Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 12 Itu yang bisa aku lakukan sekarang



"Apa kamu yakin tidak membutuhkan pengawalan? Bagaimana kalau kamu nantinya dijadikan target penculikan?" ucap Addison dengan alis yang terangkat


"Aku bisa sedikit ilmu bertarung dan ini juga ilmu yang dimiliki oleh semua bangsawan perempuan , jadi aku yakin mampu melindungi diriku sendiri," ucap Gressa dengan tatapan percaya diri


'Dia baru saja menjadi seorang putri baron, ibu tidak mungkin mengajari dia untuk melakukan ilmu pertarungan itu, aku rasa dia belajar sendiri tapi apa mungkin seorang gadis mempelajari hal semacam itu sendirian?'


'Kalau aku tidak mengizinkannya mungkin dia akan melakukan hal yang nekat, aku rasa nanti akan aku minta orang untuk mengikuti dirinya secara diam-diam,' ucap Addison di dalam hatinya dengan tatapan yang curiga


"Baiklah, kamu boleh keluar tetapi kamu harus pulang pada saat sore hari tidak lebih dari itu,"


"Kalau kamu pulang melewati waktu yang aku tentukan maka Gressa nantinya kamu tidak akan di izinkan lagi untuk keluar dari mansion,"


"Seperti yang kamu ketahui aku bukan ingin mengurung dirimu di dalam bangunan ini melainkan aku khawatir kalau dirimu diculik atau dijadikan sebagai budak yang akan di jual di pasar gelap, karena baru-baru ini aku mendapat informasi kalau banyak sekali orang-orang yang melakukan penculikan demi uang dan orang-orang yang membeli budak itu sendiri adalah bangsawan jadi berhati-hatilah," ucap Addison dengan tatapan dingin namun khawatir


"Baiklah kakak, aku mengerti,"


"Aku pasti akan pulang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan," ucap Gressa sambil menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang lembut


Kemudian sesuai yang telah di rencanakan oleh Gressa dia pergi ke sebuah butik yang merupakan hasil kerja keras pemikirannya di kehidupan sebelumnya.


"Kring... kring..." suara bel pintu yang berbunyi


"Nona, apakah ada yang bisa saya bantu," ucap seorang pelayan toko dengan ramah


"Apakah boleh aku bertemu dengan pemilik kalian," ucap Gressa sambil tersenyum


"Maafkan saya tidak mengenali anda, silahkan lewat sini," ucap pelayan toko itu dengan ramah langsung menunjukkan jalan setelah dia teringat dengan ciri khas yang disebutkan oleh atasannya


"Tidak apa-apa, karena ini juga pertama kalinya aku berkunjung ke sini," ucap Gressa sambil tersenyum


"Aku tidak menyangka kalau orang yang merencanakan butik ini adalah seorang gadis yang masih muda dengan pemikiran yang sangat jenius,"


"Aku jadi merasa suatu keberuntungan bisa bertemu dengan anda," ucap pelayan toko itu dengan bersemangat


"Terima kasih atas pujiannya, tapi ini juga berkat usaha kalian dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pembeli kalau tidak bagaimana mungkin penjualan toko bisa meningkat bahkan sampai aku dengar orang penting akan datang ke sini untuk melakukan kontrak hari ini," ucap Gressa dengan tatapan yang ikut bersemangat


"Aku berharap para pelayan seperti kalian tetap membantu perkembangan butik ini," ucap Gressa dengan tatapan yang penuh dengan kepercayaan


"Tentu saja kami akan terus bekerja di butik ini," ucap pelayan itu dengan tatapan bersemangat dan menghentikan langkah kakinya di depan sebuah pintu


"Kita sudah sampai nona, silahkan masuk saja, tuan sudah menunggu di dalam,"


"Saya pergi dulu karena masih ada yang harus saya kerjakan," ucap pelayan itu sambil memberikan hormat ya kemudian pergi meninggalkan Gressa yang berada di depan pintu


"Kriett...." suara pintu terbuka


"Aku sudah menduganya kalau kamu sudah berada di depan pintu ini," ucap laki-laki itu dengan senyuman yang dingin


"Gressa, apakah aku boleh bertanya sesuatu?" ucap laki-laki itu sambil memberikan isyarat untuk mempersilahkan dirinya duduk di kursi yang telah di sediakan


