Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 58 Cepat sekali



"Apa yang mulia raja maksud?" ucap Addison dengan tatapan dingin dan aura kegelapan yang menekan di seluruh ruangan itu membuat beberapa orang tercekik tidak terkecuali dengan sang raja yang duduk di kursi takhta


"Baron Elrick, dengarkan aku bicarakan dulu," ucap sang raja dengan suara yang terbata-bata karena tertekan oleh sihir hitam itu kemudian menghilangkan sedikit sihir hitamnya supaya sang raja berbicara


"Jadi aku harap yang mulia raja benar-benar menjelaskan yang dimaksud, karena aku tidak akan melepaskan dirimu walaupun kamu sekarang adalah seorang raja," ucap Addison dengan tatapan begitu tajam ke arah sang raja itu


"Aku berniat untuk menjadikan adik perempuanmu itu sebagai selir dari putra makhota, aku harap kamu bersedia mengingat semua hal yang kamu lakukan membawa banyak kemajuan di dalam Medan perang jadi aku berikan posisi selir kepada adik perempuanmu dengan menikahi putraku," ucap sang raja dengan seringaian


"Aku tidak setuju, karena keputusan seperti itu hanya bisa dibuat oleh dirinya sendiri, aku tidak pernah berhak untuk menentukan seperti apa dan bagaimana kehidupan yang ingin di jalankan,"


"Dan aku harap yang mulia raja tidak memanggilku dengan hal yang sepele seperti ini, karena aku juga sibuk harus mengurus pekerjaanku sebagai seorang bangsawan yang telah lama aku tinggalkan," ucap Addison dengan tatapan dingin kemudian pergi meninggalkan sang raja dan para bawahannya itu seolah-olah memberikan sebuah peringatan supaya untuk tidak melakukan hal yang bodoh dibelakangnya, sampai ruangan itu menjadi senyap


"Bagaimana orang seperti dia bisa melakukan hal seperti itu kepada seorang raja?"


"Aku yakin dia sudah gila, sampai dia berani melakukan hal semacam itu kepada seorang raja,"


"Dia bukannya terlalu sombong hanya karena dia memiliki sihir hitam, orang seperti dirinya harus diberikan pelajaran karena merasa paling hebat," ucap para anggota dewan dengan tatapan kesal setelah melihat kelakuan yang tidak sopan itu sedangkan orang yang dibicarakan...


"Anda, membuat ulah lagi di depan yang mulia raja?" tanya Wilmer dengan tatapan tajamnya


"Biarkan saja orang tua itu bergosip apa pun, lagipula yang mereka bicarakan semuanya hanyalah keburukan orang dan mereka juga hanya ingin orang yang bisa mereka kendalikan di tangan mereka seperti boneka,"


"Melihatnya tingkahnya saja aku sudah tau, sekarang kita kembali ke wilayah Elrick," ucap Addison sambil berjalan dengan cepat tidak menghiraukan ceramah panjang dari orang yang berada di belakangnya


"Ada apa sampai semua orang berkumpul di aula sekolah seperti itu?" tanya seorang laki-laki yang duduk di kursi menatap orang-orang menuju aula sekolah


"Mereka semua sedang mencari seorang gadis yang menghilang di akademi Lavina,"


"Dan untuk mengantisipasi hal yang akan terjadi lebih lanjut, seluruh siswa-siswi baik dari akademi Richardson atau akademi ini diminta untuk berkumpul,"


"Supaya bisa dengan mudah mengawasi semua siswa-siswi yang memungkinkan akan menjadi target selanjutnya,"


"Karena masalah ini yang mulia harus tetap berada di dalam ruangan ini karena, ini juga demi keamanan yang mulia," ucap seorang pelayan sambil menuangkan teh ke cangkir kosong itu


'Seorang gadis?' ucap Luke di dalam hatinya sambil menatap cangkir teh itu membuatnya teringat sosok gadis yang pernah dia temui di alun-alun kota sebelumnya


'Kenapa aku jadi teringat dengan dirinya,' ucap di dalam hatinya sambil menyeruput teh itu


