
Di tengah-tengah pembicaraan antara sang guru pembimbing Akademi Richardson dengan Carolyn, para siswa-siswi masih memperdebatkan laki-laki tampan dan gadis yang di culik dan beruntung itu...
"Memang sedikit mencurigakan jika saya yang baru pertama kali bertemu dan menolong dirinya,"
"Tapi saya tulus melakukannya, dan juga tolong periksa dirinya apakah dia terluka atau tidak aku khawatir kalau itu tidak segera di periksa," ucap Carolyn sambil menyerahkan tubuh Gressa
"Aku hanya memiliki bukti ini ketika menyelamatkan dia, aku harap kalian bisa menemukan pelakunya," ucap Carolyn sambil menyerahkan sebuah kain yang memiliki pola
Dari kejauhan seorang laki-laki yang melihat dan menyadari pola dari kain yang diberikan kepada kepala akademi itu. Menatap dengan tatapan benci dan kesal, karena sudah jelas kalau dia pastinya akan mendapatkan hukuman atas perbuatan yang dilakukan olehnya terhadap seorang gadis. Sedangkan dari sisi gedung yang tidak jauh dari ruangan aula...
"Aku terkejut kakakku yang tidak pernah mau ikut campur dalam urusan orang lain sekarang malah membantu putri keluarga baron Elrick dan itu juga perempuan yang di sukai oleh Duke muda Shroud,"
"Aku rasa benar-benar buah tidak jauh dari pohonnya, keluarga kerajaan ditakdirkan untuk selalu mencari masalah dengan keluarga Duke,"
"Zeit, menurutmu siapa yang akan mendapatkan gadis itu?" tanya Dallen sambil tersenyum ke arah laki-laki yang sedang duduk di belakangnya
Laki-laki yang berada di belakang Dallen, menatap dengan tatapan dingin dan kesal ke arah cermin yang menunjukkan kalau gadis itu ditemukan sebelum organisasi mereka, yang artinya menunjukkan kalau kemampuan dari organisasi milik mereka masih sangat lemah.
"Entahlah, aku tidak terlalu peduli dengan putra mahkota kerajaan Lavina tetapi aku tidak menyangka kalau semua anggota NHBNTA tidak bisa menemukan gadis itu,"
"Aku merasa harus memberikan mereka latihan lagi,"
"Ah iya, aku jadi ingin bertanya kepadamu,"
"Apakah kamu tidak masalah menjadi pengkhianat Richardson Dallen?" ucap Zeit dengan menaikkan alisnya
"Entahlah, bagaimanapun juga sejak kecil NHBNTA selalu membantuku dan berada di pihakku jadinya aku merasa kalau Richardson hanyalah sebuah penjara untukku,"
"Aku juga tidak keberatan jika aku benar-benar dianggap seperti itu, lagipula sejak awal orang tua itu tidak pernah merasakan aku adalah anaknya karena calon pewaris negeri itu telah berada di tangan kakakku," ucap Dallen dengan gelengan pelan dan senyuman pahit
Sebuah ruangan yang begitu gelap dan tidak terlihat apapun namun terasa begitu basah di bawah kaki seakan-akan ada air yang menggenang di ruangan itu...
"Aku berada dimana sekarang? Bukankah aku tadi bertemu dengan Carolyn yang datang menyelamatkan aku?"
"Jangan bilang aku mati konyol lagi? Aku masih memerlukan uangku," teriak gadis itu dengan panik sejak membukakan matanya di ruangan itu
"Ahahaha..."
"Lucu sekali..."
"Untuk takdir yang berada di sisimu,"
"Menurutmu, apakah dirimu bisa menaikkan pasir dari jam pasir yang turun ke bawah?"
"Sekeras apa pun kamu berjuang takdirmu akan tetap sama tidak akan ada yang merubahnya,"
Suara tawa dan suara yang berbicara menggema di seluruh ruangan itu, membuat Gressa menjadi menyiapkan kuda-kuda dan tangan yang terkepal.
