
Hari libur yang ditunggu tiba, semua siswa-siswi menikmati libur akhir pekan mereka dengan cara yang berbeda-beda terutama untuk Gressa yang telah menjadi siswa akademi terbaik...
"Charlotte, apakah kamu menunggu lama?" ucap Gressa sambil berjalan ke arah Charlotte
"Aku tid-"
"Gressa, itu bukannya Lucius?"
"Kenapa dia ikut dengan kita?" ucap Charlotte dengan tatapan dingin ke arah belakang Gressa
"Apa aku tidak boleh ikut? Aku berniat untuk membeli beberapa perlengkapan akademi,"
"Jadi aku pikir bisa menemani kalian itu keluar dari akademi untuk pergi ke alun-alun," ucap Lucius dengan tatapan lembut dan perasaan bersalah
"Aku tidak masalah, kalau Gressa tidak masalah," ucap Charlotte dengan senyuman kaku
'Padahal aku sudah berniat menghabiskan waktu hanya bersama dengan orang yang aku kagumi,'
'Aku heran kenapa dia selalu saja mengganggu orang,' ucap Charlotte di dalam hatinya dengan perasaan kesal
Tidak lama mereka berjalan dari akademi mereka sampai di alun-alun kota...
"Gressa, aku dengar kalau ada cabang butik yang terkenal yang baru buka,"
"Bagaimana kalau kita coba ke sana?" ucap Charlotte dengan bersemangat
"Kamu tertarik bukan Gressa?" ucap Lucius dengan tatapan serius kepada Gressa tanpa mempedulikan Charlotte yang sedang mencoba mendapatkan perhatian dari Gressa
"Aku sedikit tertarik,"
"Jadi penasaran seperti apa penyihir di sana," ucap Gressa dengan serius dan sedikit menganggukkan kepalanya
'Lucius, bukannya orang yang hanya ramah kalau ada yang bisa di manfaatkan,'
'Kenapa dia bisa dekat Gressa yang latarnya hanya seorang bangsawan kecil saja?'
'Dia juga terlihat sekali berusaha ramah untuk mendapatkan perhatian Gressa,'
'Aku harus mencari tau supaya Gressa tidak dirugikan atau menderita,' ucap Charlotte di dalam hatinya dengan tatapan curiga dan tajam
"Charlotte, tadi kamu bilang mau ke butik bukan?" tanya Gressa sambil menoleh ke arah orang yang berada di sebelahnya
"Iya, kamu mendengarkan omonganku?" tanya Charlotte dengan tatapan kebingungan
"Tentu saja, aku mendengarkannya walaupun aku berbicara dengan Lucius," ucap Gressa dengan senyuman tipis
"Kring..." suara bel dari pintu terbuka
"Selamat datang apakah ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan toko itu dengan ramah
"Aku ingin memilih pakaian yang cocok untuk perempuan ini," ucap Gressa sambil menatap Charlotte
"Baik, nona bisakah anda ikut kami?" tanya pelayan toko itu dengan ramah
"Gressa, kamu tunggu di sini kan?" tanya Charlotte dengan tatapan tajam
"Tentu saja, aku akan menunggumu di sini," ucap Gressa sambil tersenyum
"Aku tidak menyangka kalau kamu begitu dekat dengan Charlotte Ava Esmeralda," ucap Lucius dengan tatapan tajam
"Aku juga tidak menyangka hanya dengan menolong dirinya,"
"Dia ingin berteman dekat denganku,"
"Aku merasa beruntungnya aku," ucap Gressa sambil menatap Charlotte yang sedang memilih pakaian
"Aku juga merasa aku juga beruntung,"
"Karena bisa bertemu dengan perempuan yang lucu dan jenius," ucap Lucius sambil tersenyum lembut ke arah Gressa
'Kenapa dia mengatakan hal itu sambil menatapku?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan
"Gressa, apakah kamu memiliki orang yang kamu sukai?"
"Jika tidak seperti apa tipe idealmu?" tanya Lucius dengan tiba-tiba sambil menatap pakaian-pakaian yang terpajang di ruangan itu
"Aku memang tidak memilikinya,"
"Tapi..."
"Kenapa kamu menanyakan hal semacam itu?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan
"Sosok seperti apa yang kamu sukai,"
"Siapa tau aku bisa menemukan laki-laki yang kamu suka," ucap Lucius dengan senyuman tipis
"Aku tidak ingin memikirkan hal seperti itu, karena menurutku cinta itu bisa mengkhianati siapapun jika terlalu berlebihan,"
"Dan ketika penghianatan datang maka semua janji yang di ucapkan, semuanya akan sia-sia dan hanya tersisa kebohongan saja,"
"Oleh karena itu aku tidak percaya dengan cinta, karena aku tidak memahami cinta seperti apa itu?'
