
Setelah malam yang panjang terlewati, hari baru kembali lagi berlanjut...
"Gressa, aku berangkat dulu," ucap Charlotte yang terburu-buru pergi
"Kenapa awal sekali?" tanya Gressa yang menghentikan langkah Charlotte
"Pagi ini ada rapat para dewan kesiswaan jadi diminta untuk datang lebih awal,"
"Oleh karena itu aku harus berangkat sekarang,"
"Aku duluan ya Gressa," ucap Charlotte yang terburu-buru keluar dari pintu asrama
"Hah..."
"Padahal aku sudah membuatkan bekal,"
"Aku rasa aku harus mengantarkannya,"
"Dan hari ini, aku ikut atau tidak ya pembelajarannya," Gumam Gressa sambil menyiapkan bekal
"Aku rasa aku ikut pelajaran kelas dulu, karena aku belum mengajukan pembelajaran di villa," Gumam Gressa sambil bersiap-siap untuk berangkat ke akademi
Seperti Akademi pada umumnya seluruh siswa hadir dengan keadaan hiruk-pikuk. Berbagai cerita di sampaikan dari liburan hari libur mereka...
"Bisakah kamu menyingkir dari jalan ini? Kamu menutupi jalan utama ke kelas," ucap seorang perempuan yang berada di belakangnya secara tiba-tiba dengan tatapan merendahkan
"Maafkan aku karena aku menghalangi jalanmu,"
"Tapi jalan di sini sangat luas dan kenapa aku harus menyingkir ketika kamu juga bisa berjalan memutar?" ucap Gressa dengan tatapan dingin kepada perempuan itu
"Ahaha..."
"Kamu ingin aku menyingkir? Kamu pikir dengan baik,"
"Aku ini seorang putri Duke, buat apa aku harus memutar jalan? Menghabiskan waktuku saja untuk melakukan hal semacam itu,"
"Dan betapa tidak elegan dan sempurnanya seperti itu," ucap perempuan itu dengan dingin dan merendahkan
'Kenapa para perempuan bangsawan begitu suka membanggakan hal yang hanya dimiliki oleh orang tua mereka? Mereka bahkan begitu merasa hebat hanya dengan gelar yang bukan milik mereka,'
'Aku juga di tatap begitu rendah, sebegitunya aku rendah kah?'
'Tapi memang sistem akademi ini tidak ada yang benar juga,'
'Jadi aku tidak bisa bebas berkomentar,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan dingin ke arah perempuan itu
"Alesya, aku sudah bilang kepadamu untuk tidak banyak bersikap semena-mena bukan?" ucap seorang laki-laki dengan tatapan dingin dan tajam dari arah belakang perempuan itu membuat perempuan itu merinding karena merasakan aura yang menyeramkan dari arah belakangnya
"Lucius, kenapa kamu ada di sini? Bukankah kamu sudah masuk ke dalam tadi?" ucap perempuan itu dengan tatapan ketakutan
"Kamu pikir aku tidak melihat kelakuan burukmu itu? Jangan seenaknya menggunakan gelar untuk menindas orang lain, paman memintaku untuk menjagamu,"
"Tapi kamu malah merusuh di akademi ini," ucap Lucius dengan tatapan yang dingin dan senyuman yang manis namun menyeramkan di mata perempuan itu
"Maafkan saja Lucius, aku tidak masalah lagian dia sepertinya baru masuk ke akademi jadi tidak tau tentang dunia luar wajar saja jika dia bertindak semena-mena,"
"Aku memakluminya semua bangsawan juga merasa kalau dirinya yang terbaik karena pada dasarnya mereka terlahir dari keluarga yang luar biasa," ucap Gressa sambil tersenyum
"Lucius, kamu dengarkan barusan yang dia katakan tidak masalah karena itu adalah hal yang biasa,"
"Jadi kamu tidak harus memarahi aku," ucap perempuan itu dengan tatapan dingin dan tinggi hati
"Haish..." Hela nafas panjang Lucius dengan senyuman pasrah
"Tapi nona kecil bisakah kamu juga meminta maaf kepadaku karena kamu tidak sopan kepadaku dengan menatapku begitu rendah?" ucap Gressa dengan senyuman yang dingin dan senyuman dingin
'Dia tidak memarahi Alesya atau menyalahkan dia, tapi malah meminta maaf dan meminta Alesya untuk meminta maaf juga karena kesalahannya,'
'Ini sangat menarik jadi aku tidak akan membantu dirinya,' ucap Lucius di dalam hatinya dengan perasaan senang melihat perempuan di depannya seperti kesulitan
"Nona muda, apa tidak bisa anda lakukan?"
