
"Kepala pendeta, kenapa anda melewatkan salah seorang siswa yang bernama Gressa Elrick untuk tidak mengikuti tes kedua?"
"Bukankah itu seharusnya wajib supaya kami mengetahui potensi setiap murid seperti apa tapi anda malah membuatnya melewati tes tersebut," ucap laki-laki itu dengan tatapan tajam ke arah laki-laki di depannya
"Bukankah tes pertama dan ketiga sudah bisa membuktikan seperti apa dirinya,"
"Apa kalian para guru tidak mampu untuk mengetahui kemampuan setiap siswa?" ucap William dengan tatapan tajam dan dingin
"Biar aku beritahu dia adalah putri kesayanganku bisa dibilang dia adalah keponakan kaisar jadi siapapun yang menganggap omonganku angin maka aku pastikan kalian akan menghilang dengan cepat tidak peduli kalau akademi ini dilindungi, aku masih bisa meminta tolong kepada saudaraku untuk memenggal kepala kalian karena perbuatan dosa yang kalian perbuat," ucap William sambil tersenyum dingin ke arah orang yang duduk di atas kursi
"William, setiap ucapan yang kamu katakan pastinya tidak pernah bermain-main oleh karena itu periksa guru itu,"
"Kemudian bawa dia ke pengadilan kerajaan," ucap laki-laki itu dengan tatapan yang dingin dan senyuman dingin
"Kepala akademi, aku mohon ampuni aku," ucap laki-laki yang di seret itu dengan tatapan ketakutan dan gemetaran
"Akhirnya ruangan ini kembali sepi," ucap William dengan senyuman ceria
"Aku memintamu untuk datang ke sini mengetes kemampuan dan bakat calon siswa-siswi bukan untuk menangkap para darah biru yang berbuat kotor,"
"Kamu bukannya pendeta? Kenapa kamu malah tidak terlihat seperti itu?" ucap laki-laki yang merupakan kepala akademi itu dengan tatapan pasrah
"Ini adalah perjanjian yang aku buat dengan kakakku tersayang, kalau aku akan membantunya secara diam-diam di bawah sedangkan dia di atas,"
"Dan juga hubunganku dengan kakakku tidak seperti yang di rumorkan oleh orang-orang," ucap William sambil tersenyum
"Tolong berperilaku sesuai dengan pekerjaan yang kamu lakukan jangan melakukannya seenaknya," ucap kepala akademi itu dengan tatapan serius
"Aku telah melakukan sesuai pekerjaanku,"
"Kamu tidak melihatnya dengan baik?" ucap William dengan mengangkat kedua bahunya
"Memang berdebat dengan dirimu tidak pernah berjalan dengan baik,"
"Bahkan Addison sering kali hampir putus kesabaran gara-gara berdebat dengan dirimu," ucap laki-laki itu dengan tatapan datar
"Kenapa aku merasa tertusuk dengan ucapan yang kamu katakan barusan?" Gumam William dengan tatapan tajam
"Kamu ternyata sudah tau ya masih ada yang ingin dibicarakan,"
"Memang ada ini mengenai anak kesayanganku,"
"Jadi Felix, tolong kamu selalu lihat keadaannya selama di akademi, karena latar belakang keluarganya bukan sepenuhnya berdarah biru murni,"
"Aku merasa kalau dia mungkin akan dijadikan sebagai objek pembullyan di akademi dan juga aku ingin kamu yang melatih kemampuan sihirnya,"
"Karena kita adalah teman lama, dan terikat sebuah perjanjian yang khusus maka aku akan mengatakan kalau putri kesayanganku ini adalah anak kesayangan dewa juga,"
"Dia memiliki bakat dan kemampuan menggunakan kemampuan yang diberikan oleh dewa jadi tolong kamu latih dia dengan baik," ucap William sambil tersenyum
"Hah..."
"Baiklah aku mengerti secara garis besar kenapa kamu ingin adik perempuan dari Addison sampai kamu adopsi untuk menjadi putri kesayanganmu,"
"Tapi aku ingin tau apakah kamu benar-benar tulus melakukan hal ini karena memang kamu menganggap dirinya, gadis kecil yang unik atau gadis kecil yang bisa dimanfaatkan oleh kekaisaran nantinya,"
"Karena bagaimanapun dia adalah anak yang tidak tau apapun, aku tidak ingin melihat anak itu nantinya mengalami penderitaan," ucap Felix dengan gelengan kepala yang pelan
"Kamu tenang saja, aku berjanji kepada diriku sendiri untuk memperlakukan dirinya seperti anakku sendiri," ucap William sambil tersenyum
"Ah iya..."
"Aku juga ingin memberi tau dirimu, kalau pihak kerajaan Lavina sekarang ingin bekerja sama dengan kita dibilang sihir kegelapan,"
"Mungkin dibilang tepatnya kerajaan kita yang menginginkan ilmu pengetahuan itu,"
"Aku harap kamu dan para anjing kekaisaran kita terus waspada karena tiga generasi yang lalu kekaisaran Lavina hampir hancur karena sihir kegelapan,"
"Kita tidak tau apa yang akan terjadi di kekaisaran kita kedepannya," ucap Felix dengan tatapan khawatir menatap ke arah luar jendela
Kenapa Felix terlihat khawatir? Apakah sihir hitam merupakan sihir yang mengerikan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life