Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 22 kamu mau menculik anak orang ya?



Di akademi...


"Hari ini adalah tes ketiga akademi, aku harus bisa lolos masuk ke akademi," Gumam Gressa dengan tatapan percaya diri


"Tes ketiga adalah tes yang tiap tahunnya berbeda jadi kita tidak tau seperti apa tesnya dan kapan itu dimulai," ucap seorang calon siswa yang berada di depan Gressa


"Aku dengar-dengar kalau tes sebelumnya mereka harus menangkap penjahat yang menculik salah satu siswa akademi yang ternyata telah bekerja sama untuk ikut ke dalam penculikan tersebut,"


"Dan orang yang menculiknya juga bukan orang biasa, dia adalah salah satu kesatria terbaik di akademi ini yang menjadi guru,"


"Dengar-dengar kalau beberapa calon siswa terluka karena dirinya, aku jadi sedikit ketakutan," ucap seorang calon siswa kepada temannya


'Semenyeramkan itukah tesnya?'


'Bagaimana dengan nasibku nantinya? Aku jadi ragu untuk lulus di sini,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan yang dingin namun hati yang menciut


"Treng... treng..." suara lonceng yang entah dari mana membuat suasana yang tadinya ribut menjadi hening


Beberapa orang yang berpakaian rapi dan elegan itu lewat melewati para calon siswa-siswi yang berada dihalaman itu...


"Selamat pagi calon siswa-siswi akademi Richardson,"


"Hari ini adalah tes ketiga untuk kalian semua,"


"Aku berharap kalian semua bisa lolos dalam tesnya dengan baik," ucap laki-laki itu sambil tersenyum menatap Gressa


'Bukankah laki-laki itu ada di tes tertulis kemarin? Kenapa dia ada di atas panggung dan juga di sampingnya adalah saudaranya sepertinya,'


'Sebentar kalau dia adalah calon siswa kenapa mereka berdua bisa berada di atas panggung acara penyambutan calon siswa?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan curiga


"Ah iya mungkin kalian semua kebingungan siapa kami? dan kenapa kami bisa berdiri di atas panggung acara penyambutan calon siswa-siswi,"


"Kakak bisakah kamu yang memperkenalkan diri,"


"Karena bagaimanapun kakak adalah ketua dewan kesiswaan Richardson," ucap laki-laki itu sambil tersenyum ke arah saudara kembarnya


"Hah..."


"Tidak bisakah kamu berguna sedikit sebagai seorang wakil? Aku padahal sedang memikirkan apakah semuanya telah berada di tempat atau tidak?" Gumam laki-laki itu dengan tatapan tajam dan dingin


"Baiklah, perkenalkan namaku adalah Jianying Liu


aku adalah ketua dewan kesiswaan Richardson,"


"Siapapun dari kalian yang ingin menentang dewan kesiswaan maka aku siap untuk memberikan pelajaran yang tidak akan terlupakan seumur hidup kalian semua,"


"Tidak peduli itu darah timur atau barat di mataku semuanya adalah sama," ucap laki-laki itu dengan tatapan serius dan dingin sambil memakai kacamatanya membuat semua calon siswa-siswi itu terdiam karena merinding


"Hai semuanya,"


"Perkenalkan aku wakil ketua dewan kesiswaan Richardson, namaku Shing Liu,"


"Aku berharap kalian semua calon siswa-siswi bisa lulus ujian masuk akademi ini,"


"Dan selama kalian nantinya berada di akademi aku harap kalian tidak bermain-main dengan peraturan yang ditentukan oleh akademi dan oleh kami,"


"Karena kalian pastinya akan mendapatkan pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan seperti yang telah disampaikan oleh ketua kita," ucap kembarannya dengan wajah ceria namun senyuman yang menakutkan untuk mereka semua terutama untuk Gressa


'Mereka bukan orang yang bisa sembarangan di sentuh, walaupun terlihat ramah tapi mereka adalah pilar akademi yang artinya aku harus tetap waspada terhadap mereka,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan serius dan waspada ke arah orang yang berpidato


"Kalian berdua bukankah datang terlalu awal ke acara penyambutan dan memberikan ucapan penyambutan?" ucap seorang laki-laki yang berjalan di tengah-tengah kerumunan calon siswa-siswi yang berbaris


"Dallen, apa salahnya untuk datang lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan lagipula semua calon siswa-siswi telah hadir semua,"


"Dibandingkan membiarkan mereka menunggu bukankah kita lebih baik memulainya," ucap Shing Liu sambil tersenyum


"Hah..."


