Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 17 Kalian semua keluarlah



'Kenapa dia tiba-tiba menginginkan aku menjadi putri angkatnya?'


'Di dalam novel tidak tertulis apapun mengenai masalah kepala pendeta yang menjadi seorang orang tua angkat dari siapapun,'


'Dia bahkan orang yang penuh pendirian kalau aku membaca deskripsinya sekilas ditambah lagi melihatnya secara langsung juga membuatku yakin kalau itu adalah deskripsi yang benar,'


'Tapi aku tidak menyangka kalau ini adalah hal yang terjadi kepadaku,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan penuh perasaan kebingungan


"Jadi apakah kamu ingin menerima tawaran itu Gressa?"


"Aku tidak mempermasalahkan jika kamu ingin menerima pendeta itu sebagai ayah angkatmu,"


"Nantinya dia akan menjadi orang yang berguna saat kamu dalam masalah," ucap Addison dengan tatapan dingin dan tajam


"Chris kamu tidak memberikan komentar apapun?" ucap William dengan senyum yang penuh kebahagiaan


"Karena tuan Baron mengizinkannya maka aku tidak bisa melarang dirimu melakukan apapun," ucap Chris dengan tatapan yang lelah


'Jujur saja, kalau aku mendapatkan perlindungan dari katedral maka aku memiliki posisi yang kuat jika aku di usir dari akademi,'


'Ini memang kesempatan yang bagus untuk diriku,'


'Tapi di sisi aku harus mengemban tugas yang diberikan kat-'


"Gressa, jika kamu berpikir kalau kami akan menggunakan kekuatanmu dan memanfaatkan dirimu untuk kepentingan kami itu salah,"


"Kamu tidak akan menggunakan dirimu walaupun kami nantinya susah karena aku hanya ingin melindungi perempuan yang manis seperti dirimu,"


"Kamu juga tau kan kalau aku macam-macam orang yang di sana bisa membunuhku,"


"Tapi aku tidak ingin kamu mendengarkan ucapan dari orang lain ikutilah kata hatimu jika kamu ingin benar-benar menjadi anak perempuanku," ucap William sambil tersenyum


"Kalau begitu tolong tepati semua perkataan yang kamu katakan itu ya,"


"Kalau kepala pendeta akan melindungiku," ucap Gressa sambil tersenyum dengan lembut ke arah laki-laki yang ada di depannya


"Tentu saja, kalau begitu, kamu gunakan cincin ini maka nantinya ini akan melindungi dirimu dari bahaya," ucap William yang memberikan cincin itu kepada Gressa


"Terima kasih," ucap Gressa dengan senyuman yang lembut


"Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan bukankah lebih baik sekarang kita pulang ke Mansion Gressa?"


"Kita harus mendiskusikan tentang pendidikan yang akan kamu tempuh besok jadi jika kamu ingin bersenang-senang setelah kita berdua selesai berbicara mengerti?" ucap Addison dengan tatapan yang dingin


"Baiklah, aku mengerti tuan Baron," ucap Gressa dengan anggukan kepala kemudian pergi ke luar ruangan itu di ikuti oleh para penjaga yang menjaganya


"Bukankah kamu terlalu dingin kepada seorang anak kecil? Apa kamu tidak lihat kalau dia seperti orang yang tidak terurus oleh keluarga Baron,"


"Dan aku merasa kalau dia ketakutan mendengarkan ucapan yang kamu katakan,"


"Kamu harus berbicara dengan lembut kepadanya Addison," ucap William dengan tatapan yang dingin dan kesal kepada orang yang ada di depannya


"Ditambah lagi jika kamu dingin begitu nantinya itu akan mempengaruhi perkembangan dirinya sebagai seorang anak-anak yang membutuhk-"


"Maafkan kepala pendeta, beliau memang masih sering berbicara blak-blakan," ucap Chris sambil menutup mulut atasannya itu dengan paksa


"Tidak, aku tidak masalah dengan ucapan blak-blakan yang keluar dari mulutnya langsung karena aku sudah terbiasa dan juga yang dikatakan olehnya ada benarnya,"


"Jadi aku akan menganggapnya sebagai saran," ucap Addison dengan anggukan kecil


'Dia sedikit berubah menjadi seorang kakak yang menyayangi adik secara akut,'


'Tapi tidak masalah kalau membiarkannya bukan?' ucap William di dalam hatinya dengan senyuman tipis


Keesokan harinya di ruang makan kediaman Baron...


