I Copy Your Job

I Copy Your Job
83. Bertemu Kathrine



"Fire ball." "Water spear." "Wind Arrow." "Stone spear." Teriak Arthur kemudian bola api raksasa, tombak air raksasa, panah angin raksasa dan tombak tanah raksasa muncul di udara.


"Mati." Teriak Lilith menembakan bola api raksasa ke arah Arthur.


"Mati!!" Arthur berteriak dan menembakan bola api, tombak air, panah angin dan tombak tanah ke arah bola api bewarna hitam. "Booomm!!!" Ledakan besar terjadi.


"Wind shield." Kata Arthur kemudian perisai angin menyelimuti tubuhnya.


Setelah asal ledakan menghilang Arthur melihat Lilith berdiri dengan badan penuh luka. "Uhuukk." Lilith batuk darah dan terjatuh ke tanah.


"Apa kamu punya kata-kata terakhir." Kata Arthur berjalan ke arah Lilith.


"Jangan bunuh aku." Kata Lilith dengan suara serak.


"Tidak, kamu penyebab aku mati. Jadi kamu harus mati." Kata Arthur kemudian menusuk jantung Lilith dengan pedang. "Puchii."


"Maafkan aku kak." Lilith menangis kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.


"Kesalahan terbesarku dulu adalah tidak membunuhmu. Setelah aku tiba di dunia lain." Kata Arthur melihat mayat Lilith.


Beberapa menit kemudian Arthur berada di dalam istana. Arthur masuk ke dalam ruangan dan membuka sebuah peti. "Seharusnya dulu aku membawa semua magic crystal ini." Kata Arthur melihat puluhan magic crystal di dalam peti. Arthur membawa peti dan berjalan keluar dari ruangan.


Beberapa jam kemudian Arthur berada di sebuah gua. Arthur melihat formasi teleportasi kemudian menaruh 10 magic crystal di lingkaran formasi. "Singg!!" Formasi teleportasi bersinar.


Arthur memegang peti kemudian berdiri di tengah formasi teleportasi. "Singg!!." Arthur kemudian menghilang.


Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di gua yang berbeda. Arthur menaruh peti ke tanah dan berjalan keluar dari gua. "Di hutan ini terdapat banyak monster di atas level 999. Berburu di hutan ini sepertinya adalah pilihan yang terbaik." Kata Arthur melihat pepohonan yang menjulang tinggi ke langit.


Sementara itu di negara Bradfort. Steven dan semua teman sekelas Arthur sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Teman-teman ayo kita cari Arthur. Berkat dia kita bisa mengalahkan raja iblis. Terlebih lagi dia rela pergi ke negara lain untuk mencari puluhan magic crystal." Kata Steven.


"Ayo kita cari Arthur." Kata Erika dan yang lain.


1 Bulan telah berlalu saat ini Arthur sedang berdiri di atas mayat monster harimau. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 19 tahun


Level : 1500 Next Level 1501 Exp


Job : Archmage


Ras : Manusia


Strength : 1505


Agility : 1505


Vitality : 1505


Stamina : 1505


Magic : 1505


Poin : 5


Poin Skill : 105


Skill : Observation (SS) Copy (SS) Triple Exp (SS) Sihir Black Black Fire (SS) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Sihir Tanaman (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S) Memanah (S)


"Akhirnya aku level 1500 juga." Kata Arthur melihat levelnya.


"Aku akan menambahkan 5 poin pada magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya. "Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.


"Saat ini aku mempunyai 105 poin skill. Skill apa yang harus aku tingkatkan ke level SSS terlebih dulu." Kata Arthur melihat statusnya.


"Sepertinya meningkatkan skill Triple Exp adalah piluihan terbaik." Kata Arthur menggunakan 100 poin skill untuk meningkatkan level skill Triple Exp.


"Skill Triple Exp Level Up." "Anda mendapatkan skill baru Quadruple Exp." Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Sekarang aku akan mendapatkan 4x lipat exp dari monster yang aku bunuh." Kata Arthur.


2 Bulan sekali lagi berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di sebuah hutan. "Sepertinya aku harus meninggalkan hutan ini. Karena jumlah monster di hutan ini semakin sedikit." kata Arthur.


Beberapa jam belah berlalu. Saat ini Arthur yang sedang berlari melihat Ogre bewarna coklat setinggi 5 meter. "Black fire ball." Kata Arthur kemudian bola api hitam muncul di tangannya.


"Mati." Kata Arthur menembakan bola api ke arah ogre bewarna coklat. "Booomm!!" Bola api meledak.


"Exp + 3.800." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Karena aku bertemu Ogre. Maka tempat tinggal Ogre tidak jauh dari sini." Kata Arthur berlari ke arah barat.


Tidak lama setelah berlari, Arthur melihat pemukiman ogre. "Black fire ball." Kata Arthur kemudian bola api raksasa muncul di udara. "Mati!!" Kata Arthur menembakan bola api raksasa ke arah pemukiman ogre. "Booomm!!" ledakan besar terjadi.


"Exp +3.800." "Exp +4.000." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Puluhan notifikasi muncul di depan Arthur.


Melihat tidak ada satu Ogre yang selamat, setelah terkena serangan bola api miliknya, Arthur kemudian berjalan pergi.


3 hari telah berlalu. Saat ini Arthur yang sedang berlari melihat sebuah desa manusia. "Jika aku berada di desa ini. Seharusnya kota Geneva tidak jauh dari sini. Tapi aku tidak ingin pergi ke kota Geneva." Kata Artur melihat semua penduduk yang berkulit coklat.


