Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 30 kamu yang menekan lukanya



Dengan sebuah pedang yang tajam di dekat leher mengancam nyawanya...


'Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana dia mengetahui titik buta itu? Bukankah di sana tidak ada siapapun yang lewat?' ucap Noella di dalam hatinya dengan gemetaran dan perasaan takut


"Kenapa kamu diam? Apakah kamu ingin membuat suatu alasan?"


"Biar aku beri tau, semua yang kamu lakukan sia-sia karena aku mengetahui semua yang terjadi mansion ini ketika aku menginginkan informasi," ucap Addison dengan tatapan dinginnya


'Aku rasa aku harus menggunakan alat itu,' ucap Noella di dalam hatinya sambil menggigit bibirnya yang kemudian membuat semua ruangan itu hilang dan memunculkan seorang laki-laki


"Sudah lama tidak bertemu ya, teman lama atau kakak senior," ucap seorang laki-laki sambil berjalan dengan senyuman


"Lucius, kenapa kamu ada di ruanganku tanpa mengetuk pintu? Atau jangan-jangan kamu ke sini karena sihir teleportasi yang diberikan oleh perempuan ini?" ucap Addison dengan tatapan tajam dan dingin


"Aku tidak bisa berbohong bukan? Karena Wilmer memiliki bakat dan kemampuan pendeteksi,"


"Jadi aku rasa aku harus jujur walaupun sebenarnya sedikit rugi,"


"Dia memang bawahanku yang aku tugaskan, tapi aku tidak menggunakan dia untuk memata-matai dirimu sebaliknya aku meminta dia untuk menjaga rekan bisnisku yang berharga,"


"Aku rasa tidak masalah bukan? Jika kamu ingin tau memang aku adalah orang yang dibalik semua toko yang baru-baru ini serentak terkenal menjadi pembicaraan bangsawan,"


"Kamu tau orang dibalik itu siapa? Benar sekali adik perempuanmu,"


"Jadi Addison, aku telah memberi tau dirimu dan melanggar kontrak tapi itu bukan masalah untukku,"


"Karena bakat dan kemampuanku adalah penetralan," ucap Lucius dengan senyuman licik


"Kamu memberi tau aku supaya kamu bisa menjalankan bisnis ini tidak perlu sembunyi-sembunyi bukan?"


"Lakukanlah yang telah tertulis di kontrak, aku juga akan menutup telinga dan mata kalau dia memiliki bisnis,"


"Karena dia pastinya tidak ingin terus bergantung dengan keluarga yang pernah menindasnya," ucap Addison dengan tatapan dingin


"Baiklah aku mengerti,"


"Ah iya, karena aku telah berada di sini,"


"Aku ingin memberikan surat dari akademi," ucap Lucius sambil mengambil surat dari kantongnya


"Surat? Apakah Gressa membuat masalah?" ucap Addison dengan tatapan kebingungan


"Para bangsawan itu menuntut karena tes yang rahasia kami sembunyikan,"


"Tapi lebih tepatnya masalah perempuan yang melakukan hal tercela di akademi, terhadap anggota dewan kami,"


"Gressa, menyelamatkan anggota dewan kami tapi mereka sekarang memanggil orang tua mereka untuk di adili dalam kasus ini,"


'Aku rasa pembicaraanku terlalu berbelit-belit ya, sampai dia terlihat berpikir untuk mendalami perkataanku,' ucap Lucius di dalam hatinya dengan menatap serius


"Kapan diminta ke akademi? Dan kapan waktunya?" ucap Addison dengan tatapan dingin


"Sebenarnya hari ini karena surat itu harusnya aku berikan kemarin tapi kemarin aku masih banyak pekerjaan,"


"Jadi aku baru memiliki waktu hari ini, waktunya siang ini,"


"Ah iya satu hal yang lupa aku sampaikan kepada dirimu, kalau Gressa terluka di kakinya,"


"Dia sedang berada di ruangan perawatan tapi tenang saja,"


"Kami akan memanggil Charlotte, untuk mengobati Gressa,"


"Jadi tidak perlu khawatirkan apapun,"


"Sekarang kamu hanya harus datang ke akademi untuk menyelesaikan masalah ini,"


"Kalau begitu aku kembali ke akademi duluan," ucap Lucius dengan senyuman tipis yang kemudian pergi dengan sihir teleportasinya


"Baiklah, kamu keluar dari ruangan ini," ucap Addison dengan tatapan dingin dan tajam


