
Setelah berbincang-bincang dengan kedua orang pendeta, dia pergi ke sebuah gedung dimana tes tertulis akan di adakan...
"Hah..."
"Di balik pintu ini tesnya akan dimulai, aku harap soalnya benar-benar tidak akan sulit dan aku bisa e dengan baik," ucap Gressa yang beerdiri di depan pintu itu dengan tatapan gugup
"Krett..." suara pintu terbuka
"Apa kamu akan berdiri di depan pintu nona?" ucap seorang laki-laki sambil tersenyum menatap Gressa yang tidak bergerak di depan pintu
"Shing Liu, kamu akan menggoda seorang perempuan barat lagi?" ucap seorang laki-laki yang begitu mirip dengan dirinya
"Maafkan kelakuan adik laki-lakiku yang tidak memiliki sopan santun sama sekali ini," ucapnya sambil memberikan hormat seperti bangsawan
"Kakak, tidak bisakah kakak menganggap aku terus seperti itu?"
"Aku hanya membuka pintu dan baru melihat seorang perempuan didepan pintu,"
"Jadi aku tidak menggoda perempuan itu," ucap laki-laki itu dengan tatapan yang kesal
"Mau bagaimana lagi setiap aku melihat dirimu menatap perempuan seperti orang yang ingin menggoda perempuan,"
"Ditambah lagi rumor yang beredar kamu adalah seorang laki-laki yang banyak memainkan perempuan sampai aku juga di bicarakan kalau aku mirip dengan kelakuanmu,"
"Jadi aku merasa kalau aku harus dengan tegas mengatakan kalau jangan pernah menetap perempuan seperti kamu menggodanya," ucap saudara kembarnya dengan tatapan dingin
"Baiklah, aku mengerti," ucap Laki-laki itu dengan tatapan lelah karena kembarannya itu terlihat tidak akan selesai berbicara
Setelah pertengkaran anak kembar itu, Gressa memasuki ruangan dengan tatapan gugup. Suasana setelah mereka memasuki ruangan itu adalah dingin dan menegangkan karena terlihat semua orang sedg bersaing satu sama lain untuk bisa mendapatkan posisi terbaik masuk ke dalam akademi. Kemudian setelah tes tertulis selesai...
'Aku tidak menyangka soalnya begitu mudah, walaupun ada beberapa yang aku ragu untuk menjawabnya tapi itu masih termasuk mudah,'
'Harusnya nilaiku baik-baik saja dan aku bisa masuk ke dalam akademi,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan menatap seluruh taman akademi...
"Maafkan aku, aku hanya ingin membantu tidak bermaksud apa pun,"
"Tolong lepaskan aku,"
"Aku hanya ingin belajar di akademi tidak ingin menggoda ataupun apa pun itu," ucap seorang gadis yang terduduk di dekat ujung taman itu sambil mengiris kesakitan
"Kamu pikir menggoda tunangan kami kata maaf? Dan melepaskan dirimu begitu saja?"
"Kamu pikir kami tidak tau perempuan busuk seperti dirimu merencanakan apa? Kamu pasti akan menjadi korban padahal kamu menggodanya," ucap seorang perempuan dengan tatapan merendahkan perempuan yang terduduk di atas tanah itu
"Itu benar, senyuman dan tatapan matamu itu seperti seorang perempuan ja**ang yang ada di jalan mawar merah ibukota,"
"Menggelikan tau seorang bangsawan seperti la**ur," ucap perempuan yang ada di sebelahnya dengan tatapan yang sama
"Aku berjanji jika kamu ingin membiarkan aku pergi maka aku tidak akan muncul lagi dihadapan mereka," ucap perempuan yang terduduk itu dengan air mata yang mengalir
"Kamu sedang berusaha mengancam aku?"
"Kamu sudah merasa hebat ya?" ucap perempuan itu sambil menginjak tangan perempuan itu dengan sepatu yang tinggi itu
"Akh..." ringis perempuan itu dengan tatapan menyedihkan
'Kesihan sekali dia diganggu, haruskah aku membantunya? atau aku pura-pura tidak melihatnya?'
