
"Maafkan saya tuan,"
"Saya tidak bermaksud untuk bertindak sebagai seorang yang penentang tapi saya hanya khawatir kalau seandainya dia berkhianat kepada anda," ucap Edmonia dengan tertunduk
"Bagus kalau kamu sekarang sudah sadar kesalahanmu,"
"Untuk melihat pantas atau tidaknya dia untuk menjadi anggota keluarga Baron Elrick maka aku yang akan menentukannya jadi kamu tidak perlu khawatirkan apapun," ucap Addison dengan tatapan dingin
"Sekarang kita kembali ke pembahasan pekerjaan," ucap Addison dengan serius
"Baru-baru ini ada sebuah butik yang sangat ramai di berbagai kalangan mau dari bangsawan atau dari rakyat-rakyat biasa,"
"Mereka datang untuk membeli pakaian di sana, dan juga menurut berita yang beredar, pakaian yang mereka buat memiliki kualitas yang tinggi tapi dengan harga yang terjangkau,"
"Serta penjualannya yang akan memasuki pasar dunia, banyak pedagang yang melakukan investasi terhadap bisnis yang berkembang itu,"
"Kita bisa saja ikut mengambil bagian dalam melakukan investasi kepada butik itu, karena ini bisnis yang sangat menjanjikan, bagaimana pendapat anda tuan?" ucap Edmonia sambil memberikan berkas mengenai butik yang terkenal itu
"Humm... baiklah atur jadwal pertemuan besok, kita akan pergi ke butik itu untuk melakukan investasi," ucap Addison sambil membaca laporan mengenai butik itu
"Aku penasaran siapa pemilik butik ini, bagaimana dia bisa membuat kedua belah pihak menjadi setara,"
"Padahal para bangsawan tidak akan pernah mau bergabung dengan para rakyat biasa karena menurut mereka, mereka adalah orang yang sangat istimewa," ucap Addison sambil menyeringai menatap bulan yang bersinar
"Menurut informasi yang didapatkan kalau pemilik dari butik itu adalah seorang rakyat biasa namun saat-saat yang pertama pada saat membuka butik ini investornya adalah keluarga Duke dan keluarga kekaisaran," ucap Edmonia sambil menaikan kacamatanya
"Kalau mendengarkan berita keluarga Duke yang membantu bisnis-bisnis rakyat biasa itu adalah hal yang sangat biasa tapi kenapa keluarga kekaisaran sampai ikut campur tangan,"
"Bisnis ini sampai sangat menarik itu ternyata, aku jadi ini cepat bertemu dengan pemilik dari bisnis ini," ucap Addison sambil menyeringai
Keesokan paginya...
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
"Nona Gressa," panggil seseorang yang masuk ke dalam ruangan untuk membersihkan ruangan tersebut
"Ummm... sebentar lagi aku akan bangun," ucap Gressa sambil berbalik ke arah lain
"Nona Gressa, matahari sudah naik bagaimana kalau sekarang anda bangun dan sarapan?" ucap perempuan itu sambil membuka jendela dan membereskan kasur nonanya
"Bai...klah a...ku ba...ngun," ucap Gressa dengan suara yang lemas dan sambil mengusap-usap matanya
"Nona cuci muka dulu dan berganti pakaian anda nanti akan saya ikatkan rambut anda supaya menjadi rapi," ucap pelayan itu masih dengan membersihkan kasur yang berantakan itu sementara nonanya mencuci mukanya yang baru saja bangun dari tidur
'Hari ini aku juga tidak memiliki banyak kegiatan, sebaiknya aku pergi ke butik untuk melihat-lihat,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil bersiap-siap
"Noella, apa aku boleh keluar dari mansion hari ini?" ucap Gressa dengan tatapan polos
'Bagaimana bisa nona begitu terlihat imut hari ini?' ucap Noella di dalam hatinya dengan berbunga-bunga
"Saya tidak tau nona, tapi anda bisa menanyakan kepada tuan Baron," ucap Noella sambil menyisir rambut nonanya
'Kenapa rasanya begitu merepotkan? padahal hanya keluar dari mansion,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan suram
"Nona tenang saja, anda pasti di izinkan untuk pergi jalan-jalan di luar mansion," ucap Noella sambil tersenyum berusaha menghibur nonanya
"Baiklah, kalau begitu aku ingin bertemu dengan tuan Baron, apa boleh?" ucap Gressa dengan tatapan polos
"Aku ingin bertanya sekarang, karena aku takut kalau nantinya aku mengganggunya sarapan atau malah aku mengganggu pekerjaannya,"
"Oleh karena itu aku ingin bertemu di pagi hari karena tuan Baron mungkin saja belum melakukan kegiatan apapun di pagi hari," ucap Gressa dengan tatapan polos
"Woah..."
