Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 61 Maafkan aku melibatkan dirimu



Setelah kejadian penculikan Gressa selesai, Gressa dan teman-temannya melanjutkan pelatihan mereka menggunakan bakat dan kemampuan. Sampai hari libur kembali tiba dan dia memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian ke alun-alun kota.


"Akhirnya aku di izinkan keluar sendirian,"


"Sekarang pergi kemana dulu ya?" Gumam Gressa dengan tatapan berbinar-binar


"Bagaimana gadis seperti dirimu pergi sendirian di alun-alun kota? Kamu ingin diculik lagi oleh penculik?" ucap suara yang tidak asing datang menghampiri dirinya dari kejauhan


"Carolyn, aku tidak tau kamu masih ada di kota ini? Dan terima kasih karena telah menyelamatkan aku beberapa hari yang lalu, jika kamu tidak menyelamatkan aku, aku mungkin tidak akan tau hal seperti apa yang akan terjadi kepadaku," ucap Gressa dengan kepala tertunduk hormat


"Aku sudah bilang bukan? Aku menolong dirimu karena kebetulan aku diminta untuk mencari oleh para serikat dagang,"


"Jadi tidak perlu berterima kasih kepada aku, aku hanya membantu mereka," ucap Carolyn dengan dingin


"Aku juga akan mentraktir dirimu karena telah menolongku dan jangan menolaknya,"


"Itu tidak sopan," ucap Gressa dengan senyuman lembut


Hari-hari yang dihabiskan di akademi Lavina berlalu begitu saja sampai akhirnya mereka kembali ke akademi dan surat keputusan pertunangan keluarga kerajaan dengan keluarga Duke Vandiar yang masih tidak disetujui oleh Duke yang menimbulkan keributan di akademi tentang pertunangan itu...


"Luke, kamu tidak bisa membatalkan pertunangan ini begitu saja hanya kakakku menculik seseorang,"


"Karena yang kakakku lakukan tidak ada hubungannya denganku," ucap seorang perempuan dengan lantang ke arah laki-laki yang tidak peduli sama sekali dengan apa yang di depannya


"Kalaupun bukan kamu yang melakukannya, tetap saja dia masih memiliki hubungan darah dengan dirimu jadi tolong jadilah perempuan yang sadar, tidak semuanya yang kamu inginkan bisa kamu paksakan kepadaku," ucap Luke dengan tatapan dingin tanpa memandang perempuan itu


Di tengah pertengkaran itu, Gressa lewat untuk pergi menemui Charlotte namun karena tidak sadar sejak awal ada pertengkaran di sana, dia berjalan melewati kedua orang itu. Tiba-tiba Luke membuka suaranya dan menunjuk ke arah Gressa yang lewat di antara mereka.


"Kamu ingin tau bukan kenapa aku membatalkan pertunangan secara pribadi dan aku selalu menolak bertemu denganmu,"


"Perempuan yang lewat itu adalah perempuan yang aku sukai jadi tolong lupakan masalah keinginanmu mempertahankan pertunangan yang kekanak-kanakan ini,"


"EH? KENAPA AKU? KITA BAHKAN TIDAK TERLALU DEKAT," teriak Gressa dengan tatapan terkejut karena tidak ingin dianggap sebagai orang ketiga dalam hubungan orang lain, namun dengan tatapan tajam dan haus akan darah menatap ke arahnya maka dia memutuskan untuk diam dan pergi meninggalkan kedua orang itu.


Tetapi langkahnya tiba-tiba terhenti dan kepala tertunduk Gressa mengepalkan tangannya bersiap untuk meninju ataupun melampiaskan amarahnya.


"Kamu yakin suka dengan perempuan yang tidak tau adab dan berasal dari rahim perempuan tidak jelas itu,"


"Aku yakin dia mirip seperti orang tuanya yang lac*r itu hingga membuat dirimu buta seperti ini Luke," ucap perempuan itu dengan tatapan marah, kesal dan benci sambil menunjuk ke arah perempuan yang ada di depannya dengan kasar


"PLAK..." suara yang begitu nyaring terdengar dari tangan yang dilayangkan ke arah wajah perempuan itu


"KAMU!!"