'Dan kalau masalah ini sampai terdengar ke telinga laki-laki itu, mungkin aku bisa mati kan?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan khawatir dan kebingungan
"Aku mohon lepaskan aku," ucap perempuan itu dengan tatapan memohon
'Haish...'
'Aku tidak mungkin membiarkan dirinya untuk dibully seperti itu, tapi...'
'Akhhh...'
"Hei... kalian bertiga," ucap Gressa sambil berjalan ke arah keributan
"Kamu siapa? Kenapa kamu ada di sini? Kamu ingin ikut campur dalam kesenangan kami?"
"Dan juga cara bicaramu seperti bukan seorang bangsawan tidak ada sopan santun," ucap perempuan itu dengan kedua tangan yang terlipat dan tatapan yang merendahkan
"Aku seorang bangsawan atau bukan, apakah itu adalah hal yang aku harus beri tau kepada dirimu?"
"Walaupun seandainya aku tidak memiliki sopan santun tapi aku masih memperlakukan orang tidak seperti memperlakukan orang seperti seekor binatang,"
"Mungkin binatang lebih baik dibandingkan kalian karena dia masih memiliki hati nurani dan mengetahui baik buruknya suatu perbuatan," ucap Gressa sambil menyeringai
"Kamu..."
"Jangan kira karena kamu bisa berbicara seperti itu kamu adalah orang yang hebat," ucap perempuan itu dengan tatapan yang kesal dan perasaan marah
"Feuer," setelah mengucapkan mantra sihir itu tiba-tiba muncul bola api dari tangan tersebut kemudian menyerang ke arah Gressa namun karena kemampuan yang dimilikinya dari masa lalu dengan mudahnya di raih tangan perempuan itu dan kemudian dibantingnya perempuan itu sampai mencium tanah yang ada di depannya
"Bagaimana bisa ada perempuan yang bisa membanting orang seperti itu? Teknik apa itu? Aku bahkan tidak pernah melihat hal seperti itu sebelumnya," bisik salah seorang perempuan yang melihat rekannya di kalahkan
"Aku juga tidak tau tapi aku merasakan kalau kita harus memperhatikan setiap ucapan dan perilaku kepadanya mulai sekarang dan Bukankah lebih baik sekarang kita pergi dari sini sebelum berakhir sama," bisik teman yang berada di sebelahnya itu dengan gemetar
"Apa kalian berdua sudah selesai berbisik-bisik? Jika kalian berpikir bisa melarikan diri maka larilah sebelum aku yang datang dan ikut membanting kalian berdua," ucap Gressa dengan tatapan dingin
"Kami minta maaf karena telah melakukan hal yang jahat tapi kami berjanji kalau kami akan bersikap dengan baik," ucap salah seorang perempuan itu dengan ketakutan mendengarkan ucapan dari Gressa yang akan membanting mereka berdua seperti rekannya
"Tapi sayang sekali aku bukan orang yang pemaaf jadi aku tidak mungkin mau membiarkan kalian berdua lolos begitu saja," ucap Gressa sambil tersenyum dengan tatapan yang menyeramkan diminta kedua orang yang melakukan pembullyan kepada gadis itu
'Woah...'
'Dia terlihat sangat keren dan luar biasa padahal kalau aku melihat dirinya, dia hanyalah seorang gadis yang lebih muda dibandingkan dengan diriku,'
'Aku harap dia baik-baik saja walaupun dia terlibat dalam pertengkaran ini karena masalah yang diperbuat karena aku,' ucap perempuan yang terduduk di atas tanah dalam hatinya dengan senyuman yang begitu lembut ke arah Gressa yang sedang menatap tajam orang-orang yang telah meremehkan kemampuannya dan identitas yang dimilikinya.
"Kamu bilang apa barusan? Masih syukur kami ingin meminta maaf dan memohon kepadamu," ucap perempuan itu dengan tubuh gemetaran
"Heee..."
"Jadi maksud kalian... kalian tidak rela?" ucap Gressa sambil tersenyum dingin membuat mereka ketakutan
Apakah yang akan terjadi kepada tiga orang gadis itu? Mungkinkah Gressa melepaskannya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life