
"Charlotte, sudah lama tidak bertemu denganmu,"
"Kenapa kamu selalu meninggalkan aku?" ucap Alesya dengan tatapan kesal
"Sejak kapan kamu menjadi teman Gressa?" tanya Charlotte dengan tatapan yang kesal ke arah Alesya
"Aku rasa aku pergi dulu,"
"Karena tidak sopan jika aku ikut ke dalam pembicaraan pribadi kalian," ucap Gressa dengan senyuman kaku
"Tidak mungkin kami menganggap hal yang kami bicarakan ini pribadi jadi tidak masalah Gressa," ucap Charlotte dengan tatapan lembut
"Hummm..."
"Gressa, kamu tidak memutuskan untuk mengambil pelajaran secara privat?"
"Sampai kamu datang ke akademi? Padahal biasanya siswa yang mendapatkan hak istimewa langsung memutuskan untuk mengambil pelajaran secara privat karena bisa lebih mudah memahami setiap pelajaran yang diberikan," ucap Charlotte dengan tatapan kebingungan
"Aku belum mengambilnya dan juga aku pikir aku akan mengajukannya hari ini,"
"Dan aku ke akademi sekalian mengantarkan ini," ucap Gressa sambil menyerahkan sebuah kotak makan yang telah di ikat dengan cantik
"Ah... kamu membuatkan aku bekal? Terima kasih Gressa dan maaf jadinya membuatmu repot mengantarkan sampai ke akademi," ucap Charlotte sambil menerima kotak bekal yang diberikan oleh Gressa
"Sebentar lagi pelajaran akan dimulai,"
"Kita sebaiknya kembali ke kelas," ucap Alesya sambil menatap jam besar yang tertera di depan gedung akademi yang bertingkat itu
"Kalau begitu aku juga pergi dulu," ucap Gressa sambil melambaikan tangannya yang kemudian meninggalkan tiga orang yang masih berada di tempat
"Dia gadis yang lumanyan ya,"
"Padahal menurut informasi yang aku dapatkan kalau dia adalah seorang anak haram dari keluarga Baron tapi dia bisa berperilaku seperti seorang bangsawan dan bahkan lebih kepala dingin dibandingkan para bangsawan yang pernah aku temui,"
"Menurut yang aku alami biasanya mereka akan marah-marah atau malah berekspresi ingin membunuh orang tersebut,"
"Tapi dia malah bertingkah sebaliknya, apakah harus aku coba kepada dirimu Lucius?" ucap Alesya dengan tatapan penasaran ke arah laki-laki yang berada di belakangnya
"Jangan bertingkah yang aneh-aneh, lagipula memang sejak awal dia itu menarik,"
"Sejak awal kami bertemu dialah orang yang unik dalam melakukan transaksi kepadaku," ucap Lucius dengan seringaian dingin
"Bagaimana kalau kita membolos kelas dengan pergi ke ruangan dewan kesiswaan?"
"Aku merasa kalau aku tidak sedang semangat dalam menempuh pendidikan hari ini," ucap Charlotte dengan tatapan malas
"Jika ingin bermalas-malasan atau membolos jangan menggunakan nama dewan kesiswaan ataupun nama kami,"
"Kalian sendiri tau kami berdua mengikuti kelas pribadi dengan para guru jadi para guru tau jika kalian membolos tanpa pemberitahuan dari kami kalau kalian ada pekerjaan di dewan kesiswaan,"
"Maka kalian berdua akan tetap di anggap bolos dari pelajaran," ucap Shing dengan seringaian dan kedua tangan yang berada di pinggang
"Padahal kalian adalah bangsawan dari kelas atas tapi kalian ingin melakukan hal yang sangat melanggar aturan akademi,"
"Aku tidak habis pikir dengan yang kalian lakukan," sambung Jianying dengan tatapan dingin ke arah tiga orang itu
"Kamu yakin tidak ingin memberikan kami bolos? Jika kamu pura-pura tidak melihat atau memberikan kami izin bolos maka aku akan dengan senang hati memberikan izin pelayaran perdagangan di ibukota kekaisaran secara langsung," ucap Alesya dengan tatapan serius
"Hah..."
"Baiklah..."