"SIAPA DI SANA? KELUAR DARI KEGELAPAN JANGAN BERSEMBUNYI," teriak Gressa dengan lantang dan melirik ke segala arah dengan waspada namun karena kegelapan dia tidak bisa mengetahui darimana asal suara ataupun kemana dia memandang
"Kamu hanya harus tau kalau saat ini lebih baik kamu menyerah dibandingkan berusaha mengubahnya,"
Setelah mendengarkan ucapan itu, tiba-tiba seluruh pandangan Gressa menjadi kabur dan membuatnya terjatuh...
"Ini ada dimana?" lirihnya dengan pelan sambil menoleh ke arah kiri dan kanan
"Gressa, akhirnya kamu sadar,"
"Aku khawatir dengan dirimu karena kamu tidak bangun selama dua hari berturut-turut bahkan aku sempat berpikir kalau kamu mungkin tidak akan melihat dunia lagi," ucap Charlotte sambil memegang tangan Gressa dengan khawatir dan gemetaran di dampingi air mata yang mengalir melewati pipinya
"Kami baru saja tadi berniat untuk melaporkan kalau dirimu belum bangun dan memutuskan memberikan hukuman yang berat kepada keluarga Duke Vandiar mengingat dirinya yang menculik kamu,"
"Dan memaksa dirimu setuju dengan pernikahan yang di inginkan olehnya, tapi karena kamu sudah siuman maka kami tidak akan bisa memberikan banyak hukuman yang berlipat kepadanya," ucap Jianying dengan seringan dingin dan tatapan tajam
'Eh? Kenapa dia menangis?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan terkejut menatap air mata yang mengalir dari mata Charlotte
Perasaan Khawatir dan sedih berubah menjadi air mata yang mengharukan namun di sisi lain itu membawa sebuah petaka kepada seorang anak laki-laki yang melakukan hal yang tidak terpuji...
"Jadi, kamu merasa kalau perbuatan yang kamu lakukan bukan perbuatan yang tercela ataupun merugikan pihak manapun?" tanya laki-laki yang duduk di kursi itu dengan tatapan tajam ke arah laki-laki yang duduk di depannya tanpa perasaan bersalah
"Tentu saja, kenapa juga aku harus merasa bersalah? Aku seorang bangsawan dan aku juga bebas menentukan ingin melakukan apa kepada orang yang bukan bangsawan atau darah campuran rendahan,"
"Keluargaku adalah salah satu penyumbang terbesar di akademi, jadi aku tidak bisa di keluarkan seenaknya dari akademi," ucap laki-laki yang berada di depannya dengan tatapan angkuh dan merendahkan orang di depannya
"Apakah kamu tau Herry Vandiar semua ucapan yang kamu katakan akan menodai dan menjatuhkan nama keluargamu sendiri,"
"Dan dari itu orang-orang akan kehilangan kepercayaan kepada keluargamu dan mungkin bisa membuat dirimu dan keluargamu di usir dari kerajaan,"
"Karena ucapan adalah racun yang mematikan, jika digunakan dengan cara yang berbeda," ucap Cale dengan tatapan tajam dan dingin
"Ck, kalian hanya seorang pengajar jadi tidak bisa ikut campur dan memberikan hukuman dalam masalah yang akan terjadi di keluargaku ataupun diriku," ucap laki-laki itu dengan tatapan jengkel
"Jika seorang pengajar tidak bisa ikut campur ataupun memberikan hukuman, maka kami dewan kesiswaan dari kedua kekaisaran yang akan memberikan hukuman kepadamu karena menodai hubungan persahabatan kedua akademi,"
"Karena pada dasarnya dewan kesiswaan dibentuk tidak menggunakan uang sumbangan yang diberikan oleh keluargamu, jadi kami berhak untuk memberikan hukuman yang pantas untuk dirimu,"
"Tentu saja kami akan mengadakan persidangan untuk itu," ucap kedua orang yang berjalan masuk ke dalam ruangan kepala akademi Lavina itu dengan tatapan tajam dan aura membunuh membuat putra keluarga Vandiar itu merinding
"Berikan surat pembatalan pertunangan ini kepada keluarga Vandiar,"
"Katakan kalau aku tidak ingin juga bertemu dengan mereka,"
Apakah pertunangan itu benar-benar dibatalkan? Apakah hukuman yang akan diberikan oleh kedua akademi? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life