Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 32 Jadi maafkan aku ya?



Setelah kejadian itu hari-hari yang dijalani oleh Gressa berjalan dengan damai didampingi oleh bisnisnya yang berjalan lancar sampai hari Informasi yang diminta olehnya tiba...


"Dari surat yang dikirim kemarin, katanya dia hari ini akan datang tapi kenapa tidak ada," Gumam Gressa dengan tatapan kebingungan karena taman itu sepi


"Kenapa perempuan seperti dirimu berada di taman yang sepi ini?"


"Apa kamu tau ini adalah tempat yang hampir tidak pernah di kunjungi? Bahkan jika para bangsawan ingin menculik dirimu mereka akan dengan mudah melakukannya," ucap seorang laki-laki sambil berjalan ke arah Gressa


"Saya ke sini dan mau di culik bukan urusan yang harus anda pikirkan bukan?" ucap Gressa dengan tatapan dingin ke arah laki-laki itu


"Tentu saja itu harus aku pikirkan, karena kamu mengganggu wilayahku untuk bersantai, suaramu yang menggumam itu terdengar,"


"Dan membuatku terganggu,"


"Yang harus kamu ketahui ini adalah wilayahku,"


"Tidak seorangpun boleh ke sini," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin dan tajam


"Maaf jika aku mengganggu dirimu, kalau begitu aku pergi," ucap Gressa dengan tatapan dingin dan kesal tanpa melihat jalan di depannya hingga dia tidak sadar kalau kakinya telah tersandung oleh batu


"Bagaimana bisa seorang perempuan bangsawan seperti dirimu tidak bisa melihat ke arah depan dengan baik? Apakah kamu benar-benar bangsawan?" ucap laki-laki itu yang menangkap gadis yang mukanya hampir mencium tanah


'Aku hampir saja terjatuh dan mempermalukan diriku sendiri,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan lega


"Mau sampai kapan kamu seperti ini?" tanya laki-laki itu dengan tatapan sinis


"Maafkan aku telah bersikap kekanak-kanakan dan terima kasih Luke telah membantuku," ucap Gressa sambil memberikan hormat kepada orang yang telah membantunya dengan tatapan lembut


'Perempuan ini berperilaku dengan lembut ketika dia ditolong, jika saja tidak mungkin adabnya tidak akan terlihat,' ucap Luke di dalam hatinya dengan tatapan dingin


"Aku juga minta maaf,"


"Karena berperilaku kasar dan memarahi dirimu secara tiba-tiba hanya karena kamu berisik," ucap Luke dengan tatapan dingin hanya di jawab anggukan dan senyuman oleh Gressa


'Aku pikir dia pangeran yang angkuh seperti di novel tapi aku rasa tidak terlalu buruk jika dia memahami tata Krama,'


'Ternyata masih bisa bersikap seperti itu,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan kepala tertunduk


"Gressa, aku mencari dirimu kemana-mana, akhirnya aku bisa menemukan dirimu,"


"Akhirnya aku menemukanmu," ucap seorang gadis dengan tatapan khawatir


"Eh? Charlotte, kenapa kamu ada di sini?" ucap Gressa dengan tatapan kebingungan


"Aku mencari dirimu karena ada amplop yang tertulis untuk dirimu,"


"Oleh karena itu aku mencari dirimu kemana-mana,"


"Dan tempat ini adalah harapan terakhirku untuk mencari dirimu dan aku pikir aku tidak bisa menemukan dirimu," ucap Charlotte dengan mata yang berkaca-kaca setelah menjelaskan kekhawatirannya


"Eh? Charlotte, maafkan aku jika telah membuat dirimu khawatir dan terima kasih telah mencari aku," ucap Gressa sambil berusaha menenangkan perempuan yang khawatir kepadanya


"Aku sempat berpikir kalau mereka yang dikeluarkan dari akademi akan membalaskan dendam mereka kepada dirimu karena perlakuan yang telah kamu lakukan kepada mereka," lanjut Charlotte menjelaskannya dengan air mata yang telah mengalir melewati pipinya


"Charlotte, sudah jangan menangis lagi ya,"


"Sebagai ganti karena telah mencari kita berkeliling alun-alun kota ya?" hibur Gressa sambil mengusap air mata gadis itu


