Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 31 Takdir dunia



Ruangan yang awalnya berisik itu tiba-tiba sunyi setelah mendengarkan suara dari seorang darah biru yang memiliki gelar lebih rendah dibandingkan mereka...


"Kenapa menjadi tidak menggonggong seperti anjing lagi ketika aku tiba?"


"Apakah kalian takut kalau kematian kalian telah dekat?" ucap laki-laki sambil duduk tanpa aba-aba dari orang yang berada di depannya


'Aku tidak bisa menghentikan Addison, karena dia dari dulu pakarnya mengancam orang hanya dengan tatapan dan omongan,' ucap di dalam laki-laki itu dengan tatapan ketakutan


"Tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu


"Masuk saja, kami memang sedang menunggu kalian," ucap laki-laki itu dengan lantang


Semua orang yang terlibat dalam masalah itu masuk ke dalam ruangan kepala sekolah...


"Akhirnya kalian sampai di ruangan ini,"


"Kalau tidak pertemuan ini tidak akan dimulai,"


"Langsung duduk di sini," ucap laki-laki yang merupakan pemimpin akademi itu dengan senyuman lega


"Baik pak kepala akademi," ucap mereka dengan serentak dan berjalan ke arah kursi yang kosong


'Aku tidak menyangka masalah ini benar-benar dibawah ke kepala akademi,'


'Aku baru hari ini masuk ke dalam akademi, jika di keluarkan akan sulit untukku mencari relasi dalam berbisnis,'


'Apalagi banyak bangsawan di akademi ini yang suka menghamburkan uang,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan perasaan cemas


"Jadi, kenapa hanya diam saja? Walaupun para korban dan tersangka datang ke sini,"


"Kamu seharusnya menjawab pertanyaan yang aku tanyakan dulu," ucap Addison dengan tatapan yang dingin membuat orang-orang yang berada di hadapannya tidak berani menatap


"Kakak, tidak perlu menekan orang seperti itu,"


"Aku jujur ini adalah kesalahan yang aku perbuat karena aku memukul dan membanting mereka," ucap Gressa dengan kepala tertunduk sedangkan orang tua korban menyeringai bahwa itu adalah kemenangan mereka


"Kamu dengar bukan tuan Baron Elrick yang keluar dari mulut nona Elrick itu,"


"Kalau dia adalah orang yang sengaja melakukannya hingga membuat anakku terluka,"


"Aku harap aku mendapatkan kompensasi dari keluarga Elrick,"


"Misalnya pertambangan yang ada di wilayah milik kalian," ucap laki-laki yang merupakan orang tua dari korban yang dibanting oleh Gressa menunjuk ke arah Gressa dengan senyuman kemenangan


'Aku sudah menduganya kalau begitu tinggal aku lakukan sedikit lagi,' ucap Gressa di dalam hatinya sambil tersenyum dengan kepala tertunduk


"Tapi aku melakukan hal semacam itu juga bukan tanpa alasan,"


"Ini adalah alasanku," ucap Gressa yang tiba-tiba menunjukkan sebuah rekaman yang pernah ditunjukkan oleh para anggota dewan kesiswaan Richardson di hadapan seluruh siswa


"Ah, keluarga Duke dan keluarga Marques sudah sangat ahli dalam memutar balikkan fakta ya,"


"Sampai meminta pertambangan untuk kompensasi,"


"Kalau begitu nona yang merupakan korban pembullyan itu juga boleh meminta kompensasi karena dia terluka," ucap Addison dengan tatapan dingin dan senyuman dingin


"Yang dikatakan oleh kakak ada benarnya,"


"Charlotte, kamu juga harus meminta kompensasi kepada mereka atas perlakuan mereka lakukan,"


"Anda tidak mungkin keberatan bukan dengan keinginannya," ucap Gressa sambil menoleh kearah Charlotte yang sedang memperhatikan pembicaraan itu sejak awal


"Ka...mu..." ucap Sang Duke dengan menggigit bibirnya


"Felix, kamu adalah kepala akademi bukan?"