"Berbicara seorang gadis, siapa gadis yang menghilang di akademi Lavina? Aku yakin kamu mengetahui gadis yang menghilang itu,"


"Beritahu aku siapa dia?" ucap Luke dengan tatapan dingin


"Gadis itu bernama Gressa Elrick putri dari keluarga Baron Elrick dan adik perempuan dari Baron muda sekarang, dan juga kehilangan dirinya langsung dikonfirmasi oleh kepala akademi Lavina," ucap pelayan itu dengan hormat


"Baiklah, kalau begitu sekarang keluar dan pantau terus keadaan mansion ini,"


"Jangan biarkan orang asing masuk juga dan menculikku,"


"Kalau kalian sampai membuat kesalahan, aku pastikan kaki dan tangan kalian dulu yang akan hilang kemudian kepala dan keluarga kalian yang akan menjadi bahan pelampiasanku," ucap Luke dengan tatapan dingin dan tajam ke arah para bawahannya untuk memberikan peringatan


"Tapi jika kalian ingin melanggar tidak masalah karena belatiku sudah sangat siap untuk menghilangkan satu persatu bagian tubuh itu," ucap Luke sambil menancapkan belati itu ke atas meja itu dengan tatapan haus membunuh


"Tentu saja yang mulia, saya mengerti," ucap pelayan itu dengan kepala yang tertunduk dan gemetaran ketakutan keluar dari ruangan itu


"Hah..."


"Sekarang aku sendirian di ruangan ini,"


"Kalau begitu aku rasa, ini waktu yang bagus jika mencari gadis itu, karena aku tidak ingin ada peperangan antar negara karena hanya seorang gadis itu,"


"Apalagi kakaknya adalah seorang ahli perang, bisa-bisa dengan cepat perdamaian dunia hancur," Gumam laki-laki itu sambil memasang sebuah cincin artefak yang tiba-tiba mengubah wajah dan pakaiannya


"Karena tidak tau dimana lokasinya maka aku harus menggunakan kemampuanku,"


"Meski sedikit menyebalkan menggunakannya," ucap Luke yang kemudian menarik kalungnya yang berubah menjadi sebuah buku


"Lesen," ucapnya yang langsung membuat dirinya bisa membaca semua pikiran maupun isi hati orang sampai 3 km dari lokasinya berada


"Suara ini,"


"Ketemu..."


"Tapi kenapa harus berada di mansion milik keluarga Vandiar? Aku tidak menyangka orang seperti dirinya nekat untuk menculik Gressa hanya karena tertarik,"


"Kakak adik ini memang sangat menyusahkan aku," Gumam Luke dengan tatapan tidak senang kemudian teleportasi ke sebuah taman kediaman Vandiar


"Lesen," ucapnya sambil berlari-lari secara diam-diam menuju ke ruangan tempat Gressa di culik


"Hei, apakah kamu tau kalau baru-baru ini ada toko kue yang enak di kerajaan Lavina,"


"Setelah tugas berjaga kita selesai bagiamana kalau kita pergi ke sana? Dan aku merasa kalau tuan muda akan memberikan kita gaji dua kali lipat karena beliau akan mendapatkan perempuan yang ingin dia nikahi," ucap seorang penjaga yang berjalan


"Kamu benar, karena terlihat sekali kalau tuan sangat senang," ucap penjaga yang berjalan di sebelahnya


'Ck, aku tidak bisa berjalan ke sana kalau laki-laki ini menuju ruangan itu,'


'Tidak ada pilihan lain, aku harus melakukannya,' ucap Luke dengan tatapan kesal langsung memukul kedua penjaga itu dari arah belakang secara beruntun


'Apakah penjaganya kembali ke ruangan ini? Cepat sekali,'


'Aku baru membuat tanganku yang terborgol terlepas dan kakiku masih terborgol,'


'Aku harus berpikir bagaimana caranya mengalahkan mereka, walaupun kedua kakiku masih terikat,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan jantung yang berdebar kencang tidak berhenti dan tangan yang dingin


Mungkinkah Gressa bisa segera terlepas? Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya? Mungkinkah Luke memiliki perasaan kepada Gressa?


Gressa's second life