
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
"Selamat pagi, maaf mengganggu,"
"Apakah nona Gressa ada di dalam?" tanya seorang laki-laki yang berada di depan pintu dengan tatapan yang begitu misterius
"Iya, ada perlu apa?" ucap seorang gadis yang membuka pintu besar itu
"Namamu Charlotte bukan? Tolong sampaikan kepada Gressa, kalau kepala akademi ingin menemui dirinya untuk melatih dirinya dalam menggunakan kemampuan dan bakatnya,"
"Tentu saja dibarengi oleh kemampuan berpedang serta latihan fisik,"
"Aku tidak bisa lama-lama di sini karena hari ini aku ada jadwal mengajar dengan para siswa lainnya," ucap laki-laki yang berada di depan pintu itu dengan senyuman lembut
'Bagaimana dia mengatakan latihan semacam itu dengan sepele? Sudah jelas kalau itu latihan yang sangat berat,' ucap Charlotte di dalam hatinya dengan senyuman kaku
"Kami tidak perlu ikut bukan?" tanya Charlotte dengan tatapan kebingungan
"Tidak perlu, jadi bersenang-senanglah," ucap laki-laki itu dengan tatapan lembut kemudian membalikkan badannya pergi meninggalkan villa itu
"Baiklah, kalau begitu, akan aku sampaikan dan terima kasih," ucap Charlotte dengan senyuman kaku kemudian menutup pintu besar
"Jadi, perempuan cantik siapa yang datang ke sini?" tanya Shing dengan seringaiannya
"Berhentilah menggunakan kata-kata manis itu untuk menggoda orang, aku tidak suka dengan laki-laki manis," ucap Charlotte dengan tatapan merinding melihat laki-laki yang bertanya di depannya
"Kamu bersikap dingin kepadaku tapi bersikap baik kepada orang yang kamu senangi, apakah kamu tidak punya hati untukku?" tanya Shing dengan kesal sambil melipat kedua tangannya
"Kenapa aku harus memberikan hatiku kepadamu? Kamu bahkan bersikap manis kepada semua perempuan jadi minta saja kepada semua gadis yang memberikan hatinya kepadamu," ucap Charlotte dengan dingin kemudian meninggalkan laki-laki itu di depan pintu besar itu
"Aku sudah mengatakannya berkali-kali Shing, kalau tidak boleh mempermainkan perasaan perempuan,"
"Bahkan ketika kamu serius sekalipun maka akan dianggap bercanda dan mempermainkan," ucap Jianying dengan tatapan kesihan sambil menepuk pundak adiknya
"Kenapa kamu menasihati aku? Seolah-olah aku benar-benar menyukainya?" tanya Shing dengan tatapan dingin
"Kita adalah kembar dan juga saudara, kamu bisa membohongi orang lain tapi ingat kita itu telah bersama sejak kecil jadi tentu saja tidak akan bisa membuatku tertipu,"
"Sudahlah, kalau kamu benar-benar serius dengan dia maka lakukanlah dengan benar," ucap Jianying sambil tersenyum tipis
"Gressa, tadi guru akademi Lavina datang dan menyampaikan pesan dari kepala akademi,"
"Kamu diminta untuk ke ruangannya nanti untuk latihan," ucap Charlotte sambil berjalan ke arah Gressa
"Baiklah, terima kasih Charlotte, aku akan ke sana,"
"Dan maaf jika aku tidak ikut dalam jalan-jalan ini," ucap Gressa sambil menutup buku yang dibaca dengan perasaan bersalah
"Tidak apa-apa, aku sangat paham tentang dunia yang kejam ini sehingga menjadi kuat itu sangat penting untuk menguatkan kemampuan yang kita miliki,"
"Jadi tidak perlu meminta maaf ataupun merasa bersalah," ucap Charlotte sambil menggenggam tangan Gressa dengan tatapan lembut
"Humm... baiklah,"
"Terima kasih Charlotte," ucap Gressa sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkan mereka
Di akademi Lavina...