"Aku mungkin layak untuk dihina oleh siapa pun dan layak untuk dikatakan sebagai perempuan lac*r tapi jangan pernah kamu mengatakan orang tuaku seorang lac*r karena bukan salah mereka tapi salahku yang lahir ke dunia ini,"


"Aku awalnya memaafkan penculikan yang dilakukan oleh kakakmu namun aku tidak akan memaafkan dirimu yang menghina orang tuaku,"


"Jika aku mendengar orang tuaku dihina lagi dari mulutmu, aku pastikan untuk menjahit mulutmu hingga tidak bisa bersuara seperti boneka," ucap Gressa dengan tatapan tajam dan aura membunuh membuat perempuan terdiam dan berlari dengan mata yang berkaca-kaca


"Maafkan aku melibatkan dirimu tetapi karena kamu sudah terlibat, jadilah tunangan kontrakku untuk sementara,"' ucap Luke tanpa memahami perasaan perempuan yang baru saja terlibat dalam permasalahan yang dibuat olehnya


"PLAK," suara tamparan yang nyaring itu terdengar lagi namun kali ini di lihat oleh para anggota dewan kesiswaan yang berkeliling untuk mengawasi apakah ada siswa yang berkeliaran atau bolos di sekitar taman itu.


"Kamu orang yang egois," ucap Gressa dengan menggigit bibirnya dan tangan terkepal kemudian meninggalkan Luke yang menjadi bahan tontonan dewan kesiswaan


"Kakak, apakah kamu baik-baik saja? bunyi dari tamparan itu begitu nyaring,"


"Dan juga pipimu begitu merah, tolong bicaralah denganku apa yang terjadi," ucap Dallen dengan tatapan terkejut sekaligus khawatir melihat saudaranya hanya terdiam dan memegangi pipi yang terkena tamparan begitu keras dari Gressa, karena sejak kecil atau dulu tidak ada seorang pun berani untuk menampar pipinya hingga lecet dan merah.


'Aku masih tidak menyangka kalau aku melihat orang yang menampar kakakku adalah seorang perempuan yang diselamatkan olehnya beberapa hari yang lalu,'


'Tapi aku rasa kakak memang sengaja menolong dirinya tanpa memberikan identitasnya kepada Gressa karena kalau Gressa tau mungkin dia akan setidaknya mempertimbangkan apakah dia akan melayangkan tangannya ke pipi itu atau tidak,' ucap Dallen di dalam hatinya menatap kakaknya yang diam begitu lama


"Kalian yang ada di sana, tolong jaga siswa ini dengan benar,"


"Aku akan mencari Charlotte karena hanya dia yang bisa mengobati dan aku harap kalian benar-benar menjaganya bukan bermain-main," perintah Dallen dengan tatapan dingin


"Baik," ucap seluruh anggota yang dipimpinnya dengan serentak menjaga Luke


'Dia perempuan yang tidak ada sopan santunnya dan lembut kepadaku, aku masih berpikir kenapa dia tiba-tiba menampar pipiku,'


'Aku hanya berbicara sesuai dengan kenyataan yang terjadi,' ucap Luke di dalam hatinya dengan meringis kesakitan karena tamparan yang dilayangkan oleh Gressa


Disisi lain Gressa berlari dengan air mata yang berlinang ke sebuah tempat yang sangat sepi, mengingat dirinya adalah siswa terbaik di akademi, dia memiliki hak untuk tidak mengikuti pembelajaran biasa.


"Kenapa kamu menangis Gressa?" tanya sesosok laki-laki yang datang ke arahnya sambil membawa sapu tangan


"Lucius? Kamu sudah selesai dengan urusanmu?" tanya Gressa sambil berusaha menenangkan dirinya dan menghentikan air mata yang terus menerus mengalir


"Sudah, jangan menahan air matamu jika kamu ingin menangis,"


"Karena itu tidak akan membuat dirimu lega, ataupun membuat suasana hatimu membaik,"


"Aku akan meminjamkan bahuku jika kamu memerlukannya," ucap Lucius membuat Gressa menjadi tenang begitu saja seolah-olah ada sihir yang membuat dirinya tenang


Apakah Gressa akan bersandar di bahu Lucius? Kenapa Luke di tampar oleh Gressa? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life