Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 27 titik buta keluar dari mansion ini



Di sebuah bangunan yang besar dan di dalam ruangan yang begitu mewah...


"Noella, apakah ada informasi dari butik?" tanya perempuan yang sedang menikmati teh dan camilannya


"Karena nona yang menanyakannya langsung, saya baru ingat,"


"Kemarin ada surat datang, dan karena kemarin anda masih memiliki banyak urusan dengan tuan baron maka saya tidak bisa menyerahkan suratnya secara langsung," ucap Noella sambil menyerahkan surat itu dari kantongnya


"Terima kasih,"


"Noella, tolong langsung ambilkan aku kertas dan pena untuk membalas surat ini,"


"Dan langsung sampaikan kepada mereka ya," ucap Gressa sambil tersenyum tipis membaca isi surat yang telah sampai


"Baik, nona," ucap Noella sambil berjalan ke arah laci untuk mencari barang yang telah di minta


"Noella, apakah ada titik buta di mansion ini?" ucap Gressa dengan tatapan serius ke arah pelayannya


"Titik buta? Titik buta seperti apa nona?" ucap Noella dengan tatapan kebingungan dan menyerahkan barang yang diminta


"Tentu saja, titik buta keluar dari mansion ini,"


"Karena malam ini kita akan keluar dari mansion dan sedikit berjalan-jalan," ucap Gressa sambil menulis surat


"Dari pengamatanku selama aku berkerja di mansion ini,"


"Seharusnya kita bisa menggunakan pintu belakang kamar para pelayan karena di sana tidak terlalu banyak penjagaan,"


"Atau juga kita bisa lewat dari tempat latihan para kesatria karena malam mereka tidak ada latihan,"


"Tapi nanti akan saya periksa lagi nona, karena bagaimanapun anda ingin pergi secara diam-diam bukan?" ucap Noella sambil menuangkan teh ke cangkir teh yang telah kosong


"Benar, akan sangat merepotkan kalau keluar di awasi, jadi tolong ya Noella," ucap Gressa dengan senyuman tipis sambil menyerahkan surat itu kepada Noella


"Tidak perlu meminta tolong juga akan saya lakukan nona," ucap Noella sambil tersenyum dan menerima surat itu


"Nona, aku keluar dulu untuk mengantar surat ini," ucap Noella sambil berjalan ke arah pintu dan memberikan hormat


"Hati-hati di jalan, jangan terburu-buru," ucap Gressa sambil tersenyum ke arah pelayannya yang keluar dari pintu itu


'Sendirian lagi ya?'


'Kenapa aku seperti orang yang harus di kasihani?'


'Lagipula semuanya palsu,'


'Yang hanya bisa di percaya disini hanya diri sendiri dan uang,'


'Karena semuanya bisa di manipulasi melalui ekspresi dan tingkah laku,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menatap ke arah luar jendela


Seperti halnya membaca sebuah buku setiap cerita akan berubah di setiap lembaran atau babnya...


"Gressa, kenapa makanan yang kamu makan tidak habis?"


"Apakah tidak enak? Apakah ada masalah? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Addison itu dengan tatapan kebingungan dan khawatir


"Tidak perlu khawatir, aku hanya merasa kalau aku sudah kenyang,"


"Jadi, aku kembali ke kamar dulu," ucap Gressa sambil tersenyum


'Ini jadi sedikit aneh, dari cara tangannya bergerak itu sangat mencurigakan, dia sekarang sedang berbohong,'


'Walaupun dia berbohong aku juga tidak bisa menanyakan alasan kenapa dia berbohong,'


'Karena itu pastinya akan membuat hubungan ini menjadi sedikit longgar lagi,' ucap Addison di dalam hatinya dengan tatapan dingin dan tajam menatap tangan itu


"Baiklah, kalau begitu selamat tidur Gressa," ucap Addison dengan tatapan yang tidak berubah


"Kakak juga jangan tidur terlalu malam," ucap Gressa yang berjalan ke luar dari ruangan yang di ikuti oleh pelayannya


Di luar pintu...


'Aku tidak menyangka kalau perkataan yang aku katakan kepadanya bisa dipercaya olehnya,'


'Aku pikir aku akan diberikan hukuman, karena berbohong,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan lega karena dia berhasil untuk pergi lebih awal dari ruangan makan


"Noella, semuanya sudah siap bukan?" tanya Gressa yang berjalan di lorong sepi itu bersama pelayannya


"Tentu saja, apa kita langsung lakukan sekarang?" ucap Noella sambil menatap nonanya


"Aku telah menyiapkan sesuatu dan beberapa untuk berjaga-jaga,"


"Jadi tidak perlu khawatirkan apapun," ucap Gressa sambil tersenyum


Di ruangan makan...


