
"Baiklah, tenang saja akan aku rahasiakan identitas dirimu dengan baik, kalau begitu sekarang aku harus memperkenalkan rekan yang akan membantumu di mansion nanti,"
"Seharusnya dia sebentar lagi datang ke sini, aku harap kamu ingin menunggunya sebentar," ucap Luci sambil tersenyum
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu dari luar ruangan
"Masuk,"
"Ini adalah rekanmu yang akan menemanimu Gressa,"
"Aku harap kalian berdua akan menjadi partner yang baik," ucap Luci sambil tersenyum ke arah orang yang berdiri di depannya
"Kamu yakin dia adalah orang yang ingin kamu bicarakan kepadaku?"
"Aku pergi saja, dan mengambil misi di perbatasan Utara," ucap perempuan itu sambil berjalan ke arah pintu
"Aku yakin kamu tidak akan menyesali bekerja sama dengan gadis kecil ini,"
"Cobalah kerja sama dengannya selama satu bulan, aku rasa nantinya kamu akan merasakan bagaimana rasanya," ucap Luci dengan senyuman licik
"Aku tau kamu licik dan suka mempermainkan orang tapi bisakah kamu tidak mempermainkan pekerjaan kita?" ucap perempuan itu sambil mengepalkan tangannya dan yang menghentikan langkahnya untuk melangkah keluar dari pintu ruangan itu
'Aku pernah membaca di novel kalau memang ada tentang anggota guild informasi itu memiliki nasib yang sama, karena memiliki hal yang sama itu mereka di pungut oleh pemimpin guild dan katanya mereka akur seperti keluarga tapi kenapa yang aku lihat hanyalah keributan,'
'Sepertinya aku memang harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan masalah ini,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil memperhatikan drama yang berada di depannya
"Kamu sedang mencari sebuah pedang kan?" ucap Gressa yang duduk di kursi itu sambil tersenyum
"Aku tidak mengerti apa yang anak kecil seperti dirimu bicarakan, aku sama sekali tidak memiliki waktu untuk anak kecil,"
"Dan Luci jangan suka banyak melakukan kebohongan, aku tau kamu ingin aku menjaga anak ini dan mengurusnya kan?" ucap perempuan itu dengan tatapan tajam
"Di barat di sebuah desa kecil, ada sebuah pedang tua yang ditancapkan mungkin saja itu adalah pedang yang kamu cari," ucap Gressa sambil menyeringai
"Bagaimana kamu tau aku mencari sebuah pedang?" ucap perempuan itu dengan tatapan curiga
'Luci, tidak memaksa anak kecil untuk ikut dalam kebohongannya kan seharusnya,' ucap perempuan itu dengan tatapan yang sedang menyelidiki laki-laki di depannya
"Gressa, bagaimana kamu tau kalau pedang itu ada di barat? Aku dan anggotaku yang lain bahkan tidak mengetahui kalau di barat ada pedang yang di katakan di legenda," ucap Luci dengan tatapan penasaran
"Umm... itu rahasia," ucap Gressa sambil tersenyum
"Aku tidak ingin memaksa orangmu untuk melindungi diriku, aku bisa jaga diri tapi jika ingin melakukannya,"
"Aku akan menunggu kakak perempuan ini datang," ucap Gressa sambil tersenyum manis
'Seharusnya, tidak masalahkan aku memanggilnya kakak, karena dia tidak memperkenalkan dirinya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan sedikit kebingungan
"Tuan Luci, aku akan pulang dulu, karena aku khawatir mereka curiga kalau aku tidak kembali-kembali ke mansion," ucap Gressa sambil beranjak dari kursinya kemudian berjalan ke luar pintu namun terhenti
"Tunggu,"
"Ada sesuatu yang ingin aku berikan sebelum kamu pergi," ucap Tuan Luci sambil berjalan ke arah Gressa dan memberikan sebuah jam saku
"Ini... kenapa memberikan jam saku kepadaku?" ucap Gressa dengan tatapan kebingungan melihat jam saku yang begitu mewah ditangannya