"Alesya, kamu aku berikan hukuman untuk membersihkan aula akademi karena berusaha bolos dan menyogok,"
"Itu sangat melanggar etika seorang siswa jadi berisikan segera," ucap Jianying dengan tatapan dingin dan aura yang menekan
"Itu tidak adil, aku hanya mencoba melakukan transaksi bukan menyogok,"
"Karena kalau aku meny-"
"Itu tambahan,"
"Jika kamu ingin mengatakan alasan untuk menolak lagi, aku pastikan untuk membersihkan seluruh ruangan kelas di akademi," ucap Jianying dengan tatapan dingin menyela pembicaraan Alesya
"Tidak punya hati," Gumam Alesya dengan kepala tertunduk dan pergi membersihkan aula dan taman
"Kalian berdua bagaimana? Ingin bolos juga? Jika kalian ingin bolos maka aku akan memberikan hadiah yang tidak kalah special dengan hukuman Alesya," ucap Jianying dengan tatapan tajam dan dingin
"Kami tidak bilang ingin benar-benar bolos,"
"Benarkan Lucius?" ucap Charlotte sambil menyenggol lengan laki-laki itu
"Ah iya," ucap Lucius dengan senyuman kaku
'Kenapa setiap kali ada masalah selalu aku yang di libatkan,' ucap Lucius di dalam hatinya dengan tatapan pasrah
Di sisi lain di lorong akademi...
"Seharusnya tempat untuk ruangan administrasi ada di sekitar sini tapi aku tidak menemukannya,"
"Ditambah lagi akademi ini luas, dan petanya tidak jelas,"
"Aku harus berkeliling lagi," Gumam Gressa sambil menatap peta akademi
"Padahal sudah satu minggu di akademi, apakah kamu tidak bisa menghafal ruangan-ruangan yang ada di akademi?"
"Jika tidak bisa menghafal setidaknya kamu bertanya kepada orang-orang bukan berjalan seperti orang yang mencurigakan," ucap seorang laki-laki yang berjalan ke arahnya
"Jika tidak ada niat untuk membantu bukankah sama saja dengan dirimu," ucap Gressa sambil menatap laki-laki yang ada di depannya dengan dingin
"Tentu saja aku akan membantu dirimu,"
"Tapi bisakah kamu memberikan aku hadiah sebagai balasannya," ucap laki-laki itu sambil tersenyum dingin
'Padahal di novel dia dikatakan bukan orang yang perhitungan atau penuntut tapi sekarang malah sepertinya salah,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Padahal aku mendengar kalau putra makhota selalu berperilaku baik dan selalu menolong rakyatnya tanpa memandang bulu siapa orang tersebut,"
"Tetapi sepertinya itu rumor yang tidak sesuai ya," ucap Gressa sambil menyeringai
"Memang pada dasarnya, rumor tentangku selalu di lebih-lebihkan oleh orang-orang walaupun begitu aku akan tetap meminta imbalan dari yang aku lakukan," ucap laki-laki itu sambil tersenyum
"Jadi nona Gressa, bagaimana apakah kamu mau aku antarkan," ucap laki-laki itu dengan senyuman dingin
"Luke, aku tidak memiliki apapun jadi aku menolak,"
"Tidak perlu mengantar aku, karena aku bisa jalan sendiri,"
"Bukankah kamu sendiri yang merasa jijik kepada aku karena aku bukan bangsawan berdarah murni?"
"Jadi daripada membuat kotor pandanganmu itu lebih baik tidak perlu,"
"Kamu tenang saja aku sadar dengan posisiku tidak ada sekalipun niatku untuk menjadi salah satu dari orang-orang yang benar-benar murni memiliki darah biru," ucap Gressa dengan tatapan dingin kemudian membalikkan badannya ke arah koridor yang berlawanan
"Hatimu sendiri bukankah begitu dingin menolak aku?"
"Semua lady yang menemui aku maupun dia bangsawan atau bukan sangat senang untuk meminta bantuan,"
"Tapi kamu dengan terang-terangan menolak aku dengan alasan yang blak-blakan tanpa pikir panjang," ucap Luke dengan tatapan dingin
"Karena buat apa selalu palsu jika itu adalah hal yang mengganggu dan merusak,"
"Kamu lelah bukan dengan hal itu?" ucap Gressa dengan langkah terhenti
Kenapa Luke dengan jelas mengatakan tentang Gressa? Kenapa Gressa menghentikan langkahnya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life