Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 42 Lebih baik diam



Setelah pertemuan dengan kepala sekolah, Gressa menjalankan pelatihan dan pelajaran khusus sampai pada saat ujian sebelum keberangkatan mereka ke kerajaan Lavina tiba...


"Gressa, apakah ujianmu berjalan lancar?" tanya Lucius dengan tatapan lembut


"Humm... ada beberapa soal yang sulit tapi itu masih bisa aku jawab, aku harap nilaiku tidak jatuh," ucap Gressa dengan lemas


"Bersemangatlah sedikit, aku yakin hasilnya akan sesuai dengan usaha dan semangat yang kamu kerahkan," ucap Lucius sambil mengelus kepala Gressa


"Baiklah, aku akan mencobanya," ucap Gressa dengan senyuman tipis


"Gressa, setelah ujian selesai,"


"Hari libur nanti, maukah kamu berjalan-jalan bersamaku?" tanya Lucius dengan tatapan lembutnya


"Jalan-jalan? Boleh saja,"


"Kalau begitu aku akan mengajak Charlotte dan Dallen untuk ikut bersama-sama," ucap Gressa dengan tatapan bersemangat


"Tidak bisakah kita pergi berdua saja? " Gumam Lucius dengan tatapan sedikit kecewa


"Eh? Lucius, apakah kamu barusan mengatakan sesuatu?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan


"Aku hanya bilang, sayang sekali kalau kita tidak bisa pergi berdua,"


"Karena ada suatu tempat yang bisa di jadikan tempat untuk melakukan bisnis jadi aku pikir untuk mengajak dirimu untuk berinvestasi dan memberikan saran untuk bisnisku ini," ucap Lucius dengan tatapan yang sedikit sedih


'Aku tidak pernah memberi tau dia kalau aku memiliki bisnis,'


'Jadi bagaimana bisa dia mengetahuinya?'


'Aku harus mencari tau sesuatu dengan cara memancingnya berbicara,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan curiga


"Humm..."


"Lucius, kenapa kamu percaya denganku dalam berbisnis?" tanya Gressa dengan tatapan penasaran


"Karena aku percaya dengan suara hatiku yang menyatakan kalau kamu adalah orang yang hebat dalam berbisnis," ucap Lucius dengan senyuman yang lembut namun tangan dingin


'Aku lupa kalau dia tidak tau aku adalah orang yang sama,'


'Bisa-bisa aku makan umpan yang di letakkan di pancingan,'


'Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama denganmu, memangnya sesulit itukah?' ucap Lucius di dalam hatinya dengan perasaan sedikit lega karena berhasil sadar dari pembicaraannya


"Humm..."


"Baiklah kalau begitu kita pergi berdua," ucap Gressa dengan anggukan pelan


' Yah selama bisa jadi uang, kenapa tidak? Lagipula tujuanku mempunyai banyak bisnis dan kemudian pergi dari kota ini sejauh-jauhnya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan curiga yang hilang


"Dallen, bisakah kamu membantuku memberikan kue ini untuk Luke?"


"Aku dengar dia semakin sibuk akhir-akhir ini jadi, aku pikir untuk membawakan dirinya kue yang aku buat," ucap seorang perempuan dengan tatapan memohon


"Hah..."


"Eliana, aku sudah mengatakannya berkali-kali,"


"Kamu seharusnya tidak berlebihan dalam melakukan tindakan karena kamu hanya seorang tunangan saja,"


"Jika kamu benar-benar ingin menyerahkan makanan ini maka serahkan sendiri, aku sudah terlibat rumor yang tidak enak karena dirimu,"


"Karena kamu tau kamu adalah perempuan yang memuakkan menurutku,"


"Jangan kira aku tidak tau kelakuan yang kamu lakukan ketika kamu diam-diam mengikutinya, dan melihat semua kegiatan yang dilakukan oleh Luke,"


"Dan juga ketika ada perempuan yang menaruh perhatian atau perasaan kepada kakakku, kamu pasti akan langsung membuatnya menderita bahkan sampai mereka mati, aku belum pernah melaporkan kelakuan buruk yang kamu lakukan ini kepada dewan kesiswaan karena aku merasa tidak perlu ikut campur untuk masalah kecil seperti ini,"


