I Copy Your Job

I Copy Your Job
29. Bunga Afrodisiak



"Ahhh, jika kemarin aku tidak menemanimu berburu goblin. Apa sekarang kamu tidak akan menemaniku membeli pakaian." Eva melihat Arthur.


"Tidak." Arthur tersenyum.


"Arthur kamu jahat." Eva cemberut.


"Aku hanya bercanda. Ayo kita pergi ke toko pakaian." Arthur tersenyum dan menggandeng tangan Eva.


Tidak lama kemudian Arthur dan Eva masuk ke dalam toko pakaian. "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu." Kata penjaga toko pakaian melihat Arthur dan Eva.


"Aku ingin membeli pakaian." Balas Eva. "Arthur apa pakaian ini cocok denganku." Eva menunjukan sebuah pakaian kepada Arthur.


"Dia membeli pakaian yang ingin di beli Erika." Gumam Arthur melihat Eva.


"Pakaian itu cocok untukmu." Arthur tersenyum.


Eva tersenyum dan berkata. "Berapa harga pakaian ini."


"Harga pakaian itu adalah 2 coin emas." Balas penjaga toko.


"Aku ingin membeli pakaian ini." Kata Eva.


"Arthur apa kamu tidak ingin membeli pakaian." Tanya Eva.


"Tidak." Arthur menggeleng.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva keluar dari toko pakaian. "Terimakasih Arthur. Kamu sudah mau menemaniku berbelanja." Eva tersenyum.


"Apa kamu hanya berterimakasih." Balas Arthur.


Eva tersipu malu saat mendengar kata Arthur. Eva tahu Arthur meminta imbalan darinya. Dan imbalan yang di minta Arthur adalah ciuman darinya. Eva tersenyum kemudian mencium pipi Arthur.


"Mengapa hanya ciuman di pipi." Tanya Arthur.


"Arthur kita sedang berada di tempat umum." Kata Eva dengan malu.


"Jika begitu, ayo kita cari tempat sepi." Kata Arthur menggandeng tangan Eva.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva berada di hutan yang terletak di dekat kota. "Arthur mengapa kita kemari. Apa kita akan berburu slime." Tanya Eva.


"Bukankah tadi aku mengatakan kita akan mencari tempat sepi." Kata Arthur kemudian mencium bibir Eva.


"Emmm." Eva terkejut saat Arthur tiba-tiba mencium bibirnya. "Arthur." Eva memejamkan matanya dan memeluk Arthur.


"Arthur." Arthur mendengar suara dan berhenti mencium Eva.


"Rupanya kamu Steven." Kata Arthur melihat Steven yang keluar dari hutan.


"Apa dia kekasihmu." Steven melihat Arthur. Steven tahu perempuan yang bersama Arthur. Adalah perempuan yang berburu slime bersama Arthur beberapa hari lalu.


"Benar, dia adalah kekasihku." Balas Arthur. Eva tersipu malu saat mendengar kata Arthur.


"Jika kalian ingin berciuman. Sebaiknya kalian lakukan di dalam hutan." Kata Steven berjalan pergi. Eva tersipu malu saat mendengar kata Eva.


"Arthur ayo kita kembali." Kata Eva menarik pakaian Arthur.


"Baiklah, ayo kita kembali." Arthur tersenyum dan memegang tangan Eva.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva telah Kembali ke kota. "Eva besok aku tidak bisa menemuimu." Arthur melihat Eva.


"Ahhh. Mengapa kamu tidak bisa menemuiku." Eva terkejut.


"Besok aku akan berburu goblin bersama teman-temanku." Balas Arthur.


"Apa kamu akan berburu goblin setiap hari." Tanya Eva.


"Tidak, lusa aku tidak akan berburu goblin. Romeo menyuruh kita istirahat 1 hari setelah berburu goblin." Balas Arthur.


"Jika begitu, lusa kamu harus menemuiku." Eva tersenyum.


"Tentu, lusa aku akan menemuimu." Arthur tersenyum.


Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke istana dan berada di kamarnya. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 35 Next Level Membutuhkan 36 Exp


Job : Hero


Ras : Manusia


Strength : 40


Agility : 40


Vitality : 40


Stamina : 40


Magic : 45


Poin : 0


Poin Skill : 3


Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C) Tehnik Pedang (C)


Keesokan harinya Arthur dan semua teman sekelasnya berada di lapangan. "Arthur selamat karena kamu mendapatkan job mage." Romeo melihat Arthur.


