
"Seperti yang aku pikirkan, Sihir pemanggilannya level S." Gumam Arthur melihat status Luis.
"Aktifkan skill Copy salin Job Mage Luis." Gumam Arthur melihat Luis.
"Anda menyalin job Mage." "Anda mendapatkan Summoning Magic (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Antar aku ke perpustakaan yang ada di kota ini." Arthur melihat Luis.
"Silakan ikuti saya." Kata Luis melihat Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Luis berada di dalam perpustakaan. "Kamu bisa Kembali istana." Arthur melihat Luis.
"Baik." Luis mengangguk kemudian keluar dari perpustakaan.
Melihat Luis yang meninggalkan istana, Arthur kemudian menggambar lingkaran dan bintang di lantai. Arthur menyentuh lingkaran di lantai dan berteriak. "Summon."
Saat ini di negara Bradfort, Steven dan semua teman sekelasnya berada di sebuah ruangan. "Yang mulia. Besok saya dan yang lain akan meninggalkan negara ini. Kami berniat menjelajahi dunia ini dan mencari magic crystal." Kata Steven melihat Edward.
"Aku harap petualangan kalian berjalan dengan baik. Dan kalian semua berhasil mendapatkan magic crystal." Balas Edward.
"Singg!!" tubuh Steven tiba-tiba bersinar kemudian menghilang.
"Ahhh." Semua yang ada di ruangan terkejut melihat Steven tiba-tiba menghilang. "Mengapa Steven tiba-tiba menghilang." Deni terkejut.
"Ada seseorang yang telah melakukan sihir pemanggilan kepada Steven." Kata Rapunsel dengan serius.
"Ahhh." Erika dan semua teman sekelas Arthur. Terkejut saat mendengar kata Rapunsel.
"Jika Steven masih berada di dunia ini. Aku akan memanggilnya kembali." Kata Rapunsel menggambar lingkaran di lantai.
Saat ini Arthur melihat Steven yang tiba-tiba muncul di depannya. "Arthur." Steven terkejut melihat Arthur.
"Halo Steven." Arthur tersenyum melihat Steven. "Steven aku telah melakukan sihir pemanggilan kepada dirimu. Saat ini kamu ada di negara Volgrad." Kata Arthur melihat Steven.
"Apa!! Kamu juga bisa melakukan sihir pemanggilan." Steven terkejut mendengar kata Arthur.
"Benar, aku bisa melakukan sihir pemanggilan." Arthur mengangguk. Arthur kemudian bercerita tentang dirinya yang di panggil ke negara Volgrad kepada Steven.
"Aku tidak menyangka kamu akan di panggil dua kali ke dunia lain." Steven terkejut saat mendengar cerita Arthur.
Sementara itu Rapunsel selesai menggambar lingkaran dan bintang di lantai. Rapunsel menyentuh gambar lingkaran di lantai dan membaca mantrai. "Singgg!!" Steven tiba-tiba muncul di depan Rapunsel.
"Steven." Deni dan yang lain berteriak saat melihat Steven yang muncul di depan Rapunsel.
"Steven siapa yang melakukan sihir pemanggilan padamu." Tanya Rapunsel.
"Arthur yang melakukan sihir pemanggilan padaku." Balas Steven.
"Ahhh." Semua orang yang ada di ruangan terkejut saat mendengar kata Steven. Steven kemudian bercerita tentang Arthur yang telah di panggil ke negara Volgrad.
"Aku tidak menyangka Arthur akan dua kali di panggil ke dunia ini." Melody terkejut.
"Steven, karena Arthur ada di negara Volgrad. Mengapa kita tidak pergi ke negara Volgrad untuk menemuinya." Kata Deni melihat Steven.
"Benar Steven. Ayo kita pergi ke negara Volgrad." Kata Melody.
"Baiklah, tujuan pertama kita yaitu pergi ke negara Volgrad." Kata Steven melihat semua teman sekelasnya.
Sementara itu Arthur melihat Steven yang tiba-tiba menghilang di depannya. "Sepertinya steven di panggil oleh Rapunsel."
"Karena dia sudah tahu bahwa aku berada di negara Volgrad. Aku yakin Steven dan yang lain akan pergi kemari." kata Arthur berjalan keluar dari perpustakaan.
Saat ini Luis telah Kembali ke istana dan berada di sebuah ruangan. "Yang mulia mengapa kita tidak memberikan Arthur maid pribadi." Kata Luis melihat Eleanor. Luis takut Arthur akan memanggilnya setiap saat. Dan saat sedang marah Arthur akan memukul dirinya.
"Baiklah, panggil Fiona kemari." Kata Eleanor.
"Baik yang mulia." Luis mengangguk kemudian keluar dari ruangan.
