
Tidak lama kemudian Arthur dan Eva berada di cafetaria. "Aku ingin makan daging sapi dan salad." Kata Arthur melihat penjaga cafetaria.
"Aku ingin makan ikan dan telur." Kata Eva. Penjaga cafetaria kemudian memberikan pesanan Arthur dan Eva.
Arthur dan Eva kemudian duduk di meja kosong. "Eva level berapa kamu sekarang." Tanya Arthur meski bisa melihat status Eva.
"Saat ini aku level 20." Balas Eva.
"Levelnya sama denganku." Gumam Arthur.
"Apa kamu pernah berburu slime sebelumnya." Tanya Arthur.
"Saat libur. Aku selalu pergi ke hutan dan berburu slime." Balas Eva.
"Setelah kita selesai makan. Maukah kamu menemaniku berburu slime." Arthur melihat Eva.
"Baik, aku akan menemanimu berburu slime." Eva mengangguk.
"Bagus. Ayo kita makan." Kata Arthur tersenyum.
"Baik." Eva tersenyum kemudian mulai makan.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva telah selesai makan. "Ayo kita pergi." Kata Arthur melihat Eva.
"Baik." Eva mengangguk. Arthur dan Eva kemudian berjalan meninggalkan cafetaria.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva telah meninggalkan kota. "Arthur." Saat masuk ke dalam hutan, Arthur bertemu dengan Erika dan semua teman sekelasnya.
"Arthur mengapa kamu disini." Tanya Erika.
"Aku kesini untuk berburu slime." Balas Arthur.
"Ehh. Aku tidak bisa melihat status Arthur." Kata Deni.
"Benar, aku tidak bisa melihat status Arthur." Kata pemuda dengan gigi kelinci.
"Arthur level berapa kamu sekarang." Steven melihat Arthur.
"Aku level 20." Balas Arthur.
"Ahh." Erika dan semua teman sekelas Arthur terkejut saat mendengar jawaban Arthur.
"Bagaimana kamu bisa level up begitu cepat." Lisa terkejut.
"Sebelum kalian mulai berburu slime. Aku sudah berburu slime terlebih dulu." Balas Arthur.
"Menarik." Romeo mengangguk saat mendengar kata Arthur.
"Baiklah, aku akan berburu slime." Kata Arthur melihat semua teman sekelasnya.
"Eva ayo pergi." Kata Arthur melihat Eva.
"Baik." Eva mengangguk. Arthur dan Eva kemudian masuk ke dalam hutan.
"Arthur apa mereka semua teman sekelasmu yang berasal dari dunia lain." Tanya Eva.
"Benar, mereka semua teman sekelasku yang berasal dari dunia lain." Balas Arthur. "Kyuuu." Arthur melihat slime yang muncul dari balik pohon.
"Eva bunuhlah slime itu. Kita akan bergantian membunuh slime. Dan nanti adalah giliranku untuk membunuh slime." Kata Arthur.
"Baik." Eva mengangguk kemudian membunuh slime.
"Ayo kita cari slime lain." Kata Arthur berjalan pergi.
"Baik." Eva mengangguk dan mengikuti Arthur.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur dan Eva masih berada di dalam hutan. "Arthur ayo kita kembali ke asrama." Kata Eva melihat matahari mulai terbenam.
"Baiklah." Balas Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva keluar dari hutan. "Terimakasih Eva, kamu sudah menemani aku berburu." Arthur melihat Eva.
"Tidak perlu berterimakasih. Aku juga senang bisa berburu denganmu." Eva tersenyum.
"Eva aku menyukaimu." Arthur memegang tangan Eva.
"Ahhh." Eva terkejut saat mendengar kata Arthur.
"Eva apa kamu juga menyukaiku." Arthur menatap wajah Eva. Eva tersipu malu saat Arthur menatap dirinya.
"Aku juga menyukaimu." Eva mengangguk dengan malu. Arthur tersnyum kemudian mencium bibir Eva. "Emmm." Eva terkejut saat Arthur tiba-tiba mencium bibirnya.
"Baiklah, ayo kita kembali ke asrama." Arthur tersenyum. "Emmm." Eva mengangguk dengan malu.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva telah kembali ke akademi. "Arthur, apa sekarang kita menjadi sepasang kekasih." Kata Eva dengan malu.
"Benar, kita sekarang sepasang kekasih. Apa kamu ingin hubungan yang lebih serius dari sepasang kekasih." Arthur tersenyum.
