Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 64 Kehidupan semu



Setelah pertunangan kontrak itu di setujui, Gressa dan Luke sering berjalan berduaan di mata publik bahkan tidak tanggung-tanggung mereka sering saling menunggu di depan pintu akademi hanya untuk bertemu. Padahal Gressa sama sekali tidak mengikuti pembelajaran resmi di akademi karena dia secara langsung di ajari oleh kepala akademi, dari kejadian-kejadian itu, para murid merasa kalau mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi bahkan mungkin tidak ada yang bisa menyamai mereka berdua. Walaupun banyak berita atau isu-isu tentang romantisnya hubungan mereka, Lucius percaya kalau suatu hari nanti Gressa akan menjadi miliknya dan menjadikan dirinya satu-satunya. Namun sampai hubungan yang mereka jalani berlalu begitu saja ke acara kelulusan akademi dan tentu saja Lucius dengan senang hati hanya di anggap sebagai teman oleh Gressa walaupun tertolak. Dan tentu saja ini bukan akhir dari hubungan mereka melainkan awal dari hubungan mereka.


"Nona Gressa, selamat datang kembali ke mansion Elrick," ucap Noella sambil berjalan ke arah nonanya dengan bahagia kemudian dari belakang juga ada Baron muda yang datang memberikan salam kepada Gressa karena kelulusan dan kepulangannya. Setelah perbicangan di depan pintu, mereka kemudian memutuskan untuk makan malam bersama.


"Gressa, apakah kamu yakin dengan pertunangan yang kamu jalani sekarang? Apakah kamu benar-benar tidak dipaksa oleh batu es itu?" tanya Addison dengan tatapan dingin


"Kakak, dia adalah Luke Carolyn Elmaric


bukan batu es jadi tolong panggil dia dengan benar, jika tidak tolong paling tidak panggil dia dengan panggilan yang mulia,"


"Apakah kakak tidak suka dengan Luke? Dia selama ini sangat baik kepadaku tapi yah mungkin awalnya dia suka membuat orang kesal tapi setelah memiliki hubungan dengannya,"


"Aku pikir dia bukan orang yang seburuk orang katakan," ucap Gressa dengan tatapan yang polos ke arah


"Gressa, apakah kamu telah mendengarkan pembantaian besar-besaran selama dua tahun terakhir ini?" tanya Addison sambil menggoyangkan gelas winenya


"Tentu saja aku mendengarkannya, tapi sepertinya setiap pembunuhan yang dilakukan oleh orang itu adalah orang yang memiliki banyak kesalahan, bahkan sampai beberapa rakyat menganggap kalau dia adalah pahlawan bagi mereka,"


"Tapi menurutku, orang seperti itu adalah orang yang sangat kejam, karena dia melakukan pengadilan secara sepihak padahal banyak sekali hukum yang ada di kekaisaran ini yang sangat bagus,"


"Tetapi dia malah memilih melakukan pembantaian seperti itu,"


"Tidak biasanya tapi kakak membahas masalah ini, apakah kakak ingin berbicara masalah yang menyangkut masalah ini?"


"Jika benar tolong katakan, yah setidaknya aku juga bisa memutuskan seperti apa keputusan yang baik," ucap Gressa dengan tatapan dingin


"Hah..."


"Padahal kamu belum melakukan pesta debut, tapi pemikiran dan semua yang kamu lakukan sejak kecil lebih dewasa,"


"Baiklah kakak akan menceritakan hubungannya, karena kamu berhak tau apa yang terjadi,"


"Setelah itu kakak akan mendukung apapun yang kamu inginkan, tapi tidak sekarang karena kakak tidak inginkan membahas hal yang berdarah di meja makan," ucap Addison yang kemudian mulai menyantap makan malamnya sedangkan Gressa hanya mengangguk setuju


Setelah makan malam selesai, dimulailah cerita-cerita tentang masa lalu yang mengerikan terjadi di kerajaan ini.


