
"Keluarga Vandiar sudah cukup hebat untuk menuduh aku berselingkuh tanpa melihat fakta yang jelas ya,"
"Dan juga aku ke sini tentu saja karena aku tidak suka rakyatku di ganggu oleh kalian yang menganggap nyawa setiap orang yang tidak memiliki gelar adalah rendah,"
"Aku ke sini karena hal itu jadi jangan berpikir yang aneh-aneh,"
"Karena aku sudah sejak awal di sini aku tentu saja tau masalah yang terjadi, kamu ingin anak kecil ini meminta maaf kepadamu? Itu sangat keterlaluan sedangkan kamu hampir membuat dirinya mati,"
"Dan gadis ini kamu ingin menjadikannya tunanganmu, kamu memangnya pantas?"
"Jika kamu menganggap dirimu pantas coba saja berbicara dengan kepala pendeta jika kepalamu masih berada di atas kepala maka aku tidak akan meragukannya, kamu orang yang layak, tapi jika tidak maka ucapanku ini adalah peringatan," ucap Luke dengan dingin
'Bagaimana dia tau kalau aku adalah anak kepala pendeta? Dia seharusnya orang yang tidak harus ikut campur urusanku bukan?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan curiga menatap Lucius
"Minta maaf kepada gadis dan anak kecil itu," ucap keduanya dengan serentak mendesak calon Duke Vandiar itu
"Maafkan aku nona, karena telah kasar dan bersikap tidak sopan kepadamu," ucap Vandiar dengan tatapan kesal karena mengingat keduanya bukan orang yang sederhana dan memiliki kedudukan yang tinggi mau tidak mau dia harus melakukan hal tersebut
"Yang harusnya kamu minta maaf itu adalah anak kecil bukan aku," ucap Gressa dengan tatapan dingin
"Maafkan aku karena bertindak semena-mena dan aku akan memberikan kompensasi sebagai pertanggungjawaban," ucap Vandiar yang sambil menggigit bibirnya memohon maaf kepada anak kecil di depan banyak orang setelah itu pergi dengan tatapan kesal dan marah
"Gressa, apakah kamu baik-baik saja? Apakah ada yang terluka?" ucap keduanya dengan serentak dengan tatapan khawatir
'Kalau melihat Lucius khawatir, aku tidak mempermasalahkan karena itu sudah biasa tapi..."
'Ada apa dengan Luke? Bukankah dia membenciku? Kenapa sekarang dia perhatian kepadaku?'
'Bahkan sampai repot-repot dia membelaku di depan banyak orang,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan terkejut dan merinding
"Aku hanya bertanya saja, jangan pikir aku benar-benar peduli dengan dirimu," ucap Luke dengan tatapan dingin dan tajam
"Baiklah aku mengerti, aku baik-baik saja dan terima kasih telah menanyakannya," ucap Gressa dengan tatapan lembut dan senyuman manis
'Aku rasa dia orang yang lumanyan seperti bangsawan, karena dia masih bisa berterima kasih kepadaku,' ucap Luke di dalam hatinya dengan perasaan sedikit berubah
'Aku penasaran apa yang dilakukan oleh orang ini, kenapa dia repot-repot menolong Gressa? Bukankah dia membenci Gressa sampai mengatakan kalau dia berasal dari anak haram? Tapi dia malah berbicara seolah-olah kalau dia memang perhatian dengan Gressa,'
'Karena aku tidak tau apa tujuan yang dimilikinya maka dari itu aku harus waspada dan memastikan kalau dia benar-benar tidak memanfaatkan Gressa,' ucap Lucius di dalam hatinya dengan tatapan waspada ke arah orang yang ada di depannya
"Adik kecil, apa kamu baik-baik saja? Apakah ada yang terluka?" tanya Gressa yang kemudian memperhatikan anak kecil itu
"Aku baik-baik saja, dan terima kasih kakak karena telah membantuku," ucap anak kecil itu dengan senyuman yang ceria
"Kamu tidak mungkin baik-baik saja dengan luka yang ada di lenganmu itu, biarkan aku mengobatinya," ucap Gressa dengan tatapan khawatir kepada anak kecil itu
