I Copy Your Job

I Copy Your Job
55. Menuju Negara Volgrad



"Apa yang harus kita lakukan padanya." Kata Arthur melihat elf wanita yang tidak sadarkan diri.


"Lebih baik kita melepaskannya tuan. Aku tidak ingin memperpanjang masalah." Kata Slyvia.


"Slyvia kamu sungguh baik hati. Aku sangat menyukai dirimu." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Saya juga sangat menyukai tuan." Kata Slyvia tersipu malu.


"Fire." Kata Arthur kemudian api muncul di tangan kanannya. "Wuusshh." Arthur membakar wajah dan rambut elf wanita.


"Ahhhh." Elf wanita tersadar dan berteriak saat wajah dan rambutnya.


"Tuan, apa anda ingin membunuhnya." Slyvia terkejut.


"Tidak, aku memberi dia sedikit pelajaran untuknya." Kata Arthur melihat elf wanita.


"Water ball." Kata Arthur kemudian bola air muncul di tangannya. Arthur kemudian melemparkan bola air ke arah elf wanita. "Sssshhh." Api yang membakar wajah dan rambut elf wanita kemudian padam.


"Ahhh. Manusia beraninya kamu membakar wajahku." Teriak elf wanita.


"Itu adalah hukuman, karena kamu menjebak Slyvia dan menjualnya ke pasar budak." Kata Arthur.


"Tuan." Slyvia meneteskan air mata saat mendengar kata Arthur.


"Buukkk." Arthur kemudian memukul leher elf wanita. "Uuuhh." Elf wanita pingsan lagi setelah terkena pukulan Arthur.


"Sebelum aku pergi, aku akan menyalin skillnya." Gumam Arthur melihat elf wanita.


"Aktifkan skill copy salin job Mage Flory." Gumam Arthur melihat elf wanita yang tidak sadarkan diri.


"Anda menyalin job mage." "Anda mendapatkan sihir tanaman Level (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Slyvia ayo kita pergi." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur dan Slyvia kemudian pergi meninggalkan elf wanita yang tidak sadarkan diri.


1 jam kemudian 2 elf pria melihat elf wanita yang tidak sadarkan. "Siapa elf wanita ini. Wajahnya hancur dan dia tidak memiliki rambut sama sekali." Kata elf pria.


"Dilihat dari pakaiannya sepertinya dia putri Flory." Kata elf pria lain.


"Jika dia putri Flory ayo bawa dia kembali ke desa." Kata elf pria. Flory kemudian di bawa pergi oleh 2 elf pria.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini elf wanita sedang berbaring di kasur. "Ahhh." Elf wanita berteriak dan tersadar.


"Putri Flory akhirnya anda tersadar juga." Kata elf wanita paruh baya. Elf wanita melihat kaca kemudian berteriak. "Rambutku."


"Maaf tuan putri, kami hanya bisa menyembuhkan wajah anda. Tapi tidak bisa menembuhkan kembali rambut anda." Kata elf wanita paruh baya melihat rambut botak Flory.


"Flory apa yang terjadi denganmu." Elf pria paruh baya masuk ke dalam kamar. Flory kemudian menceritakan tentang Arthur dan Slyvia yang menyerangnya.


"Slyvia." Elf pria paruh baya terkejut mendengar kata Flory.


"Mengapa dia melakukan hal itu kepadamu. Yang aku tahu Slyvia adalah elf wanita yang baik hati." Kata elf pria paruh baya.


Flory mengigit bibirnya kemudian menceritakan dirinya menjebak Slyvia dan menjualnya ke pasar budak. Elf pria paruh baya dan elf wanita paruh baya terkejut mendengar cerita Flory.


"Jadi kamu penyebab Slyvia menghilang." Kata elf pria paruh baya melihat Flory.


"Maaf ayah." Flory meminta maaf.


"Flory, aku sungguh kecewa denganmu." Elf pria paruh baya keluar dari ruangan.


Saat ini Arthur dan Slyvia sedang berada di tepi sungai. "Tuan, apa kita akan kembali ke negara Sturgart." Tanya Slyvia.


"Tidak, kita akan pergi ke pelabuhan Roterdam." Balas Arthur.


7 hari telah berlalu. Saat ini Arthur dan Slyvia sedang berada di pelabuhan. "Aku ingin pergi ke negara Volgrad." Kata Arthur melihat pria berkumis.


"20 coin emas untuk 1 orang." Kata pria berkumis.


Arthur memberikan 40 coin emas kepada pria berkumis. "Naiklah ke kapal sebentar lagi kita akan berlayar." Kata pria berkumis.


