
1 Bulan berlalu setelah Arthur dan semua teman sekelasnya berada di dunia lain. Saat ini Arthur dan semua teman sekelasnya berada di lapangan. "Hari ini kita akan membunuh Ogre yang menyerang desa Oregon." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Ogre" Arthur dan semua teman sekelasnya terkejut mendengar kata Romeo.
"Captain apakah Ogre itu mirip dengan goblin." Tanya Deni.
"Tidak, Ogre dan goblin adalah ras monster yang berbeda. Jika goblin memiliki tinggi 150cm dan berkulit hijau. Sementara Ogre memiliki tinggi 3 meter dan berkulit coklat." Kata Romeo.
"Ahhh." Erika dan semua teman sekelas Arthur terkejut saat mendengar kata Romeo.
"Captain berapa level Ogre." Tanya Lisa.
"Level terendah Ogre adalah 100." Balas Romeo.
"Jika begitu levelku lebih rendah dari Ogre." Lisa terkejut.
"Tidak perlu takut. Kalian sudah pernah mengalahkan goblin yang memiliki level lebih tinggi dari pada kalian. Dengan kerja sama kalian, aku percaya kalian bisa mengalahkan Ogre dengan mudah." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Kalian memiliki Arthur yang level 125 dan Steven yang Level 100. Jadi kalian pasti akan baik-baik saja." kata Romeo.
"Benar, dengan adanya Arthur dan Steven kita akan pasti akan baik-baik saja." Lisa tersenyum.
"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Baik Captain." Balas Lisa dan semua teman sekelas Arthur.
Beberapa jam kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berada di sebuah desa. "Captain Romeo mengapa desa ini sangat sepi." Tanya Lisa.
"Semua penduduk di desa ini telah pergi ke desa sebelah." Balas Romeo.
"Wooaarr." Arthur mendengar suara raungan dan melihat Ogre setinggi 3 meter yang berjalan ke arahnya.
"Begitu besar." Deni terkejut saat melihat ukuran Ogre.
"Kalian semua bersiap bertarung." Kata Arthur melihat semua teman sekelasnya yang masih tercengang.
"Ahh. Baik." Balas semua teman sekelas Arthur.
"Wuusshh." Arthur melesat ke arah Ogre di ikuti teman-temannya. "Mati." Kata Arthur menebas kepala Ogre. "Crasshh." "Buukk." Kepala ogre terpotong dan menggelinding ke tanah.
"Wooaarrr." Arthur melihat puluhan Ogre yang keluar dari hutan dan berjalan ke arah mereka. "Jumlah mereka lebih dari 40." Deni terkejut dengan jumlah Ogre yang mendekat ke arah mereka.
"Jangan kehilangan fokus. Kita semua pasti bisa mengalahkan mereka semua. Terlebih lagi ada captain Romeo yang akan membantu kita. Jika kita berada dalam bahaya." Kata Arthur melihat Deni.
"Aku tahu." Deni mengangguk dan memegang pedangnya.
"Semuanya serang" Teriak Arthur berlari ke arah puluhan Ogre. "Serang." Semua teman sekelas Arthur berteriak dan menyerang ogre.
"Fire ball." "Water arrow." "Wind Blade." "Stone spear." Puluhan bola api, panah air, pisau angin dan tombak batu muncul di udara dan melesat ke arah 40 Ogre.
"Booom." "Booomm." "Wooaarr." Puluhan Ogre berteriak saat terkena serangan para mage.
"Mati." Arthur melompat ke salah satu Ogre kemudian menebas kepalanya. "Slasshh." Kepala Ogre terpotong.
Beberapa menit kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berhasil mengalahkan puluhan Ogre. "Ogre adalah monster terkuat yang pernah aku lawan." Kata Deni melihat puluhan mayat ogre yang tergeletak di tanah.
"Sebelum kita masuk ke dalam hutan dan memburu Ogre lainnya. Ayo kita bakar semua mayat ogre ini terlebih dulu." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Baik Captain." Steven dan semua teman sekelas Arthur mengangguk.
Tidak lama kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya membakar mayat ogre yang mereka bunuh. "Ayo kita masuk ke hutan." Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Baik." Deni dan semua teman sekelas Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam hutan.