"Kamu serius ingin melatihnya sendiri kakak?" tanya Zeit dengan tatapan kebingungan
"Bagaimanapun dia adalah orang yang beruntung dari sekian banyak orang memiliki sihir itu,"
"Jadi bukankah sudah seharusnya keluarga kita turun tangan jangan sampai hal buruk terjadi nantinya, karena kemampuannya,"
"Aku rasa sebaliknya," ucap Zeit dengan dingin menatap ke luar jendela
'Seharusnya lewat sini bukan? Kenapa jalanan di akademi ini sangat rumit?' ucap Gressa di dalam hatinya yang dari tadi berjalan menuju akademi namun tidak sampai namun tiba-tiba...
'Kenapa rasanya aku mengantuk? Aku harusnya tau jalanan ini sepi,' ucap Gressa dengan mata yang tertutup dalam hitungan detik
Beberapa menit kemudian...
"Kenapa Gressa belum juga sampai ke sini?" ucap Leviathan sambil mengetuk-ngetuk meja menunggu gadis itu dengan mengerenyitkan keningnya
"Tunggu saja beberapa menit lagi, mungkin dia sedang menyelesaikan sarapannya? Dan juga beberapa kelas di akademi saja belum jam masuk,"
"Jadi jangan terburu-buru," ucap Zeit dengan tatapan dinginnya menatap saudaranya yang akan meledakkan emosinya
"Aku tidak tahan menunggu karena banyak pekerjaan yang harus aku lakukan,"
"Sudahlah aku akan langsung ke sana," ucap Leviathan dengan kesabaran yang sudah dipuncak sambil berdiri dan pergi meninggalkan ruangan
"Tunggu siapa yang mengerjakan pekerjaanmu?" tanya Zeit dengan suara lantang
"Tentu saja kamu kerjakan, karena kamu adalah wakil kepala akademi," jawab Leviathan dengan suara lantang dari luar ruangan
'Haish...'
'Aku jadi sedikit khawatir mengenai ini,' ucap Zeit di dalam hatinya dengan perasaan mengganjal
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
"Ya, ada perlu apa?" tanya Charlotte yang membuka pintu besar itu sambil bersiap-siap untuk berangkat ke alun-alun kota
"Nona Charlotte, bisa beri tau aku dimana nona Gressa?" tanya Leviathan dengan tatapan tajam
"Kepala akademi, kalau anda bertanya tentang Gressa, bukankah dia sudah pergi ke akademi dari beberapa menit yang lalu? Apakah dia belum sampai di akademi?" ucap Charlotte dengan kebingungan membuat orang yang didepannya ikut kebingungan karena tidak bertemu dengan gadis itu sejak berjalan dari akademi sampai di villa
"Apakah Gressa hilang? Jika begitu kita harus menghubungi guru pembimbing,"
"Karena bagaimanapun juga kita berada di kekaisaran orang, jadi melaporkan kepada guru pembimbing itu perlu," ucap Jianying yang tiba menyambung ucapan setelah mendengarkan percakapan yang tidak sengaja di dengarnya
"Hah..."
"Baiklah, aku rasa memang kita perlu mencarinya,"
"Aku akan memberi tau pihak guru-guru di akademi Lavina dan kalian laporkan masalah ini kepada guru pembimbing kalian,"
"Kalau bisa minta semua murid akademi Richardson untuk berkumpul di aula yang sama," ucap Leviathan dengan tatapan tegas dan tajam
"Baik, saya mengerti," ucap Jianying dengan anggukan kemudian pergi meninggalkan kedua orang itu untuk mencari guru pembimbing yang datang bersama mereka
"Nona Charlotte, kamu dan siswa lain di villa segeralah ke aula," ucap Leviathan dengan tatapan serius dan tegas
"Baik kepala akademi," ucap Charlotte dengan anggukan kepala kemudian masuk ke dalam ruangan untuk memberikan informasi
'Aku tidak berharap kunjungan yang dilakukan oleh akademi Richardson membawa sebuah petaka ke sini,'
'Karena kejadian lama sudah sangat mengerikan dan aku tidak ingin itu terjadi lagi,' ucap Leviathan di dalam hatinya dengan tatapan dingin
Sementara itu, pada saat gadis yang diculik dibawa entah kemana, beberapa siswa yang harusnya berkumpul juga menyelip untuk tidak hadir di aula...
Siapakah orang-orang yang menyelinap keluar? Apakah Gressa diculik? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
gressa's second life