Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 41 seorang mata duitan



"Semuanya harap tenang, dan dengarkan sosialisasi ini dengan baik,"


"Karena jika kalian sampai tersesat saat perjalanan kunjungan maka kita tidak akan bisa lagi mengadakan kunjungan kemana pun tiga bulan berikutnya," ucap seorang laki-laki dengan tatapan tajam dan dingin


"Tujuan kita kali ini akan pergi ke kerajaan Lavina,"


"Negara yang bersejarah dalam perang pengkhianatan dan sihir hitam,"


"Perjalanan ini akan diadakan selama dua Minggu di mana kalian semua akan belajar bersama dengan para siswa-siswi di akademi Lavina juga,"


"Oleh karena itu aku harap kalian benar-benar mendengarkan dengan baik apa yang kalian dapatkan hari ini,"


"Walaupun perjalanannya akan di lakukan setelah selesai ujian akademi," ucap laki-laki yang berada di depan dengan tatapan tegas dan tajam


"Jianying, terlihat begitu merencanakannya dengan matang ya?" ucap Charlotte dengan tatapan serius menatap orang yang berada di depannya


"Dia dan saudaranya memang adalah orang yang hebat sebelum masuk ke akademi,"


"Sejumlah bisnis di timur di ambil ahli dan dijalankan oleh mereka berdua di umur 11 tahun,"


"Dan mereka sampai ikut dalam pembicaraan politik di ajak oleh orang tua mereka,"


"Jadi tidaklah heran jika mereka bisa mendapatkan undangan untuk posisi ketua dewan kesiswaan langsung dari kepala sekolah, aku tidak tau bagaimana kepala akademi kita bisa membujuk dia dari timur ke negeri barat ini,"


"Tapi yang jelas mereka orang yang tidak bisa di ajak untuk bermain-main di dalam peraturan," ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba datang menyalip pembicaraan mereka


"Dallen, apakah kamu selalu punya bakat dalam menyalip pembicaraan orang lain? Karena setiap kami berkumpul untuk berbicara, kamu selalu menyambungnya," ucap Gressa dengan tatapan tajam


"Humm..."


"Mungkin kamu benar, karena bagaimanapun juga setiap rumor yang ada di akademi ini sangat lah menarik terutama kepada mereka yang memiliki banyak bakat dan kemampuan,"


"Apalagi bakat dan kemampuan milik mereka adalah hal yang langka,"


"Itu sangat menarik untuk diketahui," ucap Dallen dengan senyuman dinginnya


'Aku tidak tau, maksud dari ucapan yang dikatakan oleh Dallen, tapi aku merasa kalau dia akan memanfaatkan orang jika dia mengetahui bakat dan kemampuan yang istimewa,'


'Tatapannya yang dingin itu mengisyaratkan semua yang ingin dia lakukan tidak ada yang bisa menghentikannya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan yang datar


"Berbicara mengenai rumor, aku mendengar kalau baru-baru ini, kamu menjadi babu tunangan kakakmu? Apakah itu benar Dallen? Apakah itu artinya pangkatmu dari pangeran kedua turun menjadi babu calon istri putra makhota?" ucap Charlotte yang teringat dengan rumor yang baru-baru ini beredar di kalangan akademi


"Darimana kamu mendengarkan hal seperti itu? Dana siapa yang menyebarkan rumor itu? Katakan langsung kepadaku?"


"Aku penasaran apakah orang seperti itu tidak sayang dengan kepala yang ada di atas kepalanya?" tanya Dallen dengan tatapan dingin


"Jadi benar atau tidak rumor itu?" ucap Charlotte dengan tatapan penasaran


"Tentu saja tidak, dia hanya menitipkan barang yang ingin diberikan olehnya kepada kakak,"


"Karena kakakku sibuk jadinya dia memintaku untuk menyampaikannya," ucap Dallen dengan tatapan kesal dan senyuman yang kaku


"Bukankah itu artinya benar?"


"Karena kamu ingin menyampaikan yang dia minta," ucap Gressa yang mengikuti pembicaraan itu


"Hah..."