"Jadilah saksi dalam menyelesaikan masalah kompensasi ini," ucap Addison dengan tatapan dingin ke arah Felix


"Kalau anda tidak ingin menyetujuinya, tentu saja mudah,"


"Tinggal melupakan masalah ini dan anggap tidak pernah terjadi ditambah juga aku akan memberikan sebuah surat yang eksklusif untuk anak anda," ucap Felix dengan tatapan dingin sambil menulis surat kontrak dan persetujuan


'Surat ekslusif? Bukankah mereka adalah orang yang membully? Kenapa mereka mendapatkan surat ekslusif,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan dingin dan kecewa dengan kepala akademi


"Baiklah, kami memutuskan untuk berdamai dan melupakan kejadian ini," ucap Duke dengan tatapan yang dingin


"Kalau begitu untuk menjadi bukti perdamaian anda kedua belah pihak maka anda harus menandatangani perjanjian ini dan tentu saja Baron juga menandatanganinya karena sebagai bukti kalau masalah ini diselesaikan dengan damai," ucap Felix sambil menyerahkan kertas itu yang kemudian di tandatangani oleh kedua belah pihak


"Terima kasih karena kalian berdua telah ingin mengambil jalan tengah dan tentu saja aku juga akan memberikan surat ekslusif kepada pihak yang telah menjadi korban pemukulan Nona keluarga Elrick," ucap Felix dengan senyuman yang lembut dan mengeluarkan sebuah surat yang telah di ikat oleh sebuah pita


"Terima kasih kepala akademi karena telah mengadili masalah ini," ucap Duke dengan senyuman sedangkan sang Marques hanya ikut menganggukkan kepala


"Apa anda tidak ingin membuka surat ekslusif itu disini? Supaya mereka semua bisa melihat isi dari surat itu," ucap Felix sambil tersenyum yang kemudian Duke dan Marques membuka surat itu dan ketika selesai membacanya raut wajah yang awalnya senang sekarang menjadi merah padam


"FELIX, KAMU SEDANG MEMPERMAINKAN SEORANG DUKE YA?" teriak sang Duke sambil menggunakan sihirnya untuk menyerang sosok di depannya


"Keluarga Duke yang ini sangat tidak sopan kepada kepala akademi ya,"


"Sampai menggunakan sihir yang telah jelas tertulis bahwa orang tua siswa-siswi di larang menggunakan sihir selama berada di akademi baik tujuannya untuk melindungi ataupun bertujuan baik," ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba membuat sihir sang Duke menjadi hilang bahkan ruangan itu seperti mendapatkan penyucian


"Kamu..."


"Pewaris keluarga Duke Utara, bagaimana orang seperti dirimu berada di akademi Richardson?" ucap sang Duke yang sihirnya di hentikan oleh laki-laki itu


"Kamu tidak melihat seragam dan lencana yang aku gunakan? Mata Duke timur sepertinya sudah tua ya,"


"Bukankah lebih baik anda menyerahkan kepada putra anda?"


"Ah... iya aku baru ingat kalau putra anda pergi dari mansion karena tidak ingin berada di kubu pangeran manapun," ucap Lucius sambil menutup mulutnya dengan tatapan yang terkejut


"Biarkan aku perjelas, bahwa putri kalian di keluarkan dari akademi atas tindakan yang di lakukan yah walaupun sebenarnya aku tidak ingin meloloskan mereka, tapi setidaknya aku tidak boleh jahat kepada siswa yang layak masuk ke akademi oleh karena itu aku membiarkan putri kalian diterima setidaknya hanya satu hari,"


"Yang harus kalian ketahui kalau akademi Richardson ini adalah akademi yang menjunjung nilai peradilan tanpa memandang bulu dan juga akademi ini berada di wilayah keluargaku dan tidak ada hubungannya dengan kerajaan Elmaric ini,"


"Jadi jangan pikir kalau aku takut dengan kalian," ucap Felix dengan senyuman dingin


"Jika ada yang ingin kalian protes, lakukan langsung ke raja kerajaan ini maka aku dengan senang hati akan memberikan penjelasan kepada mereka dengan sangat jelas," ucap Felix dengan


tatapan dingin dan tajam ke arah kedua orang itu yang kemudian kedua orang itu keluar dengan terburu-buru begitu juga dengan putri-putri mereka


"Gressa, kerja yang bagus,"


"Untuk selalu menetapkan diri kepada hal yang benar,"


"Jangan pernah menganggap semua yang kamu lakukan itu adalah perbuatan yang salah,"


"Karena banyak orang yang membutuhkan orang seperti dirimu,"


"Kalau sudah selesai, aku dan Wilmer kembali ke mansion,"


"Felix, aku titip adik perempuanku," ucap Addison sambil mengelus kepala adik perempuannya yang kemudian pergi dengan teleportasinya


Di balik pintu itu tidak ada yang sadar jika ada yang mendengarkan pembicaraan mereka...


"Jadi bagaimana menurutmu?"


"Kalau menurutku dia perempuan yang pantas merubah takdir dunia yang telah di tentukan ini?" ucap laki-laki itu dengan seringaian


Siapakah laki-laki yang menguping pembicaraan? Apakah setelah ini akan ada kedamaian? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa's second life