
Hari pertama masuk ke akademi dan juga pindahnya gadis itu ke asrama akademi tiba...
Untuk menghabiskan waktu-waktu terakhirnya di mansion gadis itu memutuskan untuk sarapan bersama.
"Gressa, bagaimana dengan tidurmu semalam?"
"Apa nyenyak? Aku khawatir karena kamu tidur lebih awal jadi aku pikir apakah kamu bisa tidur karena tidur lebih awal kemarin," ucap Addison dengan tatapan tajam ke arah Gressa yang sedang duduk makan menikmati makanannya
'Kenapa dia bertanya tentang tidurku? Tidak biasanya,'
'Apakah kamu berdua ketahuan keluar dari mansion secara diam-diam? Jadi dia curiga dengan kami semalam?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tangan yang dingin dan sedikit gemetar
"Iya kakak, aku tidur dengan baik semalam,"
"Terima kasih telah bertanya tentang keadaanku," ucap Gressa dengan senyuman kaku
'Dia terlihat sekali berbohong,'
'Biasanya Addison langsung memenggal kepala orang yang telah membohongi dirinya tapi kali ini dia bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa pun diantara mereka,'
'Gadis itu juga terlihat takut untuk melakukan kebohongan karena aku rasa dia telah mengetahui apa yang terjadi di sudut kegelapan Mansion ini,' ucap Wilmer di dalam hatinya sambil memperhatikan tingkah Addison dan Gressa dengan tatapan tajam
"Baguslah kalau begitu, selama nanti di akademi kamu diberikan kesempatan untuk menghubungi keluarga satu kali sebulan jadi kakak akan berikan sebuah alat komunikasi yang dibuat khusus menggunakan artifak ini untukmu,"
"Nantinya jika kamu menggunakan alat komunikasi yang diberikan oleh sekolah,";
"Gunakan itu satu bulan sekali sedangkan dengan alat yang kakak berikan gunakan ketika terdesak karena selain bisa berkomunikasi, itu juga bisa melindungi dirimu dari bahaya namun batas penggunaannya hanya satu kali jadi gunakan disaat kamu benar-benar terdesak," ucap Addison sambil menyerahkan sebuah jam saku yang bentuknya hampir sama dengan yang diberikan oleh rekan kerjanya namun dia tetap menyimpannya
'Aku jadi berpikir berapa banyak harta yang dimiliki oleh keluarga Elrick ini, kenapa dia bisa memiliki artifak yang harganya fantastis dan hanya bisa digunakan satu kali saja,'
'Bukankah itu pemborosan? Apalagi bukan dipakai untuk dirinya sendiri,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil mengambil jam saku itu dan menatapnya dengan sedikit lama
"Terima kasih kakak, aku pasti akan menyimpannya dengan baik,"
"Dan mengunakannya dengan sangat baik," ucap Gressa sambil tersenyum ke arah kakaknya yang menatapnya
Kemudian sarapan itu berlangsung kembali dengan suasana yang sedikit sepi sampai kemudian sudah waktunya gadis itu berangkat ke akademi...
"Gressa, sebelum kamu pergi,"
"Ada yang ingin kakak tanyakan,"
"Apa kamu sungguh tidak merasa membohongi atau melupakan sesuatu kepada kakak?" tanya laki-laki itu dengan tatapan tajam ke arah Gress
Dengan tanpa ragu Gressa tersenyum "Aku tidak merasa melupakan sesuatu atau berbohong kakak."
"Apa hanya itu yang ingin kakak tanyakan?"
"Iya hanya itu, kalau begitu hati-hati di perjalanan gunakan sihir teleportasinya supaya bisa berteleportasi dengan cepat," ucap Addison sambil melipat kedua tangannya menatap adik perempuannya pergi sampai keluar gerbang
'Dia berbohong seperti itu, aku rasa tidak mungkin aku memaksa dirinya untuk berbicara yang sebenarnya,'
'Lebih baik aku bertanya langsung kepada pelayan pribadinya karena bagaimanapun dia adalah orang yang menemani Gressa semalam,'
'Dan aku merasa melewatkan sesuatu tentang informasi mengenai perempuan ini, kalau dia bukanlah hanya seorang pelayan tapi memiliki identitas ganda,' ucap Addison di dalam hatinya dengan diam menatap perempuan itu
"Noella, ada yang ingin aku bicarakan kepada dirimu,"
"Tolong ikut aku ke ruanganku sebentar," ucap Addison dengan tatapan dinginnya ke arah perempuan yang merupakan pelayan pribadi Gressa
"Baik tuan," ucap Noella sambil mengikuti langkah sang kepala keluarga itu dengan perasaan tidak enak dan tatapan sedikit takut
Tidak berapa lama dari itu sampailah di sebuah ruangan yang merupakan ruangan tempat sang kepala keluarga itu bekerja...
