
"Apa kamu memiliki kekasih." Tanya Arthur melihat Fiona.
"Saya tidak memiliki kekasih." Fiona menggeleng.
"Oohh. Mengapa kamu tidak memiliki kekasih. Kamu memiliki wajah yang cantik." Kata Arthur mengigit daging.
"Ada sebuah peraturan di istana. Bahwa seorang maid tidak di perbolehkan berhubungan dengan seorang pria." Kata Fiona.
"Apa Eleanor yang membuat peraturan itu." Tanya Arthur. Fiona mengangguk.
"Eleanor membuat aturan itu karena dirinya belum menikah. Jika Eleanor menikah, dia pasti akan menghapus aturan itu." Kata Arthur. Fiona terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Setelah aku selesai makan. Antar aku ke perpustakaan yang terletak di kota ini." Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Ayo kita pergi." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk. Arthur dan Fiona kemudian meninggalkan ruang makan.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Fiona berada di sebuah perpustakaan. Arthur mengambil sebuah peta kemudian duduk di meja kosong.
"Aku tidak menyangka negara Volgrad dan Bradfort terletak di benua yang berbeda." Kata Arthur melihat peta.
"Fiona butuh berapa lama jika aku ingin pergi ke negara Bradfort." Tanya Arthur.
Fiona melihat peta dan berkata. "Butuh 25 hari lebih jika anda ingin pergi ke negara Bradfort."
"Setelah aku mengalahkan negara Kaunas. Aku akan pergi ke negara Bradfort, menemui Erika dan yang lain." Gumam Arthur.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Fiona telah kembali ke istana. "Ayo masuk ke dalam kamarku." Kata Arthur masuk ke dalam kamarnya.
"Baik." Fiona mengangguk dan masuk ke dalam kamar.
"Lepas pakaianmu. Kita akan mandi Bersama." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk dan melepas pakaiannya. Melihat Fiona melepas pakaiannya. Arthur kemudian melepas pakaiannya juga.
"Tubuhnya sangat bagus, terlebih lagi miliknya sangat besar." Fiona tersipu malu saat melihat Arthur yang telanjang.
Arthur menggendong Fiona dan berjalan ke arah kamar mandi. "Ahhh." Fiona terkejut saat Arthur tiba-tiba menggendongnya.
"Kamu bisa mulai membasuh badanku." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona tersipu malu kemudian membasuh punggung Arthur.
"Kulitnya sangat halus." Gumam Fiona di pikirannya. "Apa dia benar memiliki level 901." Gumam Fiona di pikirannya.
"Saya sudah selesai membasuh punggung anda." Kata Fiona. Arthur berbalik dan melihat Fiona.
"Sekarang basuh dadaku." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona tersipu malu dan membasuh dada Arthur.
Arthur melihat wajah Fiona menjadi merah saat membasuh tubuhnya. "Apa saya juga perlu membersihkan milik tuan." Kata Fiona dengan wajah merah, melihat milik Arthur yang berdiri.
"Kamu bisa membersihkannya juga. Jika kamu menginginkannya." Kata Arthur melihat Fiona.
Fiona tersipu malu kemudian mengelus milik Arthur.
"Berhenti, sekarang giliranku untuk membasuh tubuhmu." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk. Arthur kemudian mulai membasuh perut Fiona. Badan Fiona gemetar saat Arthur membasuh perutnya.
"Emmmm." Fiona mengerang saat Arthur membasuh dadanya. "Aku juga akan membersihkan bagian bawahmu." Kata Arthur menyentuh milik Fiona.
"Tuan, anda tidak perlu membersihkan bagian itu." Kata Fiona dengan wajah merah. Arthur mengebaikan kata Fiona kemudian menjilati milik Fiona. "Ahhhh." Fiona berteriak saat Arthur menjilati miliknya.
"Ahhhh. Tuan anda tidak boleh menjilatinya. Itu adalah tempat yang kotor." Kata Fiona terengah-engah. Arthur berhenti menjilati milik Fiona, kemudian menggendong Fiona keluar dari kamar mandi.
"Tuan, apa kita akan berhubungan badan." Kata Fiona dengan malu.
"Mengapa kamu masih bertanya. Tentu saja kita akan berhubungan badan." Balas Arthur kemudian menusuk milik Fiona. "Ahhhh." Fiona berteriak saat Arthur menusuk miliknya.
2 Jam kemudian Arthur dan Fiona sedang terbaring di kasur dengan telanjang. "Aku tidak menyangka berhubungan segs senikmat ini." Kata Fiona menatap Arthur.
"Baiklah, ayo kita lakukan ronde ke 2." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk dengan malu.
Sementara itu Eleanor sedang berada di sebuah ruangan dan duduk di singgasana. "Yang mulia, saat ini Arthur sedang melakukan hubungan badan dengan Fiona." Kata Pria gemuk.
