
Keesokan harinya, seperti biasanya kedua orang yang menjalani kehidupan bertunangan, datang untuk mengunjungi tunangannya yang tersayang tanpa mendapatkan surat dari laki-laki itu.
"Nona, apakah anda akan tetap berada di tempat tidur? Yang mulia putra mahkota datang ke sini,"
"Untuk mengajak anda jalan-jalan di alun-alun kota, apakah anda akan membuat yang mulia menunggu?" ucap Noella dengan lantang dan tatapan lelah melihat kelakuan nonanya yang masih tertidur dengan lelap
'Aku lebih baik kembali ke pekerjaan lamaku dibandingkan harus menjadi seorang pelayan tetapi bagaimanapun juga, nona telah membantuku,'
'Jadi, aku harus melayaninya dengan baik,' ucap Noella di dalam hatinya dengan tatapan lelah
Di dalam bangunan yang berada di sisi lain dari kamar Gressa, ada sebuah ruangan untuk menyambut tamu. Tempat dimana sang putra mahkota kerajaan menunggu ditemani oleh Baron muda yang menyambutnya dari depan pintu. Suasana canggung terjadi di antara keduanya, membuat Addison harus memulai pembicaraan karena tidak sopan rasanya jika tidak mengajak tamunya berbicara.
"Jadi, yang mulia putra mahkota apa tujuan anda datang ke sini?" tanya Addison dengan tatapan dingin dan tajam
"Tentu saja untuk bertemu dengan tunanganku, karena bagaimanapun juga dia adalah gadis yang aku sayangi, tuan Baron,"
"Saya sangat berterima kasih kepada tuan Baron karena telah menyayangi Gressa dan melindunginya sebagai keluarga,"
"Karena tanpa anda mungkin saya tidak akan bisa bertemu dengan Gressa seperti saat sekarang ini," ucap Luke dengan senyuman tipis
"Apakah kamu tidak takut dengan kematianmu? Aku yakin kamu sudah tau setengah dari permasalahan yang terjadi di kekaisaran ini,"
"Dan sekarang kamu bertunangan dengan adikku, apakah kamu sedang mencoba mencari masalah dengan keluarga Shroud?" ucap Addison dengan tatapan menyidik ke arah Luke
"Aku sama sekali tidak ada niat untuk bertengkar dengannya, semua yang dilakukan adalah kesalahan orang tuaku bukan kesalahan yang aku lakukan,"
"Orang tua itu sendiri saja tidak peduli dengan anaknya sendiri, bagaimana mungkin aku harus khawatir dengan dia yang sekarang selalu di teror dalam masalah,"
"Aku yakin tuan Baron telah menandatangani kontrak dengan duke Shroud bukan? Sampai berani melawan di depan sang raja, hal ini terdengar sampai telinga rakyat kecil,"
"Yah walaupun mereka tidak tau anda telah menandatangani sebuah kontrak,"
"Beri tau padaku apa yang dia janjikan kepada anda? Hingga anda berani mengambil resiko seperti ini," ucap Luke dengan tatapan dingin lurus ke arah Addison yang sedang minum teh begitu santai
"Kamu sejak awal membahas keluarga Shroud cuma karena ingin tau apa yang membuat aku menyetujui perjanjian kontrak bukan? Apa keuntunganku jika aku memberi tau isi kontrak ini?" ucap Addison dengan seringai kemudian meletakan cangkir tehnya
"Saya akan memberi tau ada lokasi tentang organisasi yang anda cari," ucap Luke dengan tatapan meyakinkan
"Aku sudah mengetahuinya tapi mereka dengan senang hati menolak membantuku jadi aku tidak memikirkannya lagi,"
"Sekarang bisa bertahan dengan kegelapan saja sudah cukup untukku," ucap Addison sambil memandangi tangannya yang berada di balik sarung tangan
Tiba-tiba pintu besar yang tertutup itu terbuka, dan terlihat seorang gadis yang sedang berdiri dan mendengarkan suara dari balik pintu besar itu. Membuat kedua orang itu memandang gadis itu dengan tatapan datar.
"AHAHAHA..."
