
"Arthur kapan kamu akan kembali ke dunia asalmu." Tanya Veronica.
"Aku tidak tahu. Karena aku akan kembali ke pelabuhan dan menunggu teman-temanku tiba." Balas Arthur. Veronica terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Kamu memiliki wajah yang cantik Veronica. Aku yakin kamu akan menemukan pria yang lebih baik dari suamimu." Kata Arthur melihat Veronica. Arthur tahu bahwa Veronica menaruh perasaan padanya.
Veronica tersenyum saat mendengar kata Arthur. "Baiklah, ayo kita tidur." Kata Arthur melihat Veronica.
"Baik." Veronica mengangguk.
Keesokan harinya Arthur, Deni dan Veronica keluar dari penginapan. Arthur berjalan ke arah pria paruh baya yang duduk di kereta kuda dan berkata. "Kami ingin pergi ke pelabuhan Martitoni."
"30 coin emas." Kata pria paruh baya melihat Arthur. Arthur kemudian memberikan 30 coin emas kepada pria.
"Arthur apa kita tidak ingin makan dulu." Tanya Deni.
"Tidak, kita akan makan nanti saja." Balas Arthur naik ke dalam kereta. Deni tersenyum kecut kemudian naik ke dalam kereta.
Melihat Deni dan Veronica yang berada di dalam kereta Arthur berkata. "Ayo berangkat."
"Baik." Balas pria paruh baya kemudian mencambuk kuda. "Nggiikk." Kuda berlari dan menarik kereta.
3 hari telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di dalam kereta. "Kita sudah sampai." Kata pria paruh baya menghentikan kereta kuda.
Arthur, Deni dan Veronica kemudian turun dari kereta. "Ayo kita makan." Kata Deni berjalan ke restoran. Arthur dan Veronica kemudian mengikuti Deni ke restoran.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di kamar penginapan. "Tok." "Tok." "Masuklah pintu tidak di kunci." Kata Arthur.
Arthur kemudian melihat Veronica masuk ke dalam kamarnya. "Arthur aku punya permintaan kepadamu." Kata Veronica menatap Arthur.
"Katakan saja apa permintaanmu. Mungkin aku bisa mengabulkannya." Balas Arthur.
"Arthur aku mau kamu keluar di dalam milikku. Aku ingin mengandung anakmu." Kata Veronica dengan malu.
Arthur terkejut dengan permintaan Veronica. "Semua wanita seusiaku sudah mempunyai anak. Aku sangat ingin mempunyai anak Arthur." Veronica menatap Arthur.
"Baiklah, aku akan keluar di dalam milikmu." Kata Arthur melihat Veronica. Veronica tersenyum saat mendengar jawaban Arthur. Arthur dan Veronica saling menatap kemudian mulai berciuman.
Keesokan harinya Arthur, deni dan Veronica berada di dermaga. "Arthur aku akan pergi." Kata Veronica. Arthur mengangguk. Veronica tersenyum kemudian naik ke atas kapal.
"Arthur, sepertinya Veronica menyukaimu." Kata Deni melihat Arthur.
"Aku juga tahu kalau dia menyukaiku." Balas Arthur.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Deni melihat kapal yang berlabuh di dermaga. "Arthur, Deni." Arthur melihat semua teman-temannya yang turun dari kapal.
"Arthur, aku tidak percaya bahwa kamu akan di panggil dua kali ke dunia ini." Kata Lisa melihat Arthur.
"Baiklah, ayo kita mengobrol di restoran. Aku tahu kalian pastil lapar." Kata Deni tersenyum. Arthur, dan semua teman sekelasnya kemudian berjalan ke restoran.
Beberapa menit kemudian Arthur, dan semua teman sekelasnya berada di dalam restoran dan telah memesan makanan. "Aku telah mengumpulkan 90 magic crystal. Kita semua bisa Kembali ke bumi." Kata Arthur melihat Steven dan semua teman sekelasnya.
"Ahhh." Lisa dan yang lain terkejut mendengar Arthur telah mengumpulkan 90 magic crystal.
"Apa kamu mendapatkan magic crystal dari negara Volgrad." Tanya Steven.
"Tidak, aku mendapatkan magic crystal dari negara Kaunas." Kata Arthur mulai bercerita tentang dirinya yang mengalahkan Alexander pemimpin negara Kaunas.
"Arthur level berapa kamu sekarang." Tanya Lisa.
"Levelku 970." Balas Arthur.
"Ahhh." Lisa dan yang lain terkejut saat mengetahui level Arthur.
Arthur dan semua teman sekelasnya melihat pesanan mereka datang.
"Ayo kita makan terlebih dulu." Kata Steven melihat Arthur dan yang lain.
"Tanpa kamu beritahu. Aku pasti akan makan." Kata Deni mulai memakan cumi.
