Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 29 Lucius Shroud, itu adalah namaku



Sesampainya di depan gerbang besar itu, semua siswa-siswi baru itu disambut oleh para dewan kesiswaan akademi Richardson...


"SELAMAT DATANG PARA SISWA-SISWI AKADEMI RICHARDSON," ucap para dewan kesiswaan yang berada di depan pintu gerbang itu menyambut semua siswa-siswi yang datang dengan serentak dan lantang


'Apakah ini yang dinamakan acara pembukaan akademi? Aku tidak menyangka kalau akan sebesar ini,' ucap Gressa dengan tatapan terpukau karena melihat besarnya acara yang diadakan oleh para dewan Kesiswaan itu


"Mau sampai kapan kamu berada di depan gerbang dan menatap akademi seperti orang yang tidak pernah melihat festival itu?" ucap Luke dengan tatapan dingin berdiri di belakang Gressa


"Maafkan aku, aku akan segera masuk," ucap Gressa sambil berjalan masuk ke dalam akademi dan menuju ke aula penyambutan siswa


'Sesuai dengan yang tertulis di dalam novel dia adalah orang yang dingin kepada semua orang tidak terkecuali kepada siapapun,'


'Tapi aku merasa kalau dia sedang merendahkan aku karena aku hampir tidak layak seperti seorang bangsawan,'


'Aku juga tidak berniat untuk menjadi bangsawan, karena menjadi bangsawan artinya menanggung semua beban yang ada di masyarakat,'


'Ditambah lagi dendam pemilik tubuh asli ini sudah aku balaskan dendamnya jadi ini adalah tubuh milikku sepenuhnya,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil berjalan ke dalam aula yang besar dan luas itu


"Tidak heran di katakan sebagai akademi terbaik dan sulit untuk dimasuki para siswa-siswi, ruangan yang begitu mewah dan megah seperti ini," Gumam Gressa sambil menatap bangunan itu sambil berjalan namun tiba-tiba...


"Brukk..." Suara terjatuh


"Nona manis, apa kamu baik-baik saja?" ucap seorang laki-laki yang mengulurkan tangannya dengan senyuman lembut dan khawatir


'Dia terlihat sangat tampan dan terlihat seperti laki-laki yang lembut,'


'Tapi tetap saja tatapan matanya yang lembut itu terlihat sangat dingin,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menatap sosok yang mengulurkan tangan kepadanya


"Aku baik-baik saja,"


"Hanya tersandung batu di depan, karena tidak melihat jalan yang berada di depanku," ucap Gressa sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"Apa kamu yakin?"


"Kakimu terlihat biru seperti itu, apa kamu yakin baik-baik saja?" ucap laki-laki itu dengan senyuman lembut ke arah Gressa


"Lucius, akhirnya aku menemukan dirimu,"


"Apa kamu tau aku juga lelah dengan pekerjaanku? Jadi tolong bantu aku," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin dan tajam


"Jianying, kamu bukannya memiliki banyak anggota? Kenapa hanya aku yang kamu cari?" ucap Lucius dengan tatapan datar


"Karena kamu saja yang tidak memiliki pekerjaan sedangkan yang lain, memiliki pekerjaan dan mereka sekarang sedang mengerjakan bagian yang aku minta kerjakan,"


"Dan kamu baru kembali ke akademi hari ini jadi ini tugas yang harus aku berikan kepada dirimu yang tidak memiliki pekerjaan," ucap Jianying dengan tatapan dingin dan tajam


"Kalau begitu bagaimana dengan gadis ini? Dia terlihat begitu kesulitan,"


"Aku tidak mungkin meninggalkan dirinya di akademi sendiri," ucap Lucius dengan tatapan khawatir ke arah Gressa yang sedang terduduk di atas tanah


"Kamu... kalau tidak salah salah Gressa Elrick bukan?" ucap Jianying sambil menatap Gressa yang terduduk itu


"Iya itu adalah saya, ketua dewan kesiswaan," ucap Gressa dengan anggukan kepala pelan


"Apa kamu tidak bisa berjalan?" ucap Jianying dengan tatapan khawatir


"Aku mungkin bisa kalau aku paksakan," ucap Gressa dengan senyuman kaku


"Hah..."