"Slyvia ayo naik." Kata Arthur menaiki kapal.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk dan menaiki kapal.


"Apa sebelumnya kamu pernah naik kapal." Arthur melihat Slyvia.


"Belum tuan, ini adalah pertama kali saya naik kapal." Balas Slyvia.


Beberapa menit kemudian Arthur melihat kapal mulai berlayar. "Hembusan angin laut sungguh menyegarkan." Kata Slyvia.


"Menarik, dia tidak muntah seperti Fiona." Gumam Arthur melihat Slyvia.


14 hari telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berdiri di deck kapal dan melihat kapal mulai berlabuh di dermaga. "Slyvia ayo kita turun." Kata Arthur turun dari kapal.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk dan mengikuti Arthur.


Arthur kemudian masuk ke dalam restoran di ikuti Slyvia. "Selamat datang apa yang ingin anda pesan." Arthur melihat pelayan restoran berjalan ke arahnya.


"Saya pesan cumi, kepiting dan sebotol anggur." Kata Arthur.


"Saya pesan salad dan segelas air." Kata Slyvia.


"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran berjalan ke arah dapur.


Beberapa menit kemudian Arthur melihat pelayan restoran mengantarkan pesanannya. "Ayo kita makan." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur dan Slyvia kemudian mulai makan.


"Apa kamu pernah minum anggur." Tanya Arthur.


"Saya pernah minum tuan." Slyvia mengangguk.


"Jika kamu pernah minum anggur. Mengapa kamu tidak memesan juga." Tanya Arthur.


"Slyvia akan sedikit pusing jika meminum anggur tuan." Kata Slyvia dengan malu.


"Ada aku disini, jadi kamu tidak perlu khawatir." kata Arthur menuangkan anggur ke gelas.


"Minumlah." Kata Arthur memberikan gelas berisi anggur ke Slyvia.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian meminum anggur.


Beberapa menit kemudian Arthur melihat wajah Slyvia menjadi merah. "Apa kamu perlu aku sembuhkan." Tanya Arthur.


"Tidak perlu tuan, aku baik-baik saja." Slyvia tersenyum.


"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur dan Slyvia kemudian keluar dari restoran.


Tidak lama kemudian Arthur dan Slyvia masuk ke dalam penginapan. "Aku pesan 1 kamar untuk 1 hari hari." Kata Arthur memberikan 1 coin emas kepada pelayan penginapan.


"Baik tuan, silakan ikuti saya." Pelayan tersenyum saat menerima uang. Arthur dan Slyvia kemudian mengikuti pelayan penginapan.


"Tuan ini kamar anda." Pelayan penginapan membuka pintu kamar.


Arthur kemudian masuk ke dalam kamar di ikuti Slyvia. "Ahhh." Arthur melihat Slyvia berbaring di Kasur.


"Apa kamu tidak ingin mandi terlebih dulu." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Gendong saya tuan." Slyvia tersenyum. Arthur tersenyum kemudian menggendong Slyvia.


"Tuan, anda adalah yang terbaik." Kata Slyvia mencium bibir Arthur. "Slyvia sungguh beruntung karena bisa bertemu." Kata Slyvia menatap Arthur.


"Aku juga beruntung karena bisa bertemu elf secantik dirimu." Balas Arthur. Setelah 1 bulan berlalu, wajah dan fisik Slyvia telah berubah. Slyvia tidak kurus lagi dan wajah Slyvia semakin cantik. Arthur dan Slyvia saling menatap kemudian mulai berciuman.


Keesokan harinya Arthur terbangun dan melihat Slyvia yang berbaring di sampingnya. "Selamat pagi tuan." Slyvia tersenyum.


"Selamat pagi juga." Balas Arthur. Arthur melihat Slyvia kemudian mencium bibirnya. "Emmm." Slyvia memejamkan mata dan memeluk Arthur.


Beberapa jam kemudian Arthur dan Slyvia berada di dalam restoran. "Ayo kita pergi." Kata Arthur keluar dari restoran.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk dan mengikuti Arthur. Arthur kemudian berjalan ke arah pria yang duduk di kereta kuda.


"Kami ingin pergi ke negara Volgrad." Kata Arthur melihat pria.


"50 coin emas. Butuh 3 hari perjalanan jika kita ingin pergi ke negara Volgrad." Balas pria. Arthur kemudian memberikan 50 coin emas kepada pria.


"Slyvia ayo naik." Kata Arthur masuk ke dalam kereta.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian naik ke dalam kereta.


"Ayo berangkat." Kata Arthur melihat pria.


"Baik." Pria mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikk." Kuda berlari dan menarik kereta.