Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 59 Sangatlah samar terlihat



Pintu yang awalnya terkunci kemudian terbuka, Gressa mau tidak mau dengan cepat bersiap-siap terhadap orang yang akan datang dari pintu itu...


"Gressa, apakah kamu baik-baik saja? Apakah ada yang terluka?" ucap sebuah suara yang khawatir dan tidak asing menurut Gressa membuat Gressa menjadi lega ketika di peluk oleh laki-laki itu secara tiba-tiba


"Carolyn, kenapa kamu ada di sini?" tanya Gressa dengan tatapan kebingungan dan sedikit gemetaran


"Nanti kita bicarakan masalah ini, jadi bagaimana dengan keadaan dirimu sekarang?" tanya lagi oleh laki-laki yang berada di depannya


"Aku baik-baik saja,"


" Terima kasih telah datang ke sini dan menyelematkan aku," ucap Gressa dengan senyuman lega


"Kalau begitu kita kelu-"


"Treng..."


"Tapi kita lepaskan rantai yang ada di kakimu dulu," ucap Carolyn yang melihat rantai yang berada di kaki perempuan itu dengan menggunakan belati dan aura yang dimilikinya, dia memotong borgol besi itu dengan mudah tanpa melakukannya berulang kali


"Apakah kamu bisa berdiri?" tanya Carolyn sambil menatap khawatir


"Aku bis-" ucap Gressa sambil berusaha berdiri namun dirinya terjatuh lemas karena kejadian yang barusan terjadi


"Kalau tidak bisa, jangan memaksakan dirimu,"


"Aku akan menggendong dirimu," ucap Carolyn sambil menggendong Gressa seperti putri-putri di negeri dongeng


"Jangan khawatirkan apapun jika kamu ingin beristirahat,"


"Aku ada di sampingmu," ucap Carolyn yang membuat Gressa pingsan karena merasa kalau situasi di sekitarnya sudah aman dan membuatnya tenang


"Kalau begitu sekarang aku harus keluar dari sini dan membawanya ke akademi,"


"Walaupun ini merepotkan tapi aku lega dia baik-baik saja," Gumam Carolyn sambil berjalan keluar dari mansion dan melewati seorang laki-laki yang berjalan masuk ke mansion namun terhenti


"Kenapa seorang laki-laki biasa bisa berkeliaran di mansion seorang bangsawan dan membawa seorang gadis?" ucap laki-laki itu sambil menoleh ke arah laki-laki yang membawa Gressa


"Memangnya ada masalah untuk dirimu tentang siapa identitasku Duke Lucius Shroud," ucap Carolyn dengan senyuman dingin mengejek laki-laki itu


"Kamu..."


"Serahkan perempuan yang kamu gendong itu,"


"Orang sepertimu tidak berhak untuk menjadi sesosok penyelamat," ucap Lucius dengan tatapan dingin dan mengancam


"Tentu saja aku tau, aku tidak berhak menjadi sesosok kesatria yang bisa menyelamatkan seorang putri seperti di cerita dongeng,"


"Tapi setidaknya aku lebih baik dibandingkan dirimu yang menyembunyikan dua wajah dalam satu tubuh, betapa palsunya semua perilaku itu,"


"Menurutmu apakah seorang gadis akan ingin bersama dengan orang yang suka membantai dan haus akan dendam?" ucap Carolyn dengan seringaian ke arah Lucius


"Bagaimana dirimu tau?" ucap Lucius yang langsung membuat pedang ditangannya berada di leher laki-laki itu


"Bagaimana bisa aku tidak mengetahui kejamnya kerajaan negeri perdagangan dan informasi?"


"Sang raja yang membantai seluruh keluarga Duke Shroud, kecuali anak seorang anak kecil yang berhasil di selamatkan dalam kejadian itu,"


"Dan ketika dia mengetahui orang yang membunuh keluarganya yang tidak memiliki dosa, maka dia akan bersumpah untuk membalaskan dendamnya,"


"Namun tidak ada bukti yang menyatakan kalau keluarga kerajaan yang melakukan itu, jadi Duke muda sekarang tidak bisa melakukan apapun kepada keluarga kerajaan,"


"Karena tidak bisa melakukannya, maka kamu memutuskan untuk membantai seluruh pengikut sang raja secara diam-diam,"


