorang diri." Kata Eleanor.
"Yang mulia, penyihir yang membunuh ratusan beast human sedang beristirahat. Dia mengatakan akan datang ke istana besok." Kata Luis.
"Pria yang menarik." Eleanor mengangguk mendengar kata Luis.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang tertidur di dalam kamar penginapan. "Kreekk." Jendela tiba-tiba terbuka. "Manusia matilah."
"Water ball." Arthur membuka matanya dan berteriak. "Blukkk." Bola air raksasa muncul di depan Arthur. "Uuuhhh." "Aku sudah menunggumu." Arthur menyeringai melihat manusia kucing bewarna hitam yang berada di dalam bola air raksasa.
"Aktifkan skill Copy salin Job Assasin Katy." Kata Arthur melihat manusia kucing.
"Anda menyalin job Assasin." "Anda mendapatkan skill Menghilang (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Aku akan membiarkanmu mati di dalam air." Kata Arthur melihat manusia kucing.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Exp +280."
Arthur memegang mayat manusia kucing kemudian melemparnya ke luar jendela.
Keesokan harinya Arthur yang sedang tertidur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." "Tuan, apa anda sudah bangun." Kata Slyvia mengetuk pintu.
"Masuklah." Kata Arthur menguap. Slyvia kemudian masuk ke dalam kamar.
"Ayo kita mandi bersama. Sudah lama kita tidak mandi bersama." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia tersenyum.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di istana. "Arthur Saya berterimakasih kepada anda. Karena sudah mengalahkan ratusan beast human." Eleanor tersenyum.
"Yang mulia ada surat dari Alexander." Kata Luis masuk ke dalam ruangan dan memberikan surat kepada Eleanor.
Eleanor membaca surat dan berkata. "Raja Alexander menantang bertarung manusia terkuat di kerajaan kita."
"Biarkan aku bertarung." Kata Arthur melihat Eleanor. Eleanor dan Luis terkejut mendengar kata Arthur.
"Alexander telah mengirimkan assassin untuk membunuhku. Jadi aku ingin membunuhnya." Kata Arthur.
Keesokan harinya Arthur sedang berada di atas benteng dan melihat ribuan pasukan yang mendekat ke arah kota. "Siapa manusia terkuat di negara ini." Arthur mendengar suara teriakan.
"Aku manusia terkuat di negara ini." Arthur berteriak dan melompat dari atas benteng. "Booomm!!!"
"Menurut informasi yang aku dapat kamu bukan dari negara Volgrad." Manusia harimau melihat Arthur.
"Ada masalah jika aku bukan dari negara Volgrad. Hari ini aku akan membunuhmu." Kata Arthur.
"Sombong, yang akan mati hari ini adalah kamu." Teriak manusia harimau.
"Menghilang." Kata Arthur kemudian menghilang. Alexander terkejut melihat Arthur yang tiba-tiba menghilang.
"Yang mulia." Semua beast human terkejut melihat Arthur memotong kepala Alexander.
"Semuanya serang beast human." Teriak Arthur melihat semua prajurit.
"Serang beast human." "Bunuh beast human." Teriak ribuan prajurit kemudian berlari ke arah ribuan beast human.
"Wind Arrow." Kata Arthur kemudian ratusan panah angin muncul di udara.
"Mati." Teriak Arthur menembakan ratusan panah angin ke arah ratusan beast human. "Ceepp." "Ceepp."
"Exp +400." "Exp +500." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Ratusan notifikasi muncul di depan Arthur.
"Berhenti, kami tidak ingin melanjutkan perang." Teriak manusia serigala berbulu putih.
Arthur berlari ke arah manusia serigala dan memotong kepalanya. "Crasshh." "Semuanya bunuh beast human." Teriak Arthur memegang kepala manusia serigala.
Beberapa jam kemudian Arthur melihat perang telah berakhir. "Kita menang." Teriak seorang prajurit. "Hidup negara Volgrad." "Hidup negara Volgrad." Semua prajurit mulai bersorak bahagia.
