
Kerajaan yang memiliki kemajuan di dalam bidang perdagangan dan juga bidang pertanian, dengan adanya pertanian yang luas dan subur itu juga, mereka menjadikannya juga sebagai sektor pariwisata membuat kerajaan Esmeralda ini sering dikunjungi oleh para pecinta alam dan tanaman. Kerajaan yang besar ini merupakan kerajaan dengan peringkat kedua dalam kekuatan militer dan juga kemiskinan terendah di peringkat empat dari seluruh dunia. Semua itu tentu saja berkat raja dan putri mahkotanya yang bekerja keras untuk rakyatnya. Namun karena mereka menampung buronan kerajaan lain, ini membuat mereka harus tetap waspada dengan perang yang belum pernah di nilai peringkat berapakah kekuatan mereka hingga mereka bisa memberontak seperti itu.
"Itu memang benar, tidak ada yang salah dari perkiraan yang dilakukan," ucap Chris dengan anggukan pelan
"Karena Lucius yang mencintai Gressa, aku rasa ke seluruh dunia pun akan dia taklukkan tapi dia menggunakan hal terlarang untuk membuat dirinya kuat,"
"Tidak akan sampai seluruh dunia berhasil dia jelajahi untuk mencari Gressa,"
"Karena kematian yang akan menghampirinya jika dia tetap berusaha untuk menjadi gila," ucap Charlotte dengan tatapan dingin
"Tuan putri, barusan ada laporan kalau kerajaan tetangga kita mengumumkan, kalau raja baru berkuasa atas mangkatnya raja yang lama,"
"Dan mereka meminta kita untuk hadir dalam acara penobatannya," ucap seorang laki-laki yang terlihat sangat muda dan tampan yang datang dengan nafas tersengal-sengal
"Balas surat mereka, kita tidak akan bisa pergi karena hanya ada surat undangan yang di kirim tanpa cap persetujuan tiap tetua mereka di dalam surat undangan itu,"
"Aku yakin kerajaan lain akan menjawab hal yang sama," ucap Charlotte dengan seringainya
"Baik, tuan putri," ucap laki-laki paruh baya itu dengan menunduk hormat kemudian menatap gadis yang tidak jauh dari tuan putri itu
"Nona, bolehkah saya bertanya nama anda?" tanya laki-laki muda itu dengan tatapan nostalgia dan tidak asing dengan gadis yang ada di depannya
"Eh?"
"Namaku adalah Gressa Elrick, tuan," ucap Gressa dengan menghormat ke arah laki-laki muda itu membuat laki-laki itu terkejut
"Apakah nama ibumu adalah Riliane?"tanyanya lagi kali ini dengan dahi yang terlipat dan tatapan terkejut
"Aku tidak mengetahui siapa ibuku tuan, karena saat saya kecil saya telah berada di kediaman baron Elrick,"
"Dan yang dikatakan oleh nyonya kediaman baron adalah kalau saya adalah anak haram dan ibu saya telah meninggal karena sakit,"
"Jadi saya sendiri tidak benar-benar mengetahui siapa orang tua," ucap Gressa dengan gelengan pelan dan kepala tertunduk
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk mengungkit masa lalu tetapi bolehkah saya bertanya,"
"Apa kamu memiliki barang peninggalan orang tuamu?" tanya laki-laki itu dengan tatapan penasaran
"Barang peninggalan? Yang saya tau, ibu saya meninggalkan sebuah cincin dan di cincin itu ada tulisan M.L tapi saya tidak mengerti maksud dari cincin ini," ucap Gressa sambil menyerahkan sebuah cincin
"Tuan putri, bisakah aku berbicara dengan tamu anda?" ucap laki-laki muda itu dengan tatapan terkejut dan tangan yang gemetaran
"Apakah ada hal yang penting yang ingin kamu sampaikan kepadanya? Kamu dari tadi bertanya-tanya tentang keluarganya, apakah kamu menemukan sesuatu yang berkaitan dengan keluargamu yang hilang belasan tahun yang lalu?"
