I Copy Your Job

I Copy Your Job
23. Kembali Ke Masa Lalu II



Melihat semua teman sekelasnya berhasil mengalahkan ogre Steven berkata. "Ayo kita masuk ke dalam hutan."


"Baik." Deni dan semua teman sekelas Arthur mengangguk. Arthur, Steven dan semua teman sekelasnya kemudian masuk ke dalam hutan.


Beberapa jam kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berada di tepi sungai. "Arthur ini bagianmu." Kata Lisa memberikan ikan bakar kepada Arthur.


"Terimakasih." Kata Arthur kemudian mengigit ikan.


"Setelah kita selesai makan. Kita akan kembali ke istana." Kata Steven melihat Arthur dan semua teman-temannya yang sedang memakan ikan.


"Baiklah." Balas Deni dengan mengigit ikan.


Beberapa jam kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya kembali ke ibukota. "Erika nanti malam datanglah ke kamarku." Bisik Arthur di telinga Erika.


"Baik." Erika mengangguk dengan malu.


Tidak lama kemudian Arthur telah kembali ke istana dan berada di dalam kamarnya. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 315 Next Level Membutuhkan 316 Exp


Job : Hero


Ras : Manusia


Strength : 315


Agility : 315


Vitality : 315


Stamina : 315


Magic : 320


Poin : 25


Poin Skill : 13


Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Tehnik Pedang (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S)


"Sayang sekali max level skill di dunia ini adalah level S. Jadi 13 poin yang aku miliki tidak bisa digunakan." Arthur menghela nafas saat melihat statusnya.


Melihat 25 poin yang dia miliki Arthur kemudian menambahkab 5 poin pada Magic, 5 poin pada Strength, 5 poin pada Agilty, 5 poin pada Vitality, dan 5 poin pada stamina.


"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.


"Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu. "Masuklah, pintunya tidak terkunci." Kata Arthur. "Kreeekk." Arthur kemudian melihat Erika masuk ke dalam kamarnya.


"Duduklah di sampingku." Kata Arthur melihat Erika.


"Baik." Erika mengangguk dan duduk di samping Arthur.


"Baumu sungguh harum. Apa kamu baru saja selesai mandi." Kata Arthur mencium leher Erika.


"Benar, aku baru saja selesai mandi." Erika mengangguk. Arthur dan Erika saling melihat kemudian mulai berciuman.


9 Bulan telah berlalu setelah Arthur dan semua teman sekelasnya berada di dunia lain. Saat ini Arthur dan semua teman sekelasnya berkumpul di sebuah ruangan. "Steven apa kamu serius ingin menyerang istana raja iblis. Kita semua masih belum level max." Melody melihat Steven.


"Melody mengapa kamu begitu takut. Jika kita tidak bisa mengalahkan raja iblis. Kita semua tinggal melarikan diri." Balas Steven.


"Apa yang Steven katakan benar. Kita tinggal melarikan diri jika tidak bisa mengalahkan raja iblis. Bukankah kita sering mengalahkan monster yang jauh lebih kuat dari kita." Kata Lisa.


"Arthur bagaimana pendapatmu." Melody melihat Arthur.


"Aku setuju dengan yang dikatakan Steven. Kita akan melarikan diri jika tidak bisa mengalahkan raja iblis." Balas Arthur.


Steven tersenyum saat mendengar jawaban Arthur. "Baiklah, jika begitu besok kita akan pergi menyerang istana raja iblis." Steven tersenyum.


Beberapa jam kemudian Arthur dan Steven berada di sebuah ruangan. "Arthur, Steven. Apa kalian serius ingin menyerang istana raja iblis." Tanya pria paruh baya berambut pirang yang memakai mahkota.


"Benar yang mulia. Besok kita semua akan menyerang istana raja iblis." Balas Steven.


"Apa kalian membutuhkan bantuan prajurit." Tanya pria paruh baya.


"Tidak yang mulia. Cukup diriku, Arthur dan semua teman-temanku yang akan menyerang istana raja iblis." Balas Steven.


"Baiklah, aku harap kalian berhasil mengalahkan raja iblis." Kata pria paruh baya.


Keesokan harinya Arthur, Steven dan semua teman sekelasnya berada di luar istana. "Apa kalian serius ingin menyerang istana raja iblis." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.


"Aku berharap kalian berhasil mengalahkan raja iblis dan kembali dengan selamat ke istana." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.


