
Perjamuan makan malam tiba, suasana yang sunyi dan mencengkam sangat terasa di dalam ruangan itu...
"Gressa, lusa nanti kamu akan pergi ke kerajaan Lavina bukan?" tanya Addison dengan tatapan dinginnya sambil menggoyangkan gelas wine
"Iya, ada apa kakak?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan menghentikan tangannya
"Besok pergilah dengan pelayanmu, untuk membeli barang-barang yang diperlukan untuk dua Minggu berpergian," ucap Addison dengan tatapan serius
"Eh? Terima kasih kakak,"
"Lucius, bagaimana kalau kamu juga ikut?" ucap Gressa sambil tersenyum
"Tidak bisa Gressa, besok aku juga harus pulang untuk mempersiapkan diri pergi ke kerajaan Lavina,"
"Jadi bersenang-senanglah," ucap Lucius sambil tersenyum lembut ke arah Gressa setelah menatap mata Addison yang tajam dan dingin
'Yah kalau aku ikut dengan Gressa, sama saja dengan bunuh diri,' ucap Lucius di dalam hatinya dengan sedikit merinding
Malam saat makan malam pun berakhir dimana semua orang kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat namun tidak dengan sang Baron muda, baginya istirahat hanya akan membuang-buang waktu yang berharga...
"Bagaimana penyelidikannya? Apakah kamu menemukan sesuatu?" tanya Addison sambil menatap langit malam yang berbatas kaca
"Kami merasa sangat sulit untuk menemukan organisasi itu dan melakukan kerja sama dengan mereka,"
"Walaupun kami telah mencari mereka sesuai dengan rumor yang beredar," ucap seorang laki-laki yang bertudung
"Yah bagaimanapun juga mereka adalah orang yang bekerja di bawah kerajaan Lavina, jika ingin menemukannya, kamu harus mencarinya di bawah bukan di atas menurut rumor yang beredar,"
"Karena itu bisa di palsukan oleh siapapun ditambah lagi itu adalah cerita lama, cerita tersebut lama kelamaan akan berubah," ucap Edmonia sambil membuka gulungan kertas
"Kemudian bagaimana lagi aku bisa menemukan cara untuk mengendalikan sihir hitam ini? Kalau bukan di kerajaan Lavina? Bukankah kamu tau cepat lambat kalau sihir hitam ini akan menjadi dominasi dibandingkan dengan jiwaku,"
"Dan karena itu aku bisa melukai Gressa dan seluruh rakyat kecil yang aku pimpin, tidak ada jaminannya untuk keselamatan mereka," ucap Addison dengan tatapan kesal
"Kamu sedang mencari dunia bawah bukan Addison, Bagaimana kalau membuat kontrak perjanjian denganku?" ucap sebuah suara yang berasal dari pintu
"Kenapa kamu ada di sini? Apakah kamu tidak tau sopan santun dan etika di kediaman orang lain?" ucap Addison sambil menghunuskan pedangnya di belakang leher Lucius dengan tatapan ingin membunuh dan haus darah
"Tenang lah, aku hanya ingin membantu dirimu,"
"Dan tentu saja isi dari kontrak ini tidak akan merugikan dirimu," ucap Lucius sambil memegang kertas kontrak dengan tatapan yang santai tanpa takut kalau pedang yang ada di belakang lehernya menebas kepalanya itu
"Kamu sungguh tidak takut mati walaupun pedangku sudah ada di belakang kepalamu,"
"Apakah isi kontrak itu lebih penting dibandingkan dengan nyawamu Lucius? Sampai mengorbankan sebuah nyawa itu," ucap Addison dengan tatapan yang waspada
"Tentu saja, karena selama aku diberikan kehidupan, aku harus membuat kontrak dan menjadikan hal itu menjadi kekuatanku,"
"Itulah salah satu cara supaya aku tidak lepas kendali, karena semua orang yang memiliki sihir hitam tidak akan diberikan banyak keringanan dalam menjalankan tanggung jawab," ucap Lucius sambil tersenyum
"Ternyata itu adalah perantara sihir hitam yang kamu miliki, tidak heran jika kamu begitu menikmati hidup menjadi seorang pedagang,"
