
Hari-hari yang mereka habiskan sampai membuat waktu mereka menjadi malam
"Gressa, terima kasih telah mengizinkan aku untuk ikut berkeliling alun-alun kota," ucap Lucius dengan senyuman lembut
"Terima kasih telah menemani kami ke tempat-tempat yang belum pernah kami datangi," ucap Gressa sambil memberikan hormat di ikuti oleh Charlotte
"Kami masuk ke asrama dulu," ucap Gressa sambil membalikkan badannya di ikuti oleh Charlotte
Di malam hari di salah satu asrama pribadi...
"Charlotte, kamu ingin makan malam apa?" tanya Gressa yang memasak di dapur
"Gressa, kamu bisa memasak?"
"Bukankah bangsawan biasanya tidak memegang apa pun yang seharusnya dikerjakan oleh para pelayan?" tanya Charlotte dengan tatapan kebingungan
"Humm... yah aku bisa memasak sendiri," ucap Gressa sambil tersenyum pahit
"Gressa, pasti berat untuk dirimu menanggung semua beban ya," Gumam Charlotte dengan kepala tertunduk
"Tidak perlu memikirkannya Charlotte,"
"Aku bisa memasak karena keinginan yang aku inginkan sejak aku kecil,"
"Oleh karena itu aku bisa memasak makanan sendiri di asrama tanpa para pelayan dan juga asrama ini sangat jauh dari kantin asrama,"
"Jadi aku pikir lebih baik memasak sendiri di dalam asrama daripada berjalan-jalan jauh," ucap Gressa dengan senyuman yang kaku dan menggaruk kepala yang tidak gatal
"Humm... Aku rasa samakan saja dengan makanan yang akan Gressa buat karena Gressa yang membeli bahan makanan bukan?"
"Jadi aku rasa sesuaikan saja dengan yang ingin kamu masak,"
"Ah iya apa ada yang bisa aku bantu?"
"Karena aku bosan jika hanya melihat pekerjaan yang kamu lakukan," ucap Charlotte dengan tatapan polosnya
"Ummm..."
"Bagaimana kalau kamu membantuku menata meja? Karena aku rasa akan membuat makannya dingin jika mejanya tidak di tata dengan rapi," ucap Gressa sambil memotong bahan masakan
"Baiklah, aku akan berusaha yang terbaik," ucap Charlotte dengan anggukan pelan
'Charlotte memang orang yang baik ya,'
'Aku tidak menyangka kalau dia adalah tokoh dalam novel ini,'
'Biasanya orang yang masuk ke dalam novel ceritanya malah protagonis akan menjadi antagonis tapi Charlotte malah melakukan hal yang tetap sesuai dengan karakternya,'
'Dengan begitu juga aku bisa mendapatkan kehidupan yang tenang,'
'Dan nanti mungkin aku juga akan memikirkan arti dari cinta,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil tersenyum tipis melihat Charlotte yang menyiapkan meja makan dengan penuh pertimbangan
"Woah..."
"Sepertinya ada yang sedang memasak sampai tidak tau kalau ada tamu yang berkunjung ya," ucap seorang laki-laki sambil menyeringai dan berjalan ke arah Gressa dan Charlotte
"Dallen, bisakah kamu pulang jika seseorang tidak membukakan pintu kepadamu di luar?"
"Apa kamu tau yang kamu lakukan sangat tidak sopan? Kami berdua bisa saja mengira kalau ada seorang pencuri yang tiba-tiba masuk ke dalam villa," ucap Gressa sambil fokus memasak
"Maafkan aku, aku dari luar mencium aroma yang harum dan membuatku lapar jadi aku memutuskan untuk masuk,"
"Dan..."
