Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 10 Aku atau kamu yang menjadi atasan?



"Gressa, kamu memang sangat cepat paham dengan situasi yang akan aku lakukan,"


"Tapi aku benar-benar murni ingin menghabiskan waktuku denganmu sebagai seorang kakak," ucap Addison sambil tersenyum


'Dia berpikir kalau aku akan berpikir macam-macam mengenai makan malam bersama,'


'Tapi berbeda dengan yang tertulis di novel kalau Gressa yang tidak pernah di undang untuk makan malam bersama kakaknya bahkan mereka hampir tidak pernah saling bertatapan di mansion, karena Gressa sendiri yang meminta kalau dia tidak ingin banyak berhubungan dengan keluarga ini,'


'Malah sekarang aku sebagai Gressa makan malam dengannya, mungkin saja ini semacam perkembangan dari usahaku menghindar dari kematian,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil memakan makanan yang ada di atas meja


"Terima kasih, karena telah ingin menganggap aku adalah bagian dari keluarga ini," ucap Gressa sambil memotong daging dengan elegan


'Bukankah dia tidak pernah mendapatkan pelajaran tata krama dan etika seorang bangsawan, tapi bagaimana bisa dia melakukannya dengan begitu elegan dan sempurna tanpa ada kesalahan,'


'Aku harus menanyakan ini kepada Noella nanti,' ucap Addison sambil memperhatikan Gressa makan


"Jadi apa saya boleh mengetahui tujuan anda manggil saya?" ucap Gressa dengan tatapan tajam


"Ah iya, sebenarnya aku ingin memanggilmu lagi tadi siang tapi karena jarak dari kamarmu ke ruangan kerja jauh aku memutuskan sekalian untuk memanggilmu pada saat makan malam bersama," ucap Addison sambil menggoyangkan gelas wine itu kemudian meletakkannya di meja


"Ini ada surat untukmu ke akademi tesnya dua bulan lagi, aku harap kamu sudah mempersiapkan diri pada saat itu, dan juga ini adalah salah satu cara yang bisa kamu buktikan kalau kamu bisa menjadi bagian dari keluarga ini, bagaimana Gressa apa kamu mau?" ucap Addison sambil menatap tajam ke arahnya dengan senyuman dingin


'Aku tidak menyangka dia yang akan mengatakan tes ini secara langsung,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan yang datar


"Akademi? Apakah aku wajib belajar di sana? tapi karena anda mengatakan untuk membuktikan maka ini wajib ya,"


"Baiklah, aku akan berusaha untuk masuk kedalam akademi, jika aku gagal masuk ke akademi maka aku siap di keluarkan dari mansion ini, tanpa uang sepersen pun," ucap Gressa sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum


'Dia bilang siap di keluarkan dari mansion ini, dan tanpa uang, mana mungkin ada orang yang berbicara seperti itu secara langsung bahkan seorang pelayan yang ingin di usir sekalipun mereka akan diberikan sedikit uang untuk mereka meninggalkan mansion,'


"Seberapa buruk hidup gadis ini sampai menganggap kalau uang tidak penting untuk menyambung kehidupannya,' ucap Addison di dalam hatinya dengan tatapan terkejut ketika mendengarkan ucapan Gressa


"Tenanglah, kamu tidak akan di keluarkan dari mansion bahkan jika kamu ingin keluar dari mansion aku pastikan kamu harus menerima uang karena kamu memiliki darah keluarga ini," ucap Addison dengan tatapan serius


"Baiklah, aku mengerti,"


"Apa ada yang ingin anda sampaikan lagi?" ucap Gressa sambil menganggukkan kepalanya


"Tidak itu saja, yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Addison sambil menuangkan wine


"Kalau begitu, aku izin untuk selesai lebih dulu,"


"Terima kasih atas jamuan makan malamnya," ucap Gressa sambil memberikan hormatnya kemudian meninggalkan Addison sendirian di ruangan makan


"Edmonia, bagaimanakah menurutmu tentang Gressa?"


