
3 hari telah berlalu. Saat ini Arthur melihat kota yang hancur. "Apa yang terjadi." Kata Arthur turun dari kereta.
"Apa anda tidak tahu. Setelah pahlawan negara Volgrad Arthur kembali ke dunianya. Negara Kaunas menyatakan perang kembali dengan negara Volgrad." Balas pria.
Mendengar kata pria Arthur berlari ke arah istana. "Tuan tunggu saya." Teriak Slyvia mengejar Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur berada di depan istana. Arthur masuk ke dalam masuk ke dalam istana dan melihat wanita berambut pendek yang tergeletak di lantai. "Fiona." Teriak Arthur melihat wanita berambut pendek yang tidak lain Fiona.
"Uhhuuk, tuan apakah itu anda." Fiona batuk darah.
"Benar ini aku Fiona." Kata Arthur memegang Fiona.
"Fiona aku akan menyembuhkanmu." Kata Arthur.
"Tuan, anda harus menyelamatkan yang mulia." Kata Fiona kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
Arthur tiba-tiba teringat kenangan dengan Fiona sebelum dirinya kembali ke masa lalu. "Fionaaaa." Arthur menangis dan menjerit dengan keras. Slyvia terdiam saat melihat Arthur yang menangis.
Beberapa menit telah berlalu. Arthur mengusap air matanya dan berkata. "Slyvia kamu tunggulah disini. Aku akan memeriksa apakah masih ada yang selamat di istana ini." "Baik tuan." Slyvia mengangguk.
Arthur kemudian berjalan ke ruangan Eleanor. Arthur membuka pintu dan melihat pria gemuk yang tergeletak di lantai. "Arthur." Kata pria gemuk melihat Arthur yang masuk ke dalam ruangan.
Arthur berjalan ke arah pria gemuk dan berkata. "Apa yang terjadi disini Luis."
"Uhukk, Arthur pergilah ke negara Kaunas dan selamatkan yang mulia." kata Luis kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
"Babi gemuk, meski aku tidak menyukaimu. Aku akan menyalamatkan ratu Eleanor dan membalaskan kematian dirimu dan Fiona." Kata Arthur mencengkram tinjunya.
Arthur kemudian membawa Luis keluar ruangan. "Slyvia ayo kubur mayat mereka berdua." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
Arthur kemudian mulai mengubur Fiona dan Luis di halaman belakang istana. "Sebelum di panggil ke negara Sturgart, aku telah di panggil ke negara Volgrad." Kata Arthur. Slyvia terkejut saat mendengar kata Arthur.
"Luis adalah penyihir yang memanggilku ke dunia ini." Kata Arthur melihat wajah Luis.
"Dan Fiona adalah pelayan pribadiku." Kata Arthur melihat wajah Fiona. Arthur mengigit bibirnya saat teringat dirinya menghabiskan waktu bersama dengan Fiona.
Slyvia memeluk Arthur dari belakang dan berkata. "Tuan, anda masih memiliki saya. Jadi jangan terlalu bersedih. Karena setiap mahluk hidup di dunia ini pasti akan meninggal." Arthur terdiam saat mendengar kata Slyvia.
Beberapa menit kemudian Arthur telah mengubur mayat Fiona dan Luis. "Jika aku mati, apakah aku akan kembali ke masa lalu." Gumam Arthur melihat makam Fiona.
"Tidak, aku tidak boleh mengambil resiko. Steven dan yang lain sudah kembali ke bumi. Jika aku mati, aku pasti tidak akan kembali lagi ke masa lalu." Gumam Arthur.
"Slyvia." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Iya tuan." balas Slyvia.
"Ikuti aku." Kata Arthur berjalan ke kendang kuda.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Apa kamu bisa menaiki kuda." kata Arthur.
"Saya bisa tuan." Slyvia mengangguk.
"Pilihlah kuda yang kamu suka." Kata Arthur melihat beberapa kuda.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
Arthur berdiri di depan kuda putih dan berkata. "Kita bertemu lagi."
Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia keluar dari kandang kuda dengan menaiki kuda. "Apa kamu siap." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Saya siap tuan." Slyvia mengangguk. "Hiyyaa." Arthur kemudian pergi di ikuti oleh Slyvia.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang menaiki kuda. "Berhati-hatilah, saat ini kita sudah memasuki wilayah beast human." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan, saya akan berhati-hati." Slyvia mengangguk.
"Ceeepp." "Ceepp." Arthur melihat beberapa panah yang menancap di dinding tanah.
"Slyvia apa kamu baik-baik saja." kata Arthur melihat Slyvia.
"Saya baik-baik saja tuan." Slyvia mengangguk.
