Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 52 Bukankah nantinya kita yang akan rugi?



"Kenapa harus menandatangani perjanjian kontrak?"


"Kami bahkan tidak tau apa yang ingin kamu lakukan jika benar-benar ada orang yang menggunakan sihir pembalik waktu," ucap Theodor dengan tatapan dinginnya


"Surat perjanjian ini tidak akan membahayakan nyawamu kalau kamu tidak memberi taunya kepada siapapun, dan juga ini adalah rahasia keluargaku,"


"Jadi jika kalian ingin tau alasannya perjanjian ini juga harus di tandatangani," ucap Leviathan dengan tatapan dingin dan tajam


"Baiklah, kami setuju untuk menandatanganinya," ucap Gressa dengan tiba-tiba sambil berjalan ke arah kertas kontrak itu


"Kenapa begitu tiba-tiba gadis kecil? Kamu tidak ingin berpikir dua kali?" tanya Dalbert dengan tatapan tajam


"Karena aku yakin jika kami tidak menandatangani, kami juga akan mati di tanganmu karena aku merasa kalau di balik tangan yang kamu sembunyikan itu ada senjata," ucap Gressa dengan tatapan berani


"Ternyata murid dari akademi Richardson memang luar biasa ya," ucap Leviathan sambil tersenyum


"Gressa, apa kamu gila?" ucap Theodore dengan tatapan tajam


"Tidak, Professor, karena pihak katedral ada di sini, jadi saya yakin," ucap Gressa sambil tersenyum tipis


"Hah..."


"Baiklah, yang lain juga tanda tanganilah surat perjanjian itu," ucap Theodore dengan helaan nafas panjang


"Zeit, bantu aku membukanya," ucap Leviathan sambil tersenyum ke arah saudaranya


"Ayah bisakah berikan jam saku milik ayah," ucap Zeit sambil menatap laki-laki yang berdiri di dekat jendela yang kemudian di lemparnya jam saku itu dan di tangkap oleh Zeit dengan sihirnya


"Destiny library," ucap kedua saudara itu yang tiba-tiba merubah ruangan itu menjadi roda-roda jam yang besar dan sebuah pintu dengan mekanisme roda-roda waktu yang terlihat tua namun terawat


"Aku dan saudaraku adalah pemilik perpustakaan takdir ini dan tugas kami menjaga setiap takdir dan itu jugalah alasan kenapa aku dan saudaraku bisa mengetahui sihir pembalik waktu,"


"Aku tidak menyangka kalau keluarga Halmiton benar-benar pemegang perpustakaan milik para dewa," ucap William dengan tatapan tabjuk melihat ruangan yang begitu besar di hadapannya


"Perpustakaan ini bukan milik dewa ataupun raja neraka karena ini milik para morai yang mengatur masa depan, masa lalu dan masa sekarang,"


"Tidak sembarangan orang bisa berada di sini,"


"Dan alasanku menanyakan siapa diantara kalian yang mendapat bakat memutar waktu itu, karena aku ingin melindungi kalian dari sang raja kerajaan Richardson,"


"Kalian mungkin belum pernah mendengarkan ceritanya tapi itu bukanlah hal yang baik apalagi jika kalian terlibat dalam percintaan kepada salah satu pewaris takhta itu,"


"Mungkin saja kematian akan datang kepada kalian, aku bukan menghasut tapi hanya memberikan nasehat karena aku melihatnya," ucap Leviathan dengan tatapan serius


"Jadi aku katakan siapa lagi yang memiliki bakat tersebut?" tanya Leviathan dengan tatapan dinginnya


"Gressa, katakanlah kepada dia kalau kamu yang memilikinya dan tenang saja,"


"Kami berdua telah memiliki perjanjian juga," ucap William dengan tatapan lembut ke arah putrinya


"Itu benar aku yang memiliki kemampuan itu, dan aku berharap aku bisa berkembang dengan kemampuan sihir yang aku miliki," ucap Gressa dengan anggukan pelan dan tatapan waspada


"Karena kamu memiliki sihir waktu maka kamu harus waspada dengan siapa dirimu akan berpasangan nantinya, jika ingin aman aku sarankan untuk memilih orang yang membenci dirimu,"


