
"Gressa, bagaimana rasanya?" ucap Lucius dengan senyuman lembut
"Rasanya lumayan, aku rasa jika di bolehkan aku ingin langsung berinvestasi dengan restoran ini," ucap Gressa dengan mata yang berbinar-binar
"Tuan, ini adalah tagihan dari pesanannya," ucap seorang pelayan sambil mengantarkan sebuah tagihan
"Baiklah, kirim tagihannya ke mansion Shroud," ucap Lucius sambil menadatangani tagihan itu
"Baik tuan, dan terima kasih," ucap pelayan itu sambil memberikan hormat kemudian pergi meninggalkan Gressa dan Lucius
"Eh? Kamu yang membayar semuanya?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan
"Tentu saja, karena aku yang mengajakmu untuk berjalan-jalan tentu saja, aku juga yang harus membayarnya,"
"Aku tidak mungkin membiarkan seorang perempuan membayar tagihan makanan yang aku pesan, karena itu adalah laki-laki yang buruk," ucap Lucius dengan senyuman lembut
"Kalau begitu bagaimana kalau sekarang kita pergi keliling alun-alun kota," ucap Lucius sambil mengulurkan tangannya
"Baiklah, aku hanya akan ikut kamu saja," ucap Gressa sambil tersenyum tipis sambil menggapai uluran tangan itu
"Cuacanya sangat cantik ya," Gumam Gressa sambil menatap langit dan orang-orang yang bersenang-senang di alun-alun kota berlalu-lalang
"Kamu juga cantik, bahkan mungkin lebih cantik dari langit," ucap Lucius sambil tersenyum
"Kamu bisa saja berkata-kata manis Lucius," ucap Gressa sambil tersenyum malu
"Apa kamu tidak tau kalau tuanku ingin lewat melalui jalan ini? Seharusnya kamu menepi di tepi,"
"Aku tau kamu pasti ingin mendapatkan kompensasi dari bangsawan jadinya kamu sengaja berada di tengah jalan seperti itu, dan seharusnya sekarang kamu minta maaf karena kesalahanmu," ucap seorang kusir dengan lantang dan nada kesal kepada seorang anak kecil yang terduduk di depan orang itu dengan kepala tertunduk
"Humm..."
"Sepertinya ada yang ribut tidak jauh dari sini, Lucius bagaimana kalau kita melihatnya?" ucap Gressa sambil menatap Lucius
"Baiklah, aku juga penasaran ada masalah seperti apa di sana," ucap Lucius dengan anggukan pelan yang kemudian berjalan ke arah keributan di ikuti oleh Gressa
"Aku tidak bermaksud untuk mendapatkan kompensasi tapi aku hanya lewat dan kuda itu melaju dengan kencang,"
"Jadi tentu saja tidak mungkin untukku menghindarinya," ucap anak kecil itu dengan kepala tertunduk dan suara yang lemah
"Alasan saja, aku tau orang yang sengaja mana mungkin mengaku,"
"Dan juga tidak mungkin kamu tidak ingin meminta kompensasi karena kamu pasti akan menyebarkan rumor kalau kamu ditabrak oleh bangsawan tanpa mendapatkan kompensasi,"
"Yang membuat orang-orang menuduh kami bukan bangsawan yang baik," ucap Kusir itu dengan tatapan kesal sambil menunjuk ke arah anak kecil itu
"Memangnya bangsawan itu tidak punya uang sedikit pun? sampai tidak ingin memberikan kompensasi dan menuduh anak kecil yang lewat dan sulit menghindar karena laju kuda yang sangat cepat ketika membawa kereta," ucap Gressa dengan lantang
"Siapa yang berbicara begitu berani? Jangan bersembunyi di balik kerumunan orang-orang, kalau kamu ingin membicarakan seorang bangsawan,"
"Kamu hanya seorang pengecut yang berbicara di banyak orang yang berkumpul," ucap Kusir itu dengan tatapan merendahkan
"Humm..."
"Kalau begitu, apakah sekarang aku sekarang juga masih orang yang masih begitu pengecut?" ucap Gressa sambil berjalan ke arah kusir yang merendahkan dirinya
"Kamu! Seorang perempuan dari rakyat jelata,"
"Apakah orang seperti dirimu layak mengatakan hal semacam itu?" ucap Kusir itu dengan tatapan merendahkan
"Memangnya dalam berbicara untuk memberikan keadilan harus menggunakan gelar atau orang yang memiliki kekuasaan?" ucap Gressa dengan tatapan dingin dan tajam
"Keadilan?"