"Sebelum kita berbicara dengan serius,"
"Aku akan mengubah suasana ruangan ini, aku yakin kamu tidak keberatan bukan?" ucap Addison dengan tatapan dinginnya ke arah perempuan itu yang hanya di jawab dengan anggukan saja
"Zimmer," ucap laki-laki itu sambil menggerakkan sebuah lonceng yang biasanya digunakan untuk memanggil para pelayan namun lonceng yang pegang oleh laki-laki itu berbeda karena seperti digunakan untuk perantara sihir
Seketika ruangan di sekitar mereka berubah menjadi sebuah ruangan yang berisi buku-buku yang melayang dan berbagai hologram layar yang muncul..
'Aku memang dengar kalau kepala keluarga Elrick sekarang adalah salah satu orang yang mendapatkan dua bakat dan kemampuan khusus,'
'Aku awalnya tidak percaya tapi aku tidak menyangka bisa melihatnya secara langsung,' ucap Noella di dalam hatinya sambil memperhatikan seluruh ruangan itu
"Baiklah, karena aku telah merubah ruangan ini, kita bisa berbicara bebas,"
"Kamu tidak perlu menghiraukan laki-laki yang berdiri di belakangmu karena dia memang pada dasarnya adalah orangku,"
"Aku bisa percaya kepada dirinya," ucap Addison sambil menatap Wilmer yang diam dan tidak peduli
"Baik, saya mengerti tuan,"
"Jadi, apa yang ingin anda tanyakan?"
"Saya akan menjawab sesuai dengan kemampuan saya," ucap Noella dengan memberanikan dirinya
"Baiklah, aku ingin bertanya,"
"Kemana kamu dan Gressa pergi semalam? Dan sebenarnya apa pekerjaan yang kamu lakukan?"
"Aku harap kamu menjawabnya dengan jujur karena bagaimanapun kamu tau bukan? Aku bukan orang yang bisa di ajak berbicara dengan baik,"
"Apalagi kamu ingin berbicara denganku, menggunakan cara berbohong,"
"Aku pastikan kalau kepalamu dan tubuhmu tidak akan berada di tempat yang semestinya,"
"Kamu ingin kabur dari ruangan ini juga tidak akan bisa kamu lakukan, karena ini adalah ruangan yang merupakan kemampuan dan bakat khusus, jadi katakan yang sebenarnya," ucap Addison sambil tersenyum dingin
"Tuan saya tidak mengerti yang anda katakan, karena saya kemarin hanya mengantarkan nona kembali ke kamarnya,"
"Dan juga saya sejak awal hanya seorang pelayan biasa dan beruntung karena bisa terpilih untuk menjadi pelayan pribadi nona Gressa,"
"Tidak ada hal yang saya katakan bohong," ucap Noella dengan gemetaran diselimuti perasaan takut dan aura yang begitu menyeramkan hingga membuat dirinya sampai kepala tertunduk
"Kamu ingin berbohong kepadaku?"
"Sungguh?"
"Kamu yakin yang kamu katakan sepenuhnya kejujuran?"
"Sepertinya kamu memang tidak takut untuk mati ya Noella," ucap laki-laki itu yang kemudian tiba-tiba menodongkan mata pedang itu ke arah leher Noella dengan dingin
"Aku bertanya sekali lagi kepada dirimu, katakan yang sebenarnya,"
"Jika kamu masih ingin bernyawa," ucapnya lagi dengan tatapan tajam dan membuat darah yang berada di leher Noella mengalir
Di sisi lain seorang antagonis akhirnya tiba di awal dari cerita novel yang dibacanya. Sebuah cerita yang akan menuntun dirinya ke dua arah yang berbeda. Kematian atau kehidupan panjang...
Apakah Noella akan mati di tangan Addison? Apakah Addison benar-benar berniat untuk membunuh pelayan itu? Seperti apakah kehidupan di akademi? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life