Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 21 Biarkan aku yang melatih potensi dia



"Nona selamat datang kembali," ucap para pelayan dengan serentak


'Eh? Ada apa ini sampai mereka menyambut aku seperti orang-orang di film-film,'


'Padahal biasanya mereka tidak pernah peduli aku kembali atau tidak ke mansion tetapi hari ini mereka semua malah menyambutku,'


'Aku merasa tidak nyaman,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan dingin dan perasaan tidak nyaman


'Sudah aku duga tidak mudah untuk seorang perempuan yang tidak pernah mendapatkan pelajaran tata Krama untuk menyesuaikan ini,' ucap Wilmer di dalam hatinya dengan tatapan dingin memperhatikan Gressa dari atas sampai kebawah


"Terima kasih atas sambutannya, saya merasa tersanjung dengan penyambutan yang luar biasa ini," ucap Gressa sambil tersenyum dan memberikan penghormatan


'Bagaimana bisa dia bertata Krama yang baik, padahal dia tidak mengikuti pembelajaran etika bangsawan?'


'Dan dia bisa menggunakannya dengan baik seolah-olah dia sering melakukannya,'


'Mungkin memang orang yang disayangi oleh dewa sedikit berbeda,' ucap Wilmer di dalam hatinya dengan tatapan terkejut


"Sudahi formalitasnya, ini adalah rumahmu jadi tidak perlu terlalu sopan dengan orang-orang yang memiliki pangkat dibawah dirimu," ucap Addison dengan senyuman dingin


'Wilmer, selalu menguji kemampuan dan sopan santun orang lain dengan lembut namun tajam,'


'Dia pasti terkejut dengan sikap orang yang tidak pernah mempelajari sopan santun bangsawan bisa bersikap dengan baik seperti ini,'


'Wajahnya menandakan kalau dia gagal untuk mempermalukan orang itu,' ucap Addison di dalam hatinya sambil menatap Wilmer yang terkejut dengan perilaku Gressa


'Alasanku untuk memilih dia dari pertama kali bertemu karena aku pikir dia bisa membuat orang lain jatuh dan bisa di jadikan orang yang tepat menjadi pionku yang berharga, tapi setelah aku lihat langsung malah mungkin sebaliknya yang terjadi kepada dirinya,'


'Setelah sekian lama, dia akhirnya bisa belajar kalau tidak bisa dengan perlakuan halus untuk menjatuhkan orang lain tapi harus mahir dalam merencanakannya untuk menjatuhkan orang lain,' ucap Addison sambil menatap Gressa yang berada di depannya


'Kenapa muka laki-laki dibelakang Addison itu seperti orang yang terkejut,'


'Ah... aku mengerti, untung saja aku melakukan sopan santun bangsawan Kalau tidak dia pasti akan mempermalukan aku,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan lega


"Baiklah, terima kasih atas perhatiannya Kakak," ucap Gressa dengan tatapan lembut


"Seben-"


"Jadi ini gadis yang katanya putri kecil keluarga Baron, aku tidak menyangka kalau dia gadis yang benar-benar kecil dan begitu lucu,"


"Tidak heran jika Addison memanjakan dirinya yang merupakan darah setengah darah biru," ucap seorang perempuan yang turun dari atas tangga sambil menatap Gressa yang terdiam


"Tapi aku tidak menyangka sopan santun yang dimiliki oleh gadis kecil ini tergolong baik dan layak seperti bangsawan,"


"Gadis kecil apa kamu belajar etika bangsawan ini secara diam-diam?"


"Tolong jawab pertanyaan yang aku katakan dengan jujur," ucap perempuan itu dengan tatapan yang tajam dan dingin memperhatikan Gressa


"Nyonya Clover, bukankah anda terlalu bersikap berlebihan,"


"Dia adalah putri keluarga Elrick, jadi tidak sopan untuk dirimu memojokkan dirinya untuk tau darimana dia belajar,"


"Karena setiap orang tentu saja terlahir di kalangan biru wajib untuk belajar etika bangsawan,"


"Tidak terkecuali anak yang dengan darah setengah sekalipun," ucap Addison dengan tatapan dingin ke arah orang yang berada di belakangnya


"Kamu melindunginya seperti itu, menurutmu dia akan bisa dianggap sebagai bangsawan?" ucap perempuan itu sambil menutup kipas tangan miliknya dan menunjuk ke arah Gressa dengan kipas tangan itu