"Tapi kalau itu menyangkut adik perempuanku maka aku dengan pasti akan menolak kontak itu," ucap Addison dengan dingin
"Bayarannya aku hanya ingin, kamu tidak terlalu dekat dengan keluarga kekaisaran, karena kamu adalah salah satu bangsawan yang memegang banyak peranan penting di dalam perang,"
"Aku harap kamu ingin memenuhi kontrak ini tentu saja, aku yakin kamu pasti bisa memenuhi," ucap Lucius dengan dingin
"Sudah aku duga, kalau kamu pasti ingin melakukan hal semacam itu cepat atau lambat,"
"Karena bagaimanapun keluarga kerajaan lah yang membunuh orang tuamu dan mereka menjadikan dirimu sebagai persembahan untuk pengorbanan tapi ternyata iblis itu malah memihak Lucius,"
"Dan karena keluarga kerajaan terlibat dalam ritual itu, memutuskan membunuh semua bawahannya untuk menutup mulut, tragisnya pewaris muda keluarga Shroud masih hidup dan memutuskan untuk berada di dunia bawah mengawasi keluarga kerajaan,"
"Siapapun tau yang berada di dekat dengan dunia iblis tau semua cerita itu, yang awalnya keluarga yang menghormati dewa jadi menghormati iblis,"
"Bahkan dia rela untuk menjadi tangan kanan iblis dengan tujuan selangkah demi selangkah bisa maju dan membuat langkah skak mat di jantung kerajaan ini," ucap Addison sambil mengambil pion raja
"Kamu tau cukup banyak ya Addison, kalau begitu kita tidak perlu banyak berdiskusi bukan?" ucap Lucius sambil menyerahkan surat kontrak kepada Addison
"Humm... baiklah,"
"Lagipula hanya aku bukan yang tidak boleh terlibat sedangkan adikku memiliki kebebasan untuk memilih? Benarkan?" ucap Addison yang mengeluarkan pena khusus
"Benar, aku tidak akan menghalangi pilihan yang dipilih oleh Gressa,"
"Karena hal ini hanya berlaku untuk dirimu yang merupakan pahlawan perang dan orang yang memiliki peran penting dalam perang," ucap Lucius dengan tatapan meyakinkan
"Baiklah, aku harap kamu benar-benar memberi tau informasi yang kamu ketahui," ucap Addison sambil menandatangani kontrak yang kemudian di berikan oleh Lucius salinan dari isi kontrak perjanjian itu setelah selesai Lucius memberikan sebuah gulungan yang berisi informasi. Setelah selesai dia pergi meninggalkan ruangan itu dan pergi ke ruangan perempuan yang entah di cintai atau di obsesi kan dirinya...
"Gressa, kita berada di dunia yang berbeda, aku sadar kalau, setiap perbuatan yang aku lakukan pada awalnya hanya sebuah sopan santun dan formalitas namun lama-kelamaan, aku merasa kalau justru perilaku yang aku lakukan itu justru memberikanku dua pilihan,"
"Obsesi atau cinta? Aku juga tidak memahami keduanya, walaupun aku bisa bersikap lembut namun aku sejak kecil selalu ditemani oleh kebencian,"
"Aku tidak yakin aku berada di pilihan yang bisa membuatku puas,"
"Gressa, mungkin hari ini adalah hari terakhir kita bertemu,"
"Karena semua yang aku lakukan selanjutnya akan berada di bawah kegelapan dan sangat kotor,"
"Sampai jumpa lagi tuan putriku," ucap Lucius sambil mencium beberapa helai rambut milik Gressa dengan senyuman yang pahit
Kemudian laki-laki itu pergi meninggalkan bangunan yang besar itu tanpa jejak...
"Aku dengar keluarga Elrick ada yang mencari kita?"
"Jadi menurutmu bagaimana tuan pemimpin? Apakah perlu kita berikan tanggapan?" tanya seorang laki-laki sambil tersenyum tipis ke arah orang yang berada di tengah-tengah kegelapan malam
Siapa orang yang duduk di tengah-tengah kegelapan? Apakah informasi yang diberikan adalah benar-benar informasi yang berguna? Kenapa Lucius mengucapakan seolah-olah dia akan berpisah?
Gressa's second life