"Sepertinya pintu akhir-akhir ini tidak memiliki pertahanan yang kuat ya," ucap Gressa dengan senyuman yang kaku
"Gressa, jika kamu ingin menguping pembicaraan orang seharusnya kamu menggunakan sihir untuk mendengarkannya bukan dengan telingamu untuk mendengarkannya,"
"Dan caramu berbohong sangat jelek," ucap Addison dengan tatapan datar melihat perilaku adik perempuannya
"Siapa pun pasti akan mengetahui kalau kamu berada di depan pintu itu, apalagi sampai pintu itu terbuka," ucap Luke dengan tatapan dingin dan tajam ke arah Gressa
"Bisakah kamu sedikit saja tidak berkata-kata buruk di saat tidak berada di depan publik," ucap Gressa dengan tatapan kesal
"Tapi ini bukan di depan publik dan aku yakin kakakmu juga mengetahui kalau kita hanya melakukan tunangan kontrak jadi tidak perlu melakukannya karena di tatapan mata kakakmu tidak ada yang bisa membohonginya," ucap Luke dengan tatapan dingin
"Karena kamu sudah sampai di sini dan yang mulia putra mahkota datang dengan susah payah, maka sebaiknya kita sarapan bersama," ucap Addison untuk mengalihkan pembicaraan yang sebelumnya
"Baiklah, karena hari ini memang tujuanku datang ke sini untuk menjemput Gressa dan mengajaknya berjalan-jalan sekaligus untuk mengajak sarapan bersama di restoran,"
"Tapi karena di undang tuan baron muda untuk sarapan bersama, aku tidak bisa menolak tawaran karena itu tidak sopan," ucap Luke dengan senyuman yang ramah dan bersinar ke arah Addison
"Pencitraan saja di depan orang lain," Gumam Gressa dengan tatapan kesal mengikuti langkah kakaknya ke ruangan makan
'Bagaimana bisa perilakunya terlihat seperti anak kecil begitu?'
'Tapi kalau dilihat memang..'
"Lucu dan menggemaskan," ucap Luke di dalam hatinya yang kemudian menggumam saat menatap Gressa dari arah belakang
'Kenapa mendadak aku merasakan merinding begini? Rasanya sedikit menyeramkan,' ucap Gressa di dalam
hatinya sambil mengelus-ngelus lengannya yang merasa merinding
Mereka bertiga menghabiskan sarapan begitu dengan hangat layaknya ketiga orang itu adalah sebuah keluarga, namun walaupun terlihat indah tapi pasti dari keindahan itu adalah luka yang akan datang. Oleh karena itu mereka tidak bisa merasakan kalau hubungan yang mereka lakukan sekarang adalah hanyalah perasaan semu yang tidak boleh di ingat.
"Terima kasih atas jamuan sarapannya tuan baron,"
"Kalau begitu kami berdua izin berangkat," ucap Luke dengan senyuman lembut ke arah Addison sedangkan Addison hanya menatap dengan dingin ke arahnya untuk memberikan peringatan kalau adik perempuannya terluka atau lecet maka dia akan langsung menghilangkan nyawanya, memang kejam peringatan yang diberikan tetapi dia tidak ingin adik perempuannya terluka karena perang dingin yang dilakukan keluarga Shroud dengan keluarga kerajaan.
"Kakak, kami pergi dulu," ucap Gressa dengan senyuman lembut yang kemudian dijawab dengan anggukan lembut
"Jadi, kita mau pergi ke mana?" tanya Gressa dengan tatapan penasaran
"Kita pergi ke taman kota, aku dengar di sana ada tempat yang bagus untuk berkeliling dengan pasangan,"
"Atau kamu ada tempat lain?" ucap Luke dengan tatapan lembut
"Humm... aku memang ada rencana tapi aku ikut saja dengan keputusanmu," ucap Gressa dengan anggukan pelan
Luke dan Gressa menghabiskan waktu bersama dari mulai berkeliling taman sampai menaiki perahu untuk menikmati keindahan yang tidak jauh di sungai.
"Bagaimana perasaanmu setelah berkeliling tadi?" tanya Luke yang duduk di samping Gressa
Apakah jawaban dari Gressa? Apakah Luke akan memiliki perasaan kepada Gressa seiring waktu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life