"Dari mana asalmu." Arthur melihat seorang pria berkulit coklat berbicara kepadanya.


"Aku berasal dari kota Geneva." Balas Arthur berbohong.


"Rupanya kamu berasal dari kota Geneva. Apa yang kamu lakukan disini." Kata pria berkulit coklat melihat Arthur.


"Aku tersesat dan ingin menanyakan arah ke kota Zermat." Balas Arthur. Arthur ingat bahwa Lilith pernah mengatakan dirinya berasal dari kota Zermat.


"Kamu tinggal pergi ke pegunungan itu." Kata pria menunjuk sebuah pegunungan.


"Kota Zermat ada di balik pegunungan itu." Kata pria berkulit coklat.


"Terimakasih." Arthur mengangguk kemudian berjalan pergi.


"Black Fire ball." Kata Arthur kemudian bola api hitam muncul di udara.


"Mati!!." Kata Arthur menembakan bola api hitam ke arah harimau. "Booomm!!." Bola api meledak saat mengenai tubuh harimau.


"Exp + 4.000." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Sepertinya aku akan berburu monster di pegunungan ini. Karena jumlah monster di pegunungan ini cukup banyak." Kata Arthur melihat mayat harimau yang hangus terbakar.


3 Bulan telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berdiri di atas mayat monster gorila. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 19 tahun


Level : 3.000 Next Level 3.001 Exp


Job : Archmage


Ras : Manusia


Strength : 3005


Agility : 3005


Vitality : 3005


Stamina : 3005


Magic : 3005


Poin : 5


Poin Skill : 55


Skill : Observation (SSS) Copy (SS) Quadruple Exp (SSS) Sihir Black Black Fire (SS) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Sihir Tanaman (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S) Memanah (S)


"Akhirnya aku level 3.000 juga." Kata Arthur melihat levelnya.


"Aku akan menambahkan 5 poin pada magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya. "Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.


Arthur melihat pakaiannya dan berkata. "Sepertinya aku harus pergi ke kota untuk membeli pakaian baru."


Keesokan harinya Arthur masuk ke dalam kota. Saat masuk ke dalam kota, Arthur menjadi pusat perhatian karena menyeret mayat monster serigala. "Permisi, dimana aku bisa menjual mayat monster." Arthur bertanya kepada seorang pria.


"Kamu bisa menjualnya di sana." Balas pria menunjuk sebuah toko.


"Terimakasih." Kata Arthur berjalan ke arah toko.


Arthur masuk ke dalam toko dan berkata. "Apa toko pakaian ini membeli mayat monster."


"Aku ingin melihat mayat monster apa yang kamu jual." Kata wanita paruh baya.


Arthur dan wanita paruh baya kemudian keluar dari toko pakaian. Wanita paruh baya menyentuh bulu monster serigala dan berkata. "Aku akan membeli mayat serigala ini seharga 5 coin emas."


"Kamu bisa membelinya." Balas Arthur. Wanita kemudian memberikan 5 coin emas kepada Arthur.


"Aku ingin membeli pakaian di tokomu." Kata Arthur melihat wanita.


"Kamu bisa masuk ke dalam dan memilih pakaian yang ingin kamu beli." Balas wanita paruh baya. Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam toko.


Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Arthur telah selesai membeli pakaian. "Aku menggunakan 3 coin emas untuk membeli pakaian. Saat ini aku hanya memiliki 2 coin emas." Kata Arthur melihat 2 coin emas di tangannya.


"Aku lupa untuk membawa magic crystal. Jika aku menjual 1 magic crystal. Saat ini aku tidak akan kekurangan uang." Kata Arthur teringat dirinya meninggalkan semua magic crystal di dalam gua.


"Gua itu ada di kedalaman hutan. Tidak mungkin ada seseorang yang akan menemukan peti itu dan mengambil semua magic crystal yang ada di dalamnya." Gumam Arthur.


"Karena aku sudah berada di kota. Akan sia-sia jika aku tidak makan di restoran." Kata Arthur berjalan ke arah restoran.


Saat masuk ke dalam restoran tatapan Arthur tertuju kepada wanita berkulit putih, berambut kuning yang memiliki ekor di pantatnya. "Aku tidak menyangka akan bertemu dengannya di kota ini. Dulu aku ingat bertemu dengannya di kota Geneva." Gumam Arthur.


"Apa yang ingin anda pesan." Arthur melihat pelayan restoran bertanya kepadanya.


"Aku pesan 1 porsi ayam dan sebotol anggur." Kata Arthur.


"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Balas pelayan restoran kemudian berjalan ke arah dapur.


"Bolehkah aku duduk disini." Kata Arthur melihat wanita berambut kuning yang memiliki telinga hewan.


"Boleh." Balas wanita berambut kuning.


"Namaku Arthur." Arthur mengulurkan tangannya.


"Kathrine." Wanita berambut kuning menjabat tangan Arthur.


"Kathrine apa kamu tinggal di kota ini." Tanya Arthur.


"Benar, aku tinggal di kota ini." Balas Kathrine.


"Kreekk." Arthur melihat pria dengan telinga hewan masuk ke dalam restoran. "Nona Kathrine. Tuan Harvezt menyuruh anda pulang." Kata pria dengan telinga hewan.


"Setelah selesai makan. Aku akan pulang." Balas Kathrine.


"Baik." Pria dengan telinga hewan mengangguk.


"Nona Kathrine siapa dia." Pria dengan telinga hewan melihat Arthur.


"Dia adalah Arthur temanku." Balas Kathrine.


"Halo. Aku Arthur teman Kathrine." Arthur tersenyum.