"Hanya bisa digunakan tiga kali, karena jumlah penyihir tidak terlalu banyak di kekaisaran jadi mereka harus menghemat mana mereka untuk digunakan hal lain,"
"Dan karena kakak itu tidak ingin menjadi pengawalmu jadi aku putuskan untuk memberikan ini kepadamu," ucap Luci sambil tersenyum
'Barang begitu berharga dan langka bisa-bisanya dengan mudahnya dia berikan kepadaku, aku penasaran sekaya apa orang ini sebenarnya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan suram
"Hah... terima kasih dan aku akan menyimpannya dengan baik," ucap Gressa sambil menyimpan jam saku itu kemudian keluar dari ruangan itu
'Masih ada dua jam sebelum kembali ke mansion, aku sebaiknya segera pergi ke katedral untuk membuat saksi mata,' ucap Gressa di dalam hatinya kemudian berjalan ke sebuah bangunan yang putih dan besar
"Apa anda kemari untuk berdoa?" tanya seorang laki-laki yang menatap dan bertanya kepada Gressa dengan ramah
"Iya, aku ingin berdoa, karena katanya kalau aku berdoa maka orang tuaku di sana akan bahagia," ucap Gressa sambil menganggukkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca
"Wah... sungguh anak yang berbakti, aku yakin orang tua anda akan bahagia dari sana," ucap laki-laki itu dengan tatapan terharu dengan Gressa
"Baiklah, anda bisa pergi ke ruangan kiri dan jangan pergi ke ruangan kanan, karena itu adalah tempat khusus para bangsawan, sedangkan kita yang berasal dari keluarga biasa dan tidak memiliki hak istimewa apa pun akan berada di ruangan kiri,"
"Kalau begitu, aku pergi menjaga pintu lagi," jelas laki-laki itu sambil berjalan berbalik ke arah keluar
'Bahkan di dalam tempat suci ada tempat untuk membedakan kedudukan, aku tidak percaya,'
'Lebih baik sekarang aku masuk dan melihat ke dalamnya,' ucap Gressa sambil berjalan ke arah pintu kemudian membukanya seluruh ruangan yang besar dan tidak terlalu mewah namun cukup untuk menjadi tempat berdoa itu membuat dia terkesima setelah cukup melihat-lihat Gressa memulai berdoa hingga satu jam berlalu dan dia memutuskan untuk pulang ke kediaman Baron seolah dia benar-benar habis pulang dari tempat suci itu.
Beberapa hari kemudian datanglah berita yang mengejutkan dari dalam mansion itu...
"Apa kamu sudah dengar? katanya nyonya memiliki penyakit semakin parah," ucap Pelayan A sambil membereskan piring di dapur
"Aku ada mendengarnya bahkan katanya nyonya mungkin tidak memiliki hidup yang lama," ucap Pelayan C sambil mencuci piring
"Kalau begitu artinya tuan muda akan kembali ke kediaman baron dan meneruskan posisi ayahnya kan," ucap Pelayan B ikut mencuci piring itu
'Kalau yang mereka katakan benar, itu berarti aku akan menemui saudara tiriku,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menguping pembicaraan dari balik pintu
'Aku harus memikirkan caranya untuk membuatnya berada di pihakku,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menatap ke arah luar jendela
"Gressa," panggil seseorang yang berjalan menuju ke arahnya
"Gressa, apa kamu baik-baik saja?" tanya perempuan itu sambil menatap mukanya
"Aku? aku baik-baik saja hanya sedikit melamun,"
"Siapa perempuan yang berada di belakangmu?" ucap Gressa sambil tersenyum kemudian menatap seorang perempuan yang ada di belakangnya
"Ah.. dia.. ada-"
"GAWAT!! NYONYA TIDAK BERNAFAS LAGI DAN TANGANNYA DINGIN," teriak seorang pelayan yang berlari ke arah mereka
Apakah Gressa benar-benar akan bertemu dengan saudara tirinya? Apakah Gressa sudah terbebas dari mansion yang seperti penjara?
Bagaimana dengan takdir yang di miliki Gressa selanjutnya?
GRESSA'S SECOND LIFE