"Jika perlu aku akan membantu dirimu untuk mendapatkan," ucap Zeit sambil melipat kedua tangannya


"Eh? Apakah itu perlu?" tanya Gressa dengan kebingungan


"Kamu seorang bangsawan bukan dan juga kamu anak angkat dari seorang kepala pendeta bukan? Kamu juga tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga kerajaan yang artinya kamu akan di paksa menikah nantinya,"


"Bisa saja kamu menikah dengan keluarga kerajaan? Atau kamu menikahi bangsawan pemberontak? Tidak ada yang mengetahuinya bahkan dirimu sendiri tidak akan bisa mengetahui takdir yang kamu miliki sendiri,"


"Oleh karena itu lebih baik carilah laki-laki yang tidak peduli dengan dirimu atau membencimu untuk bertunangan, supaya nantinya kamu tidak akan mendapatkan masalah yang besar,"


"Dan juga harapanku anak-anak yang merupakan siswa berprestasi lainnya bisa mendukung, melindungi dan membantu Gressa saat dalam kesulitan," ucap Leviathan dengan tatapan serius menatap Charlotte, Jianying dan Shing


"Tentu saja, aku akan selalu membantu Gressa karena sejak dulu Gressa selalu membantuku mana mungkin aku tidak membantu dirinya," ucap Charlotte dengan bersemangat


"Sudah tugas kami berdua untuk menjaga para siswa-siswi di akademi jadi mohon bimbingannya dalam membantu kami menjadi semakin kuat," ucap Jianying sambil memberikan hormat diikuti dengan saudara kembarnya


"Baguslah, kalian bertiga beristirahat dulu, ada yang ingin aku bahas dengan nona kecil dan pendeta ini,"


"Leviathan, kamu bawa mereka ke salah satu villa milik dari tujuh menara, di sana mereka akan aman," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


Di sisi lain di dalam sebuah ruangan yang di banjiri oleh darah


"Lucius, bagaimana kalau seandainya perempuan yang kamu sukai menyukai orang lain?"


"Aku yakin itu tidak akan terjadi sampai kapanpun, karena Gressa hanya memiliki aku di sisinya,"


"Jadi tidak mungkin ada laki-laki lain yang berani berada di sisinya," ucap Lucius dengan dingin sambil mengelap tangannya yang ternodai oleh darah


"Bereskan tempat ini dan jangan sampai ada bukti yang tertinggal sedikitpun," perintah Lucius dengan tatapan dingin dan tajam


"Baik tuan," ucap seorang pelayan sambil membereskan mayat-mayat yang telah dibunuh


"Sekarang mereka pasti akan menjadi orang yang memiliki perasaan bersalah terhadap orang-orang yang mereka singkirkan,"


"Yah walaupun mereka sendiri tidak akan memikirkannya lagi kemudian tapi aku pastikan mereka akan mendapatkan yang sepantasnya," ucap Lucius dengan mata merah dan haus darah


"Aku tau kamu haus akan balas dendam tapi tolong jangan tunjukan wajah seperti orang yang tidak puas dan terburu-buru seperti itu di sini, karena aku juga jadi merasakan kalau kamu akan membunuhku," ucap seorang laki-laki yang berdiri tidak jauh dari dirinya


"Aku sudah bilang bukan aku tidak suka di berikan pendapat, jadi jangan banyak bicara yang tidak menyenangkan di dengar olehku," ucap Lucius dengan tatapan kesalnya dengan melemparkan belatinya hingga membuat pipi laki-laki di depannya tergores dan meneteskan darah


"Aku masih tidak yakin untuk membuat dirinya mengikuti tes yang kita adakan,"


"Dia sangat-sangat tidak memiliki perasaan saat membunuh dan juga benar-benar puas saat melakukan pembunuhan,"


"Bisa saja dia nantinya tidak akan puas jika tidak melakukan pembunuhan, dan membuat masalah yang sangat-sangat besar nantinya,"


"Bukankah nantinya kita yang akan rugi?" ucap laki-laki bertudung dari kejauhan menatap ke arah sebuah bangunan yang jaraknya ratusan meter dari dirinya


Siapakah pria bertudung itu? Kenapa Lucius dikatakan sebagai orang yang tidak berperasaan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life