"Kamu harus janji ya," ucap Charlotte dengan tatapan serius


"Iya aku berjanji kepadamu," ucap Gressa sambil tersenyum tipis


'Aku heran kenapa putri keluarga Esmeralda itu mengeluarkan taringnya kepadaku tapi bersikap kekanak-kanakan kepada gadis yang tidak jelas itu,' ucap Luke di dalam hatinya dengan tatapan tajam ke arah Charlotte


"Ah iya, apa Luke ingin ikut pergi ke alun-alun kota juga?" tanya Gressa sambil menoleh ke arah Luke yang menatap mereka


"Gressa, ini ada surat yang penting itu,"


"Biar aku menyampaikan yang ingin di sampaikan oleh Luke kepadamu kalau dia benar-benar ingin ikut," ucap Charlotte dengan tatapan serius sambil menyerahkan surat yang diberikan oleh


'Apakah mereka berdua sudah saling terjalin dengan cinta? Aku rasa itu bagus mengingat juga hubunganku dengan Charlotte baik, ini akan membuat takdir kematianku tertunda,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan yang bahagia


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu untuk membaca isinya,"


"Tidak masalah jika kamu ingin pergi sedikit lama, karena aku yakin kalian ingin membicarakan hal yang sangat penting," ucap Gressa sambil berjalan menjauh dari kedua orang itu


'Apa yang membuatnya tiba-tiba begitu senang?' ucap keduanya di dalam hati dengan tatapan dingin


"Gressa!!" panggil seseorang dari kejauhan


"Lucius? Ada apa kamu ke sini?" tanya Gressa sambil berjalan ke arah perempuan itu


"Memangnya aku tidak boleh lewat sini?" ucap Lucius dengan senyuman lembut


"Bukannya tidak boleh hanya saja di sini tempat orang yang jarang lewat jadi aku pikir, tidak biasanya jika ada orang yang mau lewat sini,"


"Dan juga... dan," ucap Gressa sambil menggelengkan kepalanya dengan tatapan panik


"Fufufu,"


"Aku hanya bercanda,"


"Tidak perlu begitu serius dan panik,"


"Aku tidak masalah dengan jawaban yang kamu berikan," ucap Lucius dengan tawa kecil


"Gressa, apakah kamu tidak sadar kalau ada sesuatu di atas kepalamu?" ucap Lucius sambil menatap daun yang ada di atas kepalanya


"Sesuatu? Dimana? aku tidak menemukannya,"


"Kamu sedang mempermainkan aku?" tanya Gressa sambil menyentuh kepalanya yang kemudian menatap Lucius dengan tatapan tajam


"Tentu saja kamu tidak bisa menemukannya karena kamu hanya meraba-raba tanpa melihatnya,"


"Biar aku yang mengambilnya untukmu," ucap Lucius sambil tersenyum melihat Gressa kemudian mengambil daun terselip di antara rambut Gressa


"Ini adalah daun yang terselip di rambutmu," ucap Lucius sambil menyerahkan sebuah daun yang diambilnya dari rambut Gressa lalu menciumnya


"Kenapa kamu mencium daun itu?" ucap Gressa dengan tatapan kebingungan


"Karena aku merasa kalau daun ini keberuntunganku," ucap Lucius sambil tersenyum membuat Gressa tercengang beberapa detik untuk mencerna ucapan itu


"Gressa, kamu tidak menganggap omonganku serius bukan?"


"Karena aku hanya bercanda, jadi kamu tidak perlu menanggapinya dengan serius," ucap Lucius sambil tersenyum


"Humm..."


"Kalau kamu bercanda lagi aku akan pastikan kamu tidak bisa berjalan," ucap Gressa dengan tatapan kesal


"Aku tau aku salah,"


"Jadi maafkan aku ya?" ucap Lucius dengan tatapan lembut dan memelas


'Kenapa orang tampan kalau meminta maaf selalu tidak adil dan tidak baik untuk kesehatan?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan yang dingin namun dengan hati yang kacau


"Gressa, apakah kamu tidak ingin memaafkan aku?"


"Apakah kamu bersungguh-sungguh tidak ingin memaafkan kesalahanku?" ucap Lucius dengan tatapan yang masih memelas dan memohon kepada Gressa


Apakah Lucius akan benar-benar di maafkan? Apakah Luke akan ikut ke ajakan Gressa? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life