"Gressa, kamu sudah mengenalku dengan baik,"
"Sampai hanya mendengarkan suaraku saja kamu mengetahui kalau aku ada di sini," ucap Dallen sambil melipat kedua tangannya
"Aku hanya merasa kalau suara milikmu sangat unik," ucap Gressa sambil mengaduk-aduk sup yang berada di panci
"Kamu mengetahuinya dengan baik ya,"
"Seperti seorang penilai bakat dan kemampuan," ucap Dallen dengan tatapan tajam
"Ah iya, aku tidak menyangka kalau dapur dan ruang makan akan dijadikan satu seperti ini,"
"Ini seperti tempat makan atau restoran kecil yang berada di alun-alun kota," ucap Dallen sambil memperhatikan seluruh ruangan
"Tentu saja, itu karena semua mansion atau villa yang dibuat dari para penyihir yang memiliki kemampuan dan bakat dalam pembangunan menciptakan bangunan yang isinya bisa di sesuaikan dengan isi hati sang pemilik,"
"Oleh karena itu villa ini bisa menjadi hal yang sangat menakjubkan," ucap Charlotte yang telah selesai menata meja
"Jadi, apa boleh aku tau kenapa kamu ada di sini?" tanya Charlotte dengan tatapan serius
"Aku diminta untuk memeriksa keadaan kalian berdua dan ingin mengajak kalian berdua makan di kantin asrama khusus yang telah di pesan oleh para dewan Kesiswaan,"
"Tapi sepertinya kalian berdua sangat menikmati di sini," ucap Dallen sambil tersenyum
"Benarkah? Kalau begitu bagaimana kalau makanannya di villa ini?"
"Aku juga memasak lebih,"
"Jadi aku rasa kami berdua tidak akan habis,"
"Kalau untuk besok, aku berencana untuk membuat bekal jadinya aku rasa ini akan nikmat jika kita makan bersama,"ucap Gressa sambil menyiapkan minuman yang akan di minum
"Kamu tidak keberatan bukan Charlotte?" tanya Gressa yang kali ini sambil berjalan dan menyusun ke atas meja
"Aku tidak masalah, lagipula ini adalah villa Gressa dan Gressa juga yang memasak,"
"Jadi tidak perlu mempertanyakan kepadaku," ucap Charlotte yang membantu Gressa
"Baiklah, terima kasih Gressa,"
"Aku pergi dulu memanggil yang lain untuk datang ke sini," ucap Dallen yang kemudian pergi meninggalkan ruangan
"Gressa, kamu memang sengaja bukan untuk memasak sebanyak itu,"
"Karena kamu tau kalau dia akan melakukan itu," ucap Charlotte dengan tatapan serius dan penasaran ke arah Gressa
"Kenapa kamu berpendapat seperti itu?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan
"Karena kamu sejak awal memasak menggunakan panci yang lebih besar padahal panci yang sedang itu cukup untuk makan berdua dan juga bahan-bahan masakan yang ingin kamu olah begitu banyak dibandingkan dengan jumlah yang ada di villa ini,"
"Jadi aku menebaknya kalau kamu sudah mempersiapkan untuk hal semacam ini,"
"Apakah aku benar?" ucap Charlotte dengan tatapan penasaran
"Itu benar, aku tidak menyangka kalau aku akan mudah di ketahui seperti itu," ucap Gressa dengan senyuman tipis
"Kita tinggal menunggu yang lain datang,"
"Kalau Charlotte lapar, boleh kok di makan terlebih dahulu karena aku memasak banyak," ucap Gressa sambil membereskan barang-barang yang di dapur yang berantakan
"Tidak, aku ingin makan bersama-sama karena menurutku itu sangat menyenangkan dibandingkan makan lebih dulu dan sendirian," ucap Charlotte sambil menggelengkan kepalanya
"sepertinya mereka sudah datang,"
"Gressa, aku pergi untuk membuka pintu dulu,"
"Kamu tunggu di sini saja, karena kamu pasti lelah memasak," ucap Charlotte sambil berjalan ke luar dari dapur menuju pintu masuk yang besar
'Aku harap waktu yang menyenangkan seperti ini bisa terus berjalan,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil memandangi meja makan yang sangat indah
"Gressa, terima kasih telah mengundang kami untuk makan malam bersama,"
"Dan ini sedikit hadiah yang kami bawakan untukmu," ucap Jianying sambil memberikan hormat dan kemudian menyerahkan kantong yang berisikan kue
"Terima kasih, padahal tidak perlu repot-repot membawa kue,"
"Tapi aku rasa cocok untuk makanan penutup nanti," ucap Gressa sambil menerima itu
Apakah yang akan terjadi di saat makan malam bersama? Apakah waktu yang mereka jalani bisa berakhir dengan baik? Seperti apakah kisah mereka selanjutnya?
Gressa's second life