
'Aku merasa tidak percaya kalau aku akan dibimbing oleh teman orang tua angkatku,'
'Ditambah lagi..'
'Ayah angkatku memiliki perilaku seperti anak kecil, aku jadi meragukan orang di depanku adalah orang yang memiliki kemampuan,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan tajam dan curiga
"Kelihatannya ini bukan saat yang tepat untukku menjelaskan alasannya,"
"Aku akan menjelaskannya di lain waktu, dan..."
"Kamu mungkin tidak percaya kalau aku adalah teman ayahmu, tapi memang itu adalah faktanya,"
"Aku juga tidak akan terburu-buru atau mendesak dirimu untuk menjadi muridku tapi pertimbangkanlah dengan baik selama tiga hari ke depan,"
"Untuk pembelajaran pribadimu untuk tiga hari ke depan akan di liburkan karena aku ingin kamu mempertimbangkan dengan baik," ucap Felix dengan tatapan dinginnya
"Terima kasih, aku pasti akan memikirkannya dengan baik," ucap Gressa yang kemudian keluar dari ruangan itu
"Felix, apakah kamu tidak merasa kalau gadis itu mirip dengan seorang perempuan yang dulu kamu kejar?" tanya Rubia dengan tatapan penasaran
"Itu tidak mungkin karena aku melihat dengan jelas dan dengan mata kepalaku sendiri,"
"Kalau dia mati 19 tahun yang lalu,"
"Dibunuh oleh organisasi itu,"
"Jadi sangat tidak mungkin dia kembali lagi atau bahkan memiliki seorang anak,"
"Gressa, sekarang baru berumur lima belas tahun atau empat belas tahun,"
"Jadi mungkin saja kalau Gressa hanya mirip,"
"Lagi pula di dunia ini kamu bisa memiliki tujuh kembaran bukan?" ucap Felix dengan senyuman pahit
"Maafkan aku kalau aku membawa kisah lama yang menyakitkan untukmu," ucap Rubia dengan kepala tertunduk
"Aku tidak apa-apa, karena ini adalah kisah lama dan aku yakin semua orang memiliki kisah kelam di masa lalu mereka, jadi aku merasa kalau tidak ada salahnya untuk di ceritakan,"
"Yang terpenting sekarang aku ingin memburu semua orang yang berhubungan dengan organisasi itu,"
"Supaya nantinya tidak akan ada korban seperti dirinya," ucap Felix dengan nada yang dingin
Disisi lain...
'Aku tidak menyangka kalau aku akan diberikan hari libur seperti ini,'
'Karena aku mendapatkannya, aku pikir untuk pergi ke toko cabangku,'
'Sambil memikirkan bisnis apa yang akan aku lakukan selanjutnya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan senang
"Gressa, kamu kenapa ada di sini?" ucap suara yang begitu riang dari arah belakangnya
'Kenapa Dallen bisa tidak mengikuti pembelajaran?'
'Aku harus tenang kalau tidak dia akan curiga kepadaku,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan langkah yang terhenti dan perasaan sedikit ketakutan
"Ah... Dallen kebetulan sekali bisa bertemu denganmu di sini," ucap Gressa dengan senyuman yang profesional
"Aku baru saja selesai bertemu dengan kepala sekolah untuk membahas masalah yang telah terjadi dulu,"
"Karena beliau mengatakan memerlukan alasanku dan kronologi kejadian juga untuk membuat surat resmi yang akan di kirim ke yang mulia raja mengenai murid yang dikeluarkan beberapa hari yang lalu,"
"Kamu sendiri kenapa bisa berada di sini?" ucap Gressa dengan senyuman lembutnya
"Oh begitu,"
"Kamu lupa aku anggota dewan kesiswaan?"
"Jadi..."
"Tentu saja melakukan tugasku untuk memastikan tidak ada siswa atau siswi yang berkeliaran bolos di akademi jadinya aku berkeliling," ucap Dallen dengan senyuman pasrah
"Memangnya kamu tidak mengikuti pelajaran?" tanya Gressa dengan tatapan penasaran
"Tidak, selama nilai kami bagus kami di izinkan untuk tidak mengikuti pelajaran apa pun,"
"Dan ini adalah alasanku masuk ke dalam organisasi ini," jawabnya dengan senyuman polos
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dulu," ucap Gressa dengan memberikan hormat
"Dia cantik, sopan dan juga jenius,"
"Bagaimana bisa dia belum memiliki tunangan ya?" gumam Dallen sambil menatap Gressa dari kejauhan
"Kenapa kamu melamun seperti itu, yang mulia pangeran kedua?" ucap seorang perempuan dengan tatapan kebingungan
"Kenapa kamu ada di sini?" ucap Dallen dengan tatapan terkejut
"Tentu saja, karena aku ingin meminta tolong kepadamu untuk mengantarkan kotak makan ini kepada kakakmu,"
"Bukankah kamu tau kalau aku adalah tunangan kakakmu?"