"Aku juga kesini hanya ingin bilang kalau ada siswa yang telah lolos di tes ketiga," ucap Dallen dengan tatapan lembut sambil tersenyum ke arah Gressa


'Dallen? Dia bukannya salah satu tokoh di dalam novel ini bisa dibilang dia adalah tokoh utama kedua novel ini,'


'Bisa melihatnya langsung membuat aku merasa kalau perempuan kalah lembut dengan dirinya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan serius


'Sebentar kenapa aku merasa dia menatapku terus-menerus? Apakah aku pernah bertemu dengan dirinya sebelumnya?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan memikirkan ulang yang dilakukan


"Gadis yang bernama Gressa Elrick lulus dalam tes ketiga yang tersembunyi,"


"Jadi dia tidak perlu ikut tes ketiga yang diadakan oleh para dewan kesiswaan," ucap Dallen sambil tersenyum lembut


"Gressa Elrick? oh gadis yang kemarin di lirik dan digoda oleh Shing," ucap Jianying tatapan dingin


"Dallen, apa boleh aku tau kenapa dia lulus di tes ketiga ini? Karena aku rasa jika hanya dari pernyataan sepihak saja para calon siswa-siswi ini tidak akan setuju dan aku yakin mereka pasti akan merasa kalau kita hanya berpilih kasih kepada para murid lain," ucap Jianying lagi dengan tatapan dingin


"Kalau itu, bukankah lebih baik kita dengarkan langsung dari penyihir vindecator kita yang telah menjadi murid terbaik di akademi dan menara sihir," ucap Dallen sambil tersenyum


"Kamu meragukan pilihanku Jianying, padahal aku bawahanmu,"


"Dan merupakan siswa berharga di akademi,"


"Ditambah lagi mataku tidak pernah salah dalam memilih orang," ucap perempuan itu dengan tatapan tajam


"Baiklah, kami akan mengikuti semua yang kamu pilih itu," ucap Shing dengan tatapan ketakutan


"Ini adalah bukti kenapa aku memilih Gressa Elrick," ucap perempuan itu sambil menatap laki-laki yang tidak jauh dari dirinya


"Kenapa harus aku yang memberikan rekamannya?" ucap Dallen dengan senyuman polos


"Jangan kira aku tidak mengetahuinya, kamu merekamnya bukan dengan artefak itu kemarin?" ucap perempuan itu dengan tatapan tajam


"Hah..."


"Murid kebanggaan kepala akademi sangat berbeda ya," ucap Dallen dengan tatapan pasrah


'Bukankah dia adalah pemeran utama novel ini? Ditambah lagi dia dewan kesiswaan?'


'Sebentar aku ingat-ingat kembali alurnya,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menatap perempuan yang ada di depannya


"Gressa, aku senang sekali bisa bertemu denganmu di akademi dan aku berharap orang seperti dirimu ingin menjadi salah satu dewan kesiswaan," ucap perempuan itu sambil memegang tangan Gressa dengan tatapan penuh harapan


"Aku bukannya ingin menolak tapi aku belum memiliki keinginan untuk bergabung dengan dewan kesiswaan ditambah lagi aku juga belum mengenal siapa dirimu," ucap Gressa dengan senyuman kaku


"Charlotte, kamu mau menculik anak orang ya?"


"Dia bahkan tidak mengenal dirimu tapi kamu bersikap seolah-olah kamu sangat mengenal dirinya,"


"Aku jadi takut," ucap Shing dengan tatapan ketakutan bersembunyi di balik punggung kakak laki-lakinya


"Ah, aku rasa ada mantra sihir yang bisa mengubah orang menjadi seekor kelinci dan sepertinya akan sangat imut," ucap perempuan itu sambil tersenyum


"Maafkan aku Gressa,"


"Aku belum memperkenalkan diriku dengan baik,"


"Namaku Charlotte Ava Esmeralda, salah satu anggota dewan kesiswaan Richardson dan juga murid dari pemimpin menara sihir,"


"Aku harap kita bisa menjadi teman baik dari sekarang," ucap Charlotte sambil tersenyum dan memberikan hormatnya


Apakah Charlotte akan menjadi teman atau teman dalam selimut? Apakah Gressa akan menjadi teman dari Charlotte? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life