"Itu sangat mudah ditebak siapapun, orang-orang mungkin hanya melihat sisi lembut dirimu tapi di kegelapan aku bisa melihat sisi kegelapan hanya berada di tubuhmu itu," ucap Carolyn dengan tatapan dingin dan seringaian


'Aku tidak menyangka kalau orang seperti dia bisa mengetahui hanya dengan satu kali melihat, aku harus lebih banyak berlatih lagi untuk menutupinya,' ucap Lucius di dalam hatinya dengan tatapan dingin


"Aku akan menganggap dirimu bukan ancaman untuk sementara karena kamu membawa nona Elrick tetapi, jika kita bertemu lagi tanpa nona Elrick,"


"Maka aku pastikan kepalamu akan berada di gerbang kota kerajaan," ucap Lucius dengan dingin dan aura membunuh kemudian pergi meninggalkan Carolyn


'Dia benar-benar tidak mengurungkan niatnya untuk membalas dendam,'


'Jadi aku benar-benar harus bisa menjaga nyawaku sendiri,'


'Mengingat dia benar-benar memiliki dendam yang sangat dalam kepada kerajaan,'


'Saatnya mengembalikan gadis ini ke akademi,' ucap Carolyn di dalam hatinya dengan senyuman pahit


Di aula akademi...


"Dimana laki-laki yang suka bermain perempuan itu?" tanya Charlotte sambil menatap seluruh anggota dewan Kesiswaan yang berbaris


"Kamu membicarakan aku, bilang dengan jelas,"


"Dan juga aku rasa kalau kamu harus pergi ke dokter mata, jelas-jelas aku sudah berada di barisan sejak tadi," ucap Shing dengan tatapan tajam dan datar


"Aku tidak membicarakan dirimu tapi terima kasih karena kamu sadar dengan dirimu sendiri, bahwa kamu juga suka bermain dengan perempuan," ucap Charlotte tanpa menatap laki-laki yang baru saja merasakan tertusuk


"Dallen juga ikut di lindungi oleh pihak akademi mengingat dirinya juga salah satu anggota kerajaan,"


"Jadi dia tidak ikut berkumpul di aula," ucap Jianying dengan tatapan dingin


"Oh begitu," ucap Charlotte dengan mengangguk mengerti


"Wah, siapa laki-laki itu? Dia bukankah sangat tampan,"


"Bukankah yang digendong oleh laki-laki itu, adalah siswi dari akademi Richardson yang katanya hilang,"


"Sepertinya gadis itu beruntung bisa berada di pelukan laki-laki yang tampan,"


"Sepertinya tidak buruk jika diculik juga, kalau bisa di selamatkan oleh laki-laki tampan itu," ucap semua siswa-siswi itu yang menyebabkan keributan karena seorang perempuan yang digendong oleh laki-laki tampan seperti bak negeri dongeng yang di dalam buku


"Jelaskan siapa identitas dirimu? Kenapa murid dari akademi Richardson bisa berada di tanganmu? Dan jelaskan apa yang kamu inginkan setelah menyelamatkannya?" ucap Cale yang telah siap siaga memegang sebuah pedang yang telah diselimuti racun


"Tuan Cale, tidak perlu khawatirkan apapun,"


"Aku sama sekali tidak berniat untuk melukai gadis ini ataupun memiliki tujuan lain dalam menyelamatkan dirinya,"


"Kami kebetulan berteman di alun-alun kota beberapa hari yang lalu dan barusan aku melihat dirinya di culik oleh orang yang memiliki lambang keluarga ini,"


"Karena aku seorang pengelana, aku tidak mengetahui ini lambang keluarga dari mana dan kenapa dia ingin menculik perempuan ini tapi karena gadis ini sebelumnya menceritakan kalau dia berasal dari akademi Richardson yang melakukan pembelajaran di akademi Lavina jadi aku pikir untuk membantunya dan mengantarkan dia ke akademi ini sebelum nantinya hal buruk lebih jauh terjadi kepadanya," ucap Carolyn dengan tatapan serius


'Dari tatapan matanya dia bukan orang yang berbohong, tapi bagaimana bisa dia menemukan Gressa dengan begitu kebetulan?'


'Ini sedikit aneh mengenai laki-laki ini, apa dia benar-benar tulus atau tidak? sangatlah samar terlihat,'


Apakah Carolyn benar-benar tulus? Apakah Cale percaya dengan ucapan itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life