"Jangan khawatir captain. Kami akan Kembali dengan selamat ke istana." Deni tersenyum.


2 hari kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berada di wilayah ras iblis. "Kalian semua pergilah ke istana raja iblis. Biar aku yang menghadapi mereka semua." Kata Arthur melihat ratusan iblis yang mengelilingi dirinya dan teman-temannya.


"Jangan bercanda Arthur. Jumlah mereka adalah ratusan." Erika berteriak.


"Aku tidak bercanda. Aku akan menghadapi mereka semua. Kalian semua pergilah ke istana iblis." Balas Arthur.


"Baiklah, kami akan pergi ke istana iblis." Kata Steven.


"Bagus." Arthur tersenyum kemudian mengangkat tangannya dan berkata. "Fire ball." "Wuusshh." Bola api raksasa muncul di udara.


"Arthur sejak kapan kamu mempelajari sihir api." Erika dan yang lain terkejut melihat Arthur memunculkan bola api raksasa dari udara kosong.


"Mati." Kata Arthur menembakan boia api raksasa ke arah ratusan iblis. "Booomm!!!." bola api meledak dan membunuh puluhan iblis.


"Aku sudah membuka jalan. Sekarang kalian bisa pergi." Kata Arthur.


"Setelah kamu mengalahkan mereka. Jangan lupa menyusul kami ke istana." Steven melihat Arthur.


"Tentu. Aku akan menyusul kalian ke istana setelah mengalahkan mereka semua." Arthur tersenyum.


"Semuanya ayo pergi." Teriak Steven melihat Erika dan yang lain.


"Arthur kami pergi." Kata Deni dan yang lain.


"Pergilah." Balas Arthur melihat semua teman sekelasnya pergi ke arah istana.


"Karena mereka sudah pergi. Aku tidak akan menahan diri lagi." Arthur tersenyum kemudian mengangkat tangannya dan berteriak. "Fire ball." "Water arrow." "Wind blade." "Stone spear." Ratusan bola api, panah air, pisau angin dan tombak batu muncul di udara.


"Mati." Teriak Arthur menembakan ratusan bola api, panah air, pisau angin dan tombak batu ke arah ratusan iblis. "Booomm!!." "Booomm!!." Ratusan iblis terbunuh setelah terkena serangan Arthur.


"Serangan barusan menghabiskan semua manaku." Kata Arthur melihat ratusan iblis yang tergeletak di tanah.


"Aku tidak punya waktu untuk istirahat. Aku harus menyusul yang lainnya ke istana." Kata Arthur berlari ke arah istana.


Beberapa menit kemudian Arthur tiba di depan istana raja iblis. Arthur masuk ke dalam istana dan terkejut melihat semua temannya tergeletak di lantai. "Arthur cepat pergi dari sini." Kata Steven melihat Arthur.


"Apa kamu juga manusia dari dunia lain." Kata Iblis berkulit ungu melihat Arthur.


Arthur mengabaikan pertanyaan Iblis dan berkata. "Munculkan informasi Iblis." Sebuah layar status kemudian muncul di depan Arthur.


Nama : Lucifer


Usia : 99 tahun


Level : 999


Job : Raja Iblis


Ras : Iblis


Strength : 999


Agility : 999


Vitality : 999


Stamina : 999


Magic : 999


Skill : Regenerasi (S) Black Fire (S) Tehnik Pedang (S)


"Levelnya 999." Kata Arthur melihat informasi raja iblis.


"Arthur cepatlah pergi dari sini." Kata Steven dengan suara serak. "Crasshh." Raja iblis tiba-tiba memotong kepala Steven.


"Steven." Arthur berteriak melihat Steven yang di bunuh oleh raja iblis. "Singg!!!." Tubuh Arthur tiba-tiba bersinar kemudian menghilang.


"Salam. Sebuah kehormatan dapat menyambut kalian disini." Kata pria paruh baya berambut pirang yang memakai mahkota.


"Jangan bilang aku kembali lagi ke masa lalu." Arthur terkejut saat melihat pria paruh baya berambut pirang yang memakai mahkota.


"Kalian semua yang berasal dari dunia lain. Telah di panggil ke dunia ini." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.


"Apa.!" Semua teman sekelas Arthur terkejut saat mendengar kata pria paruh baya yang memakai mahkota.