
'Sebaiknya nanti aku juga benar-benar pergi ke Katedral, karena bisa saja nanti perempuan tua itu menyuruh orang untuk menyelidiki aku,'ucap Gressa di dalam hatinya sambil berjalan ke arah sebuah tempat yang dikunjunginya terakhir kali
"Kring... Kring..." suara pintu terbuka
'Bukankah itu adalah gadis kecil terakhir kali,'
'Aku harus segera mengantarnya kepada tuan,' ucap pelayan itu sambil berjalan ke arah Gressa
"Nona kecil silahkan langsung masuk ke atas," ucap pelayan itu sambil tersenyum
'Mereka seperti seolah-olah sedang menungguku, sepertinya cerita yang tertulis tentang masa kecil pangeran di dalam novel memang berguna,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan lega karena satu lagi persimpangan takdir terjadi
"Masuk saja nona kecil," ucap seseorang dari balik pintu itu seolah-olah dia tau kalau gadis kecil itu yang berada di balik pintu itu
"Bagaimana bisa anda tau saya yang akan datang?" tanya Gressa dengan tatapan penasaran sambil membuka pintu dan b?erjalan masuk
"Bagaimana kalau aku katakan pertemuan kita adalah takdir yang telah terhubung?" ucap laki-laki itu sambil tersenyum kecil dan mengedipkan matanya
"Maaf sepertinya aku salah masuk ruangan," ucap Gressa sambil berbalik
"Aku hanya bercanda,"
"Dan aku memang telah menunggu anda nona, untuk mengajakmu bekerja sama denganku,"
"Aku akan membuat kontrak yang isi syaratnya sesuai dengan anda inginkan tapi harus dengan persetujuan dariku juga tentunya," ucap laki-laki itu dengan tatapan serius
'Ini dia yang aku tunggu, tapi dia bilang ingin dengan persetujuan darinya, artinya dia tidak belum tentu setuju dengan yang aku inginkan,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menatap tajam
"Aku menolak, karena membuat kontrak yang masih dengan persetujuan dari anda syaratnya, aku merasa mungkin saja itu tidak bisa kamu usahakan untuk mengabulkan," ucap Gressa sambil melipat kedua tangannya
'Tidak pernah ada orang yang menolak aku sebelumnya bahkan dalam pembuatan kontrak, tapi kenapa dia menolak keuntungan ini? apa jangan-jangan ada yang ingin dia incar? kalau aku bilang tidak dia bisa-bisa pergi meninggalkan tempat ini dan aku sama sekali tidak bisa mengorek informasi,'
'Apa benar anak kecil bisa berpikir seperti ini? ditambah lagi caranya berbicara seperti orang yang telah sering melakukan bisnis, kecerdasan untuk anak seumuran terlalu tinggi, aku jadi penasaran siapa dia,'
'Aku rasa memang harus aku yang mengalah untuk mendapatkan dirinya,' ucap laki-laki itu dengan pasrah
"Baiklah, akan aku setujui semua syarat yang kamu inginkan tapi sebelum itu aku ingin tau siapa dirimu supaya aku bisa memberikan pengawal untuk dirimu dalam menyampaikan informasi,"
"Ditambah lagi kamu adalah seorang informan, aku harap kamu selalu mudah di temukan karena jika informasi yang kami butuhkan pada saat itu bisa langsung kami dapatkan," ucap laki-laki itu sambil menulis surat kontrak
"Aku mengerti, tapi jika kamu ingin membuat kontrak maka kamu harus memiliki sistem kepercayaan jadi aku juga ingin tau setidaknya tentang namamu, yang ingin menjalin kerja sama denganku, dan lagi kamu bukan ingin mengirimkan pengawal untukku melainkan mata-mata bukan?" ucap Gressa dengan tatapan tajamnya dan beraninya
'Gadis ini memang selalu membuat orang terkejut, aku rasa tidak ada salahnya memberi tau nama depanku saja dan dia tau apa rencana yang aku miliki,'
'Aku merasa seperti di dipojokkan oleh anak kecil ini,' ucap laki-laki itu di dalam hatinya dengan senyuman kaku