"Ditambah lagi aku takut karena mencintai aku mati," ucap Gressa dengan senyuman pahit ke arah Lucius
"Jadi kamu berpikir kalau sekarang hanya perlu memikirkan masa depan?" ucap Lucius dengan tatapan kebingungan memahami ucapan Gressa
"Iya itu benar, karena jika di jalankan secara perlahan-lahan mungkin bisa menemukan arti dari segalanya," ucap Gressa sambil tersenyum
"Gressa, aku telah selesai memilih dan aku juga memilihkan untukmu beberapa,"
"Kamu mau mencobanya kan?"
"Kamu tidak perlu khawatirkan apapun karena aku yang akan membayarnya," ucap Charlotte keluar dari ruangan itu sambil tersenyum membawa beberapa kotak yang berisikan pakaian
'Jika aku menolak, mungkin dia akan menangis atau kecewa denganku dan itu bisa membuatku sedikit menjadi memiliki jarak dengan Charlotte,'
'Jadi aku harus menerimanya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan serius
"Baiklah, aku akan mencoba pakaiannya karena kamu yang memilihkannya," ucap Gressa dengan anggukan kepala dan berjalan ke arah para pelayan itu meninggalkan Charlotte dan Lucius
"Charlotte, katakan apa yang kamu inginkan dari bangsawan kerajaan ini,"
"Sampai kamu menggunakan seorang gadis dari bangsawan rendah,"
"Sebagai temanmu,"
"Padahal menurut rumor yang aku dengar kalau kamu memiliki teman yang tidak sekalas dengan dirimu,"
"Tapi sekarang kamu hanya berteman dengan seseorang yang orang tuanya atau walinya hanya memiliki gelar Baron,"
"Jika memang benar kamu ingin memanfaatkan dirinya untuk naik ke posisi atas,"
"Lebih baik kamu urungkan niat burukmu karena dia adalah Edelstein milikku," ucap Lucius dengan tatapan dingin dan tajam
"Permata milikmu? Sejak kapan kamu terobsesi kepada seorang perempuan seperti itu? Bukankah kamu menolak dekat dengan perempuan,"
"Sekarang kamu mengatakan kalau dia adalah permata milikmu?"
"Kamu yakin kamu tidak sedang bercanda?" ucap Charlotte dengan tatapan merendahkan
"Tidak, karena aku yakin dengan yang aku pilih dia adalah orang yang tidak bisa aku nilai dengan kemampuan bakat dan kemampuan yang dimiliki olehku,"
"Karena aku tidak bisa menilai dirinya, dan dia juga sangat berbeda,"
"Aku pikir kalau dia adalah Edelstein yang tidak ternilai harganya,"
"Jadi aku harap kamu benar-benar tidak merencanakan hal yang benar-benar kotor dengan menggunakan Gressa," ucap Lucius dengan tatapan dingin yang mengancam
'Aku terkejut dengan yang dia ucapkan,'
'Sama sekali tidak terlihat seperti orang yang berbohong yah walaupun aku tidak bisa melihatnya dengan jelas,'
'Karena aku tidak memiliki bakat dan kemampuan seperti itu,' ucap Charlotte dengan tatapan tajam ke arah Lucius
"Aku tidak akan pernah melakukan hal semacam itu kepada dirinya,"
"Karena dia adalah perempuan yang baik kepadaku, tidak mungkin orang yang berbuat baik kepada kita harus dibalas dengan sebuah darah atau pengkhianatan,"
"Karena semuanya pasti akan berbalik kepada diri kita sendiri, untuk setiap perbuatan,"
"Oleh karena itu aku sangat menyayangi Gressa seperti saudaraku,"
"Kalau bisa aku nikahkan dia dengan kakak laki-lakiku tapi sayangnya, dia tidak tertarik untuk menikah padahal dia sudah lulus dari akademi selama dua tahun tapi belum memutuskan untuk menikah," ucap Charlotte dengan tatapan kesal mengingat kakaknya
"Tapi jika kamu mengancam aku sampai seperti itu artinya kamu menyukai dirinya?" tanya Charlotte dengan tatapan yang tajam untuk memperhatikan kebohongan milik laki-laki yang ada di depannya
Benarkan Lucius memiliki perasaan perempuan itu? Apakah arti yang dikatakan oleh Gressa tentang aku takut karena mencintai aku mati? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life
*Arti dari Edelstein adalah permata dalam bahasa Jerman jadi itulah kenapa Charlotte bilang permata