"Terima kasih captain." Balas Arthur mengangguk.


"Baiklah, Hari ini kalian semua akan berburu goblin seperti 2 hari lalu." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.


"Baik Captain." Balas Steven dan semua teman sekelas Arthur.


"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Romeo berjalan pergi.


"Baik." Balas Steven dan yang lain.


Beberapa jam kemudian Arthur, Romeo dan semua teman sekelasnya berada di tengah hutan. "Kalian semua bersiaplah untuk bertarung." Kata Romeo melihat puluhan goblin setinggi 1 meter yang berjalan ke arah mereka.


"Swordsman kalian serang goblin yang memakai pedang dan kapak. Mage kalian serang goblin yang memakai panah. Healer kalian sembuhkan teman kalian yang terluka." Teriak Romeo.


"Baik captain." Teriak Steven dan yang lain.


"Wind arrow." Kata Arthur kemudian mencipatakan 3 panah angin sepanjang 1 meter. "Mati." Kata Arthur menembakan 3 panah angin ke arah 3 goblin yang memegang busur. "Buusshh." "Buusshh." 3 Panah angin menembus kepala 3 goblin.


"Exp + 30." Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Akurasinya sangat bagus." Kata Romeo melihat Arthur yang membunuh 3 goblin dengan mudah.


Beberapa jam telah berlalu saat ini Arthur dan semua teman sekelasnya sedang beristirahat di tepi sungai. "Arthur level berapa kamu sekarang." Steven melihat Arthur.


"Bukankah kamu bisa melihat statusku dengan skill observasi." Arthur melihat Steven.


"Levelmu jauh lebih tinggi dariku. Jadi aku tidak bisa melihat statusmu." Kata Steven.


"Saat ini aku level 45." Kata Arthur melihat Steven.


"Kamu 10 level lebih tinggi dariku." Steven terkejut dengan jawaban Arthur.


"Langit sudah mulai gelap. Ayo kita kembali ke istana." Kata Romeo melihat matahari mulai terbenam.


"Baik captain." Kata Deni dan semua teman sekelas Arthur. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian berjalan pergi meninggalkan hutan.


Beberapa jam kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya telah kembali ke istana. Arthur masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di kasur. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 45 Next Level Membutuhkan 46 Exp


Job : Hero


Ras : Manusia


Strength : 40


Agility : 40


Vitality : 40


Stamina : 40


Magic : 45


Poin :50


Poin Skill : 4


Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C) Tehnik Pedang (C)


Melihat 50 poin yang dia miliki Arthur kemudian menambahkan 10 poin Pada Magic, 10 poin pada Strength, 10 poin pada Agilty, 10 poin pada Vitality, dan 10 poin pada stamina.


"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.


Keesokan harinya Arthur sedang berdiri di luar akademi. "Arthur." Arthur melihat Eva keluar dari akademi dan berjalan ke arahnya.


"Kita akan pergi kemana hari ini." Tanya Eva.


"Ayo kita pergi ke hutan." Balas Arthur.


"Apa kita akan berburu slime." Tanya Eva.


"Ikuti saja aku." Balas Arthur.


"Baik" Eva mengangguk. Arthur dan Eva kemudian berjalan pergi.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva berada di hutan yang terletak di dekat kota. "Eva hari ini kamu sungguh cantik." Kata Arthur melihat Eva. Eva tersipu malu saat Arthur memujinya cantik.


Arthur mengelus wajah Eva kemudian mencium bibirnya. "Emmm." Eva terkejut saat Arthur tiba-tiba mencium bibirnya.


"Arthur." Eva memejamkan matanya dan memeluk Arthur.


"Ayo kita pindah ke danau." Kata Arthur melihat Eva.


"Baik." Eva tersipu malu dan mengangguk.


Tidak lama kemudian Arthur dan Eva tiba di sebuah danau. "Arthur bunga itu sangat indah." Kata Eva melihat bunga merah di tepi danau.


"Bunga Afrodisiak." Gumam Arthur melihat bunga bewarna merah. "Sebelumnya aku juga menemukan bunga Afrodisiak di tepi danau." Gumam Arthur mengingat bunga afrosidak yang dia gunakan kepada Lily.