"Terimakasih tuan Arthur. Tanpa bantuan anda. Kita tidak akan bisa memenangkan perang ini." Leo tersenyum kepada Arthur.
Arthur mengabaikan Leo dan berkata. "Slyvia ayo kita pergi."
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Tuan Arthur, anda ingin pergi kemana." Tanya Leo.
"Kamu tidak perlu tahu." Balas Arthur kemudian berjalan pergi.
"Dimana Arthur." Kata Eleanor melihat Leo.
"Tuan Arthur telah pergi yang mulia." Balas Leo.
"Mengapa kamu membiarkannya pergi. Aku masih belum mengucapkan terimakasih kepadanya." Kata Eleanor.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di tepi sungai dan mencuci mukanya. "Tuan, kita akan pergi kemana." Tanya Slyvia.
"Negara Kaunas. Kita akan membunuh semua beast human di negara Kaunas." Balas Arthur.
Keesokan harinya Arthur berada di negara Kaunas "Fire ball." Kata Arthur kemudian bola api raksasa muncul di udara.
"Mati!!" Teriak Arthur menembakan bola api ke arah beast human yang melarikan diri. "Booomm!!" Ledakan terjadi.
"Slyvia jangan biarkan satu beast human melarikan diri." Kata Arthur.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di dalam istana. "Saya tidak menyangka Beast human memiliki puluhan magic crystal." Kata Slyvia melihat puluhan magic crystal di dalam sebuah ruangan.
"Slyvia bawa semua magic crystal di ruangan ini." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
Melihat Slyvia memasukan magic crystal ke dalam kantong kain, Arthur berkata. "Buka status." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 990 Next Level 991 Exp
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 995
Agility : 995
Vitality : 995
Stamina : 995
Magic : 1.000
Poin : 0
Poin Skill : 85
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Tehnik Pedang (S) Memanah (S)
"Kurang 9 level up lagi aku akan level max." Kata Arthur melihat statusnya.
"Tuan, saya sudah memasukan semua magic crystal ke dalam kantong." Kata Slyvia.
"Jika begitu, ayo kita pergi dari sini." Balas Arthur.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia berada di kandang kuda. "Tuan, apa kita akan kembali ke negara Volgard." Tanya Slyvia.
"Tidak, kita akan kembali ke negara Bradfort." Kata Arthur menaiki kuda bewarna hitam.
30 hari telah berlalu. Saat ini Arthur dan Slyvia telah kembali ke negara Bradfort. "Slyvia kamu pergilah ke istana dan berikan puluhan magic crystal itu kepada Steven. Jika Steven dan yang lainnya telah kembali." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk dan berjalan pergi.
"Sekarang waktunya pergi ke wilayah ras iblis." Kata Arthur menaiki kuda bewarna hitam.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Slyvia telah berada di istana. "Slyvia dimana Arthur." Tanya Erika.
"Tuan saat ini berada di kota." Balas Slyvia. Mendengar kata Slyvia, Erika berlari keluar dari istana.
"Tuan Arthur menyuruhku memberikan magic crsytal ini padamu." Kata Slyvia memberikan kantong kain berisi magic crystal kepada Steven.
Steven membuka kantong kain dan terkejut melihat puluhan magic crystal di dalam kantong kain. "Dari mana Arthur mendapatkan puluhan magic crystal ini." Tanya Steven.
"Tuan Arthur mendapatkan puluhan magic crystal ini dari negara Kaunas." Balas Slyvia.
2 Hari telah berlalu saat ini Arthur berada di wilayah ras iblis. "Manusia apa kamu salah satu manusia dari dunia lain yang membunuh kakakku." Kata Lilith melihat Arthur.
"Benar, aku yang membunuh iblis bernama Lucifer itu." Balas Arthur.
"Manusia aku akan membunuhmu." Teriak Lilith mengangkat tangannya.
"Wuusshh." Arthur melihat bola api bewarna hitam muncul di tangan Lilith dan membesar dengan cepat.