Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 47 tidak ada salahnya jika dia menginap bukan?



Setelah pertemuan dengan anak kecil dan kakaknya itu selesai, tidak mereka sadari kalau sore telah tiba...


"Lucius, maafkan aku ya, karena membuat banyak waktu kita terbuang di sana bahkan sampai sore hari,"


"Karena aku merasa kalau mereka orang yang sama seperti aku dulu,"


"Karena aku tidak ingin mereka merasakan hal yang sama aku pikir lebih baik jika untuk membantu mereka," ucap Gressa sambil tersenyum kecil


"Aku mengerti hatimu memang tulus Gressa, tapi terkadang ada beberapa orang yang bisa mengambil keuntungan dari ketulusan dirimu,"


"Aku harap kamu tetap harus waspada terhadap orang-orang sekitarmu," ucap Lucius yang berjalan semakin dekat ke arahnya


"Eh?"


'Kenapa dia berjalan semakin dekat ke arahku? Bukankah ini terlalu mendadak?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan terkejut dan sedikit panik


"Gressa, kenapa mukamu memerah? Apakah kamu mendadak demam?" tanya Lucius yang kemudian mendekatkan kepalanya ke Gressa untuk memeriksanya


'Kenapa orang yang tampan kalau semakin dekat membuat orang deg-degan?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan terkejut


"Aku baik-baik saja, jadi bisakah Lucius memberikan ruang untukku bernafas?" ucap Gressa dengan gugup dan kepala tertunduk


'Apa dia malu?' ucap Lucius di dalam hatinya sambil memperhatikan ekspresi Gressa yang menurutnya lucu


'Ingat tidak boleh terbawa perasaan dengan siapapun supaya tidak ada penyesalan nantinya,' ucap Gressa di dalam hatinya untuk menyadarkan dirinya


"Tadi apa yang kamu lakukan hingga kamu maju sangat dekat ke arahku?" tanya Gressa yang masih memiliki muka yang merah


"Aku mengambil daun yang terselip di antara helaian rambutmu,"


"Karena terlihat sekali dia sangat ingin berada di sisimu," ucap Lucius yang membuat Gressa merasa malu karena telah berpikiran yang bermacam-macam


"Gressa, karena sebentar lagi malam tiba,"


"Aku antarkan pulang ke mansion ya?" ucap Lucius dengan senyuman lembut


"Baiklah, terima kasih," ucap Gressa yang telah tenang dari kegiatan yang dilakukan oleh Lucius beberapa saat lalu


Di mansion Baron Elrick


"Aku dengar, kalau besok semua siswa akademi akan pulang ke rumah mereka masing-masing karena lusanya akan ada perjalanan dan pembelajaran ke kerajaan Lavina,"


"Jadi besok kamu bisa bertemu dengan adik perempuanmu," ucap Edmonia dengan senyuman lembut


"Siapa yang bertanya tentang perempuan itu?"


"Dan Edmonia, dimana Wilmer?" ucap Addison dengan tatapan dingin


"Tentu saja dia tidur, anda lupa kalau tubuh ini bergantian dengan dirinya,"


"Dan saya adalah sisi lembutnya," ucap Edmonia sambil tersenyum


"Ck, walaupun kamu sisi lembutnya,"


"Aku lebih suka kalau Wilmer yang muncul karena dia tidak banyak berbicara seperti dirimu," ucap Addison dengan tatapan dingin


"Walaupun begitu anda tidak bisa memilih juga bukan? Karena hal semacam ini tidak bisa di paksakan kalau bukan situasi darurat," ucap Edmonia dengan senyuman tipis


"Tuan Baron, di luar ada kereta yang mengantarkannya nona kembali ke mansion,"


"Dan sebentar lagi keretanya akan sampai di depan pintu mansion,"


"Apakah perlu diberikan penyambutan?" ucap seorang pelayan sambil memberikan hormat kepada tuannya itu


"Apa kamu bodoh? Tentu saja putri keluarga Baron Elrick harus di sambut, kalau tidak ini akan menjatuhkan harga diri keluarga Baron Elrick,"


'Walaupun di luar tidak peduli tapi dia sangat-sangat memperhatikan adiknya dengan begitu baik,'