Beberapa menit kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya telah selesai makan. "Seafood disini sungguh enak." Kata Melody mengusap saus yang ada di mulutnya.
"Kita akan beristirahat terlebih dulu. Besok kita akan pergi ke negara Volgrad." Kata Steven.
"Baiklah, aku akan menyiapkan kereta kuda untuk perjalanan kita ke negara Volgrad." Balas Arthur berjalan keluar dari restoran.
"Arthur." Arthur melihat Erika berjalan ke arahnya.
"Ada apa bu." Tanya Arthur.
"Ayo temani ibu berkeliling pelabuhan." Kata Erika melihat Arthur.
"Baiklah. Aku juga ingin menanyakan sesuatu kepada bu Erika." Balas Arthur.
"Oohh. Apa yang ingin kamu tanyakan pada ibu." Erika penasaran.
"Apa Bu Erika kembali ke masa lalu." Tanya Arthur. Arthur tahu bahwa Erika berada di negara Bradfort dan tidak pergi bersama Steven dan yang lain.
"Kembali ke masa lalu." Erika bingung dengan pertanyaan Arthur.
"Apa cuma diriku saja yang tidak kehilangan ingatan saat kembali ke masa lalu." Gumam Arthur melihat Erika yang bingung.
"Arthur apa di bumi kamu memiliki kekasih." Tanya Erika.
"Saat akan pindah sekolah. Aku memutuskan kekasihku." Balas Arthur. Erika tersenyum mendengar Arthur memutuskan kekasihnya.
"Arthur bagaimana ibu menurutmu." Erika menatap Arthur.
"Bu Erika adalah guru yang sangat baik. Jika kembali ke bumi, aku akan memilih bu Erika sebagai guru terbaik." Balas Arthur. Erika tersenyum kecut saat mendengar jawaban Arthur.
Keesokan harinya Arthur dan semua teman sekelasnya keluar dari penginapan. "Aku sudah menyiapkan 5 kereta. Setiap kereta bisa di isi 4 atau 3 orang." Kata Arthur melihat semua temannya.
"Arthur ibu akan satu kereta denganmu." Kata Erika melihat Arthur.
"Tidak masalah." Balas Arthur. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian naik ke dalam kereta.
"Ayo berangkat." Kata Arthur melihat supir kereta.
"Baik." Supir kereta mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikk." Kuda berlari dan menarik kereta.
7 hari kemudian. Arthur dan semua teman sekelasnya tiba di negara Volgrad. "Ikuti aku." Kata Arthur melihat semua teman sekelasnya. Arthur kemudian berjalan ke arah istana di ikuti semua teman sekelasnya.
Beberapa menit kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya masuk ke dalam istana. "Sebuah kehormatan bagiku dapat menyambut semua teman-teman Arthur." Eleanor tersenyum melihat Arthur kembali bersama teman-temannya.
"Salam ratu Eleanor. Arthur telah menceritakan tentang anda kepada kami semua. Kami semua berterimakasih karena anda telah memperlakukan Arthur teman kami dengan baik." Steven dan semua teman sekelas Arthur membungkuk kepada Eleanor.
"Attitude mereka semua lebih bagus dari Arthur." Gumam Luis melihat Steven dan semua teman sekelas Arthur.
"Saya telah memanggil Arthur ke dunia ini. Jadi saya harus memperlakukan Arthur dengan baik." Eleanor tersenyum.
"Kalian pasti lapar karena perjalanan jauh. Kami sudah mempersiapkan makanan untuk kalian semua." Eleanor tersenyum.
"Ratu Eleanor anda sungguh pengertian." Deni tersenyum. Arthur dan semua teman sekelasnya berjalan ke ruang makan.
"Luis setelah kita makan. Kirim kami semua ke dunia asal kami." Kata Arthur melihat Luis. Eleanor dan Luis terkejut mendengar kata Arthur.
"Arthur apa kamu akan pergi hari ini juga." Tanya Eleanor.
"Benar, kami semua akan pergi hari ini." Arthur mengangguk.
"Baiklah, setelah selesai makan. Luis akan mengirim kamu dan semua teman-temanmu kembali ke dunia asal kalian." Balas Eleanor.
30 menit kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berada di dalam gambar lingkaran. "Apa kalian semua sudah siap." Kata Luis melihat Arthur dan yang lain.
"Kami sudah siap." Balas Steven.
Mendengar jawaban Steven Luis kemudian membaca mantra. "Singg!!!" lingkaran bersinar kemudian tubuh Arthur dan semua teman sekelasnya menghilang.
Arthur membuka matanya dan melihat dirinya beserta teman sekelasnya berada di tengah kota "Hahaha. Akhirnya kita kembali ke bumi." Deni tertawa terbahak-bahak.
"Singg!!." Tubuh Arthur tiba-tiba bersinar kemudian menghilang.