"Dia begitu kelihatan sangat peka terhadap situasi dan waspada tetapi dia memiliki sifat yang angkuh karena posisinya sekarang," ucap Edmonia sambil menatap tuannya


"Menurutmu begitu? Tapi menurutku Daripada bersikap angkuh dia lebih bersifat dingin dan berhati-hati dalam pembicaraannya,"


"Dia juga tidak banyak bicara saat makan malam, cara makannya untuk orang seperti dirinya yang tidak pernah memegang garpu, pisau apalagi memilih alat makan dan etika makan seorang bangsawan terlihat begitu elegan,"


"Jadi intinya kamu tertarik dengannya kan?" ucap Edmonia sambil menaikkan kacamatanya yang tidak terasa akan jatuh itu


"Begitulah, sepertinya yang aku rasakan,"


"Tolong kirimkan beberapa guru untuk mengajarinya dasar-dasar ilmu kekaisaran dan untuk mengetes sihir yang dimilikinya," ucap Addison sambil tersenyum


"Baiklah, akan aku lakukan," ucap Edmonia sambil tersenyum dingin dan memberikan hormat kepada tuannya


'Akhirnya aku bisa selesai dengan makan malam yang menegangkan itu,' Ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan lelah sambil membuka pintu kamarnya


"Tok... tok... tok..." suara ketukan dari jendela kamarnya


'Apa itu? Burung? kenapa ada burung yang terbang malam-malam begini?' tanya Gressa di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan kemudian berjalan ke arah jendela dan membuka jendelanya supaya burung tersebut masuk ke dalam kamarnya


"Surat? tapi ini surat dari mana?" ucap Gressa sambil melihat surat yang ada di dekat burung itu kemudian membukanya


*Nona Gressa, maafkan aku mengirim surat malam-malam begini, tapi surat ini aku kirim untuk memberikan kabar kalau bisnis yang anda inginkan telah kami buka selama beberapa hari dan juga berkat beberapa rancangan yang anda gambar untuk bisnis yang anda buat itu...


Membuat keuntungan tiga kali lipat dari modal yang dikeluarkan, saya harap anda bisa melihat butik yang anda inginkan. Target selanjutnya pasti akan sampai ke seluruh jalur perdagangan dunia, kami pastikan itu dan karena ini adalah ide yang anda berikan...


Kami sangat menantikan kedatangan anda jika anda memang ingin datang berkunjung dan melihat.


Tertanda Tuan Luci*


"Aku tidak menyangka kalau bisnis ini akan berjalan selancar ini,"


"Mungkin dua atau tiga hari dari sekarang aku akan pergi ke alun-alun kota untuk memeriksanya," Gumam Gressa sambil membakar kertas dari pesan yang ditulis


"Sekarang aku harus menuliskan balasan suratnya," Gumam Gressa sambil mencari-cari pena dan kertas untuk ditulisnya


"Aku harap surat ini benar-benar sampai kepadanya, tapi kalau seandainya ketahuan, maka aku hanya bisa menggunakan sandi untuk mengirim surat ini," ucap Gressa sambil menulis di atas kertas itu dengan kata-kata yang hanya mereka mengerti kemudian mengikatnya dengan seekor burung dan menerbangkannya


"Tuan, kami melihat ada seekor burung yang baru terbang dari kamar nona Gressa,"


"Apa perlu kita pergi untuk mengeceknya?" ucap seorang penjaga bayangan yang datang untuk memberikan informasi yang dilihatnya


"Tidak, tidak perlu karena aku percaya kepadanya, dia tidak mungkin mengkhianati keluarga ini," ucap Addison sambil menulis dokumen


"Apa kamu yakin tidak masalah? Tidak ada yang tau apakah dia akan berkhianat atau tidak?" ucap Edmonia dengan tatapan dingin


"Aku yakin dan tetap percaya kepadanya, apabila kamu bisa memberikan sebuah bukti yang kuat untuk itu maka aku pasti akan langsung menyuruhmu untuk membunuhnya," ucap Addison dengan tatapan dinginnya


"Bukankah itu hanya institusi dari pemikiran mu karena dia adalah orang yang di perlakukan buruk oleh nyonya besar?" ucap Edmonia dengan tatapan dingin


"Aku atau kamu yang menjadi atasan?" ucap Addison dengan dingin membuatnya mengeluarkan aura ingin membunuh


Apakah Edmonia akan baik-baik saja? Apakah surat itu akan sampai dengan selamat? Bagaimanakah kisah Gressa selanjutnya?


GRESSA'S SECOND LIFE