Keesokan harinya Arthur terbangun dan melihat Fiona yang berada di sampingnya. "Selamat pagi tuan." Fiona tersenyum.
"Selamat pagi juga." Balas Arthur kemudian mencium bibir Fiona. "Emmm." Fiona memejamkan matanya saat Arthur mencium bibirnya.
"Ayo kita mandi bersama." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik." Fiona mengangguk dengan malu. Arthur dan Fiona kemudian berjalan ke kamar mandi.
Arthur yang sedang membasuh dada Fiona mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." "Tunggulah disini." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk dengan malu. Arthur keluar dari kamar mandi kemudian memakai celana.
Arthur membuka pintu dan melihat Luis berdiri di depan pintu. "Ada apa." Kata Arthur melihat Luis.
"Negara Kaunas menyerang, perkiraan 6 jam lagi mereka akan tiba di ibukota." Kata Luis dengan panik. Ekspresi Arthur menjadi serius saat mendengar kata Luis.
"Aku akan mandi terlebih dulu." Kata Arthur melihat Luis.
"Baik. Setelah anda selesai mandi. Segeralah menemui yang mulia." Kata Luis melihat Arthur.
"Aku tahu." Balas Arthur kemudian menutup pintu. Luis terkejut saat Arthut tiba-tiba menutup pintu.
Arthur masuk ke dalam kamar mandi dan melihat Fiona. "Tuan, siapa yang mengetuk pintu." Tanya Fiona.
"Luis yang mengetuk pintu." Kata Arthur. "Dia mengatakan 6 jam lagi ibukota akan di serang oleh negara Kaunas." Kata Arthur.
"Ahhhh." Fiona terkejut dengan kata Arthur. "Kamu tidak perlu khawatir. Dengan adanya aku di negara ini. Negara ini akan aman." Arthur tersenyum penuh percaya diri.
"Yang perlu kamu lakukan saat ini adalah membersihkan tubuhku." Kata Arthur meremas dada Fiona.
"Emmm, baik tuan." Fiona mengangguk.
1 Jam kemudian Arthur dan Fiona keluar dari kamarnya. "Kamu tidak perlu mengikutiku untuk bertemu Eleanor." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk.
Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat Eleanor yang sedang duduk di sebuah singgasana. "Arthur 5 jam lagi pasukan negara Kaunas akan tiba di ibukota." Kata Eleanor dengan serius.
"Berapa banyak jumlah pasukan negara Kaunas." Tanya Arthur.
"Jumlah pasukan negara Kaunas sekitar 10 ribu." Kata Eleanor. "Sial." Arthur terkejut dengan jumlah pasukan negara Kaunas.
"Berapa banyak pasukan negaramu." Tanya Arthur.
"Negaraku memiliki 5 ribu pasukan." Kata Eleanor. Arthur tersenyum kecut saat mendengar kata Eleanor.
"Arthur apa kamu punya rencana untuk mengalahkan pasukan negara Kaunas." Tanya Eleanor.
"Aku bukan ahli dalam hal militer." Arthur menggeleng.
"Berapa level tertinggi Beast human di negara Kaunas." Tanya Arthur.
"Aku dengar Alexander, Raja negara Kaunas memiliki level 800." Kata Eleanor.
"Levelnya sangat tinggi. Tapi levelku lebih tinggi darinya." Kata Arthur tersenyum kemudian menceritakan idenya kepada Eleanor.
"Kamu memiliki ide yang bagus." Eleanor terkejut saat mendengar ide Arthur.
"Luis antar Arthur ke gudang persenjataan." Eleanor melihat pria gemuk.
"Baik yang mulia." Luis mengangguk. Arthur kemudian keluar ruangan bersama pria gemuk.
Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam Gudang persenjataan. "Arthur apa kamu pernah membunuh manusia sebelumnya." Tanya Luis.
"Aku belum pernah membunuh manusia. Yang aku bunuh selama ini hanya monster dan hewan buas." Kata Arthur memilih senjata.
"Apa Beast human itu mirip dengan manusia." Tanya Arthur. Selama berada di negara Bradfort Arthur belum pernah melihat Beast human.
"Beast human memiliki tubuh manusia tapi kepala mereka adalah binatang." Kata Luis.
"Aku bisa membayangkan seperti apa wujud mereka." Kata Arthur memilih pedang.
"Pedang ini cukup bagus." kata Arthur mengambil pedang bewarna perak yang panjangnya 100 cm.
"Ayo pergi." Kata Arthur melihat Luis.
"Apa kamu tidak memerlukan armor." Tanya Luis.
"Tidak perlu. Aku yakin diriku tidak akan terluka." Arthur tersenyum penuh percaya diri.