Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 68 Puzzle kosong



Di situasi yang menegangkan dan mencekam, kerajaan yang telah direbut oleh para pemberontak sedang berdiskusi mengenai penangkapan mantan putra mahkota yang melarikan diri entah ke mana bersembunyinya.


"Yang mulia, bagaimana kalau anda mengutus keluarga saya untuk mencari putra mahkota,"


"Karena saya adalah orang yang pernah bertunangan dengan dirinya, jadi kemungkinan dia tau kalau saya pasti masih menyukainya," ucap seorang perempuan yang seperti dibutakan oleh perasaan cinta


"Humm.. sepertinya bagus, jika kamu bisa mendapatkan mantan putra mahkota maka aku pasti dengan senang hati akan membebaskan kakakmu dan juga aku akan membuat dia menikahi dirimu,"


"Bukankah sejak dulu kamu tulus mencintai dirinya? Jadi aku akan dengan senang hati menikahkan dengan dirimu," ucap Lucius dengan seringainya membuat perempuan di depanya tersenyum puas karena merasa kalau dia bisa mendapatkan hadiah itu, kemudian perempuan itu pergi meninggalkan laki-laki yang duduk di kursi takhta itu dengan dingin


"Yang mulia, barusan saya mendapatkan surat balasan dari berbagai kerajaan kalau mereka menolak untuk datang ke acara penobatan anda,"


"Karena anda belum memenuhi standar surat keputusan dari para tetua di kerajaan," ucap seorang laki-laki paruh baya dengan tatapan ketakutan ketika melihat wajah tuanya yang seperti berada di suasana hati yang buruk.


Kabut yang tebal entah datang dari mana tiba-tiba menyelimuti seluruh kerajaan seolah-olah suasana hati sang raja dapat membuat banyak perubahan kepada cuaca di sekitarnya. Bahkan di sekitar istana ada aura kegelapan yang sangat pekat menyelimuti, yang mungkin membuat seseorang yang tidak bisa menahan tekanan mati di sana.


"Surat keputusan?"


"Apakah hal semacam itu sangat diperlukan? Aku adalah orang yang masih memiliki darah kerajaan tetapi kenapa harus menggunakan surat keputusan?"


"Apakah mereka menganggap remeh aku yang duduk di kursi takhta?" ucap Lucius itu dengan amarah yang tidak bisa dia kendalikan, membuat laki-laki di depan matanya mati karena tidak kuat dengan kekuatan kegelapan di sekitarnya


"Tuan, jika anda terus tidak mengendalikan kekuatan anda seperti itu maka, anda bisa membuat seluruh kerajaan ini menjadi negeri kematian dan anda mungkin nantinya tidak akan bisa menikah dengan gadis itu karena ini," ucap seorang laki-laki yang menggunakan topeng dan pakaian pelayan yang begitu rapi


"Kenapa kamu ada di sini? Aku harap kamu benar-benar memberikan laporan yang benar-benar aku inginkan,"


"Kalau tidak mungkin kepalamu akan hilang," ucap Lucius dengan tatapan tajam


"Ah tuanku yang terhormat mana mungkin, aku menghianati dirimu,"


"Ataupun mengecewakan dirimu,"


"Sebelum saya menyampaikan informasi yang saya dapatkan, saya ingin memberi tau kalau jika anda ingin menduduki takhta,"


"Tidak peduli anda seorang pangeran atau memiliki darah keturunan raja. tetaplah harus memiliki pengakuan dari para tetua kerajaan dan rumornya para tetua itu tidak berada di istana jadi anda sendiri harus mencarinya dan semua orang dari kerajaan lain tau tentang cerita lama itu,"


"Oleh karena itu walaupun anda telah meletakan stempel di dalam surat itu mereka tetap tidak akan percaya bahwa ada acara seperti itu di kerajaan,"


"Kemudian saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan pelacakan itu,"


"Saya menemukan kalau sihir itu menggunakan sihir anti lacak oleh karena itu saya hanya menemukan titik terakhir mereka yaitu berada di hutan sebelah selatan,"