'Mungkin secara tidak sadar gadis itu merubah Addison, aku membaca catatan yang di tinggalkan oleh Wilmer, kalau dia tidak suka dengan Gressa,'


'Karena sampai mengubah Addison sedikit melunak dan berduri di saat Gressa tidak ada, karena hal itu bisa membuat titik lemahnya terlihat dengan terang,'


'Tapi aku rasa tidak akan buruk jika dia memiliki sisi manusia karena bagaimanapun Addison Elrick adalah seorang manusia bukan seorang boneka iblis yang suka dengan lautan darah,' ucap Edmonia di dalam hatinya dengan senyuman tipis melihat Addison yang berjalan di depannya


"Maafkan aku tuan Baron Elrick,"


"Karena tidak bisa menurunkan nona Gressa, seperti yang anda lihat,"


"Dia sedang tertidur di bahuku, tidak mungkin aku membangunkan dirinya dari tidurnya yang begitu lelap," ucap Lucius sambil tersenyum licik dari dalam kereta


"Aku sudah tau kalau kamu sengaja melakukannya dengan alasan yang tidak masuk akal karena kamu sebenarnya menikmati waktu ketika dia tertidur bukan?"


"Walaupun begitu kamu harus ingat perempuan yang tertidur di sebelah dirimu adalah seorang putri keluarga Baron Elrick,"


"Jika kamu menganggap kalau dia adalah mainan maka aku pastikan kamu akan mati hari ini juga," ucap Addison dengan tatapan dingin dan mengancam ke arah laki-laki yang berada di dalam kereta itu


"Hoamm..."


"Eh? Sudah sampai? Sejak kapan aku tertidur?" Gumam Gressa dengan tatapan linglung karena baru bangun dari tidurnya


'Air liur yang ada di pakaiannya, apakah itu adalah milikku?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan terkejut setelah melihat air liur yang telah berada di pakaian orang yang berada di sebelahnya


"Maafkan aku Lucius, karena telah mengotori pakaianmu," ucap Gressa dengan tatapan terkejut dan perasaan bersalah


"Tidak apa-apa Gressa," ucap Lucius dengan senyuman dan tatapan lembut


"Tapi tetap saja, ini kotor dan kamu itu seorang laki-laki tidak mungkin dipermalukan karena aku,"


"Oleh karena itu menginap lah disini dulu hari ini dan pulanglah besok," ucap Gressa dengan tatapan bersalah


"Gressa, bisa-bisanya kamu mengajak orang asing untuk menginap di mansion tanpa izinku," ucap Addison yang sejak tadi melihat kelakuan itu


"Kakak, maafkan aku tapi tidak mungkin seorang laki-laki bangsawan di permalukan karena aku yang melakukannya,"


"Dan juga Lucius sudah banyak membantuku selama di akademi,"


"Apakah kakak tega untuk memberikan dia begitu saja? Jika begitu apakah kakak ingin nama keluarga kita ikut tercoreng karena perbuatanku?"


"Jika tidak maka tidak ada salahnya jika dia menginap bukan?" ucap Gressa dengan tatapan serius ke arah Addison


"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan,"


"Maka lakukanlah dan minta pelayan untuk menyiapkan satu kamar lagi," ucap Addison dengan tatapan dingin dan kesal sedangkan Lucius dengan tatapan puas dan kemenangan


"Baiklah, Lucius karena kakak telah mengizinkan nya maka kamu boleh menginap," ucap Gressa dengan senyuman yang lembut


'Apapun yang terjadi Gressa tidak akan bisa kamu lawan jika dia memiliki alasan yang lebih masuk akal dibandingkan dengan kepentingan yang kamu miliki,' ucap Lucius di dalam hatinya dengan tatapan yang bahagia


"Gressa, kamu belum makan malam bukan?" tanya Addison tanpa menoleh ke arah belakangnya


"Iya belum, kalau begitu apakah kakak ingin makan bersama?" ucap Gressa dengan kebingungan


"Baiklah, kalau begitu setelah kamu selesai membersihkan diri maka segeralah ke ruang makan kakak akan menunggumu di sana," ucap Addison sambil berjalan meninggalkan Gressa dan Lucius


Apakah nantinya makan malam mereka bisa berlangsung dengan damai? Apakah Lucius akan mengambil kesempatan ini? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life