"Jadi tolong antarkan ya," ucap perempuan itu dengan senyuman lembut
'Yang benar saja, kakak mau bertunangan dengan perempuan ini dari sekian banyak perempuan yang keluarganya lebih berpengaruh,'
'Perempuan yang manja dan selalu menempel ditambah lagi dia selalu bertindak seenaknya tanpa memperhatikan situasi,'
'Aku tidak bisa membayangkan perempuan yang begitu manja dan kekanak-kanakan ini menjadi tunangannya,' ucap Dallen di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Kenapa kamu tidak mengantarnya kepada kakak sendiri? Bukankah kamu adalah tunangannya?" tanya Dallen dengan tatapan dingin
"Karena setelah ini aku ada kegiatan dengan para siswi lainnya, oleh karena itu aku minta tolong kepadamu," ucap perempuan itu dengan tatapan memohon
"Baiklah, akan aku antarkan kepadanya," ucap Dallen dengan dingin kemudian mengambil kotak makan itu
"Terima kasih, kalau begitu aku pergi dulu," ucap perempuan itu dengan senang kemudian meninggalkan Dallen
'Ck, sekarang aku harus melakukan pekerjaan yang merepotkan seperti ini,'
'Aku lebih setuju jika Charlotte menjadi tunangan kakak, atau tidak Gressa tapi aku yakin dia tidak ingin bertunangan atau pun dekat dengan Gressa,'
'Wajahnya mengatakan semuanya, karena kami bersaudara jadi lebih mudah di pahami,'
'Kerjaanku sudah selesai, aku harus melapor dulu,' ucap Dallen sambil berjalan ke arah ruangan dewan kesiswaan
"Kring...." Suara bel toko yang berbunyi
"Selamat datang di butik kami, apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan butik itu dengan ramah dan senyuman profesional
"Biasakah aku bertemu dengan pemilik toko ini?" tanya Gressa sambil tersenyum
"Pemilik sedang pergi ke kantor pusat jadi belum kembali, jika anda ingin menunggu,"
"Kami bisa mengantar anda nona ke ruangan beliau," ucap pelayan itu dengan ramah
"Baiklah kalau begitu tolong antarkan," ucap Gressa sambil tersenyum dan mengikuti langkah pelayan butik itu
"Silahkan menunggu nona, saya akan menyiapkan teh dulu," ucap pelayan itu sambil membuka pintu butik itu
'Bagaimana kalau aku mengembangkan bisnis perhiasan ya kali ini,'
'Tapi perhiasan sama sekali tidak terlalu untung karena hanya orang tertentu yang bisa membelinya,'
'Dibandingkan toko obat-obatan, butik ini menguntungkan lebih besar,'
'Tapi aku juga ingin membantu orang-orang yang kesusahan jadi aku rasa tidak masalah jika keuntungan dari toko obat-obatan tidak banyak,'
'Walaupun begitu aku harus memikirkan cara untuk menutupi tidak terlalu banyak untung,'
'Karena sekarang era perdagangan, aku harus berpikir bagaimana caranya membuat keuntungan lebih,'
'Tidak hanya mengandalkan kedua itu saja,'
'Apa mungkin aku buat yang berhubungan dengan hiburan?'
'Karena itu adalah fasilitas yang bertahan dan keuntungan yang berlebih,'
'Tapi hal semacam ini tidak menjamin para darah biru mau berada di tempat yang sama,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menggigit jarinya
"Gressa, kenapa kamu datang tanpa pemberitahuan? Aku terkejut jika kamu datang tiba-tiba seperti ini,"
"Dan Gressa, jangan gigit jarimu seperti itu,"
"Jarimu bisa terluka," ucap seorang laki-laki yang membuka pintu itu dan melihat gadis yang sedang menggigit jarinya