"Tentu saja boleh asalkan tidak melanggar perjanjian kontrak yang aku syaratkan," ucap Gressa sambil menganggukkan kepalanya


"Apakah tawaran sebagai pelayanmu masih berlaku?" tanya laki-laki itu sambil tersenyum


"Iya, perempuan itu mengatakan kalau dia ingin berada di bawah perintah dirimu, karena kamu memiliki kemampuan yang luar biasa," ucap laki-laki itu sambil menyilang kan kedua kakinya dengan tatapan yang dingin


"Luci, aku sangat berterima kasih kepada dirimu karena telah membantuku dan untuk menjadikan orang sebagai pelayan yang setia, aku tidak memerlukannya tapi jika sebagai pengantar surat aku tidak masalah,"


"Karena aku tidak ingin seseorang patuh karena aku memiliki hak yang tidak orang lain miliki,"


"Aku harap kamu mengerti itu kan?" ucap Gressa sambil menatap cangkir teh yang berada di atas meja itu


'Dia orang yang tidak angkuh dengan kemampuannya ditambah lagi dia malah menolak orang yang memiliki kemampuan untuk menjaganya sebagai pelayannya, memang perempuan yang luar biasa, kalau dia benar-benar keluar dari keluarga Baron mungkin aku akan menjadikan dirinya sebagai orangku, tapi aku rasa itu mustahil karena bagaimanapun terlihat dia bukan orang yang akan menerima tawaranku tanpa alasan yang jelas,' ucap Luci di dalam hatinya dengan tatapan yang tajam


"Aku mengerti, akan aku sampaikan padanya nanti dan kemudian apa keluargamu tau kalau kamu menjalankan bisnis ini denganku?" ucap Luci dengan tatapan penasaran


"Tidak, dia tidak mengetahuinya, aku harap hal ini benar-benar bisa di rahasiakan sampai nantinya aku di usir dari keluargaku,"


"Oleh karena itu jangan bocorkan hal ini kepada orang itu," ucap Gressa dengan tatapan dingin dan tajam


"Tenang saja, aku akan merahasiakan semuanya tapi ada hal yang ingin aku beritahu sebelum itu, kepala keluarga Baron saat ini akan datang ke butik dengan waktu tidak sampai dari lima menit dari sekarang,"


"Jika kamu ingin pulang atau pergi aku rasa kamu tidak memiliki waktu yang cukup, jadi apa yang akan kamu lakukan" ucap Luci sambil tersenyum dingin dan melipat kedua tangannya


'Kenapa aku selalu mendapatkan kesialan? Padahal aku baru saja mendapatkan kehidupan baru di sini dan kemudian harus mati dengan umur yang pendek,'


'Ini tidak boleh terjadi,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil mengigit jarinya


"Hah..."


"Aku memiliki rencana bisakah aku meminjam ruangan ganti di butik ini?" ucap Gressa sambil berusaha menenangkan pikirannya


"Kenapa tiba-tiba?" ucap Luci dengan tatapan kebingungan


"Karena itu yang bisa aku lakukan sekarang," ucap Gressa sambil tersenyum


Tidak lama setelah percakapan mereka berdua di ruangan datanglah laki-laki dengan pakaian yang sangat rapi memasuki butik itu.


"Selamat datang tuan, di butik kami,"


"Apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan itu dengan ramah dan senyuman yang profesional


"Aku ingin bertemu dengan pemilik butik ini untuk membahas sedikit urusan," ucap laki-laki yang berpakaian rapi itu dengan tatapan yang dingin


"Baiklah, silakan tunggu sebentar akan saya tanyakan," ucap pelayan itu kemudian pergi meninggalkan laki-laki itu dengan beberapa pelayan butik itu


'Pelayan butik itu, hampir mirip dengan Gressa, apakah dia diam-diam tidak menginginkan pelayan atau pengawal untuk mengikuti dirinya dari belakang karena ini?' ucap laki-laki itu dengan tatapan tajam ke arah punggung perempuan itu


"Hei, kamu pelayan yang di sana," panggil laki-laki itu sambil menatap perempuan yang sedang menyusun pakaian-pakaian itu


Apakah keduanya berhasil melakukan kontrak? Mungkinkah Gressa menghindari orang yang tidak ingin ditemui saat ini? Apakah kehidupan Gressa hanya sampai di sini?


GRESSA'S SECOND LIFE