Wajah Eva menjadi merah saat mendengar kata Arthur. Eva tahu hubungan yang lebih serius dari sepasang kekasih adalah menikah dan menjadi sepasang suami istri. "Tidak, tunggu sampai kita lulus dari akademi." Kata Eva dengan malu.
Tidak lama kemudian Arthur kembali ke kamarnya. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 25 Next Level Membutuhkan 26 Exp
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 25
Agility : 25
Vitality : 25
Stamina : 25
Magic : 30
Poin : 25
Poin Skill : 2
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C) Tehnik Pedang (C)
"Exp yang aku dapatkan dari membunuh slime terlalu sedikit. Setelah membunuh puluhan slime aku hanya 5 kali level up." Kata Arthur melihat statusnya.
"Aku akan menambahkan Arthur menambahkan 5 poin Pada Magic, 5 poin pada Strength, 5 poin pada Agilty, 5 poin pada Vitality, dan 5 poin pada stamina." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
Keesokan harinya Arthur dan Eva sedang makan di cafetaria. "Arthur karena hari ini kita libur. Ayo ikut denganku membeli pakaian." Eva melihat Arthur.
"Hari ini aku berencana pergi berburu goblin." Balas Arthur. Arthur ingat hari ini Erika dan yang lain akan pergi ke hutan yang cukup jauh dari kota dan berburu goblin.
"Ahhh. Kamu ingin berburu goblin." Eva terkejut dengan jawaban Arthur.
"Benar, aku akan berburu goblin. Apa kamu ingin ikut denganku." Arthur tersenyum.
"Arthur, goblin berbeda dengan slime. Terlalu bahaya bagi kita yang tidak memiliki job untuk berburu goblin." Kata Eva.
"Goblin hanya memiliki level 5. Sementara level kita di atas 20. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Kata Arthur. Eva terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Jika kamu tidak ingin ikut. Aku akan pergi berburu sendiri." Arthur melihat Eva.
"Baiklah, aku akan ikut." Eva mengangguk.
"Bagus." Arthur tersenyum.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva telah selesai makan. "Arthur apa kita akan pergi berburu goblin tanpa membawa senjata." Tanya Eva.
"Benar. Setelah membunuh goblin. Kita akan menggunakan senjata milik goblin." Balas Arthur. "Ahhh." Eva terkejut dengan jawaban Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur dan Eva meninggalkan akademi. "Arthur apa kita akan berjalan kaki ke tempat goblin berada." Tanya Eva.
"Benar." Arthur mengangguk. Eva tersenyum kecut saat mendengar jawaban Arthur.
"Kamu tidak perlu khawatir. Jika kamu lelah, aku akan menggendongmu." Arthur tersenyum dan memegang tangan Eva. Eva tersipu malu saat mendengar kata Arthur.
"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Arthur melihat Eva.
"Baik." Eva mengangguk.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Eva tiba di sebuah hutan. "Apa kamu siap." Arthur melihat Eva.
"Aku siap." Eva mengangguk.
Arthur dan Eva kemudian masuk ke dalam hutan. "Waaa." Saat masuk ke dalam hutan Arthur melihat 1 goblin setinggi 1 meter yang muncul dari balik pohon.
"Wind arrow." Kata Arthur kemudian panah angin sepanjang 1 meter muncul di udara. "Ahhh." Eva terkejut melihat panah angin yang tiba-tiba muncul di udara.
"Mati." Teriak Arthur menembakan panah angin ke arah goblin. "Buusshh." Panah angin menembus kepala goblin.
"Exp + 5." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Arthur sejak kapan kamu bisa menguasai sihir angin." Eva terkejut.
"Setelah meningkatkan magicku. Aku tiba-tiba mendapatkan job mage." Balas Arthur berbohong.
"Seperti yang aku duga. Manusia dari dunia lain sangat special. Mereka dapat dengan mudah mendapatkan job. Sementara kita manusia yang berasa dari dunia ini. Harus berkerja keras jika ingin mendapatkan Job." Eva tersenyum kecut.
"Jangan bersedih. Aku yakin cepat atau lambat kamu akan mendapatkan job Mage atau Healer." Arthur menghibur Eva.
"Benar, kakaku mendapatkan job Healer di usia 16 tahun. Tidak lama lagi aku pasti akan mendapatkan job." Kata Eva.