"Perempuan itu akan menangis kencang, jika aku tidak membantunya memberikan barang itu kepada kakakku,"


"Disaat kakak tidak suka diganggu, perempuan yang menjadi tunangannya itu pernah dia lempar pisau belati,"


"Tapi perempuan itu jadinya tidak berani mengganggu dia ketika sibuk hanya ketika kakak memiliki waktu, dia sudah memutuskan untuk mengganggu kakak,"


"Misalnya di depan umum seperti sekarang, tentu saja kakak tidak akan mungkin melemparkan belati atau apapun ke arah perempuan itu karena reputasi kakak sebagai putra mahkota akan di pertanyakan," ucap Dallen dengan helaan nafas yang lelah


"Baiklah, terima kasih telah datang langsung untuk menyampaikannya," ucap Gressa dengan memberikan hormat


"Kalau begitu, kita lanjutkan nanti pembicaraan ini ya?" ucap Gressa sambil mengikuti langkah perempuan yang berada di depannya


"Kenapa kepala akademi memintaku untuk menemui dirinya? Bukankah masih ada sampai besok hariku untuk berpikir?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan


"Humm..."


"Itu karena ada hal penting yang ingin dibicarakan dan juga ada tamu penting yang datang untuk anda,"


"Oleh karena itu anda diminta untuk datang ke ruangan beliau," ucap Rubia dengan tatapan yang serius


"Selamat datang Gressa,"


"Ada yang ingin aku bicarakan,"


"Hal ini sangat penting dan serius menyangkut tentang dirimu," ucap Felix dengan tatapan serius


"Masalah serius? Masalah seperti apa?" tanya Gressa dengan kebingungan


"Ada ramalan yang mengatakan kalau bakat kemampuan waktu bisa merenggut setiap usia yang dimiliki oleh orang tersebut,"


"Dan setiap umur yang di ambil itu bisa menyebabkan perubahan kepada setiap takdir orang lain,"


"Dan ramalan ini baru disampaikan oleh katedral,"


"Langsung dari kepala pendeta, aku ingin kamu yang membuat keputusan ini,"


"Apakah kamu ingin mempelajari dan memanfaatkannya atau kamu ingin menyegelnya di dalam dirimu sendiri sampai kamu tua,"


"Yang artinya kamu tidak akan bisa menggunakan sihir ataupun menggunakan artefak sihir," ucap Felix dengan tatapan serius


"Apa hanya itu yang membuat anda mengatakan kalau hal itu adalah hal yang darurat?" tanya Gressa dengan kebingungan


"Eh? Kenapa kamu tidak sama sekali panik? Bukankah kamu tau kalau ini menyangkut hidup dan mati dirimu sendiri?" ucap Felix dengan tatapan bingung


"Karena selama aku bisa menggunakannya untuk kepentingan banyak orang, dan tidak menggunakan karena aku ingin mengetahui masa depan kemudian merubahnya, aku rasa tidak masalah jika taruhannya nyawa, karena aku pernah merasakan pahitnya hidup di dunia yang begitu kejam,"


"Tapi karena hari ini aku telah di minta datang langsung, maka aku akan setuju jika anda benar-benar menginginkan saya menjadi murid anda," ucap Gressa dengan senyuman tipis


"Aku tidak menyangka jawaban yang memikirkan orang banyak adalah jawaban yang keluar dari mulutmu,"


"Dan karena kamu langsung menjawabnya kita akan pergi ke katedral, mulai besok," ucap Felix


dengan senyuman dingin


"Kenapa kita harus ke katedral? Apakah untuk membuat saya lupa dengan dunia benci dan nafsu?"


"Jika begitu aku tidak bisa karena menurutku aku masih memerlukan banyak uang dan uang menjadi nafsuku tidak akan lepas," ucap Gressa dengan tatapan yang kebingungan


'Aku tidak menyangka kalau putri keluarga Elrick dan anak angkat dari mantan keluarga kekaisaran adalah seorang mata duitan,'


"Puff..."


"Kenapa anda menahan tawa anda pak kepala?" tanya Gressa dengan tatapan dingin


"Tidak ada hanya saja jawaban yang sangat unik," ucap Felix dengan senyuman profesional untuk menahan tawanya


Kenapa Gressa dikatakan sebagai orang yang mata duitan? Dan apa hubungannya dengan keluarganya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life