"Tidak kak, aku baik-baik saja,"
"Dibandingkan itu kakakku dirumah lebih sakit dibandingkan dengan luka kecil aku ini,"
"Jadi aku baik-baik saja," ucap anak kecil itu dengan gelengan kepala yang lemah dan senyuman yang polos
'Bagaimana bisa anak kecil seperti ini menanggung semua itu? Aku jadi teringat dengan Gressa yang sebelum aku menggantikan dirinya,'
'Betapa kejam dan menyakitkannya hal seperti itu,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan pedih melihat anak itu
"Eh? Tapi kak, kakak tidak perlu repot-repot melakukan hal seperti itu," ucap anak kecil itu sambil menggelengkan kepalanya
"Kakak ingin menjenguk keadaan kakakmu, apa benar tidak boleh?" ucap Gressa dengan tatapan yang sedih
"Aku tidak bermaks-"
"Kamu tenang saja, kakak tidak akan menceritakan kejadian yang telah terjadi hari ini kepada kakakmu," ucap Gressa sambil tersenyum
"Baiklah, kalau begitu kakak ikut aku, tempatnya tidak jauh dari sini," ucap anak kecil itu dengan anggukan pelan yang kemudian berjalan di ikuti Gressa
"Gressa, kamu yakin ingin menjenguk kakak dari anak kecil ini?" tanya Lucius dengan tatapan serius
"Tentu saja, karena aku melihat seperti apa kakak dari adik kecil yang manis ini,"
"Dan Lucius maafkan aku mengacaukan jalan-jalan hari ini," ucap Gressa dengan senyuman tipis
"Tidak masalah, aku baik-baik saja,"
"Dan apakah aku boleh ikut denganmu?" ucap Lucius dengan lembut
"Tentu saja boleh, karena kamu yang mengajakku untuk berjalan-jalan jadi aku tidak mungkin menolaknya,"
"Dan yang mulia sekali lagi terima kasih," ucap Gressa dengan senyuman lembut
Beberapa saat setelah mereka berjalan, mereka sampai di sebuah tempat dimana ditempat itu terdapat sebuah rumah yang terbuat dari kayu tua...
"Kakak aku kembali dan aku membawa beberapa tamu yang tidak sengaja membantuku di saat aku terjatuh," ucap anak kecil itu sambil membuka pintu
"Eh? Terima kasih, telah membawa adikku pulang ke sini,"
"Dan terima kasih telah membantunya," ucap seorang laki-laki yang terbaring di tempat tidur dengan lemas
"Sama-sama,"
"Kami dengar kalau anda sedang sakit jadi saya ingin menawarkan, apakah anda bersedia untuk di obati?" ucap Gressa dengan tatapan serius
"Diobati? Tapi biaya pengobatan sangat mahal kami tidak mungkin sanggup untuk membayarnya," ucap laki-laki yang terbaring di tempat tidur itu dengan nada pelan
"Tenang saja, anda hanya perlu fokus untuk kesembuhan anda, tidak perlu memberikan balasan jasa ataupun dibayar kembali biaya pengobatannya karena ini adalah hal yang dilakukan oleh ketulusan," ucap Gressa dengan tatapan serius
"Apakah aku boleh memeriksanya dulu?" ucap Lucius dengan tatapan serius
"Eh? Lucius kamu mengerti ilmu medis?" tanya Gressa dengan tatapan terkejut
"Aku bisa sedikit karena sewaktu aku masih kecil aku pernah mempelajarinya tentang ilmu medis walaupun hanya dasar-dasar pemeriksaan dan gejala penyakit," ucap Lucius dengan senyuman tipis yang kemudian memeriksa denyut nadi laki-laki yang terbaring itu
"Kakakmu harus masuk ke menara sihir atau tidak kemampuan sihirnya di latih karena dengan begitu kakakmu tidak akan mati karena ledakan mana di tubuhnya,"
"Apakah anda ingin sembuh? Jika ingin saya tentu akan membantu anda," ucap Lucius dengan tatapan serius setelah melakukan pemeriksaan
Apakah laki-laki teresebut akan setuju? Apakah Lucius benar-benar bisa membantu dirinya sembuh? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life