Tidak lama kemudian pria gemuk kembali bersama perempuan berusia 20 tahun yang memiliki kulit putih dan rambut hitam pendek.
"Fiona mulai sekarang kamu aku tugaskan menjadi maid pribadi Arthur. Kamu harus mengikuti semua yang dia perintahkan." Kata Eleanor melihat Fiona.
"Baik yang mulia." Fiona mengangguk.
Saat ini Arthur telah kembali ke istana dan berada di kamarnya. "Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu.
"Nama saya adalah Fiona. Mulai hari ini saya adalah maid pribadi anda." Fiona mengenalkan dirinya.
"Karena kamu maid pribadiku. Kamu seharusnya mengikuti apa yang aku perintahkan." Kata Arthur melihat Fiona.
"Benar, saya akan mengikuti apa yang anda perintahkan." Fiona mengangguk.
"Kamu bisa pergi, aku ingin istirahat." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk kemudian keluar dari kamar.
Melihat Fiona yang keluar dari kamarnya Arthur berbaring di kasur. "Karena aku bisa memanggil Steven ke negara ini. Apa aku perlu memanggil Eva kesini." Gumam Arthur.
"Tidak, jika aku memanggil Eva kesini. Elvie pasti akan cemas karena adiknya tiba-tiba menghilang." Gumam Arthur.
Saat ini Luis yang sedang meminum teh melihat Fiona berjalan ke arahnya. "Mengapa kamu ada disini. Bukankah yang mulia menyuruhmu untuk menjadi maid pribadi Arthur." Kata Luis melihat Fiona.
"Tuan Arthur menyuruh saya pergi." Kata Fiona.
Luis terkejut saat mendengar kata Fiona. "Jangan bilang Arthur tidak tertarik dengan wanita dan justru menyukai seorang pria." Gumam Luis di pikirannya.
Keesokan harinya Arthur yang sedang tertidur mendengar suara ketukan pintu. Arthur turun dari kasur dan membuka pintu. "Ada apa." Kata Arthur melihat Luis.
"Negara Kaunas menyerang, perkiraan 6 jam lagi mereka akan tiba di ibukota." Kata Luis dengan panik.
"Masih ada 6 jam sebelum pasukan negara Kaunas tiba di ibukota. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Kata Arthur. Luis terkejut dengan jawaban Arthur.
"Pergilah, aku akan mandi." Kata Arthur melihat Luis.
"Baik." Luis mengangguk kemudian berjalan pergi. Arthur menutup pintu kemudian berjalan ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai mandi. Arthur keluar dari kamarnya dan berjalan ke ruang makan. "Selamat pagi tuan Arthur." Arthur melihat Fiona menyapa dirinya.
"Selamat pagi Fiona." Balas Arthur.
"Apa kamu sudah makan." Arthur melihat Fiona.
"Belum tuan." Fiona menggeleng.
"Jika begitu makanlah denganku." kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk kemudian mengikuti Arthur ke ruang makan.
Tidak lama kemudian Arthur dan Fiona berada di ruang makan. "Apa kamu sudah memiliki kekasih." Tanya Arthur meski sudah tahu jawabannya Fiona.
"Saya tidak memiliki kekasih tuan." Fiona.
"Bagaimana bisa wanita secantik dirimu tidak memiliki kekasih." Kata Arthur melihat Fiona. Fiona tersipu malu saat Arthur memujinya cantik.
"Ada sebuah peraturan di istana. Bahwa seorang maid tidak di perbolehkan memiliki kekasih dan menikah." Kata Fiona.
"Oohh." Arthur pura-pura terkejut mendengar jawaban Fiona.
"Apa Eleanor yang membuat peraturan itu." Tanya Arthur. Fiona mengangguk.
"Baiklah, ayo kita makan." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Aku akan bertemu Eleanor. Kamu tidak perlu mengikutiku." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk.
Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat Eleanor yang sedang duduk di sebuah singgasana. "Arthur 5 jam lagi pasukan negara Kaunas akan tiba di ibukota." Kata Eleanor dengan serius.
"Kamu tidak perlu khawatir. Selama ada aku disini, negara Volgrad tidak akan kalah." Kata Arthur penuh percaya diri. Eleanor tidak bisa berkata apa-apa melihat Arthur yang penuh percaya diri.
"Aapa kamu punya rencana untuk mengalahkan pasukan negara Kaunas." Tanya Eleanor.
"Kita tinggal bunuh pemimpin mereka. Jika pemimpin mereka meninggal. Pasukan negara Kaunas akan kehilangan semangat bertarung." Balas Arthur.
"Kamu memiliki ide yang bagus." Eleanor mengangguk.