"Tidak mungkin kan anda tidak melakukannya,"
"Karena anda adalah bangsawan yang berasal dari keluarga Duke jadi anda memiliki pelajaran etika lebih baik dibandingkan dengan saya,"
"Hah..."
"Baiklah, aku rasa memang kamu adalah seorang bangsawan yang sangat hebat ya,"
"Sampai kakak sepupuku ini su-"
"Alesya, berhentilah berbicara omong kosong dan minta maaf kepada Gressa," ucap Lucius yang langsung menyumpal mulut perempuan itu dengan kue kering
"Lucius, kamu bilang saja ingin aku mati cepat,"
"Kamu tiba-tiba menyumpal mulutku yang sedang berbicara ini dengan kue kering,"
"Dan aku sedang bicara, kamu bilang saja tidak suka dengan ucapanku tidak perlu mau membuatku mati tiba-tiba,"
"Di tambah lagi apa kamu tau etika?" ucap Alesya dengan tatapan kesal dan tangan yang mengepal ingin memukul laki-laki di depannya itu
'Eh? Apa yang terjadi? Kenapa mereka sangat dekat dan perempuan itu bukannya tadi begitu angkuh kepada dia begitu ramah sekarang?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan melihat tingkah orang yang ada di depannya
"Maafkan aku atas perbuatanku barusan,"
"Perkenalkan namaku adalah Alesya Erlan, putri keluarga Duke dan penerus keluarga Erlan,"
"Aku tidak bermaksud untuk mencari masalah tapi aku ingin melihat orang seperti apa yang menjadi teman dari sepupuku, karena dia tidak pernah memiliki teman selama aku berada di dekatnya sejak kecil," ucap Alesya sambil menunduk hormat kepada Gressa dengan begitu elegan dan sopan
"Eh? Anda berasal dari keluarga perdagangan yang terkenal dengan penjualan barang sampai ke seluruh benua itu? Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda,"
"Saya sama sekali tidak menyangka bisa bertemu dengan keluarga yang sangat ahli di bidang perdagangan," ucap Gressa dengan tatapan berbinar-binar ke arah putri keluarga Erlan itu
"Sepertinya kamu jauh lebih unik ya dari bayanganku,"
"Kamu bahkan tau kalau keluarga Erlan adalah keluarga yang berdagang ke seluruh benua,"
"Sepertinya kamu benar-benar mengerti sejarah perdagangan, apa boleh aku juga mengetahui namamu?" ucap perempuan itu dengan seringaian
"Ah iya, maafkan saya,"
"Seharusnya saya memperkenalkan diri dulu baru mengatakan itu,"
"Perkenalkan nama saya Gressa Elrick," ucap Gressa dengan muka merah dan kepala tertunduk
"Tidak masalah, ini malahan lebih menarik karena orang biasanya hanya menunjukkan ekspresi wajah yang takut atau tidak enggan untuk berbicara bebas denganku," ucap perempuan itu dengan gelengan kepala
"Jadi kamu adalah orangnya Keluarga Baron itu ya,"
"Aku tidak habis pikir laki-laki tua itu bisa mendapatkan adik perempuan seperti dirimu,"
"Bukankah itu terlalu beda Lucius?"
"Kamu setuju kan?" ucap perempuan itu sambil menatap sepupunya di belakangnya
"Begitulah sepertinya," ucap Lucius dengan tatapan datar karena tidak berani berkomentar banyak mengenai kejauhan perbedaan itu
"Gressa Elrick, maukah kamu menjadi temanku?" ucap perempuan itu dengan tatapan serius
"Eh? Apakah boleh?" ucap Gressa dengan tatapan terkejut
"Kenapa tidak boleh? Charlotte boleh berteman denganmu kenapa aku tidak?" ucap perempuan itu dengan tatapan kebingungan sambil melipat kedua tangannya
"Tentu saja boleh hanya saja saya i-"
"Tidak ada alasan, kita adalah teman sekarang,"
"Panggil aku dengan Alesya saja," ucap perempuan itu dengan tatapan yang lembut
"Panggil aku juga dengan nama Gressa," ucap Gressa dengan senyuman yang lembut
"Kenapa kamu ada di sini?" ucap seorang perempuan dengan suara yang tidak asing
siapakah perempuan itu? Kenapa mulut Alesya di tutup secara langsung oleh Lucius? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Gressa's second life