"Aku rasa adik perempuanmu belum tau ya,"


"Kalau kamu mengawasi semua orang dengan sihir,"


"Jadi hampir tidak ada titik buta di mansion ini,"


"Tapi mereka berdua begitu meniatkan rencana mereka untuk keluar mansion terutama pelayan itu sepertinya sudah paham dengan situasi yang ada di mansion ini hingga dia mengetahui titik buta seperti itu," ucap Wilmer sambil tersenyum menatap layar hologram yang dimunculkan dari sihir


"Jadi apakah perlu kita meminta para pengawal untuk mengawal mereka?" ucap Wilmer dengan tatapan dingin


"Tidak perlu, karena aku yakin dia akan ke tempat dimana kita tidak bisa melacak dirinya,"


"Dia itu gadis yang waspada dan jenius, karena tekanan yang dialaminya selama ini membuatnya seperti itu,"


"Jadi biarkan saja dia ingin kemana, apabila ada yang tidak beres baru kita turun tangan," ucap Addison sambil menggoyangkan gelas wine itu


"Baiklah, sesuai dengan yang anda inginkan," ucap Wilmer dengan memberikan hormat


Di sisi lain sebuah tempat yang merupakan toko pakaian yang dibiayai oleh organisasi penjual informasi...


"Sejak dari awal bertemu dia memang gadis yang menarik,"


"Jianying, terima kasih karena kamu mengawasinya,"


"Aku akan kembali ke akademi secepatnya," ucap seorang laki-laki sambil memakai kacamatanya


"Baiklah, segera selesaikan,"


"Aku tidak bisa memberikan izin lama kepada dirimu dengan alasan urusan penyelidikan,"


"Kalau begitu aku pulang dulu karena aku yakin kalau aku tidak keluar dari sini, aku bisa terjebak ke dalam sebuah pertemuan yang tidak terduga," ucap Jianying dengan tatapan dingin


"Aku mengerti, sampaikan salam ku kepada saudara kembarmu itu," ucap laki-laki itu sambil tersenyum yang hanya di jawab dengan anggukan kemudian berteleportasi dari ruangan itu


"Tok... tok... tok.." suara ketukan pintu


"Masuk," ucap laki-laki itu sambil tersenyum dengan lembut


"Akhirnya pemilik butik ini datang ke sini,"


"Sudah lama tidak bertemu dengan anda nona Gressa," ucap laki-laki itu sambil tersenyum bisnis


"Terima kasih, telah mengundangku dalam acara perayaan ini,"


"Aku sendiri masih tidak menyangka kalau akan berjalan dengan lancar seperti ini bisnis ini," ucap Gressa sambil duduk di kursi yang telah di sediakan


"Tapi bukankah kamu yang meminta diriku untuk percaya kalau kamu adalah sebuah kotak Pandora yang tidak boleh di buka oleh siapa pun,"


"Bahkan dengan percaya diri kamu tidak takut dengan ancamanku,"


"Jadi Gressa, apakah kamu ada rencana selanjutnya?" ucap laki-laki itu sambil tersenyum dingin dan tatapan tertarik


"Tidak, untuk saat ini seperti itu saja dulu, kalaupun ada aku tidak berniat untuk melakukannya sekaligus," ucap Gressa sambil tersenyum


"Luci, apakah boleh aku meminta dirimu untuk menyelidiki tentang siswa-siswi yang ada di dalam kertas ini,"


"Ada hal yang ingin lakukan," ucap Gress sambil tersenyum


"Baiklah, akan aku cari tau, beri aku waktu satu Minggu dan aku akan menyerahkannya secara langsung kepada dirimu," ucap Luci sambil tersenyum


"BRAK..." suara pintu terbanting


"Nona Gress telah datang ternyata,"


"Bukankah saatnya kita memulai pestanya tuan," ucap para karyawannya dengan bersemangat


'Aku rasa menikmati ini tidak terlalu buruk,' ucap Gressa sambil tersenyum dengan lembut


Apakah yang diminta Gressa untuk di selidiki? Kenapa Gressa selalu waspada? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life