"Nona anda sangat jenius, baiklah kalau begitu sekarang kita akan menemui tuan Baron," ucap Noella sambil tersenyum kemudian menggandeng tangan kecil nonanya ke ruangan kerja milik Baron muda itu
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
"Edmonia, tolong buka pintunya dan tanyakan apa keperluannya menemui aku," ucap Addison sambil menulis berkas-berkas yang masih menumpuk
"Baiklah," ucap Edmonia sambil berjalan ke arah pintu dan membuka pintunya
"Nona Gressa, ada perlu apa anda datang ke sini?" ucap Edmonia sambil memberikan hormatnya kepada Gressa
'Ini perasaanku saja atau memang dia benar-benar memberikan hormat kepadaku,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan terkejut karena menurutnya orang di depannya hampir tidak pernah memberikan hormat dengan sopan kepadanya
"Ah itu... tuan Edmonia, aku ingin bertemu dengan tuan Baron untuk menanyakan apakah aku boleh keluar dari mansion atau tidak,"
"Karena mengingat aku tidak memiliki kegiatan apa pun hari ini jadi aku ingin berkeliling ke alun-alun kota untuk bersantai," ucap Gressa dengan senyuman lembut
"Baiklah, sebentar akan saya tanyakan dulu kepada tuan Baron," ucap Edmonia kemudian menoleh ke arah Addison
"Aku sudah mendengarnya biarkan Gressa masuk ke dalam ruangan," ucap Addison sambil mengerjakan dokumennya
'Aku baru mau berjalan ke arahnya dia dengan cepat mengatakan iya,' ucap Edmonia di dalam hatinya dengan perasaan pasrah
"Nona Gressa, maaf membuat anda menunggu, tuan mengatakan untuk masuk ke dalam ruangan," ucap Edmonia sambil membuka pintu ruangan dengan lebar
"Terima kasih," ucap Gressa sambil tersenyum
'Sepertinya aku datang di waktu yang salah, tumpukan kertas yang ada di atas mejanya dan di sekitar mejanya begitu menyeramkan,' ucap Gressa dengan tatapan terkejut melihat tumpukan kertas itu
"Emm... mungkin aku akan berkunjung di lain waktu saja kalau begitu," ucap Gressa dengan senyuman kaku kemudian membalikkan badannya
"Gressa, jika ada yang ingin kamu bicarakan kemari dan bicarakan, walaupun aku sibuk bukan berarti aku tidak bisa mendengarkan keinginanmu," ucap Addison sambil menulis dokumennya tanpa memandang Gressa
"Ummm... baiklah,"
"Aku ke sini hanya ingin bertanya apakah aku boleh pergi ke luar mansion untuk jalan-jalan," ucap Gressa dengan kepala tertunduk
"Tentu saja boleh tetapi kamu harus pergi dengan para pengawal, karena kamu adalah putri kediaman Baron," ucap Addison yang berhenti menulis dokumennya dan menatap Gressa
'Kalau aku pergi ke butik dengan pengawalan mungkin saja dia akan melaporkan kalau aku adalah orang dibalik suksesnya usaha itu,'
'Kemudian dia bisa curiga kepadaku, aku harus berhati-hati,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan waspada
"Tapi... aku biasanya pergi tanpa pengawalan, masih baik-baik saja, jadi bisakah aku pergi sendiri?" ucap Gressa dengan tatapan memelas
Apakah Gressa akan di izinkan pergi tanpa pengawalan? Apakah Addison akan benar-benar melakukan investasi di butik milik Gress? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Mungkinkah Gressa bisa bahagia nantinya dengan pilihan hidupnya?
GRESSA'S SECOND LIFE