Beberapa jam kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berada di tengah hutan. "Sepertinya sudah tidak ada lagi Ogre di hutan ini." Kata Romeo setelah tidak menemukan Ogre selama beberapa jam.
"Ayo kita kembali ke istana." Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Baik." Steven dan semua teman sekelas Arthur mengangguk.
Beberapa jam kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya telah kembali ke istana. Arthur masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di kasur. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Level : 135 Next Level Membutuhkan 136 Exp
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 130
Agility : 130
Vitality : 130
Stamina : 130
Magic : 135
Poin : 50
Poin Skill : 1
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Tehnik Pedang (S) Sihir Air (A) Sihir Api (A) Sihir Angin (A) Sihir Tanah (A) Sihir Penyembuh (A)
"Saat ini aku jauh lebih kuat dari pada dulu." Kata Arthur teringat masa lalunya yang tinggal bersama Lily di desa.
"Aku harus melupakan masa lalu." Arthur menghela nafas kemudian menambahkan 10 poin pada Magic, 10 poin pada Strength, 10 poin pada Agilty, 10 poin pada Vitality, dan 10 poin pada stamina."
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
3 Bulan berlalu setelah Arthur dan semua teman sekelasnya berada di dunia lain. Saat ini Arthur dan semua teman sekelasnya berada di tengah lapangan.
"Mulai hari ini tugasku untuk membimbing kalian telah berakhir." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Ahhh." Deni dan semua teman sekelas Arthur terkejut dengan perkataan Romeo.
"Level kalian sudah lebih tinggi dariku. Dan kalian juga sudah mengenal dunia ini. Jadi tugasku untuk membimbing kalian telah berakhir." Kata Romeo.
"Mulai hari ini aku akan menunjukan Arthur sebagai pemimpin dalam perburuan. Apa kalian semua keberatan." Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Aku keberatan." Kata Arthur mengangkat tangan.
"Steven lebih pantas menjadi pemimpin dari pada diriku. Kelebihanku hanya memiliki level lebih tinggi dari yang lain." Kata Arthur melihat semua teman sekelasnya.
"Apa kalian semua keberatan jika Steven menjadi pemimpin dalam perburuan." Tanya Romeo.
"Kami tidak keberatan. Saat di bumi Steven adalah ketua kelas kami." Kata Deni.
"Benar, kami tidak keberatan jika Steven menjadi pemimpin dalam perburuan." Kata Lisa.
"Baiklah, jika begitu mulai hari ini Steven akan menjadi pemimpin tim dalam perburuan. Saat dalam perburuan kalian harus mengikuti arahan Steven." Kata Romeo.
"Baik Captain." Kata Deni dan yang lain. Romeo tersenyum kemudian meninggalkan lapangan.
"Arthur apa kamu serius ingin aku menjadi pemimpin dalam perburuan." Steven melihat Arthur.
"Aku serius Steven." Balas Arthur menepuk Pundak Steven. Steven menghela nafas saat mendengar kata Arthur.
"Hari ini kita akan berburu Ogre. Apa kalian setuju." Steven melihat semua teman sekelasnya.
"Aku setuju." Deni mengangguk. "Aku juga setuju." Lisa mengangguk.
Melihat semua teman sekelasnya setuju, Steven berkata. "Baiklah, jika begitu ayo kita pergi." Kata Steven berjalan pergi meninggalkan lapangan. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian mengikuti Steven meninggalkan lapangan.
Beberapa jam kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berada di sebuah hutan. "Wooaarr." Arthur melihat 20 Ogre dengan tinggi 3 meter yang berjalan ke arahnya.
"Karena ada 20 Ogre. Masing-masing akan menghadapi 1 Ogre." Kata Steven melihat semua teman-temannya.
"Baik." Deni dan semua teman sekelas Arthur mengangguk.
"Wuusshh." Arthur berlari ke arah salah satu ogre kemudian memotong kepalanya. "Crasshh." Kepala Ogre terjatuh dan menggelinding ke tanah.
"Dengan levelku saat ini. Membunuh 1 ogre sangatlah mudah." Kata Deni memotong tubuh ogre menjadi dua.