"Jadi, semua pembantaian yang terjadi itu adalah balas dendam yang dilakukan olehnya,"


"Tidak heran jika tatapan dan senyumannya begitu terlihat kosong walaupun lembut," Gumam Gressa dengan kepala tertunduk


"Kakak senang karena kamu yang memutuskan yang kamu inginkan,"


"Jadi Gressa apa yang ingin kamu lakukan, kakak serahkan kepada dirimu,"


"Karena kamu pastinya sudah mengalami hal yang berat saat menjalani kehidupan sejak kecil," ucap Addison dengan senyuman pahit mengelus kepala adik perempuannya


'Dinovel di tulis sangat jelas kalau kakak dari Gressa adalah orang yang sangat dingin bahkan adik perempuannya sakit, dia tidak pernah peduli,'


'Apakah yang ditulis di dalam novel semuanya adalah kehidupan semu? Atau malah yang aku jalani sekarang adalah kehidupan semu?'


'Kalau yang aku menjalani semua ini adalah semu? Apakah yang dikatakan oleh suara itu benar?' ucap Gressa di dalam hatinya yang tenggelam dalam lamunan dengan perasaan bimbang dan cemas akan kehidupan yang akan di jalaninya selanjutnya


"Gressa, istirahat sekarang,"


"Kamu pasti lelah menerima banyak hal ditambah lagi kamu baru sampai di sini wilayah Elrick,"


"Noella, antarkan Gressa ke kamarnya," ucap Addison yang tersenyum pahit ketika melihat Gressa khawatir dan cemas mengingat dirinya tidak mendampingi Gressa sejak, dia kecil tentu saja dia pasti tersiksa ditambah lagi dia tidak bisa melakukan hal yang lebih dari itu.


Kekuatan yang begitu terkutuk di dalam tubuhnya membuat dirinya harus menjaga jarak dari segala hal. Di akademi tempat para siswa-siswi yang sebelumnya di bina oleh kepala akademi itu.


"Jadi bagaimana dengan perkembangan penyelidikan tentang perempuan itu?" tanya laki-laki yang duduk di dekat jendela dengan tatapan dingin


"Kamu memang benar, dia adalah putri orang itu tetapi mungkin dia dan laki-laki yang haus darah itu memang ditakdirkan berhadapan sebagai musuh,"


"Tidak heran keluarga kerajaan dulu membunuh orang tuanya secara diam-diam, mereka orang yang menyembah roh yang haus dengan darah dan kematian orang-orang,"


"Menurut parah roh dan keluarga Shroud itu jeritan orang-orang dalam dekat kematian sangatlah indah seperti musik yang mengalun tetapi untuk orang yang masih sadar itu adalah hal yang gila,"


"Aku jadi bimbang dengan kebenaran ini," ucap laki-laki yang bertudung dan berada di depannya dengan helaan nafas panjang


"Yang penting saat ini semua puzzle yang hilang di masa lalu telah berada di posisinya, tugas kita hanyalah membantu mereka jika terdesak,"


"Aku yakin dia pasti nantinya akan tau karena dia adalah orang yang memiliki bakat dan kemampuan memutar waktu," ucap laki-laki yang duduk di dekat jendela dengan tatapan tajam menatap ke arah luar jendela


Di sisi lain suasana menegangkan terjadi dimana-mana dari berbagai wilayah yang di pimpin para bangsawan kerajaan. Dari Air mata, jeritan sampai kematian di segala penjuru sudut negeri memohon ampun kepada laki-laki yang melakukan pembantaian itu, karena yang dibantai bukanlah cuma orang yang bersalah tapi keluarganya yang tidak tau apa pun dan sama sekali tidak memiliki salah atau melakukan kejahatan ikut dibantai oleh laki-laki itu. Tapi di sisi lain banyak rakyat yang menganggap kalau itu adalah penyucian yang di lakukan untuk para dewa. Semakin hari semakin melenceng para rakyat, menyebabkan para pendeta di katedral merasa kalau mereka juga harus ikut campur dalam urusan negara.


Apakah akan ada perang besar yang menanti? Apakah yang akan Gressa lakukan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life