"Baiklah namaku adalah Luci kamu bisa memanggilku seperti itu,"
"Tenang saja, akan aku pastikan dia tidak akan setia kepadaku melainkan kepada dirimu," ucap laki-laki bernama Luci itu dengan senyuman ramah
"Baiklah, aku setuju dan untuk identitas yang aku miliki, aku harap kamu tidak mengatakannya kepada siapapun ataupun membocorkannya kepada orang yang ada di dekatmu ini juga aku harap kamu tulis di surat kontrak,"
"Setelah selesai di tanda tangani aku akan mengatakan identitas yang aku miliki," ucap Gressa sambil menyeringai
'Dia mencurangi aku bagaimana bisa dia akan mengatakan identitasnya setelah penandatanganan kontrak sedangkan aku sebelum kontrak,'
'Aku telah di tipu oleh anak kecil,' ucap Luci di dalam hatinya dengan perasaan tertusuk karena merasa di permainkan anak kecil
"Baiklah, ini kontraknya kamu bisa menulis atau tidak kalau tidak biar aku yang tuliskan isi kontraknya," ucap Luci sambil menyerahkan beberapa lembaran kertas kontrak itu
"Tidak perlu aku bisa menulis isinya sendiri," ucap Gressa sambil mengambil kertas kontrak itu
"Baiklah jika ada yang ingin kamu revisi langsung katakan saja, aku akan langsung mengubah isi dari kontraknya," ucap Luci sambil menuangkan teh ke cangkir tehnya
"Sudah, aku sudah menulis hal-hal yang aku inginkan dalam kontrak kamu bisa membacanya dulu sebelum menanda tangani surat kontrak ini," ucap Gressa sambil menyerahkan kembali kertas itu kepada Luci
"Baiklah, biarkan aku membacanya," ucap Luci sambil mengambil kertas itu
"Puff... uhuk... uhuk..."
"Apa kamu sungguh anak kecil? bagiamana bisa seorang anak kecil bisa menulis kontrak sedetail ini? dan yang kamu bahkan menulis pembagian keuntungan untuk aku dengan lumayan adil,"
"Membuka bisnis butik memang rata-rata hanya dikhususkan untuk bangsawan tapi pemikiran untuk membuka bisnis butik juga untuk kalangan rakyat biasa memang sangat unik ditambah lagi kamu juga menuliskan beberapa hal yang di siapkan,"
"Kamu juga ingin membuka toko obat-obatan dan beberapa obat yang di buat menggunakan sihir untuk rakyat biasa? Apa kamu yakin? serta kamu menulis resep ini langsung di dalam surat kontrak ini,"
"Aku hampir dibuat mati tersedak teh karena membaca isi kontrakmu ini,"
"Apa kamu yakin ini yang kamu inginkan? kamu tidak ingin mengubah isi kontrak yang kamu tulis ini?" ucap Luci dengan tatapan terkejut dan menyerahkan kertas itu kembali
"Tentu saja itu yang aku inginkan, dan tidak ada lagi isi kontrak yang ingin aku ubah jadi aku harap anda langsung menyetujui kontraknya," ucap Gressa sambil tersenyum
"Baiklah, kalau begitu aku akan menyetujuinya untuk masalah dua bisnis ini, setelah menandatangani kontrak aku harap kamu ingin membicarakannya dengan jelas tentang pandanganmu itu," ucap Luci sambil menyeringai dan menandatangani kontrak kemudian di lanjutkan dengan penandatanganan kontrak oleh Gressa
"Karena telah menandatangani kontrak aku akan memperkenalkan diriku,"
"Perkenalkan namaku adalah Gressa Elrick, aku berasal dari keluarga Baron Elrick bisa dibilang aku adalah anak haram keluarga Baron,"
"Aku harap kita kedepannya bisa bekerja sama dengan baik dan tolong rahasiakan identitas milikku dengan baik," ucap Gressa sambil tersenyum
Seperti apakah bisnis yang mereka jalankan ini berjalan? Apakah yang akan dilakukan oleh Luci setelah mengetahui informasi tentang orang yang bekerja sama dengannya? Apakah takdir Gressa bisa berubah?
GRESSA'S SECOND LIFE