Gressa's Second Life

Gressa's Second Life
Bab 18 Akademi



Setelah makan bersama itu selesai, mereka berdua memutuskan berbicara di ruangan kerja...


"Gressa, jadi aku memanggil dirimu ke sini untuk membahas masalah dirimu yang terjadi kepada dirimu,"


"Kakak yakin kamu sudah mengetahui masalah ini," ucap Addison dengan tatapan dingin


'Masalah apa? Apa dia tau kalau aku adalah pemilik toko pakaian itu? Kalau itu benar-benar yang dibahas maka aku harus memikirkan alasan untuk menjawab pertanyaan itu,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tangan yang berkeringat dingin


Tiba-tiba di lemparkan surat dengan cap itu ke atas meja...


"Gressa, sudah waktunya kamu akan memasuki akademi dan surat ini adalah surat yang akan membuatmu untuk mengikuti tes masuk ke akademi,"


"Aku harap kamu ingin mengikuti tes ini karena diumur dirimu yang sekarang sangat penting untuk belajar dan masuk ke dalam akademi," ucap Addison dengan tatapan dingin


"Baiklah, kakak aku akan berusaha untuk lolos dari tes ini," ucap Gressa dengan anggukan kepala dan perasaan lega karena dirinya terbebas dari dugaan yang di pikirannya


'Aku lega, aku pikir yang akan dicurigai sebagai pemilik toko,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan lega


"Tapi Gressa, kamu tidak perlu memaksakan dirimu untuk mengikuti tes masuk ke dalam akademi ini karena masih banyak waktu sampai umurmu benar-benar layak untuk masuk ke tingkat selanjutnya," ucap Addison dengan tatapan serius


"Tidak, aku ingin mencoba masuk ke dalam akademi, karena bagaimanapun aku harus masuk ke akademi di umur yang sekarang bukan?" ucap Gressa sambil tersenyum


"Baiklah, kakak harap kamu bisa melewati tesnya dengan baik," ucap Addison dengan anggukan pelan


Setelah percakapan itu selesai maka Gressa langsung bergegas ke kamarnya untuk mempersiapkan yang diperlukan untuk lolos dari tes.


"Di kehidupan sebelumnya aku belajar dan lulus dengan yang terbaik demi mendapatkan pekerjaan yang terbaik, di kehidupan kali ini aku berjuang karena ingin mendapatkan hak eksklusif di akademi dan menjalani kehidupan ini dengan damai,"


"Demi umur panjang, akan aku manfaatkan kemampuan yang aku miliki," Gumam Gressa dengan percaya diri dan kemudian memulai pembelajarannya sampai hari untuk mengikuti tes itu tiba dan semua calon siswa yang akan masuk ke dalam akademi itu datang ke akademi tidak terkecuali Gressa...


"Hari ini adalah hari masuk ke akademi ya?"


"Apa perlu kakak yang ikut mengantar dirimu ke sana? karena hari ini adalah tes yang penting untuk dirimu," ucap Addison dengan senyuman yang sedikit dingin


"Tidak, karena kakak juga masih memiliki pekerjaan bukan? Aku tidak ingin pekerjaan kakak terganggu karena mengantar aku sampai ke akademi,"


"Lagipula kita bisa merayakan hasil pengumuman dari akademi bersama-sama,"


"Jadi aku akan pergi sendirian kakak,"


"Sampai ketemu lagi nanti," ucap Gressa sambil tersenyum kemudian menaiki kereta kuda itu dan melambaikan tangannya ke arah laki-laki yang berdiri menunggu kepergiannya


'Akhirnya, hari ini tiba...


'Saat-saat yang paling penting dalam alur novel ini, masuk ke akademi adalah syarat yang sedikit memberatkan,'


'Tapi aku harus bisa membuat alur ini bahagia tanpa aku karena ini demi kehidupanku sendiri,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan penuh semangat


Beberapa jam kemudian...


Sampailah mereka di sebuah bangunan yang begitu besar dan megah, dipenuhi oleh para bangsawan dan para rakyat yang terpilih untuk masuk ke dalam akademi...


'Seharusnya, aku bisa lulus di semua tes karena aku memiliki kemampuan yang lebih tapi di tes ini juga aku harus merahasiakan sihir yang merupakan berkat dari para dewa,'


'Karena aku yakin ada orang-orang yang sudah mulai melirik setiap anak yang masuk ke dalam akademi ini dan menjadikan mereka sebagai boneka politik mereka untuk bermain di papan catur nantinya,' ucap Gressa di dalam hatinya dengan tatapan tajam dan dingin menatap sekitarnya...


"Gressa, aku tidak menyangka kalau kamu akan ikut tes masuk ke dalam akademi,"


"Padahal kamu masih terlalu muda untuk masuk ke dalam akademi ini," ucap seorang laki-laki yang berjalan ke arahnya


"Ayah angkat? Kenapa ada di akademi?" ucap Gressa dengan tatapan terkejut karena bisa menemukan sosok yang tidak asing untuk dirinya


"Jangan panggil aku dengan ayah angkat tapi kamu panggil aku dengan sebutan papa,"


"Karena kamu adalah putriku, aku akan ada di akademi," ucap William sambil tersenyum kecil


"Jangan banyak mengatakan kebohongan kepada anak kecil,"


"Ditambah lagi anda berusaha kabur setelah berhasil ikut ke kegiatan ini," ucap seorang laki-laki yang berjalan ke arah laki-laki yang berada di depan Gressa


"Chris, tidak bisakah kamu membuat adegan ini menjadi adegan yang mengharukan?"


"Padahal aku pikir aku bisa membuat Gressa terharu karena aku berada di sini," Gerutu William dengan tatapan dingin


"Nona saint, sudah lama tidak bertemu dengan anda,"


"Bagaimana kabar anda? Apakah anda makan dengan baik selama di kediaman Baron? Apakah ada yang melukai anda selama anda berada di kediaman Baron?" ucap laki-laki itu dengan tatapan khawatir


"Aku baik-baik saja dan juga aku diperlakukan dengan baik di sana jadi aku tidak memiliki masalah apapun," ucap Gressa sambil tersenyum tipis


"Baguslah, kalau mereka sadar,"


"Ah, iya..."


"Kami di sini sebenarnya ingin membuat anda untuk tidak mengikuti tes kedua karena yang anda ketahui itu adalah sihir yang merupakan anugerah yang diberikan dewa kepadamu,"


"Dan untuk memanipulasi bola kristal itu, anda harus bisa mengendalikan sihir berkat itu, kalau tidak nantinya hal yang sama akan terjadi di katedral dan mungkin saja bisa lebih besar dari sebelumnya,"


"Kami takut nantinya itu membuat keributan seluruh sekolah dan malah anda yang dijadikan target untuk membuat para bangsawan yang haus kekuasaan," ucap Chris dengan tatapan dingin dan khawatir


"Aku mengerti, aku tidak akan mengikuti tes kedua tapi tes lain tidak ada masalah kan?" ucap Gressa dengan tatapan kebingungan


"Tidak, kamu boleh mengikuti tes lainnya karena bagaimanapun itu tidak akan mempengaruhi sihir yang kamu miliki," ucap William dengan senyuman lembut


"Terima kasih, dan aku harus pergi dulu karena tes tertulis akan dimulai sebentar lagi," ucap Gressa sambil tersenyum dan pergi meninggalkan kedua orang itu


Apakah Gressa mampu untuk menyelesaikan semua tes? Berhasilkah dia Lulus dengan nilai tertinggi? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Gressa second life