"Wind arrow." Kata Arthur kemudian beberapa panah angin muncul di udara. "Mati!!!" kata Arthur menembakan panah angin ke arah beast human yang memanah dirinya. "Buusshh." "Buusshh." "Ahhh." Panah angin menembus kepala dan jantung beast human.
"Tinggalkan kuda itu. Naiklah kuda bersamaku." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia turun dari kudanya kemudian menaiki kuda bersama Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur yang sedang menaiki kuda bersama Slyvia melihat sebuah kota di depannya. "Fire ball." Teriak Arthur kemudian bola api raksasa muncul di langit. "Wusshhh." Arthur menggerakan tangannya kemudian bola api raksasa melesat ke arah gerbang kota. "Booomm!!!" Ledakan besar terjadi.
Saat ini di sebuah ruangan manusia serigala berbulu putih sedang duduk di singgasana. "Booomm!!" "Suara apa itu." Kata manusia serigala.
"Yang mulia, Arthur menyerang kota." Kata manusia kucing berbulu putih.
"Bukankah Arthur telah kembali ke dunianya. Bagaimana bisa dia ada di dunia ini lagi." Manusia serigala terkejut.
"Bawa Eleanor kemari." Kata manusia serigala.
"Baik tuan." manusia kucing mengangguk.
Beberapa menit kemudian manusia serigala melihat manusia kucing kembali bersama Eleanor. "Wolfer jika aku tahu kamu mengingkari perjanjian damai. Seharusnya aku menyuruh Arthur untuk menghancurkan negara Kaunas." Eleanor menatap manusia serigala.
"Lepaskan rantai yang mengikat dirinya." Kata manusia serigala melihat Eleanor.
"Baik yang mulia." Manusia kucing mengangguk kemudian melepas rantai yang mengikat tangan dan kaki Eleanor. Eleanor terkejut melihat manusia kucing melepas rantai yang mengikat tangan dan kakinya.
"Eleanor, aku ingin membuat perjanjian damai sekali lagi denganmu." Kata manusia serigala.
"Huuhh." Eleanor terkejut mendengar kata manusia serigala. "Booomm!!!" Eleanor mendengar suara ledakan dan melihat istana bergetar.
"Kalian human beast terkutuk. Beraninya kalian mengingkari perjanjian damai dan menyerang negara Volgrad. Hari ini aku akan membunuh semua human beast yang ada di negara ini." Eleanor mendengar suara teriakan. "Ini suara Arthur."
Saat ini Arthur dan Slyvia berada di luar istana. "Bruaakk." Arthur menendang pintu. "Slyvia ayo masuk." Kata Arthur masuk ke dalam istana.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk dan mengikuti Arthur.
"Ceppp." Arthur melihat pisau yang menusuk jantungnya. "Mati." Kata Arthur mengayunkan pedangnya. "Crasshhh." Arthur melihat manusia kucing bewarna putih yang terpotong menjadi dua.
"Tuan, apa anda baik-baik saja." Slyvia khawatir.
"Aku baik-baik saja." Balas Arthur mencabut pisau dan berkata. "Ahhh." "Heal." "Singg!!" Cahaya hijau menyelimuti tubuh Arthur. Melihat luka di jantungnya sembuh Arthur berkata. "Ikuti aku."
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Bruaakkk." Arthur menendang pintu dan melihat Eleanor sedang berada di ruangan bersama manusia serigala berbulu putih. "Arthur." Eleanor berteriak saat melihat Arthur.
Arthur melihat badan penuh luka Eleanor Arthur berkata. "Beast human berengsek, beraninya kalian menyerang negara Volgrad meski sudah membuat perjanjian damai."
"Jangan naif Arthur. Bukankah kamu juga akan melakukan hal yang sama. Jika negara kami tidak memberikan magic crystal seperti yang kamu minta." Kata manusia serigala melihat Arthur.
"Arthur ayo kita buat kesepakatan. Jika aku melepaskannya, kamu harus membiarkan diriku pergi." Kata manusia serigala melihat Arthur. Manusia serigala tahu bahwa dirinya bukan lawan Arthur.
"Baiklah, aku akan melepaskanmu." Kata Arthur. "Ceepp." Namun manusia serigala menusuk jantung Eleanor.
"Berengsek." Arthur melesat ke arah Eleanor. Manusia serigala melempar Eleanor ke Arthur kemudian melompat dari jendela.
"Slyvia panah dia." Teriak Arthur.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian mulai membidik manusia serigala. "Wuussshh." "Ceeppp."
"Ahhh." Manusia serigala berteriak saat panah menancap di kaki kanannya.