"Wilmer, buat lingkaran sihir teleportasi kamu ikut denganku ke akademi Richardson,"


"Biar aku melihat seperti apa keberanian orang-orang seperti mereka ingin menyentuh keluarga Elrick," ucap Addison dengan tatapan dingin yang hanya di jawab dengan anggukan oleh Wilmer yang kemudian membuat sebuah teleportasi untuk dua orang


"Gressa, aku dengar kamu terluka,"


"Aku sampai khawatir denganmu oleh karena itu aku langsung datang ke sini untuk melihat dirimu,"


"Jadi dimana bagian yang terluka sini biar aku yang mengobati dirimu," ucap Charlotte dengan tatapan khawatir


"Aku baik-baik saja Charlotte, kamu tidak perlu khawatirkan aku," ucap Gressa dengan senyuman kaku


"AKHHH..." teriak Gressa karena kesakitan di tekannya luka milik dirinya


"Gressa, kamu yakin teriakan yang kamu teriakan barusan bukan rasa sakit?" ucap Charlotte dengan tatapan serius dan khawatir


"Itu karena kamu yang menekan lukanya,"


"Tentu saja itu akan sakit Charlotte," ucap Gressa sambil meringis kesakitan


"Kalau begitu kamu diam saja, biar aku yang mengobati dirimu,"


"Ini hanya seben-"


"Tidak perlu, kamu tidak seharusnya membuang bakat dan kemampuan yang kamu miliki hanya untuk mengobati luka kecil ini," ucap Gressa sambil mencegah tangan Charlotte yang hampir mengobati dirinya


"Gressa, kamu adalah temanku yang berharga tidak ada berlian atau benda yang nilainya tidak terbatas menggantikan dirimu yang hidup dan selalu menemaniku,"


"Jadi, aku merasa sakit juga ketika melihat dirimu terluka seperti ini,"


"Aku mohon ya mau di obati," ucap Charlotte dengan tatapan memelas ke arah Gressa


'Kenapa dia bisa menatapku dengan begitu khawatir dan lembut ya?'


'Padahal aku menolongnya hanya karena aku ingin menyelamatkan nyawaku dari kematian tapi dia sangat menyayangi aku melebihi apapun,'


'Dia memang seorang malaikat,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil tersenyum tipis


"Baiklah, terima kasih Charlotte," ucap Gressa dengan anggukan pelan yang kemudian di lakukan pengobatan oleh Charlotte


"Gressa, selesai," ucap Charlotte dengan senyuman yang riang


"Baiklah sekali lagi terima kasih karena telah ingin mengobati aku," ucap Gressa sambil tersenyum


"Ah iya, Gressa aku baru mengingat sesuatu,"


"Kepala sekolah meminta kita untuk menemui dirinya di ruangan kepala akademi," ucap Charlotte dengan tatapan serius


"Ke ruangan kepala akademi?" ucap Gressa dengan kebingungan


"Benar, itu karena masalah beberapa hari yang lalu,"


"Orang tua murid sampai datang jadinya, kita berdua diminta untuk ke ruangan kepala akademi," ucap Charlotte dengan anggukan tidak setuju karena mereka bukan orang yang bersalah


Di ruangan seorang pemimpin akademi Richardson...


"Aku mengerti semua masalah yang kalian katakan tapi kita harus tetap menunggu kedua orang yang merupakan tersangka dan korban datang ke sini,"


"Ditambah lagi wali dari keluarga tersangka," ucap laki-laki yang merupakan pimpinan akademi itu dengan tatapan dingin


"Ck, kenapa kita harus menunggu seorang bangsawan rendahan?"


"Mereka hanya memiliki gelar Baron, memangnya kayak untuk di tunggu,"


"Kecuali kalau mereka adalah raja maka aku akan menunggu tapi hanya seorang bangsawan rendahan buat apa di tunggu?" ucap seorang bangsawan yang merupakan salah satu dari orang tua yang anaknya dibanting oleh Gressa


"Aku mengerti, kalau kami memang bangsawan rendahan lebih rendah dibandingkan dirimu,"


"Tapi sepertinya anda lupa kalau keluarga anda bergantung kepada keluarga kami?" ucap seorang laki-laki yang berjalan masuk ke dalam ruangan tanpa adanya ketukan pintu dengan tatapan dingin dan aura yang menyeramkan


Apakah Gressa akan dikeluarkan dari sekolah? Apakah mungkin hal yang lebih buruk terjadi kepada dirinya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


gressa's second life