"Maafkan saya jika aku tidak bisa menjadi bangsawan yang sempurna dan seutuhnya memiliki darah berwarna biru tapi, saya yakin kalau semua orang memiliki kualifikasi yang layak untuk berada di posisinya masing-masing,"


"Sekali lagi maafkan saya apabila ucapan saya menyinggung anda nyonya," ucap Gressa sambil memberikan hormat karena tidak setuju dengan percakapan yang dikatakan oleh nyonya Clover


"Sangat menarik untuk anak seperti dirimu,"


"Addison, biarkan aku yang melatih potensi yang dimilikinya di akademi,"


"Kamu harus mengatakan iya," ucap perempuan itu dengan tatapan serius dan tajam ke arah Addison


"Kalau kamu tidak setuju maka aku akan tetap tinggal dan mengganggu pekerjaan dirimu di sini sampai tahun ajaran akademi tiba," ucap Perempuan itu dengan tatapan serius


'Aku pikir ucapan yang aku katakan barusan menyinggung dirinya tapi aku tidak menyangka dia menginginkan aku belajar kepadanya,'


'Apakah dia salah satu guru di akademi hingga dia menyebutkan akademi?'


'Aku sangat yakin kalau itu tidak tertulis sekali,'


'Semakin aku menjalani alur cerita novel ini maka aku semakin mengerti kalau novel ini sama sekali tidak sempurna itu,'


'Banyak sekali karakter yan memiliki hubungan dengan keluarga Elrick di sini,'


'Dan juga orang-orang di sini begitu tajam dalam perkataan dan memperhatikan tindakan orang lain,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil menatap perempuan yang ada di depannya dengan waspada


'Aku rasa keberuntungan keluarga Elrick mendapatkan anak yang memiliki otak yang jenius,'


'Dia bukan berdarah biru murni dan juga tidak mendapatkan pelajaran dari etika bangsawan sejak kecil tapi bisa memikirkan situasi yang dihadapi,'


'Bagaimana pun caranya dia harus menjadi muridku,' ucap nyonya Clover dengan tatapan yang terkejut kemudian tersenyum bersemangat


"Aku tidak bisa menentukan apa yang diinginkan oleh Gressa karena yang menjalaninya adalah Gressa jadi biarkan dia menentukannya," ucap Addison dengan tatapan dingin menatap Gressa yang tengah kebingungan dengan situasi yang dihadapinya sekarang


"Gressa, perkenalkan dia adalah Earl Caroline Clover,"


"Istri dari pemimpin keluarga Clover sekarang dan juga salah satu guru di akademi tempat kamu nantinya bersekolah,"


"Dan yang di sana adalah asisten pribadiku Wilmer Clover putra kedua dari keluarga Clover,"


"Kamu bisa bilang kalau mereka adalah ibu dan anak," ucap Addison dengan tatapan dingin menatap Wilmer


"Saya menghormat kepada Nyonya Earl," ucap Gressa sambil memberikan hormat dengan kepala tertunduk


'Tidak heran jika tatapan mereka berdua begitu tajam dan mengawasiku,'


'Tapi keluarga Clover? Aku tidak pernah membacanya kalau itu ada di dalam novel,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan


"Nama nona muda ini adalah Gressa Elrick bukan? Aku sudah banyak mendengar rumor mengenai anda,"


"Dan juga suatu kehormatan bagi saya bisa menemui gadis kecil yang lucu ini,"


"Jika anda ingin tau keluarga kami adalah keluarga yang memiliki pengaruh dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan oleh karena itu saya tertarik untuk mengajari gadis kecil seperti anda,"


"Dan juga keluarga kami secara turun-temurun selalu menjadi sekretaris atau asisten pribadi dari keluarga Halmiton dan keluarga Erlan,"


"Jadi apakah anda akan menerima tawaran yang saya katakan?"


"Saya tidak memaksa anda tapi tolong pertimbangkan baik-baik karena kami yakin kalau kami bisa membantu perkembangan nona Elrick," ucap Nyonya Clover sambil menggenggam tangan milik Gressa dengan tatapan penuh harapan


'Sudah aku duga banyak hal yang menarik dari keluarga Elrick jika aku bisa memanfaatkannya, tapi tawaran seperti ini apa harus aku terima?' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan penuh pertimbangan


Apakah Gressa akan menerima tawaran yang menguntungkan itu? Kenapa Nyonya Clover tertarik dengan Gressa? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life