"Tuan Baron, maafkan saya jika saya makan di ruangan makan," Ucap Gressa dengan kepala yang tertunduk dan tangan yang berhenti bergerak karena laki-laki yang menurutnya menakutkan itu memasuki ruang makan itu


"Kenapa berhenti? Apakah makanannya tidak enak?"


"Kalau tidak akan aku panggilkan kepala koki yang memasak masakan ini dan memenggal kepalanya," ucap Addison dengan tatapan dingin menatap makanan yang ada di atas meja itu


"Apa ada orang yang memintamu untuk selalu meminta maaf ketika bertemu denganku? Katakan siapa orangnya," ucapnya lagi dengan tatapan tajam


"Tidak ada, aku pikir itu adalah tindakan yang kurang sopan jadi aku meminta maaf," ucap Gressa dengan kepala yang tertunduk karena merasa bersalah dan takut dengan orang yang ada di depannya


'Apa para pelayan ini membuat dirinya takut? Aku memang sempat mendengarkan kalau dia adalah orang yang sering di buat menjadi bahan pelampiasan kemarahan para pelayan lain,'


'Tapi aku tidak menyangka kalau dia akan seperti ini jadinya,' ucap Addison di dalam hatinya dengan tatapan khawatir kepada Gressa


"Kalian semua keluarlah, ada yang harus aku bicarakan berdua dengan adik perempuanku," ucap Addison dengan tatapan dingin ke arah para pelayan


"Kamu tidak perlu khawatirkan apa pun karena kamu adalah putri keluarga Baron dan aku akan menjamin selama kehidupanmu, di dalam Mansion ini tidak akan ada kekerasan atau orang yang membicarakan dirimu dari belakang tentang perilaku sampai kemampuan yang kamu miliki itu,"


"Aku jamin kalau kamu akan baik-baik saja di sini," ucap Addison sambil berjalan ke arah Gressa yang menghentikan makan


'Kenapa dia begitu baik denganku padahal seharusnya dia bersikap dengan sangat-sangat dingin kepada Gressa karena Gressa hanyalah anak tiri keluarga ini,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan dingin


"Terima kasih tuan Baron," ucap Gressa dengan senyuman tipis


"Panggil aku kakak,"


"Karena kita adalah saudara," ucap Addison dengan tatapan dingin


"Baiklah, kakak," ucap Gressa dengan kepala tertunduk


"Aku tidak akan terlalu memaksamu untuk memanggil aku kakak tapi tolong dibiasakan ya," ucap Addison dengan nada yang sedikit lembut hingga membuat Gressa tersenyum dan mengangguk


'Aku rasa dia bukan orang yang buruk karena dia masih perhatian dengan aku sebagai adik perempuannya,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil tersenyum


"Baiklah, kalau begitu kembali ke pertanyaan awal, apa makanan yang kamu makan tidak sesuai?"


"Jika itu tidak sesuai maka aku akan memenggal kepala kokinya," ucap Addison dengan tatapan serius


"Tidak kakak, aku hanya saja aku pikir tidak sopan jika aku melanjutkan makan ketika orang memasuki ruangan," ucap Gressa dengan senyuman kaku


"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut makan bersama kamu tidak masalah kan Gressa?" ucap Addison sambil tersenyum


"Tidak masalah kak," ucap Gressa sambil tersenyum dengan lembut


"Kring!!" suara bel yang berbunyi itu membuat para pelayan mengantarkan makanan ke ruangan makan itu


"Gressa, kamu juga harus menghabiskan semua makanan yang ada di meja makan dan setelah itu ada yang harus kita berdua bicarakan," ucap Addison sambil tersenyum


Apakah Gressa bisa menghabiskan semua makanan yang ada di atas meja? Apakah yang akan mereka berdua bicarakan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life