"Nona, apa kamu tau kamu masih sangat muda mana mungkin orang seperti dirimu mengerti yang baik dan benar?"
"Dan juga seharusnya perempuan seperti dirimu pasti laku jika menikah dengan para bangsawan karena kamu cantik," ucap Kusir itu sambil berjalan ke arah Gressa
"Kusir kenapa begitu lama?" ucap Seseorang yang berada di dalam kereta
"Tuan ada seorang perempuan yang ikut campur dalam menyelesaikan masalah ini," ucap sang kusir dari luar kereta
"Baiklah, biarkan aku melihatnya secara langsung orang tersebut," ucap suara yang berada di dalam kereta itu yang kemudian sang kusir dengan cepat berjalan ke arah kereta untuk membuka pintu sang tuannya
"Siapa perempuan yang begitu berani? Aku penasaran," ucap sosok yang keluar dari kereta itu menatap Gressa
"Kamu gadis yang manis, bagaimana kalau kamu melupakan masalah ini..."
"Dan menjadi tunanganku?"
"Bukankah ini sangat menguntungkan untuk dirimu, gadis manis? ucap laki-laki itu dengan tatapan tertarik
"Aku tidak mau, karena orang seperti anda bukan sama sekali tipe saya,"
"Dan juga sayalah yang akan memutuskan ingin menikah atau tidak bukan anda," ucap Gressa dengan tatapan dingin
"Semakin keras kepala maka akan semakin menarik," ucap laki-laki itu sambil menyentuh dagu Gressa
"Lepaskan aku!" ucap Gressa sambil menepis tangan laki-laki itu
"Kamu berani sekali kepada seorang pewaris keluarga Duke Vandiar," ucap Kusir itu dengan tatapan merendahkan Gressa
'Vandiar? Bukankah dia adalah tokoh antagonis yang terobsesi dengan cinta pemeran utama bahkan gilanya dia ingin mengurung pemeran utama,'
'Kenapa aku yang pertama bertemu dengan dirinya?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan keringat dingin
"Sekarang kamu sudah tau siapa aku bahkan jika kamu bangsawan kamu tidak akan bisa melepaskan dirimu dari keluargaku," ucap Vandiar dengan tatapan dingin dan merendahkan
"Calon kepala keluarga Vandiar memang berbeda ya,"
"Menindas orang yang lemah dan seorang perempuan yang lemah untuk menyelesaikan masalah," ucap Luke yang berjalan ke arah depan Gressa
"Apakah kamu lupa dengan peraturan perundang-undangan kerajaan mengenai melukai bangsawan dan seorang putri kerajaan ini?"
"Dan juga kamu tau dia adalah seorang putri kerajaan ini,"
"Dan juga menggunakan nama keluargamu untuk menindas perempuan dan anak kecil, mukamu sudah tebal ya?"
"Jika memang benar, artinya aku harus meminta orangku untuk menutup perdagangan batu pertambangan dari timur tengah ke keluarga Duke Vandiar," ucap Lucius dengan senyuman dingin dan berdiri di depan Gressa
'Mereka berdua kenapa berada di sini? Dan kenapa aku dikatakan sebagai putri kerajaan?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan kebingungan melihat kedua laki-laki yang berada di depannya
"Yang mulia putra mahkota? Dan Duke Shroud? Kenapa kalian melindungi gadis ini dan mengatakan kalau dia adalah seorang putri?"
"Bukankah anda bertunangan dengan adik perempuan saya? Apakah anda sedang melakukan perselingkuhan? Dan Duke Shroud apakah kamu sedang tidak bisa melihat kebenaran yang terjadi sekarang?" ucap calon kepala keluarga itu dengan tatapan dingin
"Biar aku jelaskan, orang yang di depanmu ini adalah putri dari kepala pendeta kekaisaran,"
"Dan kedudukan kepala pendeta setara dengan raja, jadi kamu harus tau kalau dia adalah putri kerajaan dan tidak ada hubungannya dengan adik perempuanmu itu,"
"Dan juga aku selalu menjadi pihak hukum dan perdagangan negara ini jadi tidak ada hubungannya dengan ketebalan mukamu dan tinggi hatimu itu," ucap Lucius dengan tatapan kesal
Kenapa Lucius menjadi kesal karena ucapan calon pewaris itu? Kenapa putra mahkota kerajaan sampai melindungi Gressa? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life