"Tapi semakin hari dan semakin lama aku tidak tahan dengan kelakuan yang kamu lakukan kepadaku, jangan kira kamu adalah perempuan yang imut, berasal dari keluarga terpandang dan cantik kamu bisa mendapatkan semuanya,"


"Aku lebih menginginkan perempuan yang tidak memiliki latar belakang yang tinggi menjadi tunangan kakakku dibandingkan dengan perempuan yang bertingkah pura-pura palsu seperti itu menjadi tunangannya,"


"Keluarga kerajaan bisa hancur jika berada di tangan orang seperti dirimu," ucap Dallen dengan tatapan muak dan dingin


"Aku tidak menyangka bisa mendengarkan fakta yang besar ini di sini," ucap Lucius dengan tatapan terkejut mendengarkan ucapan yang diucapkan oleh Dallen


"Bukankah aku dengar tunangan putra mahkota adalah perempuan yang manja dan manis?"


"Bagaimana mungkin orang seperti dia melakukan hal kejam yang dikatakan oleh Dallen? Aku jadi tidak percaya dengan ucapan yang dikatakan oleh Dallen," ucap Gressa sambil menatap kejadian itu dari jauh


"Tentu saja Gressa, terkadang ada banyak hal yang harus disembunyikan oleh para bangsawan terutama bangsawan yang melakukan hal kotor dan untuk menyembunyikan hal semacam itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki kedudukan yang tinggi,"


"Tunangan putra mahkota adalah seorang putri Duke tentu saja untuk menutupi semua hal kejam dan kotor yang dilakukan putrinya maka dia akan membantunya untuk menutupinya,"


"Ini adalah hal yang tidak tertulis di peraturan para darah biru yang melakukan kejahatan,"


"Tapi untuk orang luar bangsawan atau orang menjujung peraturan mereka tidak akan membiarkan hal ini dengan menutup mata, mereka akan mencari tau sampai ke akar-akarnya,"


"Contohnya si kembar yang duduk di kursi dewan kesiswaan Richardson, mereka orang yang sangat ketat dengan peraturan tidak peduli sogokan apa pun yang diberikan kepada mereka, mereka pasti akan membuat hukuman yang diberikan menjadi lebih berat,"


"Mereka berdua adalah orang yang cocok untuk deskripsi yang aku sebutkan,"


"Oleh karena itu kepala akademi secara langsung mengundang mereka untuk duduk di kursi itu,"


"Jika ini sampai di telinga kedua orang itu, keluarga Duke akan selamanya tidak mendapatkan perhatian dari negeri timur,"


"Dan orang-orang akan membuat nama Duke semakin buruk," ucap Lucius dengan dingin sambil menatap pembicaraan yang masih berlangsung di antara keduanya


"Jadi menurutmu haruskah kita melaporkannya kepada dewan akademi?" tanya Gressa dengan serius


"Tidak, lebih tepatnya kamu tidak perlu ikut campur dalam masalah seperti ini Gressa,"


"Aku tidak ingin karena kamu menuntut hal yang benar kamu harus menjadikan nyawamu sebagai taruhannya,"


"Dan juga aku tidak ingin kehilangan dirimu, seperti aku kehilangan mereka," ucap Lucius dengan tatapan yang sendu dan kosong


"Mereka? Siapa yang kamu maksud Lucius?" ucap Gressa yang tiba-tiba menyadarkan Lucius


"Tidak ada, aku hanya teringat dengan cerita yang diceritakan oleh guru di kelas,"


"Intinya kamu tidak boleh melakukan hal yang berbahaya karena orang seperti kita tidak akan di dengarkan Gressa,"


"Lebih baik diam, sampai kita benar-benar memiliki bukti yang jelas, jika tidak jangankan menuntut malah dirimu yang akan mati lebih dulu,"


"Oleh karena itu Gressa, aku ingatkan lagi jangan lakukan hal diluar batas kemampuan yang kamu miliki," ucap Lucius sambil menggenggam tangan Gressa dengan gemetaran dan dingin namun dengan tatapan khawatir dan kosong


Kenapa Lucius begitu mengingatkan Gressa? Apakah Gressa akan benar-benar hanya diam? Kenapa Lucius bersikap begitu?


Gressa's second life