"Daripada itu bukankah kamu lebih baik berbicara di sini supaya tidak banyak bertele-tele harus menjelaskannya kepada mereka satu persatu?" tanya Charlotte dengan tatapan kebingungan
"KELUARGA?" Gumam Gressa dengan lantang dan sedikit terkejut karena dia merasa kalau dia bukanlah orang yang pantas mendapatkan sosok ayah, karena dia bukanlah Gressa yang asli
"Aku rasa lebih baik aku memperkenalkan diriku dulu,"
"Saya sekarang ditugaskan untuk menjadi guru dan pembimbing calon pemimpin kerajaan ini,"
"Saya memang kehilangan keluarga saya saat terjadi perang besar dan pada saat yang bersamaan keluarga kecil saya menghilang,"
"Setelah perang selesai dan kerajaan menjadi damai, saya memutuskan untuk mencari putri dan istri,"
"Namun hasilnya nihil tetapi saat saya bertemu dengan nona Gressa perasaan tidak asing itu serta cincin yang anda tunjukan ini,"
"Meyakinkan saya bahwa anda adalah putri saya yang hilang,"
"Maafkan saya karena mungkin saya memang sudah tidak terlihat seperti seorang ayah yang bertanggung jawab, kepada keluarga,"
"Saya tidak masalah jika anda ingin menerima atau tidak menerima saya sebagai orang tua tetapi ini adalah faktanya," ucap Marlon dengan air mata yang menetes dengan tatapan penuh penyesalan dan lega karena berhasil menemukan keluarganya yang telah lama hilang, sedangkan Gressa yang entah kenapa tiba-tiba tanpa sadar mengeluarkan air mata. Padahal dia tidak merasakan kalau dia sedih dengan fakta yang baru dia terima, dia kemudian yakin kalau yang sedang menangis adalah pemilik tubuh asli ini. Yang merasa lega kalau orang tuanya masih ingin mencari keberadaan dirinya yang telah belasan tahun menghilang namun tidak dapat dibohongi kalau fakta Gressa yang asli telah meninggalkan dunia. Sehingga dia hanya bisa merasa kasihan dengan laki-laki yang berada di depannya.
"Gressa, apakah kamu tidak mau memeluk orang tuamu?"
"Kamu benar-benar memiliki orang tua yang sebenarnya sekarang,"
"Dan untuk menjadi ayah angkat dirimu, aku akan mencabut hak adopsi itu," ucap William dengan senyuman pahit
"Ayah, terima kasih telah berusaha untuk mencari aku selama ini,"
"Aku senang tetapi..."
"Ayah, aku telah dirawat oleh ayah angkatku selama ini,"
"Aku selalu mendapatkan kasih sayang dari beliau sejak aku masih sangat kecil,"
"Apakah ayah tetap mengizinkan keegoisanku menganggap kepala pendeta sebagai ayah angkatku?" ucap Gressa dengan senyuman lembut ke arah William, Wiliam yang mendengarkan itu terkejut dan tersenyum tipis menunggu jawaban
'Selama ini mungkin di dunia ini aku benar-benar memiliki sesosok ayah bagiku bukan ayah Gressa yang sebenarnya tetapi ayah yang mengadopsi aku sebagai anak angkatnya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan senyuman menunggu jawaban
"Bahkan jika kamu tidak ingin menganggap aku sebagai seorang ayah itu bukan masalah untukku Gressa karena kamu dirawat olehnya,"
"Jadi bagaimana mungkin aku mencegah ayah angkatmu menjadi sesosok ayah sungguhan?" ucap Marlon dengan tatapan lembut dan senyuman lembut
"Jadi, sudah diputuskan kalau kedua laki-laki ini orang tuamu,"
"Dan tidak akan ada yang melarang kalau seorang anak memiliki dua orang tua,"
"Lagipula itu bentuk kasih sayang dari kedua orang tua, bukankah itu yang diajarkan oleh akademi kepada kita, paman?" ucap Charlotte sambil menatap ke arah belakang yang jauh
Apakah mereka akan menjadi keluarga yang damai? Mungkinkah bisa menghabiskan waktu bersama keluarga kecil itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life