"Kamu boleh melewatkan acara pembukaan, karena kakimu terluka dan Lucius kamu boleh mengantarkan dirinya ke ruangan perawatan,"


"Aku tidak bisa pergi dari lokasi ini karena semua anggota memerlukan aku," ucap Jianying dengan helaan nafas panjang


"Maaf merepotkan kalian,"


"Pekerjaan yang kalian lakukan terlihat sangat banyak, aku jadi mengganggunya," ucap Gressa dengan tatapan bersalah ke arah mereka


"Karena kami pasti akan mendengarkan semua masalah yang kalian hadapi," ucap Jianying dengan tatapan bangga dan percaya diri


"Kalau begitu aku tinggalkan dulu karena masih banyak hal yang harus aku kerjakan," ucap Jianying dengan senyuman pahit kemudian pergi meninggalkan kedua orang itu


"Nona Elrick, biarkan aku menggendong dirimu ya," ucap Lucius dengan senyuman lembut


"Terima kasih, tapi bisakah kamu memanggilku dengan nama Gressa saja, aku kurang terbiasa di panggil dengan nama keluarga,"


"Dan cukup panggil dengan nama tanpa kata nona," ucap Gressa dengan senyuman kaku


"Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan," ucap Lucius sambil tersenyum dan menggendong Gressa seperti seorang pengantin perempuan


"Maaf jika aku melakukannya dengan lancang tapi jika aku menggendong dirimu dari belakang maka kamu pasti akan mengalami kesulitan jadi aku menggendongnya dengan seperti ini," ucap Lucius dengan tatapan yang lembut


"Tidak apa-apa, aku berterima kasih karena ditolong," ucap Gressa dengan senyuman yang lembut


'Dia kalau di lihat-lihat lagi, begitu manis,' ucap Lucius di dalam hatinya kemudian setelah mereka berdua berbincang-bincang, akhirnya mereka berdua sampai di ruangan perawatan di akademi itu


"Maafkan aku, karena jadinya membuat pekerjaan kalian menjadi lebih berat,"


"Itu mungkin karena aku terlihat seperti orang yang tinggal di pedesaan ya?"


"Aku baru pertama kali melihat aula sebesar dan semewah itu dibandingkan dengan aula yang berada di dalam mansion keluargaku,"


"Jadi menurutku, itu sangat luar biasa karena itu aku terjatuh," ucap Gressa dengan kelapa tertunduk dan perasaan bersalah


'Entah kenapa ketika aku mendengar ceritanya, itu terdengar sedikit lucu,'


'Padahal biasanya dia gadis yang sangat dingin dan begitu waspada tapi dia bisa tersenyum dan melakukan hal bodoh seperti itu,'


'Rasanya lucu bisa melihat hal tersebut,' ucap Lucius di dalam hatinya dengan tatapan terkejut yang kemudian terlihat senyuman kecil dari dirinya, setelah itu dia menurunkan Gressa ke tempat tidur ruangan perawatan itu


"Tidak terlihat seperti itu kok,"


"Itu adalah hal yang wajar bagi bangsawan yang tidak memiliki wilayah yang luas seperti kita,"


"Aula yang berada di akademi adalah aula kedua terbesar setelah istana kekaisaran,"


"Jadi siapa pun yang melihatnya pasti akan sangat kagum dengan ruangan itu," ucap Lucius dengan tatapan yang lembut dan mengelus kepala Gressa dengan lembut


'Eh? Kenapa dia tiba-tiba mengelus-elus kepalaku? Addison saja tidak pernah melakukan ini seingatku,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan tertegun


"Ah... maafkan aku,"


"Aku biasanya melakukan ini kepada adik perempuanku, disaat dia merasa sedih,"


"Karena kebiasaan, aku jadinya langsung mengelus kepalamu tanpa sadar," ucap Lucius dengan senyuman kaku dan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal


"Tidak apa-apa, terima kasih,"


"Karena berkat bantuan anda saya menjadi sedikit tenang," ucap Gressa sambil tersenyum


"Lucius Shroud, itu adalah namaku,"


"Jadi tolong panggil aku dengan nama mulai sekarang,"


"Kamu hanya perlu memanggilku dengan nama Lucius," ucap Lucius dengan tatapan yang begitu lembut


"Lucius, kamu ingin berteman denganku?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan


"Tentu saja, aku mau," ucap Lucius dengan senyuman yang lembut


Apakah pertemanan ini hanya akan menjadi sebuah pertemanan? Apakah mereka bisa menjalin hubungan dengan baik? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa second life