"Seharusnya mereka tidak jauh dari lokasi itu tuan," ucap pelayan itu dengan menghormat kepada tuannya


"Baiklah, kamu pimpin pasukan dan carilah mereka,"


"Setelah itu selidiki siapa orang-orang yang duduk di kursi tetua itu," ucap Lucius dengan tatapan dingin yang kemudian di jawab dengan anggukan oleh pelayan itu


Di negeri yang lain walaupun ancaman besar akan datang kepada mereka dan membunuh atau menyiksa mereka, mereka tetap berusaha tenang dan sedikit bersantai untuk memutuskan langkah seperti apa yang akan mereka ambil untuk selanjutnya untuk  menghadapi musuh yang berada di sisi kabut itu.


"Gressa, apa yang kamu kerjakan dari pagi,"


"Sehingga kamu sejak pagi tidak keluar kamar," ucap suara laki-laki yang khawatir dari balik pintu besar sambil mengetuk pintu


"Hah..."


"Padahal kamu sudah berhasil menemukan orang tua kandungmu tapi kenapa kamu masih ingin kembali ke kerajaan itu, bukankah sudah banyak hal yang menyakitkan di sana?" ucap Addison dengan tatapan kebingungan dan cemas setelah dia mengetahui fakta kalau perempuan di depannya ini bukan anak haram keluarga baron dan bahkan bukan putri keluarga baron sama sekali melainkan putri keluarga duke. Yang artinya adik yang dia perlakukan selama ini telah menghilang, dan yang ada adalah seorang perempuan yang merupakan seorang putri duke


"Itu salah, walaupun memang beliau adalah orang tua kandungku tetapi aku dibesarkan di kediaman baron dan di sana tanah kelahiranku,"


"Dan juga tidak banyak hal yang menyakitkan karena aku selalu dirawat oleh kakak secara diam-diam, aku tau itu sejak pertama kali kita bertemu,"


"Walaupun bukan kakakku yang sesungguhnya, kakak adalah seorang kakak terbaik menurutku,"


"Jadi, apapun caranya aku ingin membuat Lucius sadar dengan kenyataan yang menyakitkan," ucap Gressa dengan kepalan tangan yang erat


"Terima kasih Gressa,"


"Dan kakak akan membantu dirimu jika kamu memerlukan bantuan," ucap Addison dengan senyuman tipis


"Terima kasih kakak, tapi tenang saja aku dan Luke bisa mengatasinya," ucap Gressa dengan senyuman lembut


"Oh... sekarang kamu bisa memanggil putra mahkota dengan panggilan seperti itu,"


"Jadi kamu benar-benar menyukainya?" ledek kakak laki-lakinya dengan seringai membuat wajah perempuan itu mendadak merah


"Mana mungkin, dia seorang pewaris takhta yang begitu dingin dan sangat menyebalkan,"


"Mimpi jika aku seorang putri duke menyukai dirinya,"


"Karena uang lebih berharga dan membantu dibandingkan orang yang mengesalkan seperti dia," ucap Gressa sambil meremas kertas yang baru saja selesai dia tulis dengan tatapan kesal


"Kalau kamu tidak suka dengannya kenapa kamu masih memutuskan untuk bertunangan dengannya? Bukankah itu sangat aneh?"


"Kecuali kalian berdua melakukan pertunangan kontrak?" ucap Addison dengan tatapan menyidik yang tajam ke arah Gressa


"Tidak, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu,"


"Apa untungnya untukku jika ditawari hal semacam itu?" ucap Gressa dengan tatapan dingin sambil melipat kedua tangannya


"Humm..."


"Baiklah kalau memang tidak ada,"


"Hanya saja Gressa, perasaan itu kadang bisa membingungkan dan rumit,"


"Seperti menyelesaikan puzzle kosong dan tidak berwarna, harus kamu sendirilah yang bisa menyusunnya,"


"Jangan sampai waktu berputar menjauh membuat dirimu menyesal," ucap Addison yang kemudian mengelus kepala Gressa dengan tatapan lembut


Kenapa Addison mengatakan hal seperti itu? Apakah Lucius akan berhasil menemukan lokasi Gressa? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life